bertemu dengan pria yang super duper nyebelin udah mah dia yang di tabrak ke mobil sekarang dia yang harus ganti rugi
itu yang di alami Ara bertemu dengan yoga pria yang paling nyebelin versi dia
ehh harus bertemu lagi dengan pria nyebelin dalam ikatan pacar(sewaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Septiayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terbongkar ,tapi tak apa
Ruangan kantor Dinata Grup terasa sibuk seperti biasa. Yoga sedang menandatangani beberapa dokumen penting ketika Rafi dan Andre datang membawa ekspresi bercampur antara cemas dan geli.
“Bro… gue harus cerita nih,” kata Andre sambil menahan tawa, “tapi jangan marah ya.”
Yoga menoleh, alisnya mengernyit. “Apa lagi sekarang?”
Rafi menimpali sambil menatap sahabatnya, “Lo serius sama Arabella kan? Yang awalnya cuma pacar sewaan itu?”
Yoga terdiam, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang. “Rafi… jangan bilang apa-apa di luar…”
“Terlambat, bro!” ujar Andre sambil terkekeh. “Gue nggak sengaja udah cerita ke orang tua lo kemarin pas ketemu mereka di rumah. Lo tahu sendiri mereka kan lagi santai ngobrol… tiba-tiba gue bilang, ‘Bos lo tuh awalnya cuma nyewa Arabella, tapi sekarang bener-bener cinta!’”
Yoga seketika tersentak, pandangannya panik. “Apa? Kalian… kalian bilang itu ke ayah dan ibu gue?!”
Rafi dan Andre saling pandang, sedikit bersalah tapi tak bisa menahan senyum. “Eh… gue cuma bilang apa adanya, bro. Gue nggak nyangka mereka bakal kaget parah.”
Yoga menutup mata, menekan dahinya, merasa panas di wajahnya. “Gila… sekarang mereka pasti marah sama Arabella… dan sama gue.”
Beberapa jam kemudian, Yoga pulang ke rumah Dinata Grup. Begitu masuk, ia mendapati suasana berbeda dari biasanya. Ayah Yoga duduk di ruang tamu, wajahnya merah, tangan mengepal. Ibu Yoga berdiri di samping, ekspresinya campur antara kaget dan kecewa.
“Yoga… ada apa ini?!” suara ayahnya meninggi begitu melihatnya.
Yoga menelan ludah, berusaha tetap tenang. “Ayah… ibu… aku bisa jelasin…”
“Jelaskan?!” potong ayahnya. “Rafi dan Andre cerita kalau kau… kau dan Arabella… awalnya cuma pacar sewaan?!”
Yoga menelan ludah lagi, napasnya tercekat. “Ayah… itu memang awalnya perjanjian… tapi aku… aku serius. Aku tidak bohong soal perasaanku sekarang. Aku mencintai Arabella tulus… bukan karena harta atau keluarga.”
Ibu Yoga menghela napas, menatap Yoga dengan mata penuh kekhawatiran. “Yoga… kau memang mengaku tulus, tapi kami merasa… kecewa. Bagaimana mungkin anakku bisa jatuh cinta dengan seseorang yang awalnya hanya… kontrak?” Suaranya bergetar, tapi penuh kesedihan.
Yoga melangkah maju, menundukkan kepala. “Ibu… aku janji, aku akan menjaga Arabella. Semua yang terjadi sekarang nyata. Aku tahu awalnya salah, tapi perasaanku tulus, sungguh.”
Ayah Yoga menepuk meja dengan keras, marah tapi juga bingung. “Sungguhkah ini, Yoga? Kau tidak bisa main-main dengan hatimu sendiri atau dengan keluarga kami. Arabella… bagaimana kau bisa percaya dengan perjanjian semacam itu?”
Di dapur, Arabella yang mendengar keributan itu masuk perlahan. Matanya berkaca-kaca, tangan gemetar menahan rasa bersalah. “Pak… Bu… aku tahu ini salah. Aku… aku tidak pernah ingin memanfaatkan Yoga atau keluarganya. Aku tulus… aku mencintai Yoga karena dia… dia orang yang baik, bukan karena apa pun yang dia miliki.”
Ibu Yoga menatap Arabella dengan tatapan panjang, hatinya campur aduk. Ia ingin menahan kemarahan, tapi sekaligus takut anaknya tersakiti. “Bella… kau harus mengerti… kami hanya ingin memastikan anak kami tidak terluka. Aku tidak ingin Yoga disakiti… dan aku tidak ingin kau menyesal nanti.”
Ayah Yoga menatap keduanya, menahan amarah tapi wajahnya masih menunjukkan kekecewaan. “Kau berdua harus jujur. Aku tidak bisa mentolerir kebohongan… meski awalnya perjanjian itu dibuat olehmu, Yoga, tetap… hati orang tua ini terluka.”
Yoga melangkah ke arah Arabella, memegang tangannya. “Ayah, Bu… aku tahu ini sulit diterima, tapi percayalah… aku serius. Aku tidak main-main. Aku tidak ingin menyakiti Bella, dan aku tidak ingin membuat kalian kecewa. Aku akan bertanggung jawab atas perasaanku dan hubunganku dengan Bella.”
Arabella mengangguk, air mata menetes. “Aku juga janji, Pak, Bu. Aku tulus. Aku akan menjaga Yoga dan hubungan kami. Aku tidak ingin ada yang tersakiti, terutama kalian.”
Bu Ratna menghela napas panjang, menundukkan kepala. “Kalau begitu… aku akan mencoba percaya. Tapi kalian berdua harus membuktikannya. Aku tidak ingin ada permainan hati lagi.”
Ayah Yoga diam sejenak, kemudian menepuk bahu Yoga. “Baiklah… tapi ingat, kepercayaan ini rapuh. Jika kalian benar-benar serius, buktikan dengan tindakan. Jangan sampai kami menyesal.”
Yoga tersenyum lega, menatap Arabella. Mereka saling menggenggam tangan. Meski orang tua Yoga kecewa di awal, kini ada secercah harapan untuk diterima, asal hubungan mereka terbukti tulus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
malamnya yoga mengantar pulang Ara Bella ke kosnya
"makasih Uda nganterin mau mampir dulu gak?"
"jangan sekarang deh aku mau langsung pulang ke apartemen ada pekerjaan yang belum aku selesaikan"
"baiklah kali begitu jangan terlalu memaksa dirimu nanti sakit lagi,kau manusia butuh istirahat " ucap Bella ingin membuka pintu mobil
"iya pacarku,aku akan ingat kata katamu" yoga tersenyum
Setelah sang kekasih berjalan dan hilang di telan pintu kosan yoga menyalakan kembali mesin mobilnya dan kembali melanjutkan mobilnya membelah jalanan kota.
Sesampainya yoga di apartemen ia langsung di sibukkan dengan pekerjaan pekerjaan nya yang menumpuk
Tak selang lama bel apartemen yoga berbunyi
Yoga beranjak membuka pintu tamu itu adalah dua sahabat dan asisten nya Rafi dan Andre mereka ingin lembur bersama
"wowww...tuh kacamata udah nyantol aja di hidung " Andre menggoda yoga
"nunggu kalian lama bisa bisa gak kelar malam ini"
"sorry bro tuh si Rafi yang nahan...katanya pasti lagi bucin sama ibu negara Arabella.
"gue tadi nganterin Bella pulang langsung ke sini karna inget kerjaan asalnya juga mau mampir main ke kosan dia " ucap yoga santai
"eyyy...dasar bos bucin"
"tau tuh padahal dia yang bilang kerjaan no satu yang lain no sekian" ucap Rafi panas
"itu kalo gak ada pasangan kaya kalian sekarang kan gue ada pacar" sombong yoga
"inget bro kalo bukan karna gue,gak bakal ketemu lu sama Arabella " ucap Rafi
"iya iya tanks ya"
"cariin gue juga dong fi" Andre memohon siapa tau kisah nya bakal sama kayak Lisa yoga
'ogah gue aja belum Nemu,masa gue udah nyariin buat lo"
Bantal melayang ke arah muka Rafi, Andre yang melemparnya
"dasar bocah lucknut
Dari perdebatan Rafi dan Andre yang gak ada hentinya yoga malah senyum senyum sendiri berbalas pesan dengan sang kekasih
...Arabella💕...
Kamu udah makan belum
inget kesehatan kamu
suka pusing kan kalo
telat makan
^^^Iya sayang,ini aku mau^^^
^^^Makan^^^
Bagus kalo gitu makan
yang banyak ya
^^^Siap sayangku😘^^^
"kalian udah berantemnya makan Yo gue laper "
"yakin bukan ini siatif dia tapi karna di ingetin sang kekasih"
"bener jarang yoga ngajak makan duluan biasanya juga harus maksa dulu"