Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 15 CSKB
"Jadi ni mau kemana? "
"Gue mau ke universitas Ganesha tapi tidak tau mau naik transportasi apa? " Raja pun mengerutkan keningnya.
"Kamu anak maba di universitas genesa? " velycia pun mengangguk mantap.
" mau ikut ospek, ini udah telat dari tadi" raja melihat jam tangannya.
"Bukan...gue memang anak maba tapi bukan anak baru keluar. gue udah setengah gede ni ya.. walaupun masih semester lima hehehe"ucap velycia menampilkan senyuman manisnya.
" oh kamu mahasiswi pindahan? "ucap raja dan dianggukki velycia.
" ya udah yuk bareng aja kebetulan saya juga mau ke kampus yang sama dengan kamu "mendengar penuturan dari raja velycia langsung bertanya.
" emang boleh? "Tanya velycia penuh harap.
" iya yuk dari pada sendiri dan lagian tujuan kita sama kenapa tidak "ucap raja santai. Velycia yang mendengar itu pun senang bukan kepala akhirnya tuhan berpihak padanya.
Velycia pun menangkring di motor sport raja, dan raja langsung menjalankan motornya.
" emang kamu pindahan universitas mana? "Tanya raja yang agak keras supaya velycia dengar.
" gue dari universitas rayaksha di kota B"
"Ouh pantas tidak tau daerah kota ini"
"Iya gue baru pindah di kota A beberapa hari yang lalu"raja pun mengangguk.
Tidak berselang lama mereka pun sampai di parkiran universitas genesha.
" makasih ya untuk tumpangannya"
"Take it easy (santai saja) , saya raja prandika mahendra bisa dipanggil raja anak semester tujuh kalo boleh tau nama kamu siapa? "
"Gue velycia bisa panggil vely, berarti gue panggil lo kakak aja ya. "
"Okey salam kenal vely" mereka pun berjabat tangan
"Kamu mau ke kaprodi kan boleh saya antar? " tawar raja
"Boleh kebetulan gue juga tidak tau tempatnya dimana, kalau tidakk ada panduan bisa bisa gue tersesat lagi"
"Hahaha bisa aja ya udah yo" mereka pun berjalan bersama-sama.
Saat mereka berjalan dan berbagi cerita tidak disadari jika mereka jadi pusat perhatian para anak ospek yang baru istrahat.
"Widih bulek dari mana tu cakep bener" ucap dio.
"Alah mulai mata lo udah liar kayak cari mangsa" ucap radit yang tidak mempedulikan perkataan dio.
"Eh gue bener lo liat dah kayak bule, beh beningnya kayak mahasiswi baru! atau bukan. " ucap dio agak penasaran.
"Mana sih" penasaran radit juga.dari pun mencari cari orang yang dibilang dio, dan matanya langsung melotot sempurna.
"Wah gila bidadari turun dari surga ni mananya" ucap radit.
"Siapa pun bakal lewat sama cantiknya" dan dianggukki anggota yang mengajar ospek setuju.
"Gimana ya reaksinya kevin kalo tengok cewek kayak gitu ya? "
"Ya mana gue tau" jawab dio
"Tapi gue penasaran itu siapa nya, raja? " jawab anggota yang lain.
"Lah kampret dia sama raja dari tadi"dan diangguki yang lain
"Gile bodynya coy enak untuk disentuh sentuh" ucap dio.
"Tapi gue lihat lihat dia orang blasteran karena ada sedikit orang localnya. "
"Sok tau lo"
"Lah kan emang, lo liat lah cuman sikit localnya cok ini nih kalau gak nyokapnya atau bokapnya orang luar."
Kevin dan beberapa anggota yang lain termasuk serly yang baru keluar dari ruang sudah mendengar keributan. Sehingga membuat penasaran dan bertanya.
"What happened? (Apa yang terjadi) "
" ada bule cantik dateng ke sini. "Jawab dio
"Siapa? "Tanyanya lagi.
"I not know,(aku gak tau) but she come with raja(tapi dia datang sama raja)" ucap radit.
"Look " tunjuk radit. Kevin melihat siapa yang mereka tunjuk langsung menggertakan rahangnya keras dan menatap tajam ke arah velycia. Saat melihat velycia keluar dari ruang kaprodi bersama raja.
"Oh ya makasih ya kak udah anterin gue sampe sini kalau gak ada kakak aduh entah apa yang terjadi sama gue"
"Haha lo bisa aja but you are welcome" ucap raja yang sudah mulai ada ketertarikannya sedikit sama velycia.
Disini lain velycia yang merasakan ada seseorang menatapnya dengan intes pun langsung melihat ke arah lapangan. Dan benar saja kevin menatapnya dengan tatap ingin membunuh yang membuat velycia merinding.
"𝙄𝙩𝙪 𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙞𝙝 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙚𝙧𝙠𝙚𝙢 𝙜𝙪𝙚 𝙖𝙟𝙖, 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙥𝙖 𝙘𝙤𝙗𝙖 𝙜𝙪𝙚" batin velycia sambil menunduk.
"Kakak, kakak" ucap maba, velycia pun menoleh dan tersenyum.
"Aahhh meleh gue" ucap pada maba tersebut.
"Gue akui sih walaupun gue wanita tapi menurut gue kakak itu cantik"
"Vin lo liat deh beh bodynya bikin birahi gue naik" seru dio Kevin menatap kearah dio.
"Iman gue gak tahan liatnya" tumpal radit yang membuat kevin semakin geram berani beraninya mereka menginginkan istrinya itu.
"Kakak, kakak, I LOVE YOU" ucap maba lain. Kevin pun melotot ke arah maba tersebut, berani beraninya diri menyatakan cinta pada istrinya.
Velycia mengangguk tersenyum dan menempelkan jari telunjuk dan jempol membuat love atau sarangheyo.
"Ahhh" teriak para maba laki laki.
Raja yang melihat itu pun tertawa.
"Hahaha belum masuk kemari sudah punya fans banyak, jadi banyak ni saingannya" ucap raja.
"Ah kakak biasa aja kali kakak pikir gue ini penjual cilok yang banyak pesaing sama cilok lain gitu"
"Hahaha lucu juga " ucap raja.
Sedangkan kevin sudah seperti orang kepanasan melihat istrinya dikagumi orang, karena kegaduhan itu banyak para maba yang mau kenalan sama velycia yang membuat para anggota ospek kewalahan menghadapinya termaksud dio dan radit.
"DIAM bukannya waktu istirahat sudah selesai kembali ke posisi" ucap kevin dengan tegas Mereka pun langsung berdiri berbaris rapi.
sejujurnya kevin kesal bin jengkel karena banyak sekali yang memuji-muji istrinya itu.
Velycia yang saja sampai diapetermen langsung menepakkan kakinya masuk kedalam dan langsung merebahkan dirinya diatas kasur.
"Ah lelahnya tidur bentar deh nanti bangun langsung mandi"ucapnya lansung memejamkan matanya.
Hari sudah menjelang sore Kevin yang baru selesai dari kegiatannya pun langsung pulang ke apertemen dan duduk di sofa panjang ruang tamu.
" hufh"helaan nafas panjang dari mulut kevin. Sambil memijat plis nya.
lelah sudah pasti lelah batin, baru hari ini istrinya muncul di kampus tapi istrinya sudah menjadi pusat perhatian. Yang membuat dirinya uring-uringan.
Lama kevin termenung dia pun bangkit mencari seseorang tapi tidak di temukan kevin pun mulai panik.
"Vel " teriak kevin.
"Vely"
"Velycia" teriaknya lagi tapi yang punya tetap tidak muncul.
Kevin pun masuk ke kamar mereka berdua kevin tidak menemukannya lalu ke kamar mandi hasilnya pun tetap nihil.
Kevin pun berlari kesana kemari ditelpon pun velycia tidak mengangkat telponnya. Dirinya mulai panik tidak karuan. Pikirannya entah berkelana kemana saja. dia pikir velycia belum pulang entah tersesat atau malah jalan sama raja.
"Ayolah vel lo dimana sih! Jangan bikin gue panik"
Kevin pun menggusar rambutnya dengan kasar entah kenapa matanya tertuju pada kamar kedua tanpa berpikir panjang kevin lansung membuka pintu kamar tersebut, berharap orang yang dia cari ada disana.
Cklek suara pintu kamar terbuka.
Dan benar saja velycia tidur di kamar kedua kevin yang melihat itu pun bernafas lega, dia berjalan menghampiri velycia yang masih tertidur lelap disana,
kevin memandang velycia cukup lama, dan jujur dia pun terkesima sama kecantikan velycia, yang memiliki kulit putih yang mulus dengan dipadukan muka blasteran dari papa mertuanya alan.
Ya alan bukan asli orang local alan berasal dari negara asing Dia merantau ke negara orang untuk mengembangkan bisnisnya dinegara tersebut dan menikah dengan orang local.
Kevin mengelus pelan rambut ranjang velycia dan tersenyum lebar. melihat velycia terganggu tidurnya akibat ulah kevin, velycia pun menggeliat dan membuka matanya secara pelan.
"Emmm kevin " ucapnya masih dengan mata setengah terbuka.
"Ah ini pasti mimpi ni mana mungkin kevin udah pulang, " monolog velycia. Kevin hanya terdiam saja tanpa berkomentar apa pun.