update tiap hari;)
Risa adalah dokter bedah saraf yang sangat bagus dirumah sakit yang bernama Telaksi ,
walaupun Risa dokter baru dirumah sakit itu tapi dia sudah dianggap tangan kanan dari rumah sakit itu karena keahliannya membedah pasien dirumah sakit'itu semakin membuat rumah sakit itu maju.
suatu hari, dimana anak direktur rumah sakit itu datang setelah lama bekerja di rumah sakit John hospital di Amerika, dia bernama adit, setelah 2 tahun adit pergi dari rumah sakit Telaksi. Adit kembali bekerja di rumah sakit ayahnya. karna permintaan ayahnya.
adit sangat terkenal akan akan keahlian juga di bidang bedah saraf.
mau tau kelanjutannya,? yuk baca novel nya
jangan lupa untuk kasih , vote, like'serta komentar, karna ini karya pertama aku.
mohon dukungan nya.
jangan lupa follow ig author.
@yuvita_n
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuvita Natalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Dirumah sakit Telaksi, datanglah seorang pasien laki-laki yang berusia 25 tahun.
dengan kondisi pingsan yang baru dikeluarkan dari mobil kakak nya. dan segera dibawa masuk kedalam rumah sakit menggunakan brankar dorong oleh perawat dan dokter Riko dan Manda. pasien dibawa kan ke ruangan bangsal untuk dirawat menuggu pemulihan dari pingsan nya.
"pasien ini kenapa mas."? tanya dokter Manda dengan kakak nya yang menemani pasien itu.
"saya tidak tahu dokter, tapi akhir-akhir ini adik saya sering kejang-kejang dan sering mengalami lupa ingatan." ucap Reza kakak pasien itu.
"terus, apa ada masalah lain lagi yang sering dialami pasien."? tanya dokter Riko.
"iya, dia sering sakit kepala , gangguan pendengaran dan penglihatan nya . itu yang sering dia ceritakan sama saya kemarin." ucap Reza memperjelas masalah penyakit yang sering dialami adiknya itu.
"Baik lah, Kami akan melakukan CT scan dan MRI kepada pasien. untuk mengakses riwayat penyakit yang ada ditubuh nya itu." ucap dokter Manda.
"Baik dokter, terima kasih." ucap Reza.
Dengan segera dokter Riko dan dokter Manda melakukan CT scan dan MRI kepada pasien itu Disebuah ruangan khusus. hingga beberapa jam kemudian keluar lah hasil nya.
"ternyata pasien itu, mengalami meningioma." ucap dokter Riko sambil menunjukkan tangan nya ke arah komputer didepannya kepada dokter Manda disampingnya.
"iya, kita harus segera mengambil tindakan karena penyakit ini cukup rumit." ucap dokter Manda.
"benar, kita perlu bantuan profesor Adit dan dokter Risa untuk membantu. karena aku tidak pernah menangani kasus pasien seperti ini." ucap dokter Riko.
Dokter Manda pun menghubungi dokter Risa dengan segera.
"Hallo ada apa dokter Manda."? tanya dokter Risa ditelpon.
"Tolong kamu dan Profesor Adit keruangan kerja ku. ada pasien yang harus kita tangani bersama." ucap dokter Manda.
"Baiklah, tunggu saja kami berdua akan kesana juga." ucap dokter Risa.
Telpon pun berakhir, Dokter Riko dan dokter Manda pun kembali melihat riwayat pasien itu dengan teliti.
Trettttt !!
pintu kamar ruangan kerja dokter Riko dan dokter Manda terbuka. dan terlihat lah Dokter Risa dan prof.dr Aditia Wijaya yang datang.
"pasien nya mengalami penyakit apa." tanya dokter Adit sambil berjalan menuju arah dokter Riko dan dokter Manda berada.
"pasien ini berumur 25 tahun, dia sering mengalami sakit kepala, gangguan pendengaran dan penglihatan, dan juga kejang. setelah aku dan dokter Manda melakukan CT scan dan MRI ternyata pasien itu mengalami meningioma." ucap dokter Riko memperjelas riwayat pasien itu kepada dokter Adit.
"coba aku lihat lagi" ucap dokter Adit sambil melihat riwayat pasien itu di sebuah komputer di depan nya. Dokter adit pun melihat hasil nya dan memang benar pasien itu mengalami meningioma (tumor yang muncul pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).
"Tampak nya ini meningioma dekat tulang sphenoid (merupakan tulang yang membentang dari sisi fronto-parieto-temporal yang satu ke sisi yang lain). ucap dokter Risa sambil menatap komputer yang didepan nya.
"iya ,dan sangat besar juga." ucap dokter Adit.
"coba lihat, lagi ini dia mengalami Absence seizures." ucap dokter adit sambil menunjuk gambar riwayat pasien itu di komputer.
"iya, maka dari itu kita harus segera melakukan operasi secepatnya." ucab dokter Manda.
"Hmmm... meningioma dan Absence seizures itu cukup unik." ucap dokter Adit sambil mengerutkan dahinya nya berbicara.
"iya, ayo kita pergi ke bangsal untuk memberitahu kan penyakit pasien itu kepada kakak nya." ajak dokter Riko.
Dengan segera dokter Riko, dokter Manda, dokter Risa dan prof.dr.aditia Wijaya. pergi berjalan menuju ruangan bangsal dimana pasien itu dirawat.
Sesampainya di bangsal, terlihat lah pasien itu sudah dalam keadaan sadar. sementara disampingnya terlihat lah kakak pasien itu yang menjaga adik nya yang sakit itu.
"Dokter penyakit adik saya apa dok"? tanya Reza kakak pasien itu dengan wajah khawatir nya.
"Pasien ini, mengalami meningioma dan Absence seizures." Jawab dokter Riko.
"jadi, adik saya selanjutnya harus bagaimana dok"? tanya Reza dengan lirih sedih Nya mendengar pernyataan penyakit adiknya itu.
"Jadi kami , harus melakukan operasi secepatnya. " jawab dokter Riko.
"Apa bila operasi adik saya gagal apa adik saya bisa selamat atau mengalami kebutaan atau penyakit lainnya."? tanya Reza dengan wajah takut nya.
"Sebaiknya anda jangan berpikiran negatif begitu, anda harus berdoa. agar operasi nya berjalan dengan lancar." jawab dokter Adit.
"Baiklah dokter. kalau begitu tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya ini" ucap Reza sambil melirik kearah arah Adiknya yang terbaring disampingnya.
"Dokter Manda segera lakukan anatesi kepada pasien ini, dan persiapan ruangan operasi no 1. " perintah dokter Riko kepada dokter Manda disampingnya.
"iya, jangan lupa untuk mencukur rambut pasien." perintah dokter Risa kepada dokter Manda.
Dengan segera dokter Manda dan perawat lainnya melakukan tugasnya masing-masing.
sementara itu dokter Adit dan dokter Risa pergi keruangan ganti baju , untuk mengganti baju nya dengan baju bedah, keduanya nya pun berjalan dengan tangan bergandengan.
"Semoga operasi hari ini tetap lancar seperti operasi yang sering kita berdua lakukan sebelum nya." ucap dokter Adit sambil mengelus lembut tangan dokter Risa yang berjalan disamping Nya.
"iya, aminn..." ucap dokter Risa tersenyum menatap dokter Adit disamping nya.
Sesampainya diruangan operasi dokter Risa dan dokter Adit pun segera mengganti baju nya dengan baju bedah masing-masing. Hingga selesai, dokter Risa dan dokter Adit pun segera mencuci tangan dengan cairan handscrup antiseptik sebelum melakukan operasi itu hingga selesai, dokter Adit dan dokter Risa pun segera masuk ke dalam ruangan operasi itu. diruangan operasi itu terlihat lah dokter Riko dan dokter Manda yang akan menemani perjalanan operasi itu, dan juga perawat dan dokter lainnya yang ikut membantu selama operasi itu berlangsung.
"Tolong jubah operasi ku,dan sarung tangan." perintah dokter Adit kepada perawat Nanda. dengan segera perawat Nanda memasang jubah operasi ditubuhnya dokter Adit, hingga selesai perawat Nanda pun memasang sarung tangan itu ditangan dokter Adit. hingga selesai.
"Terima kasih" ucap dokter Adit kepada perawat Nanda.
Dengan segera dokter Adit, memimpin operasi itu bersama dokter Risa sebagai asisten nya, dan dokter Riko bersama dokter Manda sebagai asisten nya juga.
"kita mulai.. bismillah." ucap dokter Adit.
Semua dokter dan perawat diruangan itu pun berdoa masing-masing, hingga selesai.
"pisau bedah" perintah dokter Adit kepada dokter Risa disamping nya. Dengan segera dokter Risa memberikan nya kepada dokter Adit. Dengan segera dokter Adit melakukan penyatan di kepala pasien itu.
"Bipolar forceps" perintah dokter Adit. dengan segera dokter Risa memberikan nya kepada dokter Adit . dokter Adit pun masih melakukan operasi nya menggunakan alat itu
"tolong cottonoid" perintah dokter Adit kepada dokter Risa disamping Nya. dengan segera dokter Risa memberikan nya kepada dokter Adit.
"Dokter Riko , berikan sedikit air." perintah dokter Adit kepada dokter Riko. dengan segera dokter Riko menyiram sedikit air ditempat yang dibedah itu .
"Bor" perintah dokter Adit kepada dokter Risa, dengan segera dokter Risa memberikan nya kepada dokter Adit. Dokter Adit pun melakukan pembukaan di tengkorak kepala pasien itu menggunakan bor itu.
Setelah itu, dokter Adit pun mengakat tumor itu dengan pelan-pelan sesuai ukuran nya kedalam wadah yang dipegang oleh dokter Manda disampingnya.
"tumor melilit pembuluh darah, itu artinya kita tidak bisa menggunakan Cosa kan"? tanya dokter Adit kepada dokter Riko disampingnya.
"Benar, kita gunakan dissector." ucap dokter Riko. dengan segera dokter Risa memberikan nya kepada dokter Adit.
"Berikan ring curette lagi." perintah dokter Adit kepada dokter Risa. dengan segera dokter Risa memberikan nya kepada dokter Adit.
Sementara itu diruangan operasi itu suasana nya memang tegang, yang terdengar jelas hanyalah suara dokter Adit yang memerintah dokter Risa.
"kita hampir selesai" ucap dokter Adit menatap semua dokter dan perawat lainnya yang berada di dalam ruangan operasi itu.
"Baiklah, segera selesai kan." ucap dokter Riko kepada dokter Adit disampingnya.
"bipolar forceps lagi" ! perintah dokter Adit. dengan segera dokter Risa memberikan alat itu kepada dokter Adit disampingnya. dokter Adit pun melakukan pengakatan terakhir tumor itu.
"Kerja bagus profesor Adit" ucap dokter Riko sambil menepuk pelan - pelan bahu, prof.dr Aditia Wijaya .
"iya, ini juga berkat kerja sama kita" ucap dokter Adit.
operasi itu pun selesai, semua dokter dan perawat lainnya ikut senang setelah melakukan operasi itu. dengan segera dokter dan perawat lainnya membersihkan ruangan operasi itu.
"Setelah ini silahkan kalian beristirahat" perintah dokter Adit kepada dokter dan perawat lainnya yang berada diruangan operasi itu.
"Baik profesor Adit" jawab dokter dan perawat lainnya dengan hormat.
sementara itu, pasien yang sudah dioperasi itu sudah dipindahkan keruangan ICU untuk dilakukan perawatan medis yang lengkap dan penjagaan yang ketat karena kondisi nya masih dalam keadaan lemah. Dokter Adit dan dokter Risa pun keluar dari ruangan operasi itu dan terlihat lah Reza kakak pasien yang menunggu kabar bagaimana hasil operasi adik nya itu.
"Dokter bagaimana operasi adik saya." tanya Reza dengan wajah khawatir nya.
"Alhamdulillah, tumor berhasil kami angkat operasi nya berjalan dengan lancar." ucap dokter Adit.
"Baik dokter terimakasih banyak." ucap Reza dengan wajah bahagia nya setelah mendengar kabar operasi adik nya yang berhasil.
Dokter Adit dan dokter Risa pun berjalan menuju ruangan ganti baju untuk mengganti baju nya, setelah melakukan operasi itu. keduanya pun terlihat berjalan bergandengan tangan dengan wajah senang Nya setelah berhasil melakukan operasi untuk pasien nya itu.
bersambung...
Jangan lupa untuk kasih dukungan nya.
dengan kasih like,vote serta kritik nya.
Prof.dr. Aditia Wijaya dan dokter Risa
Dokter Riko dan dokter Manda.
Jangan lupa junjungannya...
Next karya😄
Salam dari
Broken Angel'S
jangan lupa mampir
Cinta Rianti 😘
Love me Mr Dante 😘
mampir ya
sedih ya, cerita nya udah end.
lanjut berkarya Thor💪💪💪
dady danzel mendukungmu.
adaiin season 2 nya.
asisten dadakan hadir..😘
mampir yuk
semangat selalu💪