NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Pintu Makam Leluhur Naga

Tangga giok putih itu terus berlanjut ke bawah, seolah tak memiliki ujung, menembus lapisan tanah yang tak terhitung usianya.

Semakin dalam mereka melangkah, semakin lenyap segala suara dari dunia permukaan. Cahaya keemasan yang memancar dari Kolam Teratai Suci di punggung mereka perlahan memudar, digantikan oleh pendaran hangat yang keluar dari serat-serat dinding tangga itu sendiri—sebuah cahaya yang tak berasal dari api maupun matahari, melainkan dari energi purba yang tersimpan di dalamnya. Bagi Arya, cahaya itu terasa begitu akrab, seolah memanggil nama leluhurnya yang tersembunyi di dalam darahnya. Getaran halus merambat dari jantung ke seluruh urat nadi, membuat setiap jengkal tubuhnya merespons dengan rasa hormat yang mendalam.

Dan di ujung tangga yang tak berujung itu, pintu itu berdiri megah.

Tingginya melampaui dua puluh meter, ditempa dari emas naga yang tak akan pernah berkarat hingga akhir zaman. Di permukaannya terukir dua ekor naga raksasa yang saling melilit erat bagai tak terpisahkan—satu bersisik emas cerah, melambangkan Naga Langit Penguasa Langit; satu lagi bersisik putih bersih, melambangkan Naga Teratai Suci Pelindung Kesucian. Tepat di tengah pertemuan kedua tubuh naga itu, terdapat sebuah cekungan berbentuk telapak tangan manusia, yang tampak menunggu sejak ribuan tahun silam untuk diisi oleh pemilik yang sah.

Ratu Teratai Suci berhenti tiga langkah di hadapan pintu itu, tak sanggup melangkah lebih jauh lagi. Wajah yang biasanya selalu tenang dan penuh wibawa kini dipenuhi getaran yang tak sanggup ia sembunyikan—campuran antara rasa hormat yang mendalam, rasa takjub yang meluap, dan sedikit ketakutan akan rahasia yang selama ini tertutup rapat.

"Seribu tahun..." bisiknya, suaranya bergetar tertahan di kerongkongan. "Istana kami telah menjaga Kolam Teratai Suci ini selama seribu tahun, menjaga setiap jengkal tanahnya dengan nyawa keturunan kami... namun tak satu pun dari kami yang tahu apa yang tersembunyi di bawahnya. Hanya mereka yang memiliki Tubuh Teratai Suci yang murni tanpa noda yang mampu melihat keberadaan tangga ini. Namun bahkan putriku sendiri, Luna... tak pernah mampu membuka jalan menuju pintu ini."

Arya menatap lekat cekungan berbentuk telapak tangan itu. Tiba-tiba, sistem di dalam kesadarannya bergetar hebat, seolah tersentak bangun dari tidur panjang yang tak terhitung waktu.

🔔 DING! SISTEM TERAKTIVASI!

🔔 ANALISIS TERSELESAIKAN: TERDETEKSI JEJAK DARAH LELUHUR YANG MURNI!

🔔 SYARAT PEMBUKAAN PINTU MAKAM NAGA LANGIT SEJATI:

✅ Darah Naga Langit Sejati

✅ Darah Embun Beku Abadi

✅ Darah Teratai Suci Pemurnian

Arya mengangguk pelan, memahami segalanya seketika. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap wajah Sekar dan Luna yang menunggunya dengan penuh arti.

Sekar tak butuh kata-kata lagi. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengangkat jari telunjuknya, menggoreskan ujung kuku yang tajam ke kulitnya. Setetes darah berwarna biru pekat yang berkilauan bagaikan berlian es yang tak pernah mencair jatuh perlahan, dan tepat mendarat di tengah cekungan itu.

Luna terdiam sejenak. Matanya beralih dari cekungan itu ke wajah ibunya, lalu kembali menatap Arya. Di dalam hatinya, kepercayaan yang ia bangun perlahan kini mencapai angka sembilan puluh lima persen. Namun sisa lima persen yang tertahan masih dikuasai rasa takut—takut ia takkan pernah bisa menandingi kelebihan Sekar, takut ia hanya akan menjadi istri kedua yang terlupakan, takut tak sanggup berdiri sejajar di samping sosok yang begitu agung seperti Arya.

Arya tak memaksanya. Ia hanya mengulurkan tangan kanannya dengan lembut, lalu menggenggam jemari Luna yang dingin dan gemetar.

"Luna, apa yang ada di balik pintu ini mungkin jauh lebih berbahaya daripada apa yang kita bayangkan," ucapnya dengan nada rendah namun tegas, tanpa sedikit pun tekanan. "Kamu berhak memilih. Jika kamu ragu, kamu boleh kembali menunggu di atas bersama Ibu. Aku takkan pernah merasa kecewa padamu, apa pun keputusanmu."

Kalimat itu—yang memberinya kebebasan memilih, bukan perintah untuk menurut—tiba-tiba meruntuhkan tembok keraguan yang masih tersisa di hati Luna. Lima persen keraguan itu lenyap seketika, digantikan oleh keyakinan yang tak tergoyahkan.

Air mata menetes dari sudut matanya, namun di wajahnya kini terukir senyum yang tulus dan teguh. Ia mengangkat tangannya, dan setetes darah berwarna putih keemasan yang memancarkan aroma bunga teratai yang harum jatuh menyusul darah Sekar ke dalam cekungan.

🔔 NOTIFIKASI SISTEM:

✅ TINGKAT KEPERCAYAAN LUNA MAHESWARI: 100%!

✅ STATUS DIPERBARUI: RESMI MENJADI ISTRI KAISAR KEDUA!

✅ TANDA KESATIAAN ISTRI KAISAR KEDUA: TELAH AKTIF SECARA PERMANEN!

Dua tetes darah itu tiba-tiba menyala terang, saling berpelukan dan menyatu menjadi pilar cahaya yang stabil.

Arya menarik napas dalam, lalu menggoreskan ujung jarinya sendiri. Darah berwarna emas murni yang memancarkan aura kedaulatan tertinggi jatuh menyentuh cekungan itu.

DUGAR!

Seluruh ruangan bergetar hebat seolah diguncang gempa purba. Ukiran dua naga di permukaan pintu raksasa itu tiba-tiba bergerak—sisik-sisiknya berkilau nyata, mata mereka menyala hidup, dan terdengar auman rendah yang bergema hingga ke tulang sumsum, bagaikan suara langit yang sedang berbicara. Cahaya dari ketiga tetes darah itu menyatu sempurna, berubah menjadi sebuah kunci cahaya raksasa yang berputar perlahan di dalam cekungan.

Pintu raksasa itu terbuka perlahan, menimbulkan suara gesekan logam kuno yang berat, menyemburkan angin yang membawa aroma tanah purba, debu ribuan tahun, dan sisa-sisa energi pertempuran yang pernah terjadi di masa lalu.

Namun di balik pintu itu, tak ada peti mati yang tertutup rapat. Yang ada hanyalah sebuah ruangan yang begitu luas hingga batasnya tak terlihat, langit-langitnya dipenuhi pendaran bagaikan ribuan bintang yang tertanam di dalam batu. Tepat di tengah ruangan itu berdiri sebuah altar giok putih yang megah. Dan di atasnya... terbaring sesosok pria tua berambut putih seputih awan puncak gunung, mengenakan jubah naga emas yang sudah lusuh dan robek di banyak bagian. Matanya terpejam rapat, namun dada yang bidang itu masih naik turun dengan irama yang sangat pelan namun pasti.

Dia masih hidup!

Ratu Teratai Suci yang mengintip dari belakang bahu Arya langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya terbelalak tak percaya. Suaranya bergetar hebat hingga hampir tak terdengar:

"Itu... itu adalah Leluhur Pendiri Istana Teratai Suci sekaligus Pendiri Perguruan Langit Biru... Naga Langit Kaisar Abadi... sosok yang dikabarkan telah gugur seribu tahun silam dalam pertempuran dahsyat melawan Leluhur Darah Hitam..."

Arya, Sekar, dan Luna saling berpandangan. Mereka semua datang dengan persiapan untuk menghadapi makam leluhur yang telah tiada. Namun tak ada yang menyangka, bahwa yang mereka temukan adalah sosok yang telah menunggu di sini selama seribu tahun—masih bernapas, masih memegang harapan yang tak pernah padam.

Dan tepat di tengah dada leluhur agung itu, tertancap sebilah pedang panjang berwarna hitam pekat yang memancarkan aura dingin yang mematikan—terbuat dari darah beku yang tak pernah mencair sejak ribuan tahun silam. Itulah Pedang Jantung Leluhur Darah Hitam—senjata terkutuk yang belum pernah tercabut sedikit pun sejak hari pertempuran terakhir itu.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!