NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Kediaman Clarissa, Pukul 10.00 Pagi

​Aroma kopi segar dan roti panggang memenuhi kamar tidur utama. Clarissa perlahan membuka matanya. Tubuhnya masih terasa pegal, namun ada kehangatan aneh yang mengalir di nadinya, membuat staminanya pulih lebih cepat dari biasanya.

​Ia menoleh dan mendapati Devan sedang duduk di tepi ranjang, membawa nampan berisi sarapan, dan tersenyum lembut ke arahnya. Pria itu tampak sangat segar, seolah ia tidak baru saja menghancurkan sebuah dinasti bisnis satu jam yang lalu.

​"Pagi, Nyonya Bos. Waktunya sarapan," goda Devan, menyodorkan secangkir kopi.

​Clarissa bangkit perlahan, menarik selimut menutupi dadanya. Wajahnya seketika memerah mengingat betapa buas dan agresifnya mereka semalam. Ego CEO-nya telah hancur lebur tanpa sisa.

​"Jam berapa ini? Aku harus ke kantor," ucap Clarissa malu-malu, menerima cangkir kopi itu.

​"Kantor bisa menunggu. Lagipula, asistenmu pasti sedang sibuk mengurus akuisisi besar-besaran hari ini," jawab Devan santai.

​Clarissa sangat kebingungan. "Akuisisi apa?"

​"Grup Sanjaya sudah resmi hancur pagi ini. Semua aset legal mereka jatuh ke tangan Grup Rajawali," jelas Devan sambil mengusap kepala Clarissa. "Mulai hari ini, tidak akan ada lagi yang berani merendahkanmu di kota ini. Kau adalah penguasa tunggalnya."

​Mata Clarissa melotot kebingungan. Ia tahu Devan kuat, tapi menghancurkan Keluarga Sanjaya secara total dalam satu malam tanpa menimbulkan gejolak pasar? Itu adalah kekuatan dewa.

​Alih-alih merasa takut, dada Clarissa justru dipenuhi oleh rasa aman dan cinta yang memuncak. Ia meletakkan cangkir kopinya, lalu tiba-tiba menerjang Devan, memeluk leher pria itu hingga mereka berdua jatuh terlentang di atas kasur.

​"Hei, sarapannya bisa tumpah," kekeh Devan, menahan pinggang istrinya.

​Clarissa menatap sangat tajam mata Devan, napasnya terasa hangat di wajah sang Dewa Perang.

​"Aku tidak lapar makanan," bisik Clarissa dengan suara seraknya yang menggoda, matanya berkilat penuh hasrat. "Aku mau sarapan ronde kedua, Suamiku."

​Devan menyengir lebar. Ia membalikkan posisi mereka dalam sekejap, mengunci Clarissa di bawah pelukannya.

​"Sesuai perintahmu, Bos."

​Ting!

​[Misi Selesai: Kehancuran Total Faksi Musuh Lokal.]

[Status Hubungan Target Utama (Clarissa): Keterikatan Mutlak / Bucin Akut.]

[Peringatan: Plot Arc 1 mendekati fase transisi. Mempersiapkan ekspansi menuju ibukota.]

Satu minggu berlalu sejak runtuhnya perusahaan bisnis Keluarga Sanjaya. Kota ini kini memiliki satu penguasa di dunia korporasi: Grup Rajawali, dengan Clarissa sebagai pemilik utamanya.

Namun, di balik meja marmer kantor CEO yang mewah, Clarissa sama sekali tidak terlihat seperti wanita besi yang dingin. Clarissa sedang duduk di pangkuan Devan, melingkarkan lengannya di leher pria itu sementara jemarinya bermain dengan kerah kemeja suaminya.

"Semua dokumen akuisisi aset Sanjaya sudah selesai, Suamiku," bisik Clarissa, memberikan kecupan ringan di pipi tegas Devan. Nada suaranya manja, sangat kontras dengan tatapan tajam yang biasa ia berikan pada para direksi. "Sekarang, nilai pasar perusahaan kita naik tiga kali lipat."

Devan terkejut, tangan besarnya mengusap pinggang ramping Clarissa yang kini terasa jauh lebih padat dan berisi berkat latihan teknik pernapasan Naga Kuno yang rutin mereka lakukan setiap malam.

"Kerja bagus, Nyonya Bos. Tapi jangan lupa istirahat. Aku tidak mau istriku kelelahan," balas Devan hangat.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan pintu memecah kemesraan mereka. Clarissa dengan cekatan langsung berdiri dan merapikan rok kerja dan jasnya, kembali ke mode CEO dalam sekejap mata.

"Masuk," ucap Clarissa tegas.

Siska, sang asisten pribadi, melangkah masuk dengan wajah agak bingung. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak kayu hitam kecil yang diikat dengan kain sutra merah tua.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
🥰🥰🥰
Mamat Stone
🤩🤩🤩
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Skull/
Mamat Stone
👊👊/Skull/
Mamat Stone
🔪🔪/Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
🔪🔪🔪
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
😈😈😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!