Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.
Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Luka di Balik Skenario
Di sudut sebuah kafe terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, Aruna duduk sendirian memakai masker dns kacamata hitamnya, Ia memegang sebuah ponsel rahasia di tangannya. Tidak berselang lama menekan sederet nomor, lalu menunggu.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Aruna tanpa basa-basi begitu panggilan tersambung.
Di seberang sana, dokter perempuan yang menangani Alisha tadi menjawab dengan nada formal, menggunakan istilah medis sebagai kode rahasia.
"Pasien mengalami trauma yang stabil sesuai prosedur. Target sudah dalam pengawasan keluarga inti untuk pemulihan mandiri pasca-perawatan."
Aruna menutup telepon dengan senyum tipis. Semuanya berjalan sesuai rencana. Gathan sudah membawa "adiknya" pulang.
Kilas Balik - Skenario Kecelakaan
Aruna sebenarnya adalah sutradara yang perfeksionis. Kecelakaan mobil yang terjadi beberapa jam lalu adalah murni rekayasa mekanis. Mobil itu diarahkan ke jurang dalam kondisi kosong, menciptakan dentuman dan kobaran api yang terlihat sangat natural bagi siapa pun yang melihatnya.
Awalnya, rencana Aruna sederhana: Alisha hanya perlu berpura-pura pingsan di lokasi yang tak jauh dari mobil, lalu didiagnosis amnesia. Aruna tidak benar-benar tega melukai fisik Alisha, baginya, "luka tak terlihat" seperti amnesia sudah lebih dari cukup untuk menipu orang-orang di rumah itu.
Namun, Alisha memiliki pemikirannya sendiri.
"Hanya pingsan tidak akan membuat Kakakmu percaya, Aruna," ucap Alisha malam itu.
"Dia cerdas. Jika tidak ada darah, dia akan curiga."
Sebelum tim pembius Aruna datang, Alisha mengambil sebuah serpihan kaca tajam. Dengan tangan gemetar namun tekad yang bulat, ia menggoreskan kaca itu ke bagian samping kepalanya. Rasa perih yang luar biasa menghantamnya. Alisha tidak menyangka darah akan mengalir begitu deras hingga membasahi bajunya. Ia pun jatuh pingsan secara alami akibat syok dan kehilangan darah, sebelum tim medis gadungan Aruna sempat membiusnya.
Aruna, yang saat itu memantau dari kejauhan di balik pepohonan, sempat terkesiap melihat kenekatan Alisha. Ia memastikan Baskara, asisten kakaknya yang paling sigap menemukan tubuh Alisha terlebih dahulu. Sebelum gadis itu benar-benar kritis karena kehilangan banyak darah akibat aksi nekatnya.
Saat Baskara berteriak meminta ambulans dan menelepon Gathan dengan suara panik, Aruna tahu "Plan B" miliknya telah berubah menjadi sebuah mahakarya akting berkat keberanian Alisha.
"Oke, permainan dimulai," bisik Aruna pada kegelapan malam sebelum ia menghilang dari lokasi kejadian.
Masa Sekarang
Aruna mengeluarkan ponsel milik Alisha yang telah ia sita. Sebuah notifikasi muncul di layar yang retak itu.
Rendy My Love:
Sayang, kamu di mana? Kenapa tidak bisa dihubungi? Aku khawatir banget
Aruna menatap layar itu dengan napas berat. Ia teringat ucapannya pada Alisha tentang tidak akan main hati. Namun, melihat rentetan pesan tulus dari Rendy, Aruna menyadari bahwa perannya di rumah Alisha tidak akan semudah berlatih bela diri.
Ia harus menjadi Alisha yang lembut, Alisha yang mencintai Rendy, dan Alisha yang hidup dalam kesederhanaan. Ia harus menanggalkan aura dinginnya dan mulai merajut kebohongan di hadapan Mama Devi dan Rendy.
"Maaf, Rendy. Tapi pacarmu sedang sibuk menyelamatkan dunianya," gumam Aruna sembari menyimpan ponsel itu kembali.
Aruna berdiri, memperbaiki posisi topinya, lalu melangkah menuju alamat rumah Alisha.
Malam ini, pertukaran identitas itu benar-benar terjadi secara total. Di rumah sakit ada Alisha yang menjadi Aruna yang hancur, dan di jalanan ini ada Aruna yang bersiap menjadi Alisha yang sempurna.
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊