NovelToon NovelToon
SETELAH AKU PERGI

SETELAH AKU PERGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Persahabatan / Cinta setelah menikah / CEO / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.

Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.

Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.

Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?

Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?

Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Cerai

Suara Hana tercekat dan tubuhnya menegang saat Beni menjatuhkan talak padanya. Ada rasa tidak percaya dia berada di titik ini. Beni sangat mencintainya, itulah yang Hana rasakan selama ini. Pria itu selalu saja mengikuti keinginannya, meratukan dirinya. Membuat Hana lupa jati dirinya yang sebenarnya. Menganggap dirinya dan orangtuanya sebagai pemilik Aksara.

Hana melupakan dosa yang pernah dia dan kedua orang tuanya lakukan dimasa lalu terhadap orang tua Beni, terhadap Barra dan juga Laura. Hanya karena ingin menguasai Aksara. Tidak hanya sampai disitu saja. Hana memberikan ancaman pada Beni, untuk tidak terlalu memperdulikan Meila.

Hana sangat kesal saat itu, karena Beni lebih mementingkan Meila dari pada Melisa, putri mereka sendiri. Sekarang Hana tahu penyebabnya. Meila keponakan Beni, memiliki darah yang sama dengan pria itu. Sementara Melisa hanyalah anak adopsi yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan mereka. Sekarang ditambah lagi dengan kehadiran putra Beni yang tidak pernah Hana ketahui keberadaanya.

"Apa-apaan kamu Beni! Berani-beraninya menceraikan Hana," ucap opa Dani tidak terima putrinya dicampakkan begitu saja, meskipun sebelumnya dia sempat meminta Hana meninggalkan Beni.

Bukan takut, Beni justru tersenyum. "Saya laki-laki yang sudah tidak memiliki apa-apa. Perusahaan Aksara sudah tidak bisa diandalkan lagi untuk menjamin hidup kalian seperti sebelumnya." Beni membalikkan ucapan opa Deni saat diperjalanan tadi.

Hana menggeleng cepat mengusir pikiran buruknya, setelah mendengar ucapan Beni yang mengulangi ucapan sang ayah. Melihat itu, Beni beralih pada Hana.

"Kenapa terkejut?" Tanya Beni pada Hana. "Apa ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Beni lagi. Hana menggeleng.

Beni terkekeh. "Bukankah kamu mengatakan kalau ayah Mirza masih sangat mencintai kamu? Jadi Aku berikan kesempatan kamu untuk bersamanya."

Hana lagi-lagi dibuat terdiam. Bagaimana suaminya itu tahu pembicaraan mereka di mobil Melisa tadi. Hana menoleh pada anak gadisnya itu, mungkin itu perbuatan Melisa yang diam-diam merekam percakapan mereka dan mengirimkannya pada Beni.

Mendapatkan tatapan dari Hana, Melisa menggelengkan kepalanya. Gadis itu juga tampak terkejut mendengar ucapan Beni. Begitu juga dengan kedua orang tuanya.

Sebelumnya, Benin telah mengakui Arbie sebagai putranya. Mendengar itu, Hana dan kedua orang tuanya bicara buruk pada Beni yang menurut mereka sudah selingkuh. Tujuan mereka yang semula untuk merayu Beni mempertahankan kediaman Aksara, kini beralih memeras Beni. Hingga suara Beni yang menyebut nama Hana dengan lantang untuk dia jatuhkan talak. Detik itu juga, membuat semua orang yang ada diruangan itu terdiam.

Tidak ada lagi yang bersuara, Arbie mengambil alih situasi tersebut. "Karena kalian bukan lagi bagian keluarga Aksara, kalian bisa tinggalkan rumah itu."

"Siapa kamu berani-beraninya mengusir kami, Ha!"

"Aku Arbie Aksara. Ada darah Aksara yang mengalir dalam tubuhku. Bukan hanya meminjam namanya saja, seperti kalian."

"Apa yang putraku benar, kalian sudah tidak ada tempat lagi di mansion itu."

"Kamu tidak bisa mengusir kami begitu saja Beni. Kami ini -."

"Tanpa Aku usir, kalian juga sudah menandatangani kesepakatan dengan Abyan. Kalian bahkan melangkahi ku sebagai pemilik rumah itu." Beni memotong dan membalas dengan tegas ucap ayah mertuanya itu.

"Kami datang menemui Abyan untuk menyelamatkan Aksara. Apa salah?" Oma Risa ikut bersuara.

"Menyelamatkan Aksara atau hidup kalian?"

Semua orang menoleh pada sumber suara yang berada di ambang pintu. Seorang wanita paruh baya yang sangat mereka kenal dan pernah Hana usir dari kediaman Aksara.

"Kamu! Untuk apa kamu ada disini?" Tanya oma Risa.

"Saya membawakan barang-barang kalian yang tertinggal di kediaman keluarga Aksara." Bibi Ana menjawab dengan tenang.

Bibi Ana dan bibi Lusi ke kota bersama Arbie. Jika Arbie langsung ke rumah sakit, maka kedua wanita paruh baya itu pergi kekediaman Aksara. Pelayan disana menyambut bibi Ana dan bibi Lusi dengan baik. Mereka tahu betul siapa kedua orang tersebut. Pelayan kepercayaan tuan besar mereka, sejak keduanya datang ke mansion Aksara bersama Laura.

"Kamu tidak punya hak -."

"Aku yang memberikan dia hak dan perintah, sebagai pemilik mansion Aksara yang SAH." Arbie menegaskan kata sah di kalimat terskhirnya. Menunjukkan kekuatan dirinya yang lebih berhak dari mereka semua, yang selama ini hanya menumpang.

"Beni," panggil Hana lirih. Dia ingin Beni memberikan kesempatan untuk ya agar bisa merawat Beni.

Yang dipanggil membalikkan tubuhnya. Dia sudah tidak ingin bicara apa-apa lagi dengan Hana dan keluarganya. Suara lirih Hana tidak lagi mebuat Beni lemah. Beni merasakan sakit yang tidak dipahami oleh semua orang. Hatinya sakit, karena selama ini dia hidup dengan orang yang sudah menghabisi keluarganya.

"Ikutlah bersama ku. Aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kalian," ucap Mirza.

Putra Hana itu sudah sejak awal kedatangan keluarganya berada di rumah sakit. Dia hanya mengekori keluarganya yang tampak terburu-buru menuju ruangan Beni. Mirza kira kedatangan keluarganya itu karena ingin melihat Beni yang sudah sadar. Tapi justru mereka ingin Beni melakukan sesuatu agar tidak diusir dari kediaman Aksara.

"Kamu memang cucu Opa yang terbaik Mirza," balas opa Deni.

Keluarga itu mengikuti Mirza yang akan membawa mereka ke rumah baru mereka. Dengan sombongnya Oma Risa meninggalkan rumah sakit sambil menghina Beni, yang masih setia memunggungi semua orang, kecuali Arbie.

"Rumah apa ini Mirza. Oma tidak mau!" Oma Risa protes saat tiba di kediaman yang Mirza siapkan untuk mereka.

"Uang Mirza hanya cukup untuk menyewa tempat ini Oma. Mirza rasa sudah lebih dari cukup untuk menampung keluarga kita. Tapi kalau Oma tidak mau, tidak apa-apa. Oma bisa cari tempat lain yang sesuai dengan keinginan Oma. Tentu saja, dengan uang Oma sendiri."

Mirza berani bicara seperti itu karena, dia tahu Oma, opa dan ibunya tidak punya uang, apalagi Melisa. Karena itu gadis itu masih ikut bersama mereka. Mirza yakin, seandainya Melisa punya uang, gadis itu pasti sudah meninggalkan keluarga mereka. Tadi saja dia merengek tetap ingin tinggal bersama Beni, dengan dalih ingin merawat pria paruh baya itu. Namun mendapatkan penolakan dari Beni dan Arbie.

Karena tidak ada pilihan lain, oma Risa dan opa Deni terpaksa tinggal di rumah yang disewakan oleh Mirza. Rumah itu hanya memiliki dua kamar. Sangat kecil, bahkan lebih kecil dari rumah pelayan yang ada di kediaman Aksara.

Di lain tempat, Meila dan yang lainnya sudah berada di warung makan pinggir jalan pilihan Meila dan Dewi. Abyan yang pertama kalinya makan di tempat seperti itu tampak ragu untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Berbeda dengan Erik, suami Dewi itu sudah beberapa kali dipaksa istrinya dan Meila untuk makan di warung Abah.

"Maaf Aku terlambat," ucap Arbie yang baru saja menghampiri mereka.

"Tidak apa-apa Kak. Ayo kita makan!" Meila yang membalas Arbie dengan wajah bahagia melihat menu yang tersaji di meja yang mereka tempati.

Tidak ada orang lain yang ikut makan di warung makan Abah tersebut. Selain orang-orang mereka yang menyamar menjadi orang biasa. Erik yang sudah mengetahui tempat itu, sudah memerintahkan orang-orangnya untuk membersihkan warung makan tersebut. Bukan tanpa sebab, tentu saja demi keamanan mereka semua. Terutama Meila.

Melihat Erik dan Arbie tanpa ragu menikmati makan siang mereka, Abyan mencoba satu suap makanan yang ada di piringnya. Makan yang diambilkan dan dipilihkan oleh Meila. Karena menurut istri Abyan itu, yang ada di piring Abyan itu makanan yang paling enak, yang ada di warung makan Abah.

"Bagaimana? Enak, kan?"

Abyan menjawab dengan anggukan pertanyaan istrinya itu, karena mulutnya masih penuh. Abyan tidak berbohong, makanan yang dipilihkan Meila untuknya memang enak. Seperti daging, tapi bukan daging. Ini untuk pertama kalinya Abyan merasakannya.

Senyum di wajah Meila melebar. Sementara Dewi menahan tawanya. Dia tidak menyangka bisa melihat seorang Abyan makan, makanan favorit rakyat negara ini yang terkenal membuat bau setelah memakannya.

Di kediaman Hastomo, kakek Hasan sedang bicara dengan adik bungsunya. Mereka tinggal dua saudara saja, setelah adik perempuan kakek Hasan berpulang.

"Hanan, Aku peringatkan kamu untuk mengawasi istri dan putrimu. Aku tidak ingin Flora dan Alexa menganggu kehidupan Abyan lagi."

"Aku janji, Flora dan Alexa tidak akan berbuat apa-apa pada Abyan dan istrinya," jawab Hanan meyakinkan. Usai bicara seperti itu, ada senyum tipis yang Hanan ulas. Terlalu tipis, sampai-sampai kakek Hasan tidak menyadarinya.

"Pegang ucapan kamu Hanan. Jika sampai terjadi, maka Aku tidak akan melindungi kamu dari kemarahan Abyan. Cukup waktu itu saja. Jika itu terjadi maka, akan ada perang dalam keluarga ini. Hastomo yang Aku jaga selama ini akan hancur."

Kakek Hasan mengambil foto istrinya bersama Laura yang sedang hamil besar, setelah Hanan pergi. "Sayang. Aku sudah menikahkan Abyan dengan putri Laura, seperti keinginan kamu. Kamu bisa tenang sekarang. Jangan pikirkan tentang badai besar yang mengguncang keluarga ini setelah ini. Suamimu ini, akan melakukan apapun yang Aku bisa lakukan untuk mengembalikan kebahagiaan Abyan yang hilang sejak putra dan menantu kita tiada.

Kakek Hasan tahu, peringatan terhadap adik bungsunya tadi itu hanya ucapan kosong yang tidak akan dipedulikan Hanan. Selama adiknya itu masih bersama Flora.

1
Muft Smoker
nih laa kehidupan konglomerat ,,sypa yg kuat dy yg ttap berdiri tegak ,,
tp yg lemah siap2 dapet sisa ny aja ,,🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Kl d khidupan para knglomerat,yg kuat dn crdik bkln jd pmenang....tp kdang,yg jhat plus lcik jg bsa jd pmenang...adu otot plus adu otak....
Al Fatih
intrik orang kaya raya yaaa,, menakutkan 🤭
Masha 235
harta,kekuasaan itu yg diprebutkan samapai tega menyingkirkan sodara/ klrga sndiri..🤔
Muft Smoker
seeeeemakiin menyalaaa permasalahan mereka ,,
rumit juga yx hidup sebagai bangsawan ,,
byk yg iri ,,
gx cuma org lain ,,
saudara sndri pun saling memburu ,,


next kakak ,,
makiin seruu cerita ny ,,
Noey Aprilia
Ayo para tikus pda kluar smua,biar sklian msuk prangkap..jd ga rpot msti mncing satu2 buat kluar....
Al Fatih
semakin menegangkan...,, d kira yang paling jahat cuma Oma Risa..., eh ternyata masih ad yang paling jahat lagi...Oma wilona
Aidil Kenzie Zie
si Zayan lakukan agar Meila tidak hamil dan si Melisa punya banyak duit untuk dapat info soal kejahatan Zayan bener bener jalang
Noey Aprilia
Bagooossss...
tar klian bs kmpul d dlm sel y.....😝😝😝.....
Ketut sariani Sariani
lnjut dong thor
Muft Smoker
next kak ,,
makin penasaran ma kelanjutan ny
Noey Aprilia
Hkumn yg pling ccok buat mreka tu bkn lngsng end,tp d bkin malu dlu smp ptus asa.....atw mngkn jd gmbel biar tau gmna rsanya ga pnya uang....
zayan msh ngarep sm meila,tp knp mau bkin meila celaka????smp byar orng pula.....emng udh ga wras sih otaknya....
Allea
lelet3 nih 🤭
Muft Smoker
next kak ,,

belum aj tu kena Batu ny si duo keket ,,
greget banget si liat mereka berdua ,,
Wahai org2 yg bermuka Dua ,,
ayoo kasih ke zayan , melisa Dan Alexa yg lgi cari muka ,,
biar adil hancur ny ,,
Al Fatih
maksudnya apa si zayyan pengen meilia pendarahan?
Apa meilia lagi Hamidun 🤔?
Noey Aprilia
Yg pnting skrng udh ktmu dn bsa kmpul lg....tp ttp msti siap2 buat mnghdapi msuh yg bkln mnyerang....
Smngttttt....
Muft Smoker
kak gx da visual ny kah ,,
baru x baca cerita penasaran sama visualny ,,
🤭🤭😁😁😁

next kk ,,
Ketut sariani Sariani
lnjut dong yjor
Mundri Astuti
lagi ngebayangin thor visualnya barra katanya paruh baya, nah ortu angkatnya setua apa yak 🤔🤭
Aidil Kenzie Zie
emangnya Zayan paham ortunya Meila sampai paham kalau Laura keturunan Bangsawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!