NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 11

Clara hanya terdiam sambil menatap ke arah Devan.

"Aku akan membantumu jika kamu mau menikah denganku"!

"Kenapa dia ngebet sekali sih ingin menikahi ku,bukankah di luar sana masih banyak wanita yang lebih cantik ,lebih seksi,lebih kaya,kenapa malah mengejar ngejar gembel seperti ku". Geruntu Clara dalam hati mendadak otaknya berputar putar pagi itu .

Devan hanya menaikan satu alisnya menatap ke arah Clara yang masih terdiam.

"Beri aku waktu 2 hari "! Kata Clara akhirnya ,yang sebenarnya tidak ingin lama lama berada satu kamar dengan laki laki dewasa di hadapannya ini.

"Baiklah,,cepat bersihkan dirimu"! Sahut Devan sambil kembali berdiri dan berjalan mengambil sebuah totebag yang teronggok di atas sofa.

"Ganti pakaian mu"! Kata Devan lagi sambil menyerahkan totelbag tersebut kepada Clara.

Segera mungkin Clara berlari menuju kamar mandi dan membawa totelbag di tanganya .

Senyum manis pun terukir indah pada wajah tampan Devan.

Tidak perlu banyak berfikir Clara segera mengguyur tubuhnya di bawah aliran shower,semakin lama dirinya berada satu kamar dengan Devan semakin panas pula yang dirasakan pada tubuhnya.

Mata clara membulat sempurna saat melihat bra dan CD yang begitu pas pada ukuranya, di angkatnya tinggi tinggi dua benda tersebut ke udara.

"Bagaimana bisa ukuranya pas seperti ini,apa jangan jangan semalam dia sudah memegangnya,aaaarg tidak tidak ,itu tidak mungkin"! Pekik Clara yang sudah ingin menangis berguling guling saat ini.

Dirabanya sendiri dada miliknya yang bergitu padat dan berisi,.

'jangan bilang semalam dia sudah mengerayangi ku, meremas dadaku dan,, sialan,,dasar psikopat mesum"! Umpat Clara kesal namun tetap saja memakai benda tersebut pada tubuhnya.

Beberapa saat berlalu ,clara yang sudah selesai mandi dan nampak segar pastinya nampak cantik pula.

'bagaimana apa pas baju dan "! Ucapan Devan pun terhenti bersamaan dengan berhentinya tangan yang sedang menari nari di atas layar ponselnya.devan menoleh ke arah Clara yang masih berdiri diambang pintu menatap gadis tersebut penuh pesona.

"CK,tu mulut kenapa lemes sekali sih pakai tanya pas atau tidak"! Geruntuh Clara dengan pipi yang sudah bersemu merah karena malu.

"Aku lapar"! Sahut Clara akhirnya yang tak ingin lagi membahas soal dalaman yang dipakainya .

Devan hanya tersenyum miring dan beranjak dari duduknya.

"Tunggu biar aku mandi dulu"! Kata Devan sambil berjalan menuju kamar mandi begitu saja.

Mata Clara pun menelisik setiap sudut kamar mewah tersebut,dan barulah dia sadar jika ini bukan di kamar hotel,Clara berjalan melihat sebuah foto yang terpajang pada sebuah meja tak jauh dari tempat tidur .

"Tampan sekali"! Lagi lagi tanpa sadar Clara sudah memuji ketampanan Devan.

Matanya pun tertuju pada bingkai foto disampingnya dimana Devan sedang berfoto dengan seorang gadis cantik dan keduanya  masih mengunakan seragam putih abu abu.

"Apa dia temannya atau kekasihnya"! Pertanyaan itu lolos begitu saja di dalam hati Clara saat melihat pasangan foto yang begitu serasi.

Ehemmm"!!

Suara Devan pun mengagetkan Clara hingga membuat gadis tersebut terlonjak kaget. Hingga bingkai foto yang dipegangnya pun jatuh begitu saja .

Prak"!!

Tatapan datar Devan tertuju pada bingkai foto yang sudah hancur.

"Ma-maaf"!! Ucap Clara liri.

"Ayo makan"! Kata Devan yang tak ingin sampai Clara terkena pecahan kaca pada bingkai foto tersebut.

Sekilas Devan pun melirik foto yang sudah tergeletak di lantai.

"Karin"!! Gumanya lirih namun tetap melangkah keluar kamar bersama Clara.

*****

Masih di sebuah apartemen.

"Makanlah"! Kata devan yang sudah berada di meja makan bersama clara.

Clara masih terdiam sambil memperhatikan makanan di atas meja tersebut.

Devan hanya tersenyum tipis melihat ekspresi clara .

"Aku tidak memberikan racun pada makanan itu ,jadi jangan khawatir".kata devan yang sepertinya tahu isi pikiran gadis di hadapannya itu.

Clara menatap devan sejenak dan mulai meraih senwich dan mulai memasukanya ke dalam mulut.

"Makan roti kayak gini, mana aku bisa kenyang"! Gumam clara namun masih meneruskan suapan nya memasukan roti tersebut ke dalam mulutnya .

"Keluarlah dari pekerjaan mu "! Kata devan sambil melirik sekilas ke arah clara dan melanjutkan lagi meraih cangkir kopinya dan menyeruput nya.

" Tidak,aku membutuhkan pekerjaan itu ,jangan mengatur ku ya"! Celetuk clara dengan wajah yang sudah mulai kesal.

"Aku akan memberimu uang 10 kali lipat dari gaji mu jadi pelayan cafe tersebut". Sepertinya lagi lagi 30 tahun itu masih berusaha menaklukkan gadis cantik di hadapanya.

Clara terdiam sejenak dan menatap ke arah devan yang masih berwajah datar tersebut.

"Ck ,aku masih bisa bekerja," sahut clara acuh.

"Sepertinya aku harus pulang"!kata Clara akhirnya.

"Biar aku antar";

"Tidak perlu,aku bisa sendiri". Sahut clara sambil beranjak dari duduknya.

Namun baru saja satu langkah devan kembali menarik tangan Clara hingga gadis tomboy tersebut duduk di atas pangkuan devan.

"Aku tidak suka penolakan"! Sahut devan.

Mata Clara pun terbelalak sempurna apalagi saat ini wajahnya begitu dekat dengan laki laki dewasa di hadapannya yang bisa menerkam nya kapan saja.

"Cup"!

Satu sosoran kembali mendarat pada bibir clara begitu saja.

Bugh"!!

"Kenapa kau suka sekali mencuri ciuman ku"! Pekik clara sambil memukul dada bidang Devan begitu saja.

"Bukankah sayang jika bibir manismu di biarkan begitu saja di hadapanku "!.jawab Devan dengan senyum menyeringai.

"Dasar psikopat mesum". Umpat clara sambil beranjak dari pangkuan devan.

Devan pun juga ikut beranjak dari duduknya dan menyambar kunci mobil yang teronggok diatas meja.

Devan menggandeng tangan clara begitu saja sambil melangkah keluar apartemen.

Clara hanya menghela nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan.

Brak..!!

Pintu mobil pun di tutup oleh clara saat dirinya sudah masuk kedalam nya.

"Mau ngapain'"! Tanya Clara saat Devan mendekatkan dirinya pada wajah Clara.

Klik"!!

"Manja"! Bisik Devan lirih sambil memasang sitbell untuk Clara.

Glek"!

Clara hanya bisa menelan ludahnya kasar saat ini.

"Bisa bisa nya aku berfikir jika dia mau mencium ku lagi "! Gumam Clara dalam hati dengan pipi yang sudah bersemu merah .

Devan pun menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan nya membelah jalanan pagi itu.

Tak berselang lama dua buah motor menghadang jalannya,dan membuat Devan harus menginjak pedal rem dan berhenti seketika .

"Siapa lagi yang sudah berani mengganggu ku"! Gumam Devan sambil menatap ke arah 4 preman yang berada di depan mobilnya.

"Tunggu di sini ,jangan turun"! Kata Devan sambil menatap ke arah Clara yang masih dengan mode santai nya.

Brak"!!

Devan pun keluar dari mobil untuk menghadapi orang orang yang telah menghadang jalannya itu, tanpa banyak bicara ke 4 orang tersebut langsung saja menyerang Devan.

Bugh'..

Bugh'..

"CK, "  decak Clara yang sudah gatal tanganya saat melihat adegan di hadapannya tersebut.

Dugh"!!

Bugh',!!

Bruk"!!

Satu pukulan dan tendangan dari Clara membuat salah satu orang tersebut tersungkur di tempat.

"Gadis ngeyel,sudah di bilang jangan turun"! Gumam Devan saat sudah berhadapan dengan Clara.

"Asal anda ingat saya pemegang sabuk hitam taekwondo,tuan"! Jawab clara dengan sombong nya.

"Cih"!!  Devan hanya berdecak sambil menyunggingkan bibirnya .

Spontan Devan mengangkat tubuh Clara dari belakang dan dengan lenturnya kedua kaki Clara menendang ke arah dua laki laki yang siap menyerang mereka .

"Tendangan yang bagus,baby"!

Blush"!!

Satu ucapan yang mampu membuat clara ingin semaput detik itu juga .

"Awas"!! Sahut Devan saat dari arah belakang Clara seseorang siap menghantamnya.

Spontan Clara pun berpegangan pada dada bidang Devan dan Devan yang siap memegang pinggang Clara,,sepertinya tangan Devan tidak perlu memegang pinggangnya,itu hanya salah satu modus Devan saja.

Lagi lagi satu tendangan tepat mengarah pada leher preman tersebut dan terjatuh seketika .

"Kolaborasi yang cukup menarik"! Kata Devan dalam hati sunggu mengagumi sosok gadis cantik di hadapannya itu.

"Ayo "!!

Emmmm"!! Sahut Clara lalu berjalan beriringan kembali menuju mobil.

Akhirnya kurang dari 10 menit kedua nya pun bisa mengalahkan 4 preman yang menghadang jalan mereka.

15 menit berlalu mobil pun berhenti di depan gang masuk kosan Clara.

"Terimakasih ,om"! Kata Clara sebelum benar benar keluar dari mobil tersebut.

"Apaa,om"!! Pekik Devan yang sudah ingin menangis berguling guling saat ini,ketika mendengar gadis cantik nya memanggil om.

Tanpa menoleh lagi Clara langsung saja berjalan menyusuri gang tersebut menuju kos nya.

"Gadis nakal,awas saja aku akan memberimu hukuman setelah ini"! Devan hanya tersenyum penuh arti sambil menatapi punggung Clara yang semakin menjauh.

1
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!