Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
Alana baru saja menerima laporan dari orang suruhannya, untuk mencari tahu berita apapun itu yang berkaitan dengan masa lalu Alice. Saat-saat seperti ini dia merasa kecolongan, dia merasa bodoh karena telah membiarkan wanita itu hidup dengan tenang setelah Rendra kembali ke Amerika.
Dia tidak pernah berpikir, jika setelah kematian ayah mertuanya Rendra bisa melakukan hal seperti ini. Melakukan segala cara untuk bercerai dengannya. Bahkan memberikannya 40% dari harta yang dia miliki.
Luar biasa bukan?
"Jadi, bagaimana?" tanya Alana ketika orang suruhan yang datang.
"Semua yang saya dapatkan ada di sini, nyonya." ucapnya menyerahkan amplop besar warna coklat.
Alana melihatnya, dan dia penasaran apa isi dari amplop tersebut. Di bacanya satu persatu korban tersusun terapi di dalam sana.
"Hanya ini?" tanya Alana, karena menurutnya informasi yang berada di dalam amplop coklat tersebut tidak ada yang penting sama sekali.
Bahkan menarik perhatiannya saja pun tidak. "Bahkan tidak ada yang tertulis dengan siapa dia berhubungan, dan mungkin sesuatu yang lebih penting lagi." katanya menatap datar pada orang suruhannya.
Nyatanya, selama berpisah dengan Rendra, Alice emang tidak pernah menjalani hubungan dengan siapapun.
Dia hanya fokus bekerja, dan melanjutkan studinya demi sang putra.
Nyatanya, sekarang ini Rendra bahkan menutup rapat-rapat informasi tentang Neil dan berusaha menjauhkan mereka berdua dari Alana.
Dia tahu senekat apa wanita itu, jadi dia hanya berusaha untuk melindungi Alice dan Neil sebisanya.
"Terakhir kali dia bekerja di Hotel dan-"
"Cerita informasi yang lebih penting. Aku rasa ada sesuatu yang mungkin bisa membuat mereka meledak." ucapnya lagi.
Orang suruhannya pun tadi berlalu, dia berusaha mencari tahu informasi yang dibutuhkan lagi.
Sedangkan di rumah sakit, kini mereka bersiap-siap untuk pulang. Karena hari ini, Neil sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
"Mami, gimana sama Oni?" tanya Neil khawatir dengan wanita tua itu.
"Oni sudah pulang sayang. Oni udah nunggu kita di rumah." jawab Alice.
Rendra sedang sibuk hari ini. Dia benar-benar sibuk hingga tidak bisa datang untuk menjemput mereka. Hanya beberapa orang penjaga yang dia tugaskan untuk membawa Alice dan Neil ketempat yang sudah dia siapkan sebelum mereka kembali ke Amerika nanti.
Ponsel Alice berdering, dan itu panggilan masuk dari Rendra.
"Halo?" sambutnya ketika sambungan telepon terhubung
"Pulang bersama sopir dan pengawal yang sudah kusiapkan. Kau dan Neil tidak akan tinggal di rumah itu lagi. Aku sudah menyiapkan tempat untuk kita sementara. Setelah pekerjaanku di sini selesai, kita akan langsung berangkat ke Amerika." ucapnya pada Alice.
Ya, Alice benar-benar masih berpikir apakah mereka memang harus pergi ke Amerika. Apakah tidak bisa untuk tinggal dan menetap di sini saja? kenapa harus pindah?
"Maksud ku, apa kita memang harus pindah?" tanya Alice berusaha memberanikan diri.
"Ya, keselamatan mu dan Neil yang paling penting saat ini. Kau tidak tau, jika Alana berusaha menjangkau ku. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. Jadi, solusinya hanya pindah ke Amerika. Aku akan mengurus semuanya." ucap Rendra padanya.
Bagaimana ini? sebenarnya dia berat untuk pindah. Tapi, ketika laki-laki itu mengatakan bahwa ini semua demi keselamatan dia dan juga Neil. Maka makan di sini dia tidak boleh egois.
"Alice, Kau masih di sana?" tanya Rendra ketika tidak mendapatkan jawaban apapun dari wanita itu.
"Ya, aku disini." jawab Alice.
"Ya, tunggu aku ke rumah dan kita akan membicarakan semuanya. Katakan pada Neil, jika aku sedang sibuk. Aku akan berusaha menyelesaikan semuanya dengan cepat."
"Hati-hati." ucap Alice, yang membuat senyum Rendra langsung merekah.
Dia merasa hidup kembali setelah 7 tahun menjadi zombie. Ya, dia menganggap bahwa dirinya seperti zombie 7 tahun belakangan. Hanya sedang bekerja, dan bekerja hingga bisa mencapai titik ini.
"Ya, aku tutup." kata Rendra sebelum mengakhiri panggilan telepon mereka.
Rendra sendiri kembali bekerja, dan untuk pertama kalinya setelah 7 tahun Dia merasa bahwa pekerjaan itu sangat membosankan.
Hatinya menjadi buruk seketika, saat mendapatkan pesan dari Alana.
"Ternyata kau sudah memiliki seorang anak dengan hal*Ng murahan itu!" tulis Alana sengaja memancing Rendra yang langsung berhenti disana.
Dugaan Alana benar, jika yang berada di rumah sakit itu memang anak mereka. Bahkan Alana juga mengirimkan sebuah foto, dimana Alice di kawal oleh orang-orang Rendra, dan ada seorang anak laki-laki yang wajahnya tidak dia ketahui.
"Jika kau berani melangkah lebih jauh lagi, aku pastikan jika kau tidak akan pernah bisa berjalan lagi, Alana!" balas Rendra terhadap Alana yang langsung menerima pesannya.
"Let's get the play Rendra!" gumam Alana setelah mengetahui semua itu.
***