NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 26

"Aloooo Om, celamat padiii."

Wajah cerah dan senyum riang menghias wajah Al saat melihat Kael menghampirinya. Al tampak bersemangat memperlihatkan susunan block yang baru dibuatnya.

"Selamat pagi juga, ganteng. Bikin apa itu hmmm?" Kael menarik dua sudut bibirnya sambil melambaikan tangan. Langkah kakinya dipercepat agar segera sampai di sisi Al lalu dengan perlahan Kael duduk di sisi Al.

Secara alami Kael mengusap lembut kepala putranya tersebut. Dadanya sedikit sesak ketika sadar bahwa dia melewatkan banyak proses dalam kelahiran dan pengasuhan Al.

"Ini dino. Tileks, Om. Badus kan?" Al menunjukkan hasil balok susunannya.

"Iya bagus banget. Pinter sekali anak ayah. Ah iya Al, apa Al bisa panggil ayah ke Om. Al udah panggil Opa dan Oma ke orang tua Om, jadi apa sekarang Al bisa panggil Ayah ke Om juga," pinta Kael dengan wajah memelas. Jantungnya tiba-tiba berdekat dengan begitu kerasnya. Padahal yang dihadapinya hanya anak kecil, bukan seorang klien penting.

Kael tersenyum kaku, bola matanya bergerak tak karuan saat berkata demikian.

Tak perlu tes DNA, tak perlu tes parenitas. Wajah Al yang 11-12 dengan masa kecilnya sudah sangat menjelaskan bahwa Al adalah anak Kael. Maka dari itu, Kael sangat ingin dipanggil ayah oleh sang putra.

"Tapi apa benel om itu ayahnya Al?" bocah itu memiringkan kepalanya, matanya berkali-kali berkedip, sungguh sangat menggemaskan.

Kael yang melihatnya tak tahan ingin mendekap erat Al.

"Bener dong. Bentar, biar Al lebih percaya, Ayah ambil sesuatu dulu ya," jawab Kael. Dia beranjak dari duduknya, menuju ke sebuah lemari dan mengambil sesuatu dari sana. Wajahnya begitu cerah ketika membuka sebuah album foto yang baru saha diambilnya. Kael segera duduk di sisi Al dan menunjukkan foto dirinya saat seusia dengan Al.

"Coba lihat ini Al, ini adalah Ayah saat masih kecil. Ya benar saat Ayah masih sekecil kamu. Bukankah Al sangat mirip seperti Ayah?"

Kael tak hentinya membuka lembaran demi lembaran album foto yang dipegangnya. Ia juga menceritakan setiap moment yang ada dalam setiap tangkapan gambar drinya.

Al terdiam, dia ikut membalik lembar demi lembaran album itu. Sesekali Al berhenti dan mengusap foto itu dengan tangan mungilnya.

"Ini Al? ucapnya sambil mengarahkan pandangannya kepada Kael. Matanya berbinar dan wajahnya sedikit kebingungan.

"Ini ayah saat masih kecil, bukan Al. Kalau Al berkata begitu, berarti kita sungguh sangat mirip."

Kael merogoh saku celananya untuk mengambil handphone. Dengan cepat dia mengambil foto Al. Lalu menyandingkan dengan foto dirinya pada album.

"LIhat Al, mirip kan?" ucapnya

Al mendekatkan wajahnya. Dia melhat foto dirinya dan foto Kael secara bergantian, lalu matanya menatap ke arah Kael.

Kael menganggukkan kepalanya. Ia paham apa yang hendak dikatakan oleh putranya tersebut.

"Jadi, apa Al bersedia memanggilku Ayah?

"Ayah."

Mata Kael berkaca-kaca, dia lalu membawa Al kedalam pelukannya. Dadanya yang sejak tadi berdebar, kini malah semakin berdebar lagi dan bukannya mereda. Tanpa sadar air matanya lirih.

Selama ini mencari Rosa, Kael tak pernah berpikir bahwa ia akan memiliki malaikat kecil seperti ini. Sejak pertama bertemu dengan Al, Kael sudah sangat yakin bahwa Al adalah anaknya. Kala itu detak jantungnya berpacu dengan sangat cepat.

Selain merasa senang, Kael juga merasa sangat bersalah karena tak berada di sisi Rosa dalam keadaan terpuruk.

Kael mengusap wajahnya, ia menghapus air mata yang terlanjur tumpah.

"Terimakasih karena Al mau memanggil seperti itu, apa Al tahu, Ayah sangat bahagia sekali," ucap KAel sambil mengusap rambut Al, dia juga melabuhkan ciuman yang lembut.

"Cama-cama, kalau beditu, sekalan Al punya kelualda cepelty teman-teman. Ada ibu dan ada ayah," ucap Al dengan wajah yang berseri-seri.

"Ya benar, Al punya keluarga yang lengkap sekarang. Bahkan Al juga punya Oma dan Opa. Muali sekarang dan selamanya Al akan selalu punya keluarga yang utuh."

"Aciiiiiik holeeeeee!"

Sorakan Al membuat Kael semakin bahagia. Fakta bahwa Al menerimanya dengan sangat mudah adalah sebuah kelegaan.

Keduanya pun kembali beramain. Kael membantu Al dalam menyusun balok. Tak hanya itu, Kael juga membacakan buku cerita. Keduanya tertawa bersama, sesekali Kael menggelitik Al sehingga bocah itu tertawa terbahak-bahak.

Pemandangan yang begitu menyenangkan antara Al dan Kael rupanya ditangkan oleh mata Rosa. Tadinya Rosa hendak menghampiri Al dan ikut bermain bersama. Namun Kael datang lebih dulu dari pada dirinya. Rosa hendak pergi ketika melihat Kael, namun tubuhnya terpaku ketika melihat betapa Kael bersikap lembut kepada Al.

Diam-diam Rosa mengamati dari jauh. Dia memerhatikan setiap tingkah laku pria tersebut.

"Dia pria yang baik," ucapnya lirih. Satu perubahan dari Rosa ketika melihat Kael, yakni dia tidak lari. Rosa tetap berada di tempatnya berdiri, meski bersembunyi.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
Sastri Dalila
/Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!