NovelToon NovelToon
Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pernikahan Kilat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Niat Diaz kabur ke Gunung Kawi demi menghindari perjodohan malah berbelok 180 derajat saat ia mampir salat di Masjid Baiturrahman.
Diaz tidak sengaja menabrak Ganda Mahesa.
Anak kiai kaya raya yang sedang panik setengah mati karena calon istrinya tidak datang satu jam sebelum akad.
Demi menjaga harga diri keluarga di hadapan 200 undangan, Ganda nekat menembak Diaz:
"Mbak, mau gak nikah sama saya? Sekarang. Daripada saya dipermalukan satu Kepanjen."
"Oalah mas saya aja kabur dari perjodohan dan mau ke gunung Kawi untuk mencari ketenangan."
"Mbak mau pesugihan? Astaghfirullah mbak iling mbak. Saya kasih semuanya mbak."
"Saya nggak cari pesugihan saya hanya ..."
Hanya dalam 10 menit, akad dadakan itu sah. Suasana sakral pun langsung pecah oleh bisik-bisik julid emak-emak:
"Iku sopo toh seng rabi karo Ganda? Kok koyo ojek online, dipesen langsung dateng!"
Drama sesungguhnya dimulai ketika Laura, sang calon istri asli, tiba-tiba datang terlambat dan meminta ganda untuk menikahinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Ganda yang sadar tidak bisa langsung mengejar Diaz karena ada Laura yang masih pingsan di terasnya, segera mengeluarkan ponsel dengan tangan bergetar.

Ia langsung menghubungi nomor ayah Laura. Begitu panggilan tersambung, Ganda tidak lagi menggunakan nada lembutnya yang biasa. Suaranya terdengar dingin dan bergetar menahan amarah yang luar biasa.

"Halo, Pa. Tolong datang ke rumah saya sekarang juga dan jemput putri Anda!" ucap Ganda tanpa basa-basi.

"Ganda, ada apa? Kenapa kamu—"

"Putri Anda baru saja menyusup ke rumah saya dan mencoba membunuh istri saya dengan tongkat kayu!" potong Ganda dengan nada tegas yang mematikan.

"Untung istri saya bisa membela diri. Sekarang Laura pingsan di teras rumah saya. Saya minta dengan sangat, setelah Anda menjemputnya, masukkan Laura ke kantor polisi atau rehabilitasi! Jika tidak, saya sendiri yang akan melaporkannya dan menyebarkan seluruh rekaman kejadian ini sampai viral di media sosial. Saya tidak main-main, Pak!"

Setelah menutup telepon secara sepihak, Ganda segera menghubungi salah satu rekan dekatnya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Ia meminta temannya itu untuk datang secepat mungkin guna mengawasi Laura yang masih pingsan, agar tidak terjadi fitnah selagi dirinya pergi.

Begitu temannya tiba di lokasi, Ganda langsung menyerahkan kunci pagar, melompat ke balik kemudi mobilnya, dan menginjak pedal gas dalam-dalam.

Ia melajukan mobilnya membelah jalanan dengan kecepatan tinggi, mencoba melacak ke mana taksi yang membawa istrinya pergi.

Sementara itu, di dalam kabin taksi yang melaju menjauhi kompleks perumahan, suasana terasa begitu sunyi.

Diaz duduk di kursi belakang, menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin.

Air matanya yang sejak tadi ditahan kini luruh satu per satu membasahi pipinya.

Dadanya terasa begitu sesak oleh rasa kecewa dan dikhianati.

Sopir taksi yang sejak tadi melirik dari kaca spion tengah akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

"Ngapunten, Mbak... Kita ini mau jalan ke mana arahnya?"

Diaz mengusap air matanya dengan punggung tangan, lalu menarik napas panjang untuk menstabilkan suaranya yang bergetar.

"Ke bandara, Pak. Tolong agak cepat, ya," jawab Diaz pelan namun mantap.

Ia sudah membulatkan tekadnya. Tempat ini tidak lagi terasa aman dan nyaman baginya.

Ia ingin pergi sejauh mungkin dari Ganda, dari janji-janji manis pernikahan yang kini dirasanya tak lebih dari sekadar kepalsuan belaka.

Taksi akhirnya berhenti tepat di depan area keberangkatan Bandara Internasional.

Diaz turun setelah membayar ongkos, lalu menyampirkan ranselnya di pundak.

Langkah kakinya membawa tubuhnya yang lelah masuk ke dalam gedung terminal yang ramai dan bising oleh hilir mudik calon penumpang.

Di tengah keramaian itu, Diaz mendadak merasa sangat asing dan kesepian.

Ia menepi, duduk di salah satu kursi tunggu besi yang dingin, lalu menyunggingkan senyum sinis yang teramat getir.

"Hidupku sepertinya memang telah gagal," gumamnya lirih pada diri sendiri, menatap kosong ke arah lantai marmer.

"Tidak ada yang menginginkan aku hidup, atau memang seharusnya aku tidak usah lahir saja ke dunia ini?"

"Kata siapa kamu gagal?"

Sebuah suara bariton yang tenang tiba-tiba menyahut dari arah samping.

Diaz tersentak kecil lalu menoleh. Di kursi sebelahnya, duduk seorang lelaki berpakaian kasual rapi yang sedang melipat koran setengah bagian.

Lelaki itu menurunkan korannya, menatap Diaz dengan sorot mata yang ramah dan tidak menghakimi.

"Aku juga pernah gagal," lanjut lelaki itu tenang, melipat korannya sepenuhnya lalu menaruhnya di pangkuan.

"Tapi dari kegagalan-kegagalan itulah, aku justru menemukan bahan bakar baru yang membuka semangatku untuk terus berjalan."

Diaz mendengus pelan, membuang muka. "Jangan bercanda, Tuan. Anda tidak tahu apa-apa tentang hidup saya."

Lelaki itu terkekeh tipis, tidak tersinggung sama sekali dengan perkataan Diaz.

Ia mengulurkan telapak tangannya dengan sopan.

"Perkenalkan, aku Fabian. Aku sedang menunggu penerbangan ke Bali."

Diaz terdiam sejenak menatap uluran tangan itu. Entah mengapa, ada rasa hangat yang tulus dari sikap pria asing ini. Perlahan, Diaz menyambut uluran tangannya.

"Aku Diaz. Dan, aku juga mau ke Bali."

"Kebetulan yang menarik," ujar Fabian tersenyum simpul.

Belum sempat mereka mengobrol lebih jauh, suara dengung pengeras suara bandara menggema di langit-langit terminal, mengumumkan panggilan masuk boarding untuk maskapai penerbangan tujuan Denpasar, Bali.

“Panggilan penerbangan terakhir bagi para penumpang pesawat udara tujuan Denpasar, Bali...”

Diaz berdiri, merapatkan tali ranselnya. Ia menoleh ke arah Fabian yang juga sudah berdiri merapikan jaketnya.

"Sepertinya itu pesawat kita," ucap Fabian memberi isyarat ke arah pintu gerbang keberangkatan.

Diaz mengangguk pelan. Bersama Fabian di sampingnya, ia melangkah masuk melewati pintu pemeriksaan dokumen menuju garbarata.

Di dalam dadanya, ada debar ketidakpastian tentang masa depan, namun untuk saat ini, meninggalkan kota ini bersama pesawat yang akan terbang tinggi adalah satu-satunya pelarian yang ia butuhkan.

Langkah kaki Diaz dan Fabian membawa mereka menyusuri lorong kabin pesawat yang mulai padat oleh penumpang yang tengah merapikan barang bawaan mereka di bagasi kabin.

Begitu tiba di baris kursi yang tertera pada tiket, Diaz sempat tertegun.

Ia mencocokkan nomor kursi di boarding pass miliknya dengan nomor di atas tempat duduk.

"Lho? Kita di baris yang sama?" gumam Diaz setengah tidak percaya.

Fabian yang berdiri di belakangnya melirik tiket milik Diaz, lalu tersenyum simpul.

"Tampaknya takdir sedang bercanda, atau mungkin sistem komputer bandara hari ini sedang berpihak pada kita."

Fabian melangkah masuk terlebih dahulu karena nomor kursinya berada tepat di samping jendela (window seat).

Diaz yang mendapat bagian di kursi pinggir menatap jendela kecil pesawat dengan pandangan mendamba.

Ia ingin melihat awan, ingin melihat daratan yang perlahan mengecil, seolah dengan begitu ia bisa meninggalkan seluruh beban hidupnya di bawah sana.

"Mas... maksudku, Fabian," panggil Diaz ragu.

"Boleh kita tukar posisi? Aku, ingin duduk di dekat jendela."

Fabian menghentikan gerakannya yang hendak memakai sabuk pengaman.

Ia menatap Diaz sejenak, menangkap gurat kesedihan yang masih membekas di sepasang mata bulat milik wanita di sampingnya itu.

Tanpa banyak argumen, Fabian kembali menegakkan tubuhnya dan bergeser memberi ruang.

"Silakan, Nona Patah Semangat," ucap Fabian dengan nada menggoda yang halus, sembari mempersilakan Diaz lewat dengan gestur tangan yang sopan.

Diaz seketika mengerucutkan bibirnya, merasa kesal sekaligus gemas dengan julukan baru yang diberikan pria asing ini.

Ia menghentakkan kakinya pelan sebelum menggeser tubuhnya ke kursi dekat jendela.

"Ishhh! Namaku Diaz! D-I-A-Z!" semprot Diaz ketus, menatap Fabian dengan mata melotot jengkel.

"Jangan panggil aku dengan sebutan aneh-aneh!"

Fabian justru terkekeh pelan, suara tawa baritonnya terdengar renyah di tengah dengung mesin pesawat yang mulai dinyalakan.

Ia memasang sabuk pengamannya sendiri dengan santai.

"Baik, baik, maaf, Diaz," sahut Fabian, menekankan nama Diaz dengan senyum geli yang masih tersisa di wajahnya.

"Setidaknya, wajah ketusmu yang sekarang jauh lebih hidup daripada wajah putus asa yang kulihat di ruang tunggu tadi."

Diaz terdiam. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela kaca, menyembunyikan semburat merah di pipinya—bukan karena tersipu, melainkan karena kesal sekaligus malu karena isi hatinya begitu mudah dibaca oleh orang asing yang baru ditemuinya beberapa puluh menit lalu.

Di luar jendela, pesawat mulai bergerak perlahan meninggalkan landasan pacu, membawa Diaz pergi menjauh menuju hamparan pulau dewata.

1
merry yuliana
hmmmmm jangan bolak balik kak
sri hastuti
akhirnya ketemu, ayo diaz, pelan2 hilangkan trauma mu, ganda mencintaimu sungguh2 itu, ayo bangkit lg diaz, raih kebahagiaanmu kembali, umi yg kyk iblis sdh pergi, dan madumu jg sdh dicerai 🙏
sri hastuti
waduuh diaz, kenapa km buru2 keluar rumah sakit, ayo km hrs kuat hadapu semua, ganda sdh mencintaimu , 😭😭 ayo thor pertemukan kembali dng ganda ,kasihan diaz ,msh trauma dng umi yg kyk iblis kelakuannya 😡😡

😡😡😡😡😡😡😡😡
Elia Rosa
syukurin buat kalian berdua.. ibu mertua Dan menantu durjana🤭
sri hastuti
lanjuuttt thor sdh gak sabar topeng istri pemilik pondok yg spt iblis dibuka dan istri durhaka yg dengki di libas 😡😡😡
Elia Rosa
tambah seru NIH.. di tunggu kelanjutannya Thor 💪👍
sri hastuti
istri pemilik pondok kyk iblis ya, kelakuan nya , hiiihhh ngeri juga ,penuh tipu muslihat dan kejam , 😡😡😡😡
sri hastuti
ayo ganda kmnhrs tegas ,meski itu umi mu yg kelakuannya spt iblis, kyai jg hrs tegakkan keadilan ,meski itu istrimu ,yg sdh kyk iblis
juga laura, wanita kyk pelacur 😡😡😡
sri hastuti
kelakuan umi kok kyk iblis 😡😡😡
Ana Yasrotin
Serius tanya..memang dipondok ada kelakuan se orang yg disebut umi dan dihormati py watak yg tdk manusiawi begitu 🤔
Ana Yasrotin
Terus terang thor dr awal novel saya br koment ini..saya bukan tipe orang yg suka dg novel genre poligami..tp sejauh ini saya ikuti alur cerita krn aktor pria tegas..semoga akhirx Ganda bisa memilih salah satu antara Diaz dan Laura krn mmg si Laura tdk pantas bersanding dg Ganda..mdhn diakhir cerita bs memuaskan pembaca 🙏
sri hastuti
bagus diaz, buka semua kedok kemunafikan mereka, terutama umi yg jd orang tua gak tau diri, cm ego saja yg dibesar besarkan, dan umi yg gak jd contoh baik 👍👍😡😡😡
sri hastuti
ahh lama2 pengen tak huhhh ,umi sm menantu laknat semua , thor , bikin jengkel aja, orang kok gak punya belas kasih, apalagi katanya umi , tp kelakuan e kyk 😡😡😡🤭
merry yuliana
💪💪💪😍👍🙏
Asra
Cerita kamu bagus, Kak. Bintang 5 nih, kayak kurang hhuhu, kamu berhasil bikin orang (terutama aku) bisa mendalami ceritamu, dibikin kesel, dibikin sedih, dan seterusnya^^✨

Ceritanya jadi hidup. Semangat selalu berkarya nya kak!💖🙌
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
sri hastuti
thor, aku kok jd jengkel dan mual dng kelakuan umi , gitu kok istri pemilik pondok to ??, trus anak didik e spt apa itu, ???? arogan ,apalagi laura itu. wanita yg bikin jengkel 😡😡😡
sdh biar dilepas kan sm Ganda aja thor, kasihan diaz, biar bebas 🙏🙏
merry yuliana
ganda pdhl peluk obat termanjur buat diaz...ga salah sebuah pelukan utk hati yang patah...semangat crazy upnya kak...please crazy up banyakkan dikit boleh ya😍💪💪💪🙏👍
sri hastuti
bagus Abah,hrs tegas , umi nya juga ternyata spt itu, bikin 😡😡
kasihan diaz,ternyata sebatang kara 🤭
sri hastuti
blm tentu ganda bisa adil dng 2 istri, kasihan biar lepas dari Ganda, kecuali Ganda bisa melindungi dng baik, kl tdk pendreritaannya semakin menjadi nanti 🙏🙏
sri hastuti
kasihan diaz thor, blm nanti menghadapi nyai nya ganda dan laura yg sdh punya rencana jahat, biarkan diaz bahagia thor, 🙏🙏🙏
biarkan pergi jauh dr manusia2 egois 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!