NovelToon NovelToon
Duke, Tolong Minggir

Duke, Tolong Minggir

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Menjadi NPC / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leel K

Masuk ke dalam dunia novel seharusnya menjadi impian setiap pembaca. Kecuali jika novel itu adalah "Tears of the Caged Bird"—sebuah kisah dark romance di mana pemeran utamanya adalah Duke sosiopat yang hobi meneror gadis yatim piatu.

Sialnya, itulah nasib Vivienne.

Terbangun sebagai sepupu miskin dari tunangan sang Duke, Vivienne seharusnya hanya menjadi figuran yang diam dan mati muda. Tapi, melihat Freya Lark (si female lead) terus-terusan menangis dan Damian von Hart (si male lead) terus-terusan bertingkah seperti penguntit elit, kesabaran Vivienne habis.

Persetan dengan alur asli!

Jika penulis aslinya ingin drama, Vivienne akan memberinya komedi.
Jika Duke ingin bermain dark romance, Vivienne akan menyiramnya dengan air pel.

"Maaf, Duke. Anda menghalangi jalan saya menuju kebebasan finansial. Tolong minggir, atau saya tagih biaya parkir."

Selamat datang di Hartfield, di mana romansa sudah mati, dan digantikan oleh chaos yang sangat menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leel K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur & Evaluasi (Aftermath)

Aku berlari menembus hujan, memacu kaki secepat mungkin menuju bangunan terdekat yang aman: Gudang Kebersihan tua di ujung kebun barat.

"Nona! Nona! Di sini!"

Suara Freya.

Aku melihatnya melambai dari celah pintu gudang yang sedikit terbuka. Aku segera melesat masuk, dan Freya langsung membanting pintu menutup di belakangku, menguncinya dengan palang kayu.

Kami berdua berdiri di dalam gudang yang gelap dan berdebu, bersandar pada pintu, napas kami memburu.

"Hah... hah... hah..."

Hanya suara napas kami dan deru hujan di atap seng yang terdengar.

Aku melepas masker kainku yang sudah lembab, melemparnya ke lantai. Lalu aku melepas jas hujan kuning norak itu. Tubuhku gemetar, bukan karena dingin, tapi karena sisa adrenalin. Gila. Aku baru saja menyiram Duke Damian von Hart pakai air pel dan melemparinya tepung. Kalau ini zaman kerajaan beneran, kepalaku sudah dipajang di gerbang kota besok pagi.

Aku menoleh ke Freya.

Dia juga basah kuyup. Rambut pirangnya menempel di pipi. Tapi matanya... matanya bersinar terang.

Dia menatapku. Lalu dia menatap jas hujan kuning di lantai. Lalu dia menatapku lagi.

"Nona..." Freya memulai, suaranya bergetar. "Anda... Anda tadi..."

"Gila? Iya, gue tahu," potongku sambil menyibakkan rambut basahku. "Jangan diingetin. Gue baru sadar betapa nekatnya gue. Besok gue bakal bikin surat wasiat."

Freya menggigit bibirnya. Bahunya mulai berguncang.

Aku panik. "Eh, lo jangan nangis lagi! Udah selamet kan? Si 'Hama' udah gue basmi..."

"Pffft."

Suara itu lolos dari bibir Freya.

"Pfft... ha... hahaha!"

Tawa.

Freya tertawa. Bukan tawa sopan bangsawan, tapi tawa lepas, tawa perut yang meledak-ledak. Dia memegangi perutnya, merosot duduk di atas tumpukan karung goni.

"Ha-hama!" Freya terpingkal-pingkal di sela tawanya. "Anda... Anda memanggil Duke Hart... hama?!"

"Lo harusnya liat pas gue lempar tepung diakhir!" Aku menyela, ikut nyengir membayangkan kejadian setelah Freya lari. "Mukanya putih semua kena bom asap tepung terigu!"

"Tepung?!" Freya membelalak, lalu tawanya makin meledak. "Ya Tuhan... kalau begitu, dia pasti terlihat seperti... seperti roti hantu!"

Melihat Freya terus tertawa, pertahananku runtuh. Aku ikut tertawa.

"Lo liat kan tadi kakinya kepleset?" Aku ikutan duduk di sebelahnya. "Gubrak! Pantat Duke nyium lantai! Sumpah, itu momen paling memuaskan seumur hidup gue!"

"Dan... dan Nona bilang dia lagi musim kawin!" Freya tertawa sampai air mata keluar dari sudut matanya. "Ya Tuhan... wajahnya merah padam... saya belum pernah melihat Duke semarah itu... tapi juga se-tidak berdaya itu!"

Kami tertawa bersama di dalam gudang gelap itu. Menertawakan keabsurdan situasi, menertawakan ketakutan yang tadi mencekik, dan menertawakan sosok pria yang selama ini menjadi sumber mimpi buruk Freya.

Setelah tawa kami mereda, menyisakan senyum lebar di wajah kami masing-masing, Freya menyeka air matanya.

Dia menatapku dengan pandangan yang berbeda. Tidak ada lagi ketakutan atau keraguan. Yang ada hanya rasa kagum dan kehangatan.

"Terima kasih, Nona Vivienne," bisiknya tulus.

"Sama-sama. Jasa pembasmi hama selalu siap sedia," jawabku sambil mengedipkan sebelah mata.

Freya menggeleng pelan. "Bukan hanya karena menyelamatkan saya. Tapi... karena membuat saya sadar."

"Sadar apa?"

Freya menatap ke arah pintu gudang, membayangkan sosok Damian yang tadi terkapar di lantai.

"Bahwa dia cuma manusia," kata Freya pelan. "Selama ini, saya melihatnya seperti monster. Seperti dewa yang tidak tersentuh. Saya takut padanya karena saya pikir dia tidak punya kelemahan."

Freya tersenyum kecil.

"Tapi tadi... saat dia basah kuyup, terpeleset, dan mungkin batuk-batuk kena tepung... dia tidak terlihat menakutkan sama sekali. Dia terlihat... konyol. Dan menyedihkan."

Aku tersenyum lebar, menepuk bahu Freya. "Bingo! Itu kuncinya, Freya. Rasa takut itu ada karena kita yang ngasih kuasa. Begitu lo ketawain dia, kuasanya ilang. Dia bukan monster. Dia cuma cowok manja yang nggak biasa ditolak."

Freya mengangguk mantap. "Benar. Dia cuma cowok manja yang butuh mandi."

Kami berdua terkikik lagi.

Di luar, hujan badai masih mengamuk. Tapi di dalam gudang kecil ini, rasanya hangat.

Hari ini, satu mitos telah runtuh. Duke Damian von Hart tidak lagi tak terkalahkan. Dan Freya Lark tidak lagi sendirian.

"Ayo," kataku sambil berdiri. "Kita harus balik sebelum ada yang curiga. Dan gue laper. Abis, jadi pahlawan itu butuh kalori."

"Saya punya pai apel di pondok," tawar Freya.

"Gas!"

Kami mengendap-endap keluar dari gudang, meninggalkan jas hujan kuning itu sebagai saksi bisu kemenangan kecil kami.

Mulai hari ini, perang melawan dark romance resmi memasuki babak baru. Dan skor sementara:

Vivienne & Freya: 1

Damian: 0 (Plus encok pinggang).

1
dunia isekai
lucuuu
dunia isekai
halo kak! ceritanya lucu banget! Mau saling mampir like dan komen di cerita masing masing? Mampir di ceritaku The Legend Of Roseanne ya!
takeru lukcy
lanjut thorrrrrr kl gak lanjut aku samper nihh kerumah🤭🤭bagusss 👍
takeru lukcy
baguss cokk bacaa ajaa dehh dijamin gak bakal nyesel
takeru lukcy
thorrr lanjutin gak bagus lohhh😍😍gak bosen aku bacanyaaa
Leel K: aaaa makasih bangetttt 😆😍
total 1 replies
takeru lukcy
lanjut thor
takeru lukcy
anjayy otw bacaa sampe habis nihh😍
takeru lukcy
thorrr bagusss lanjutinn ahh 😍😍😍
Puch🍒❄
astaga akhirnya aku mendapatkan novel yg kusukaaaaaaaaaaaaa yg konyol2 gini nih yg kusuka tp sisi romantisnya jg harus ada pokoknya seru deh bikin gk bosen😌
takeru lukcy: pliss ini novel ke4 yang gue suka suka bangett😍😍
total 1 replies
Puch🍒❄
anjg lucu lg bangke😂🤣😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!