NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

murka Alvian

Setelah memikirkan nya semalaman, sepulang dari rumah Ayah nya, Arina memberanikan diri untuk pergi ke rumah utama Alvian, dia ingin bertemu dengan Tania, ada perasaan gugup yang menelusup, terakhir kali ia bertemu gadis itu di acara akad nikahnya, tapi Alvian sama sekali tidak mengijinkan nya untuk mendekati gadis malang itu.

Arina menemukan Tania tengah melamun di bawah jendela, tatapannya yang kosong sangat mengiris hati nya. Bersalah atau tidak Ayah nya, tetap saja ada orang yang harus di korbankan, dari pada Aliya, Tania jauh lebih kasihan, gadis yang seharusnya menghabiskan masa remajanya dengan cemerlang harus menderita karena kehilangan kakinya.

Kata suster yang menjaga Tania, akhir-akhir ini Tania sudah tidak lagi berteriak histeris seperti biasanya, tapi gadis itu akan tahan seharian termenung di bawah jendela dengan tatapan kosong.

" Tania." lirihnya berhasil mengusik meditasi gadis itu. Ada kilatan penuh kebencian pada sirat matanya, apa gadis itu sudah tau siapa dirinya?

Tenggorokan Arina terasa kering, meski begitu ia tetap maju mendekati gadis itu setelah meletakkan rantang makanan yang sengaja ia buat di rumah Ayah nya untuk Tania.

" mau apa kamu kesini?" tak ada lagi tatapan hangat seperti terakhir kali mereka bertemu.

Arina memaksa senyuman terbit di bibirnya, meski hati kecil nya lebih ingin ia menangis, ia tidak tega melihat masa depan gadis polos ini hancur.

" mari makan, kakak membawakan makanan kesukaan kamu, kakak sengaja loh memasak untuk kamu." memang sebelum memantapkan hati untuk bertatap muka langsung dengan Tania, ia sudah lebih dulu ke sana untuk menanyakan semua hal tentang Tania kepada semua orang di rumah itu.

" aku tidak lapar! Mending kamu pergi dari sini!"

" tapi, ka__"

" pergi! Pergi dari sini! gue benci sama lo! Pergi bangsat!" Tania mendorong nya sekuat tenaga hingga Arina terjatuh, dengan kursi roda nya, dia bergerak menuju nakas, menggapai rantang yang di bawanya lalu membanting nya ke lantai.

Tak ayal, semua makanan dalam rantang itu tumpah seketika, bau obat yang sebelumnya mendominasi kamar itu kini bercampur dengan aroma rendang buatannya.

Keributan ini memancing para pembantu serta suster yang menjaga Tania berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka.

Tania kembali tak terkendali, dia menjerit histeris seraya memukul-mukul kakinya, tangisannya semakin menyayat hati Arina, membuat wanita itu menangis pilu merasakan penderitaan yang Tania rasakan.

Setelah di berikan suntikan obat penenang, Tania berangsur-angsur diam, tubuh nya terkulai lemas, perlahan matanya menutup, meski begitu bibir mya terus mengumpat kan makian kepda dirinya.

" mbak Arina, saya minta tolong mbak Arina jangan mendatangi non Tania lagi sampai kondisi non Tania benar-benar pulih mbak, psikis non Tania sedang terganggu, kalau di paksa saya khawatir keadaan nya akan semakin memburuk."

Arina mengusap air matanya, tatapannya masih tertuju pada Tania yang sudah tertidur. " tapi sus__"

" kami mohon pengertian mbak Arina demi kebaikan non Tania, saya berjanji, kalau suatu saat kondisi non Tania sudah membaik, saya akan mengabari mbak Arina, untuk saat ini mohon pengertian mbak Arina dulu." potong suster wulan cepat.

Arina mengangguk," baik, saya mengerti " setelah memgambil rantang nya yang berhamburan di lantai, dengan perasaan tidak rela, Arina melangkah keluar dari rumah utama Alvian. Dalam hati ia berjanji akan melakukan apapun untuk mengembalikan semangat Tania lagi.

" Apa yang kau lakukan di sini!" Arina mematung saat ia berpapasan dengan Alvian di ambang pintu, wajah pria itu mengeras, matanya menatap tajam ke arah nya seperti elang yang siap memangsa hewan buruannya.

" pulang!" Alvian menarik tangan Arina, menyeret wanita itu menuju mobil nya.

" kau gila! Kau berniat membuat adik ku semakin depresi Arina!" teriak Alvian setelah mendorong nya ke atas lantai sesaat setelah mereka sampai di rumah.

Arina menangis tersedu-sedu, kepalanya menggeleng cepat, " aku hanya ingin melihat keadaan nya, Al" ia mencoba membela diri.

" tapi kedatangan mu membuat Adik ku semakin depresi Arina! Aku tau kamu pasti sengaja ingin cepat-cepat membuat Adik ku meninggalkan dunia ini kan!" tuduhan yang tak berdasar itu sangat melukai perasaan Arina.

" Aku tidak sekejam itu Al! Aku bukan kamu yang siap membunuh orang lain demi balas dendam!" pekik Arina di tengah-tengah tangisannya.

" tutup mulut mu!" tangan Alvian melayang siap melukai wajah nya.

" tampar aku kalau itu yang bikin kamu puas! Aku sudah tidak takut lagi dengan tamparan pria ringan tangan seperti mu!" tantang Arina mencondongkan wajah nya, Tangan Alvian yang menggantung di udara terkepal seketika, ucapan Arina bagaikan belati yang menghujam tepat di ulu hatinya.

Sebenarnya apa yang dia lakukan, sejak adik nya kecelakaan, ia seperti tidak mengenali dirinya sendiri, dulu ia berprinsip untuk tidak akan pernah melukai wanita dengan tangan nya, karena dari kecil hal itu yang di tanamkan oleh kedua orang tua nya.

" Argkh! " pekik Alvian, bogem nya menghantam udara kosong. Arina terpejam seketika, mengira laki-laki itu akan memukulinya seperti sebelumnya.

"kau dengar baik-baik!" bisik Alvian tepat di samping telinga Arina setelah menarik kerah baju wanita itu.

" kalau kau berani menemui Tania lagi, aku tidak akan segan lagi untuk membunuhmu dan juga Ayahmu!" Alvian mendorong Arina hingga gadis itu kembali terjerembab ke lantai, lalu melangkah lebar keluar dari rumahnya.

" nyonya!" Desi lari tunggang langgang mendekati Arina untuk membantu wanita itu berdiri, Sejak tadi ia sudah tidak tahan melihat pertengkaran hebat yang terjadi di antara Arina dan Alvian, tapi ia tidak mempunyai nyali lebih untuk memisahkan mereka berdua.

" nyonya minum dulu ya!" Desi menyodorkan minuman yang baru ia ambil dari dapur.

" nyonya yang sabar, tuan Al hanya takut sesuatu terjadi pada non Tania, maafkan tuan Al nyonya, sebenarnya dia pria yang baik, jarang marah kecuali harga dirinya terusik."

Satu hal yang Desi takut kan, ia takut kalau Arina menyerah dalam rumah tangga nya, lalu Alvian akan menikah dengan Riska. Jujur saja, ia jauh lebih menyukai Arina yang baik dan lembut ketimbang Riska yang seperti nenek sihir dan sok berkuasa.

Selain cantik, Arina juga tidak sungkan membantu pekerjaan nya, Arina tidak pernah memandang nya sebelah mata meski ia seorang pembantu. Entah kenapa Alvian justru buta pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Arina, malah memilih nenek sihir seperti Riska.

Kalaupun ada yang harus disalahkan itu Ayah nya Arina, bukan Arina. Arina hanya alat untuk Alvian melampiaskan kebencian nya sebab apa yang menimpa Adik nya.

" Des, aku nggak berniat mencelakai Tania, Des." lirih Arina di tengah isakannya.

" saya paham nyonya, nyonya orang baik, tuan Al saja yang buta. Tidak bisa melihat sebaik apa nyonya."

Sebaik apapun dirinya, Alvian tetap akan membencinya karena dia adalah anak dari orang yang membuat kaki Adiknya tinggal satu.

1
Tulisan_nic
hmmmm sakit hati banget sih🥹
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
kan baru dibilangin
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
awas loh.. nanti ada yang mikir aneh²🙏🤭
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!