Rachel selalu bermimpi buruk yaitu mimpi ia sedang di penggal dihadapan ratusan orang gaunnya penuh bercak darah. Rasa kekecewaan, rasa kesedihan, dan rasa kebencian menjadi satu.
Tetapi Rachel merupakan seorang gadis mahasiswa. Rachel selalu keheranan kenapa dia selalu bermimpi seperti itu apalagi tempat itu seperti jaman dahulu bukan jama sekarang yang terdapat mobil, pesawat dan gedung pencakar langit.
Suatu hari dia terbangun tetapi terlihat tampak nyata bangunan dengan penuh artefak pada jaman Eropa dulu. Rachel tiba-tiba teringat semua dia tidak bermimpi buruk tetapi itu merupakan hal yang benar-benar nyata dikehidupannya duhulu. Nama ia yang asli adalah Daisy yaitu seorang ratu di kerajaan Trayvon tetapi digulingkan dengan cara keji, licik dan difitnah. Seluruh keluarganya satu-persatu di penggal oleh raja yang bodoh dan seorang perempuan yang ingin menjadi ratu.
Dia memutuskan untuk membalas dendam, tidak akan membiarkan dia perempuan licik menjadi ratu dan melindungi keluarga yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana Flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seleksi Calon Ratu 2
Para putri bangsawan sudah sampai di Istana Regina mereka diantar oleh para pelayan Istana menuju kamar masing-masing dan di harapkan untuk datang dengan tepat waktu untuk makam malam dengan Ratu.
Daisy memasuki kamarnya dan langsung meletakkan pakaian ke lemari di bantu Amber.
Daisy langsung merebahkan diri dikasurnya. Dia bertekad tidak akan mudah menyerah dalam seleksi dan merubah masa depannya demi melindungi keluarganya yang dahulu dia di gulingkan dari posisi Ratu nya dan seluruh keluarganya dipenggal. Mengingat kejadian yang itu seluruh badan Daisy menjadi dingin air matanya menetes dengan sendirinya, itu tidak akan terjadi lagi.
"Nona harus mandi dan bersiap untuk makan malam bersama Yang Mulia Ratu..", ucap pelayan Amber.
"Iyah beristirahat lah Amber, saya berterimakasih kamu setia dengan saya", ucap Daisy.
"Itu kewajiban saya nona untuk menjaga nona", ucap pelayan Amber.
Daisy langsung memasuki kamar mandi dan bersiap-siap kemudian menuju ruang makan.
Para putri bangsawan yang lain bersamaan menuju ke ruang makan dan duduk ditempat masing-masing yang sudah disediakan para pelayan Istana.
"Yang Mulia Ratu memasuki ruangan", ucap pelayan Istana yang menjaga pintu ruang makan.
Para putri bangsawan berdiri dan memberi salam kepada Yang Mulia Ratu.
"Silahkan duduk", ucap Yang Mulia Ratu.
Para putri bangsawan duduk setelah Yang Mulia Ratu duduk.
"Bagaiman kabar kalian?", ucap Yang Mulia Ratu.
"Kami baik Yang Mulia Ratu", ucap para Putri Bangsawan.
"Silahkan di nikmati hidangan makan malamnya", ucap Yang Mulia Ratu.
Yang Mulia Ratu dan para Putri Bangsawan memakan makan malam dengan anggun.
"Lady Daisy.. tolong sampaikan salam saya pada Ibu Lady Daisy", ucap Yang Mulia Ratu.
"Baik Yang Mulia Ratu. Saya akan menyampaikan Salam Yang Mulia", ucap Daisy tersenyum.
Merekapun melanjutkan makan malam dengan hikmat. Tidak lama kemudian Yang Mulia Ratu pamit untuk beristirahat para Putri Bangsawan memberi salam dan makan malam pun berakhir dengan lancar.
"Cucu seorang Duke memang berbeda ", ucap Viscountess Barbara.
"tentu saja berbeda tidak seperti kamu hanya seorang Viscountess. Marchioness Daisy seharusnya di panggil Duchess.. Keluarganya juga terhormat suka membantu rakyat dan bekerja sama dengan keluargaku", ucap Countess Iris.
"Lady Iris jangan membuatku marah.. Kau bukan tandingan ku", ucap Viscountess Barbara.
"Lady Iris tahan emosi mu", ucap Daisy memegang tangan Countess Iris.
Viscountess Barbara langsung menuju ke kamarnya. Para Putri Bangsawan lainnya juga langsung menuju ke kamarnya.
"Lady harus berhati-hati dengan Lady Barbara dia akan mengincar mu dan membuat mu gagal ", ucap Daisy.
"Iyah Lady juga harus berhati-hati ", ucap Countess Iris.
Daisy, Iris dan Emily kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena besok pagi mereka harus masuk ke kelas mengenai tugas Ratu.
***
Keesokan paginya Putri Bangsawan sudah siap untuk mengikuti pelajaran tugas Ratu.
Kepala Pelayan Istana memberi penjelasan mengenai tata Krama dan tugas Ratu yang harus mempunyai keturunan dan melahirkan seorang bayi laki-laki dan selalu bersama dengan Yang Mulia Raja.
Menjadi Ratu juga harus bisa menjaga hubungan baik dengan para Ratu kerajaan yang lain seperti mengadakan pesta teh mengundang seluruh para Ratu dari Kerajaan lain, selalu mengunjungi pesta yang di buat Ratu dari kerajaan lain untuk memperkuat hubungan persahabatan antara kerajaan, kegiatan sosial, dan kegiatan yang berhubungan dengan sosialita. Tugas Ratu memang hanya melakukan hubungan dengan Ratu lain agar kerajaannya terus berdamai dan tidak dikuasai oleh kerajaan lainnya dengan harus pandai berbicara dan berkata baik atau harus pandai bernegosiasi.
"Ketika ada perjamuan dari kerajaan lain sebagai Ratu harus mengunjungi Kerajaan tersebut berbicara dengan sopan dan baik agar Ratu kerajaan mau bekerja sama dengan kerajaan Tryvon. Untuk kegiatan hubungan berdaganagan maka yang melakukannya yaitu antar sesama Raja dan para pejabat berhubungan dengan berdagangan", ucap Kepala Pelayan Istana.
"Maaf saya menyela, baroness tapi kenapa harus sesama Raja yang melakukan hubungan mengenai kegiatan ekonomi setidaknya Ratu juga bisa bernegosiasi dengan Ratu lain untuk membuat kesepakatan", ucap Daisy.
"Tugas utama seorang Ratu membuat keturunan dan selalu mendukung Raja. Kegiatan ekonomi, politik dan lainnya harus seorang Raja yang melakukannya karena akan membuat kebijakan-kebijakan. Raja merupakan seorang pemimpin di kerajaan Ratu harus selalu di samping Raja", ucap Kepala Pelayan Istana.
Daisy sangat tidak setuju dengan beberapa poin tugas Ratu tapi ia tidak ingin berdebat ia hanya mendengar kan penjelasan Kepala Pelayan Istana.
Setalah 5 jam pelajaran mengenai Ratu kelaspun selesai para Putri bangsawan lain menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Daisy dan Emily menuju ke perpustakaan mencari beberapa buku mengenai tugas Ratu. Mereka melihat Barbara sedang berbicara dengan Yang Mulia Putra Mahkota.
"Yang Mulia terlihat tampan hari ini.. Anda ingin kemana?", ucap Viscountess Barbara.
"Kamu seperti nya Regina?", ucap Putra Mahkota tersenyum.
"Iya Yang Mulia", ucap Viscountess Barbara tersenyum manis.
"Bagaimana ini apa kita lewat jalan memutar saja menuju perpustakaan Daisy?", ucap Emily.
"Tidak kita lewat dan memberi salam kepada Yang Mulia Putra Mahkota", ucap Daisy.
Daisy dan Emily berjalan menghampiri.
"Selamat Sore Yang Mulia", ucap Emily sedangkan Daisy hanya menunduk dan memberi salam.
"Selamat sore apa kalian juga Regina?", ucap Yang Mulia Putra Mahkota.
"Benar Yang Mulia", ucap Emily.
"Ah.. Lady Daisy akhirnya kita bertemu juga saya ingin mengembalikan sapu tangan mu saya selalu menyimpannya dengan baik", ucap Yang Mulia Putra Mahkota.
Viscountess Barbara menatap Emily dan Daisy dengan tajam.
"Tidak papa Yang Mulia simpan saja untuk Yang Mulia.. kami tidak ingin menganggu Yang Mulia dengan Lady Barbara.. kami permisi", ucap Daisy memberi salam dan menuju ke perpustakaan.
Yang Mulia Putra Mahkota memandangi Daisy sampai memutar badannya.
"Yang Mulia .. Yang Mulia.. saya dengar anda suka bermain Kartu Truf, saya juga pandai memainkannya ", ucap Viscountess Barbara.
"Benarkah? saya juga ingin memainkannya ayo kita bermain", ucap Yang Mulia Putra Mahkota. Mendengar perkataan tersebut Barbara sangat senang karena ia berpikir sudah mendapat hati Yang Mulia Putra Mahkota.
Seluruh bejabat dan pelayan sudah mengetahui Yang Mulia Putra Mahkota sangat suka bermain kartu dan membuat petaruhan seperti pacuan kuda dan adu banteng, lebih tepatnya Yang Mulia Putra Mahkota sudah kecanduan dengan berjudi tentu saja para pejabat juga ikut bermain dalam taruhan Yang Mulia Putra Mahkota karena pacuan kuda sedang tren saat ini.
***
Di Perpustakaan Daisy melihat Duke Edwin sedang membaca buku.
"Tuan Duke ", ucap Daisy.
"Iyah.. 'menoleh' Lady Daisy bagaimana kabar mu?", ucap Duke Edwin.
"Iyah saya baik-baik terimakasih karena sudah menyelamatkan saya tuan Duke ", ucap Daisy.
"Iyah para bandit tersebut sudah di tangkap kan?", ucap Duke Edwin.
"Apakah tuan Duke yang memberitahu paman saya dan kakak saya?", ucap Daisy.
"saya hanya menangkap para bandit itu bersama dengan para prajuritku ", ucap Duke Edwin.
Daisy terkejut ternyata orang yang menangkap bandit itu Duke Edwin dan memberitahu kepada Paman Ferdinan.
"Tuan Duke saya benar-benar berterima kasih", ucap Daisy.
"Apa kamu mengikuti Regina?", ucap Duke Edwin.
"iya", ucap Daisy.
"Sayang sekali.. Semoga kamu beruntung saya pamit kalau begitu Lady Daisy", ucap Duke Edwin meletakkan kembali buku yang dia penggang di rak buku dan berjalan keluar dari perpustakaan.
Daisy memberi salam dan melanjutkan mencari buku bersama Emily.
(Terimakasih sudah membaca "chance of the Queen's life" jangan lupa like 😊, tunggu kelanjutannya ~~)
buat otor semangat jg ya😘
mantap Thor
semangat up dan jaga kesehatan kakak
mari kita saling mendung kak
Mantap Thor.
Lanjutkan
Semangat