NovelToon NovelToon
Dear, Husband

Dear, Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 : Balas dendam Risa!

Rio menjalani kehidupan di sekolahnya seperti biasa, tidak ada yang berubah. Dia masih menyapa teman-temannya seperti biasa. Bermain, bersenda-gurau, dan belajar kayak hari-hari sebelumnya, seperti enggak pernah terjadi apapun.

Begitupun sikapnya kepada para guru, gak ada yang berubah. Dia masih dengan hormat dan sopan menyapa dan memberi salam. Juga ketika ia bertemu dengan Risa yang notabene kepala sekolah merangkap guru bahasa inggris di sana. Dia memperlakukan Risa layaknya guru, dan seseorang yang patut dia hormati.

Tapi berbeda dengan Risa yang masih bad mood dengan sikap Rio sebelumnya karena berhasil mengerjai dirinya dua kali. Justru saat di sekolah adalah kesempatannya untuk balas dendam kepada Rio yang tentunya gak bakal bisa berkutik.

"Oi, Rio! Lu dipanggil Bu Risa tuh!" Seorang teman sekelas Rio yang baru saja datang dari bawah langsung memberi kabar kepada Rio.

"Disuruh ngapain?" Tanya Rio yang udah punya perasaan gak enak.

"Manaketehe! Buruan gih!" Temannya angkat bahu dengan gaya cuek.

"Elah, baru juga mau jajan! Tapi, ada apa, ya?" Rio garuk-garuk bingung, antara pergi atau enggak. Tapi kalau sampai dia gak ke sana, Risa bakalan ngamuk nanti di rumah.

"Woi, kenapa lu? Sana jalan!" Dika teman sebangku Rio menyenggol bahu pemuda itu supaya bergerak. Setidaknya reputasi Risa yang galak cukup sudah dikenal di kalangan para murid sekolah.

"Ya udah deh, eh gua titip beli siomay ya di kantin, nih uangnya!" Rio memberikan Dika uang dan setelah itu ia bergegas turun ke bawah menuju ke arah kantor kepala sekolah.

...****************...

Rio berdiri di depan kantor kepala sekolah masih dengan perasaan ragu. Masalahnya ruangan itu kayaknya sepi banget, gak ada suara apapun dari dalam.

"Mending diketok dulu aja dulu," ucapnya yang udah terlanjur sampe ke situ.

Tok

Tok

Tok!

"Bu Risa?" Ujarnya memanggil nama sang pemilik ruangan.

"Masuk Rio!" Balas wanita itu dari dalam.

"Ada toh? Gue kirain sepi."

Krieeeeet....

Rio membuka pintu ruangan tersebut dan melongok ke dalam.

"Permisi, Bu...." Rio masih bersikap sopan dan sewajarnya.

"Rio kamu tolong belikan saya Bakso, Teh manis dingin jumbo, dua mangkok mie ayam super pedas, sama dimsum mentai di kantin!" Celetuk Risa tiba-tiba.

"Hah...? Sebanyak itu?" Rio agak shock mendengar pesanan Risa barusan.

"Iya, dan pakai uang kamu dulu ya," balas Risa seenaknya.

Rio berubah pucat, astaga makanan sebanyak itu? Dia cuma bawa uang jajan kayak biasanya ke sekolah, pas 50rb, dan untuk semua makanan yang dipesan Risa itu bisa habis 50rb lebih.

"Kenapa? Kamu keberatan? Bukannya kamu mau belajar jadi suami yang tanggung-jawab? Harusnya kamu udah siap sama hal kayak gini dong, Rio." Risa mengulum seringai manisnya.

"Ya, tenang aja Bu Risa, bakal Rio belikan semua keperluan Ibu, termasuk jajan ke luar negeri nanti kalau ibu mau!" Rio mendengus agak kesal, meski ucapan Risa itu memang benar juga sih.

Akhirnya Rio berbalik pergi, padahal dia masih ada di depan pintu, belum sempat masuk. Risa hanya tersenyum senang melihat itu. Hahaha, pembalasan dibayar kontan! Risa kelihatan hepi bisa balas dendam.

...****************...

Rio berjalan ke kantin dengan setengah wajah gak rela. Dari arah dalam Dika langsung berteriak.

"Hoi, makanan elu nih!" Dika melambai sambil menunjuk piring yang ada di meja.

Rio berjalan gontai ke arah meja tersebut yang langsung mendapat tatapan heran dari sang kawan.

"Lah, kenapa lu, kok kusut? Lu gak kena hukuman 'kan?" Tanya Dika dengan prihatin.

"Bisa dibilang iya, bisa juga enggak," balas Rio yang bukannya duduk tapi malah jalan ke arah counter kantin.

Di sana Rio memesan semua makanan yang dipesan oleh Risa. Bakso, dua mangkuk mie ayam super pedas, es teh manis sama dimsum mentai.

Pesanan itu terlalu banyak sampai Rio harus membawanya dengan satu nampan besar.

Pemuda itu berjalan dulu ke arah meja dan meletakkan nampan itu.

"Gila, gak salah? Lu mau makan sebanyak ini?" Dika nyaris melotot melihat betapa banyaknya makanan yang dibawa oleh Rio.

"Bukan buat gue, tapi Bu Risa! Bantuin gue bawa ini ke kantornya, yuk!" Rio setengah memelas meminta bantuan temannya itu.

"Buset makannya sebanyak ini? Ini mah yang jadi pacarnya bakalan tekor kalau tiap hari jajanin beginian!" Celetuk Dika yang takjub sama porsi makan wanita cantik itu.

"Ya gua yang tekor!" Ujar Rio dalam hati.

"Udah, ayok buruan!" Rio menarik Dika untuk berdiri.

Yah, akhirnya kedua teman sekelas itu beranjak dari bangku kantin membawa nampan berisi makanan penuh seperti itu menuju kantornya Risa.

...****************...

Rio dan Dika tiba di kantor kepala sekolah yang ternyata kosong! Pintunya terbuka begitu saja tanpa adanya sang pemilik ruangan di dalam.

"Bu Risa kemana?" Tanya Dika celingukan.

"Ya, gak tahu!" Rio sama bingungnya juga kayak Dika.

"Ini gimana jadinya?"

"Bawa masuk aja, taruh di meja."

"Lu yakin?"

"Nanti kalau ada apa-apa gua yang tanggung, udah ayo buruan!"

Dika akhirnya mengikuti omongannya Rio saja. Keduanya masuk dan berjalan ke arah meja si kepala sekolah dan meletakkan semua pesanan itu.

"Udah yuk, cabut!" Rio menarik Dika keluar ruangan setelah selesai.

...****************...

"Ngomong-ngomong Bu Risa kenapa pesen makanan sebanyak itu ke lu?" Tanya Dika penasaran.

"Muka gua mirip kurir makanan kali," jawab Rio asal.

"Et deh, gua serius! Aneh bener masa manggil lu cuma buat pesen makanan sebanyak itu, tapi pas dianterin orangnya juga gak ada!" Dika mendengus mengingat kejadian tadi.

"Udah gua bilang 'kan, dia liat gua kayak tukang anter makanan!" Dika hanya memutar kedua bola-matanya mendengar jawaban Rio.

"Kayaknya gua dikerjain!" Batin Rio yang sadar dia baru dikerjain sama Risa.

Sementara Risa lagi cekikikan puas di dalam ruangannya. Ya, tadi dia memang sengaja buat ngumpet dulu. Dia hepi banget bisa balas dendam ke Rio gegara omongan pemuda itu tadi pagi yang bikin situasi jadi awkward.

"Lumayan nih makan gratis," ujarnya dengan mata berbinar-binar cerah saat melihat meja kerjanya dipenuhi oleh makanan.

Dia menutup pintu ruangannya rapat-rapat dan duduk manis di bangkunya.

"Wah, tahu gini mending sering-sering deh minta jajanin tiap makan siang!" Ucapnya bersemangat sambil menyendok bakso dan memasukkannya ke dalam mulut.

Senyumnya melebar saat menggigit bakso hasil balas dendam itu yang terasa lebih nikmat dua kali lipat dari biasanya.

"Balas dendam itu sangat manis," ucapnya lagi yang kini menyeruput teh manis segar. "Kira-kira besok pesan apa lagi, ya???" Hari belum berganti tapi Risa sudah menyiapkan menu pembalasan dendam untuk hari besoknya.

Akankah balas dendam Risa ini terus berlanjut sampai seterusnya? Atau Rio bisa membalikkan keadaan dan membalas Risa?

.

.

.

BERSAMBUNG....

1
✨♡vane♡✨
Ingin baca lagi!
Harry
Mantap jiwa!
Zamasu
Memukau dari awal hingga akhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!