NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Takdir

Reinkarnasi Dewi Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Iblis / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.

Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.

Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?

ikuti kisahnya dalam bab berikut ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Mengintai dan Penyelamatan Pertama

Setelah Paman Yun dan Paman Li pergi, udara di sekitar masih terasa jauh lebih berat dari sebelumnya.

Kabut hitam masih menggantung di langit, belum sepenuhnya hilang. Seolah masih ada bayangan yang masih mengintai di kejauhan.

Ling Xi berdiam diri sejenak, menatap ke arah langit dengan sorot mata yang tajam. Tak ada lagi raut candaan di sisi wajahnya.

"Lian," ucapnya pelan namun tegas. "Apa kau sudah yakin, bahwa ini benar-benar ulah iblis?"

Lian mengangguk perlahan. "Saya yakin, putri. Karena dari cara mereka menghilang terlalu rapi. Bahkan tidak ada jejak perlawan sedikitpun dan juga tidak ada jejak darah. Ini seperti pola lama... pola pengorbanan."

Bai Hu yang berdiri di sisinya pun menyipitkan matanya. Untuk pertama kalinya sejak hubungan kontrak terjalin, ia merasa aura di sekelilingnya terasa dingin dan tajam.

"Aku juga merasakannya," ujar Bai Hu. "Ada sisi gelap yang sangat tipis, namun terlatih untuk menyembunyikan jejak. Dan ini bukan ulah iblis rendahan."

Ling Xi mengepalkan tangannya perlahan. Melalui ikatan kontrak ini, ia bisa merasakan kemarahan Bai Hu - bukan kemarahan liar, melainkan kemarahan yang terkendali.

"Jika ini benar-benar ulah iblis, maka waktu kita tidak banyak," gumamnya.

Lian menatap Ling Xi dengan khawatir. "Putri tidak berniat untuk turun tangan sendiri, kan?"

Ling Xi menoleh dan tersenyum tipis. Namun itu bukan senyuman biasa - melainkan senyuman yang memiliki arti lain.

"Aku tidak akan bertindak seceroboh itu, Lian," jawabnya. "Besok kita laporkan ini pada ayah. Tapi malam ini..." Ia berhenti sejenak, lalu menatap Bai Hu dan Lian secara bergantian. "Aku ingin memastikan satu hal."

Bai Hu pun seketika langsung memahami apa maksud dari nonanya. "Apa putri ingin saya mengintai?"

"Bukan hanya kamu, tapi kita bertiga akan melakukan pengintaian."

"Tidak. Putri tidak boleh ikut," jawab Lian dengan tegas. "Putri baru saja menstabilkan energi dan melakukan kontrak. Itu terlalu berisiko."

Ling Xi menatap Lian dengan wajah memelas, namun sorot matanya tidak menghilangkan tekadnya. "Justru karena kontrak itu sudah terbentuk, aku harus belajar menggunakannya, Lian. Aku tidak ingin menjadi beban kalian di saat genting."

Bai Hu terdiam sesaat, lalu berlutut dengan satu kaki, kali ini bukan sebagai tanda tunduk - melainkan sumpah.

"Jika putri melangkah, maka saya akan berada di barisan paling depan. Begitu juga dengan apabila ada bahaya yang datang, maka saya akan menahannya lebih dulu," ucapnya dalam.

Ling Xi tersenyum, ikatan kontrak yang ia rasakan di dadanya, berdenyut lembut dan hangat. "Kita hanya mengintai. Tidak bertarung, kecuali jika keadaan yang memaksa."

Lian menarik napas panjang, akhirnya ia mengalah. "Baiklah. Tapi saya akan berada di balik bayangan. Saya tidak akan membiarkan putri berjalan sendirian."

Tak lama kemudian, akhirnya mereka bergerak di kegelapan malam meninggalkan kediaman. Menyusuri jalur yang sunyi menuju arah perbatasan.

Malam kian semakin pekat, dan kabut hitam semakin tebal saat mereka mendekati arah hutan.

Begitu kaki mereka menginjak batas bibir hutan, jantungnya berdegup dengan kencang.

"Putri..." bisik Bai Hu.

Ling Xi juga merasakannya.

Di kegelapan hutan, sesuatu bergerak.

Dan di kejauhan, samar-samar terdengar suara tangisan... seakan itu berasal diantara pepohonan yang terhalang oleh kabut.

Ling Xi menatap lurus ke depan.

"Sepertinya... kita tidak datang terlalu lambat."

Mereka pun akhirnya mengikuti arah tangisan itu, semakin dalam menuju tengah, semakin pekat pula kabut hitam menutupi pandangan.

Pepohonan yang menjulang tinggi, menutup sinar bulan sepenuhnya dan itu membuat suasana semakin mencekam dan pengap.

Ling Xi berhenti mendadak. Bai Hu dan Lian pun mengikuti.

"Ada di depan," bisiknya.

Melalui kontrak jiwa seimbang, Bai Hu juga merasakan hal itu - denyut kekuatan asing bercampur dengan dengan energi gelap yang tidak stabil.

Mereka berjalan perlahan mengikuti arah sumber suara. Semakin mereka mendekat, semakin jelas pula suara tangisan itu.

Di balik semak-semak mereka berhenti, dan mereka melihat lima orang pemuda tengah berada di sekeliling sebuah lingkaran.

Jika diperhatikan, lingkaran itu memiliki ukuran aneh. Garis-garisnya memancarkan cahaya hitam kemerahan.

Di antara lingkaran itu, terdapat lima pemuda yang terikat oleh bayangan hitam. Tubuh mereka gemetar, mulat tersumpal dan mata tertutup oleh kain.

"Mereka masih hidup..." gumam Ling Xi lega ketika melihat mereka masih bergerak.

Namun, belum sempat mereka melangkah maju, tiba-tiba sosok berjubah hitam muncul dari balik pohon.

Wajahnya tertutup tudung, namun terlihat sebagian wajahnya tertutup oleh topeng, senyumnya pun terlihat tipis namun licik nampak sangat jelas.

"Terlambat satu langkah," ucapnya dengan suara yang serak. "Ritual ini sudah dimulai."

Bai Hu maju setengah langkah, aura dingin pun perlahan mulai menyebar. "Mundur. Sekarang."

Iblis itu tertawa kecil. "Ternyata seekor rubah yang sudah berubah menjadi manusia, dan seorang anak kecil yang tidak memiliki rasa takut. Menarik. Raja kami akan sangat senang..."

Belum sempat kalimat itu selesai, Ling Xi mengangkat tangannya.

Cahaya bintang dan bulan sabit berpendar dari telapak tangannya, menyatu sempurna - jauh lebih stabil dari sebelumnya. Tanah di bawah kakinya bergetar halus.

"Lian," ucap Ling Xi tanpa menoleh. "Putuskan lingkaran ritual itu."

"Baik, putri."

Bayangan Lian hilang seketika.

Iblis itu menyadari ada yang tidak beres, segera saja ia langsung mengangkat tangannya, berniat untuk mempercepat ritual itu. Namun saat itu juga -

BUGH!

Cahaya perak Bai Hu menyambar lebih dulu. Dalam sekejap, ia sudah berada di hadapan iblis itu, cakar energinya mengoyak udara, memaksa iblis itu mundur.

"Sialan! Berani sekali kau makhluk rendahan!" ucap iblis itu dengan setengah teriak.

"Lawanmu adalah aku, bukan nonaku," ucap Bai Hu.

Iblis itu langsung menatap Bai Hu dengan tajam. Dan langsung saja pertarungan pun tak terelakkan.

HYATT!

Suara pertarungan menggema.

Iblis itu mengeluarkan jurusnya. Begitu pun juga dengan Bai Hu.

Kekuatan mereka saling beradu. Membuat pohon di sekelilingnya sebagian tumbang karena tidak kuat menahan gejolak kekuatan.

Bai Hu terus mengeluarkan jurusnya. Hingga akhirnya...

AAHHHKK!

Suara iblis yang terpental ke tanah. Sedangkan Bai Hu ia terus mengeluarkan kekuatannya, tanpa membiarkan iblis itu memiliki kesempatan untuk mengeluarkan jurusnya.

Sedangkan Lin Xi yang melihat iblis itu terpental, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

"Putus!"

Dengan satu hentakan kaki, energi takdir mengalir ke tanah. Garis-garis ritual retak satu persatu, cahaya hitam berputar tak menentu.

Teriakan iblis menggema.

"Beraninya kau -!" ucapnya dengan keras ketika Ling Xi mulai menghancurkan ritualnya.

Belum sempat ia melawan, cahaya bayangan Lian menembus lingkaran ritual dari bawah tanah.

Simbol-simbol itu satu persatu pecah, berubah menjadi serpihan cahaya gelap yang menguap.

Kelima pemuda itu terhempas pelan ke tanah, ikatan bayangan mereka lenyap. Mereka pun langsung membuka penutup mata itu.

Ling Xi segera berlari mendekat ke arah mereka Ia berjongkok dan menyentuh tanah, menyalurkan energi lembut untuk menenangkan mereka

"Kalian aman," ucapnya pelan. "Sekarang kalian sudah tidak apa-apa."

Tangis mereka akhirnya pecah. Rasa takut yang mereka pendam, akhirnya luruh.

Di sisi lain, iblis berjubah itu terengah, tubuhnya mulai retak oleh cahaya perak Bai Hu.

Ia tertawa, meski darah hitam mengalir dari sudut bibirnya.

"Kalian pikir, kalian sudah menang? Ini hanya baru satu titik kecil."

"Apa maksudmu?!" tanya Ling Xi dingin.

Iblis itu menatap lurus, dengan senyum smirk yang terlihat di bibirnya "Pengorbanan sudah tersebar. Bahkan jika kalian menyelamatkan mereka... roda sudah berputar."

Sebelum Bai Hu sempat menghentikannya, tubuh iblis itu meledak menjadi kabut hitam, meninggalkan sebuah benda kecil yang jatuh ke tanah.

Ling Xi menatap benda itu - sebuah pecahan baru hitam berukir simbol mata tertutup.

Lian muncul kembali di samping Ling Xi, ekspresinya sangat serius. "Itu tanda pasukan Raja Iblis. Mereka tidak bergerak berkelompok... melainkan menyebar."

Ling Xi menggenggam batu itu dengan erat. Dadanya terasa berat, namun matanya bersinar tajam.

"Ini baru permulaan," ucapnya pelan. "Dan aku tidak akan tinggal diam."

Bai Hu berdiri di sisinya, aura pelindung menyatu dengan Ling Xi tanpa mereka sadari.

Malam itu, penyelamatan pertama berhasil

Namun bayangan tentang perang... akhirnya terbuka satu.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nyampe sini juga akhirnya😄 yuk dilanjut😘
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/ buat besok aku udh up🤭
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Getok aja Xi, paan maksa²😆
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee kompak😆
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Namun... Bersambung lagi/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Menyedihkan sekali keadaan mereka🥺
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Wanina ngintip doang, awas keun bintitan/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
nah pinter ayok marahin berani beraninya dia bawa bawa namaku😐😐😐😐
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/ aduh..
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Biarkan tuanmu mantau di kejauhan
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Ada yang panggil Atu?
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: ada tuh Lian, Bai Hu dan juga Paman Yun🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
🤔 emang Author kegelapan itu suka kemana-mana🏃🏃🏃 @≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: kenapa ya 🤣
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
nama ku Xiao Xie paman 🤸
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: Xie'er🤭🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bisa²nya lg tegang malah bersambung/Facepalm/
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/ sengaja/Tongue//Tongue/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ling Xi berhasil, ayo tetap semangat
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ehh sayang², siapa pula kau ni🙄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Udah baca beberapa bab, tp gak hapal semua sama nama² tokohnya/Facepalm/
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: 🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nah suara apa lagi itu?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tadi panas, selanjutnya dingin. hati² kamu jadi dispenser panas dingin, Ling Xi🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: 🤣🤣🤣 Apa meriang, panas dingin?
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ling Xi pasti bisa/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Untung aja Ling Xi sabar, coba kalo aku🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mirip apa ya🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!