NovelToon NovelToon
RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Heniff

Luna, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis Desa yang merantau ke kota bersama Ibunya. Gadis yang anggun, lembut, ayu, tangguh serta mandiri. Dia hamil tanpa suami dan belum pernah sekalipun melakukan hubungan dengan laki-laki. Berawal dari kejadian yang tidak terduga. Luna mengalami sakit perut lalu melakukan pemeriksaan di rumah sakit PERMATA DOA. Dari situlah awal kehamilan Luna hingga membuat malu keluarga.

Dapatkah Luna dan keluarganya menerima kehamilannya? Atau kejadian di luar dugaan malah dialami oleh keluarga Luna?
Dan bayi siapa yang Luna kandung? Apakah bayi Luna adalah keturunan pertama pewaris perusahaan terbesar di Kota J. Yuk langsung simak ceritanya.

*Mohon dukungan para Readers tersayang..*

Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Heniff, Isi Konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heniff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Sekitar 30 menit helikopter sudah mendarat di sekitar area Villa, Arka dengan gagah turun dari hellikopter sambil melompat dengan kedua kakinya yang kokoh dan kekar, Pak Hari dan Bu Hari menyambut dengan berpakaian pesta seperti akan ada pesta pernikahan.

Arka mendekati Orang tuanya, Bu Hari terlihat grogi dan gugup sedangkan Pak Hari lebih santai dan tenang, karena Pak Hari tau sifat Arka yang begitu taat kepada ke dua orang tuanya.

“Assalamu’alaikum anakku, kamu terlihat tampan dan selalu menggoda,” sapa Pak Hari yang membuat bibir Arka terukir senyum yang sangat menawan.

Arka mendekati ke dua orang tuanya.

“Wa’alaikumsalam Pa, Ma, ada apa sampai Arka harus diboyong memakai Helikopter dari kantor menuju Villa?”

“O.. itu, ayo segera masuk nanti kamu akan tau sendiri.” Jawab Papa Arka.

Mereka berjalan bertiga dan Arka ada di depan Mama papanya, ketika berjalan menuju pintu Villa, karpet merah terhampar dengan berhias taburan munga mawar dan melati yang sangat harum, Arka terkejut ketika melihat papan ucapan selamat menempuh hidup baru Arka dan Luna, mulut Arka terkunci tidak keluar sepetah kata pun, dia terus berjalan dan sampai pada kerumunan orang yang mungkin sekitar 20 orang telah siap dengan meja dan kursi seperti memang benar akan ada akad nikah pada saat itu.

“kamu tidak usah kaget nak, kami sudah mempersiapkan pernikahanmu dengan Luna, gadis spion, alias wanita IUI kamu.”

“What!? Papa jangan bercanda!” mata Arka sedikit melotot ke arah Papa Mamanya, dia tidak habis pikir.

“Pa Ma, ini tidak benar! dan apa ini semua? lalu apa Arka akan setuju dengan semua ini kenapa Papa tidak minta izin atau apalah itu pada Arka!.”

“Papa yakin kamu akan tetap setuju menikah sekarang, dan pasti akan menikah sekarang juga, hari ini titik.” Arka diam sesaat sambil menjambak rambutnya sendiri, dia merasa seperti anak kecil yang sangat bodoh dan polos.

“Sudah! tunggu apa lagi, cepat sana ambil air wudlu akad nikah akan segera di laksanakan!.Pak hari menekan Arka agar segera bergegas.

Ketika di tempat wudlu, Arka begitu emosi, dia menyiram wajahnya dengan air keran washtafell dan melihat wajahnya di cermin, saking emosinya yang tidak tertahan dia meninju cermin di washtafell hingga cerminnya pecah. Suara gaduh di ruang wudlu sedikit mengusik para tamu yang sudah hening menunggu akad nikah, sedangkan punggung tangan Arka mengalir darah segar akibat terkena pecahan cermin yang menjadi lampiasan emosinya yang sudah memuncak, tapi bagaimana pun dia emosi, tetap saja dia harus menikah dengan gadis yang mungkin saja benar sudah mengandung anaknya.

Arka terdiam, hanya deru nafasnya yang terdengar begitu memburu karena menahan marah yang luar biasa. Setelah beberapa detik dan sudah bisa mengontrol emosinya, Arka mengambil air wudlu dan berusaha menghentikan darah yang keluar dari tangannya.

***

Di satu ruangan villa Tiga langit, Luna dan Ibunya mencoba saling menguatkan, karena mereka harus mengalami situasi yang begitu membuat mereka syok dan tidak bisa berbuat apa-apa, Luna hanya bisa menangis dan terus meratapi nasibnya, tidak ada yang bisa Luna perbuat selain menangis. Perias pengantin Luna mengingatkan Luna agar menghentikan tangisannya, karena berkali-kali merapikan make up Luna yang berantakan karena air mata Luna.

“Sudah dong mbak.., jangan menangis lagi. Nanti riasan mbak jadi berantakan lagi, saya sepertinya sudah lelah merapikannya terus menerus. Lihat mata mbak yang sudah seperti habis di sengat lebah dua-duanya. Nanti malah terlihat jelek,” perias itu mencoba membujuk Luna agar menghentikan tangisannya. Bukannya berhenti menangis, tapi Luna malah menjerit sambil memeluk Bu Imah.

“Bu.., Luna belum siap dengan semua ini, apalagi Luna sudah hamil, bagaimana ini Bu..? tolong Luna,” Bu Imah memeluk anaknya, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sabar nduk.., semua ini pasti berlalu, terimalah takdir, jika memang ini garis takdirmu, Insya Allah jika Ibu meridoimu pasti Allah akan bersamamu juga.”

“tapi Bu.., Luna masih belum siap dengan semua ini,”

“cobalah hadapi dengan lapang dada nduk.., jalani dulu, semoga takdir baik berpihak padamu, ayo! Hapus air matamu dan berdirilah, Ibu akan selalu bersamamu,” Bu Imah mengelus punggung Luna dan menguatkan Luna untuk berdiri dan tegar. Di tengah tangisan Luna datang seseorang menghampiri Luna.

“Nona, apa nona sudah siap? Akad nikah akan segera dimulai.”

Luna melepas pelukan Ibunya, tidak tau kekuatan dari mana dia berjalan begitu ringan keluar mengikuti laki-laki itu, dan Bu Imah mengikutinya dari belakang, suasana begitu hening dan hikmat, Luna di gandeng Bu Hari kemudian di dudukkan di kursi tempat akad nikah, sedangkan Arka masih saja belum keluar dari tempat wudlu, setelah beberapa menit, Arka terlihat keluar dari kamar mandi kemudian duduk di kursi akad nikah tanpa melihat wajah mempelai wanitanya, begitu juga dengan Luna yang tidak sedikit pun mengangkat wajahnya, untuk sedikit melihat calon suaminya.

Ahirnya kesepakatan sudah dimulai, Penghulu bertanya pada semua tamu undangan untuk menjadi saksi pernikahan dua insan tersebut.

“bagaimana Bapak dan Ibu-Ibu, apa akan nikah segera dapat dilaksanakan? Dan apa kalian ikhlas menjadi saksi pernikahan dari ke dua mempelai?”

“Iy..kami siap menjadi saksi,” tamu undangan serektak mengatakan secara bersamaan.

Setelah mendapat ceramah tentang pernikahan, ahirnya dengan mantap Arka mengucapakan Ijab Qobul

“Saya nikahkan Arka Jaya Kusuma dengan saudari Luna Atma Pandu Binti Atma Pandu dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai.”

“Saya terima nikahnya saudari Luna Atma Pandu Binti Atma Pandu, dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai.”

“Sah!”

“Sah!”

Semua bersuka cita dengan proses pernikahan Arka Luna, hanya Luna dan Arka yang begitu kecewa dengan pernikahan dadakan mereka.

semua tamu undangan asyik makan-makan, sedangkan mempelai masih dengan wajah yang kurang sedap dipandang tapi berusaha untuk tetap tersenyum untuk menghormati tamu yang datang.

Antara Luna dan Arka masih belum terjadi komunikasi di antar mereka berdua, dan ketika semua tamu sudah selesai makan-makan dan sudah pamit pulang, Villa tampak sepi. Hanya beberapa pengawal dan keluarga HJG yang masih berada di Villa.

“Arka,” Pak Hari mendekati Arka yang sedang berdiri di meja minum.

“Papa dan Mama akan segera kembali ke rumah nak, sementara kamu di sini bersama Istrimu, dan Ibu mertuamu juga akan tetap berada di sini menemani istrimu.”

“Iya Pa,” dengan muka datar dan masih dengan kecewa yang dalam Arka tetap berusaha baik kepada orang tuanya.

“Baiklah, jaga diri dan Istrimu dengan baik, oy Papa sudah menyiapkan Pesawat kecil dengan awak bisa lebih dari 5 orang, jadi ketika kamu butuh pergi dari Villa, Pilot akan mengantarmu ke mana tujuanmu, Papa dan Mama akan lewat jalan darat saja sambil melihat indahnya alam,” setelah menyampaikan pesan itu Pak hari dan Bu hari langsung pergi meninggalkan Arka dan Istrinya.

Semua sudah sepi, tinggal Arka, Luna dan Bu Imah, dan sampai detik ini, Arka dan Luna belum saling pandang sekalipun mereka sudah bersalaman ketika selesai Ijab Qobul.

“Kamu tidak perlu cemas, kamu bisa tidur bersama Ibu kalau kamu belum siap sekamar denganku.”

Mata Luna sedikit punya harapan untuk tetap bisa bersama Ibunya, karena dia memang belum sanggup untuk berpisah dengan Ibunya. Tanpa persetujun Arka, Luna langsung berlari mendekati Ibu dan langsung memeluk Bu Imah.

“Lho nduk, kamu kok malah sama Ibu, sana sama suamimu, bagaimana pun dia sudah menjadi suamimu sekarang, jangan sama Ibu lagi.”

“tenang Bu.., dia sendiri yang menyuruh Luna tidur sama Ibu, lagian Luna belum siap, jika Luna jauh dari Ibu.”

“kamu ini gimana toh nduk nduk.., Ibu yang malah merasa tidak enak sama suamimu, sebentar Ibu akan ke suamimu dulu.

“jangan Bu..”

“jangan bagaimana? Sudah! kamu tunggu di sini, Ibu akan bertanya langsung pada suamimu.”

Ahirnya Bu Imah mendekati Arka, mereka ngobrol begitu banyak Hal, dan ahirnya Bu Imah mengerti dengan sikap Arka, dari pembicaraan yang panjang lebar itu, Bu imah dapat mengerti sedikit karakter Arka yang hangat dan ngayomi.

***

Mohon like dan Votenya ya Readers..

1
nuraeinieni
kalau merasa panas di tubuh mu,mending masuk kamar mu arka,lagi pula ada luna yg bisa atasi.
heniff: gercap ya kak
total 1 replies
nuraeinieni
bagus luna datang,supaya aurora nggak macam2.
heniff: Author tidak akan membiarkan Arka digoda
total 1 replies
nuraeinieni
lanjut thor
heniff: siap kk
total 1 replies
nuraeinieni
belah duren zaki sama sisi
heniff: iya kak...makasih udah mampir di RSP
total 1 replies
heniff
siap kk
heniff
makasih readers yang sudah mampir lagi ke RSP, Maaf setelah sekian purnama baru up lagi
heniff
makasih sudah baca2 RSP terus kak...
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
semangat up nya kak...
heniff: ok kk
total 1 replies
nuraeinieni
luar biasa
heniff
makasih atas give, vote serta dukungan2 yg lain Kakak...
heniff
makasih kk iyaaa semoga Arka lekas sadar
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
cepat sadar arka, banyak yang nungguin kamu sadar dan banyak yang doain kamu cepat pulih. kasihan Luna masa hpl itu sangat tegang dan butuh kamu arka😭😭
heniff
hahaha
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
si rama sempat²nya nge-charge dulu bangun tidur🙈🙈😂😂 ciiaa....
cepat sadar arka aku kangen eh salah Luna yang kangen🤭🤭
heniff: ok ok author juga ikut senang Arka sudah sadar di Bab depan ya
total 1 replies
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
kagak Ade neng indah lagian mas Rama Aya Aya Bae🤣🤣🤣
Yati Suryati
Bagus.... tapi lama gak update sampai jamuran/Rose//Rose//Rose/semangat
heniff: hahahah iya kaka..
total 1 replies
Icha Veronica
Luar biasa
heniff
terimakasih Kakak sudah setia menanti Up dari Bab RSP
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
masyaallah setelah sekian purnama akhirnya up juga kak... terimakasih sudah up Kemabli
sedih bacanya arka yang terbaring dengan alat² medis, cepat pulih arka, Luna dan anakmu sedang menunggu mu
Anonymous: Hy.. kak srilestark Aku membuat sebuah novel dengan judul "Daddy morgan untuk Saka" Boleh mampir dan mohon beri dukungannya

terima kasih kakkk
total 1 replies
Hotma Riyanti
Mana kelanjutan nya thiorr
heniff: masih beku kk belum nisa nyairin bab selanjutnya...imajinasi seret..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!