NovelToon NovelToon
Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Defani Zulfa

Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".

Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.

Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C-14

Tak terasa waktu terus berjalan hingga tibalah saatnya Gilang bisa mendapatkan gelar kedokteran dan juga izin untuk bekerja sebagai dokter spesialis. Untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah. Banyak pengorbanan yang harus ia lakukan. Namun menurutnya pengorbanan itu telah terbayarkan semua dengan hasil yang ia dapatkan saat ini.

Dia telah mengabari keluarga nya terkait dengan berita ini. Namun, siapa yang menyangka keluarganya telah mengetahui kabar ini terlebih dahulu. Kabar itu mereka dapatkan dari sang mama, dimana memang sang mama yang memiliki ikatan sangat kuat dengan sang anak sudah tau sebelum Gilang memberi tahu. Bahkan sang mama sudah memesan tiket dan juga hotel.

Acara wisuda berlangsung lancar. Banyak yang mengucapkan selamat. Ada juga ada yang mengejeknya karena iri. Gilang juga tak ambil pusing dengan hal itu.

Gilang menjadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi dan lulusan termuda. Banyak dosen yang bangga akan prestasi yang diperoleh Gilang. Mengingat betapa sulit nya kuliah kedokteran, sedangkan Gilang bisa menyelesaikan dengan cepat.

Selesai acara mama dan papa ikut Gilang kembali ke pondok. Sedangkan saudaranya yang lain langsung kembali ke Indonesia. Bukan maksud tidak ingin berlama-lama bersama Gilang, namun karena banyak hal yang harus mereka lakukan dan tidak bisa ditunda. Sehingga mengharuskan mereka kembali setelah acara itu selesai.

Gilang berserta kedua orang tuanya mengendarai satu mobil yang sama. Selama dalam perjalanan di isi dengan percakapan-percakapan ringan dan diselingi dengan hal-hal yang serius. Seperti saat ini.

"Kapan kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya papa.

"Hari ini bareng sama kita pa," sahut mama tegas tidak mau dibantah.

"Tidak ma, aku masih punya urusan di sini," sanggah Gilang yang memang masih harus menyelesaikan beberapa hal sebelum kembali.

"Tidak, kamu harus pulang sekarang. Dan membantu papa mengurus rumah sakit cabang yang ada di Madiun." ucap mama.

"Gak bisa ma, aku harus menyelesaikan tugas yang di berikan Abah padaku,"

"Tugas apa Lang?" tanya papa.

"Membantu Abah mengajar, Pa. Selama ini aku diamanahi Abah untuk menjadi guru di pondok. Karena tugas ku yang banyak, Abah memberikan aku keringanan. Dan aku ingin sebelum aku pulang, aku bisa menjalankan amanah itu dengan baik,"

"Sudahlah, kamu ikut kita pulang. Toh dipondok juga banyak Gurunya," sahut mama.

"Biarlah Gilang di sini, Ma. Tugas tetaplah tugas, lagian selama ini Abah telah merawat Gilang dengan baik. Sekarang giliran Gilang yang membalas," bela papa.

"Tapi pa...." sela mama.

"Kali ini aja ma, boleh ya!" pinta Gilang dengan nada dan wajah yang memohon.

"Terserah kalian, kalau ada apa-apa mama gak mau tanggung jawab," jawab mama yang sudah tidak bisa lagi mengajak Gilang untuk pulang.

"Aku janji gak bakal mengecewakan kalian. Setelah selesai semua urusan aku di sini aku akan segera pulang. Dan aku akan menuruti semua keinginan mama tanpa ada bantahan," ucap Gilang dengan penuh keyakinan dan semangat.

"Cepat selesai kan tugasmu itu dan kembalilah, Nak. Ketika kamu kembali kamu harus segera menikah dengan perempuan pilihan mama tidak ada penolakan. Dan jangan pernah coba-coba kabur atau cari perempuan lain," ancam mama.

"Iya ma" jawab ku.

Hening......

Itulah yang terjadi setelah perdebatan yang terjadi beberapa menit yang lalu. Tidak ada yang mau berbicara. Baik Gilang maupun orang tuanya, mereka sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Tak terasa, mobil yang mereka kendarai telah sampai di pelataran pondok. Mereka segera turun, kedua orang tua Gilang ingin sowan ke pengasuh pondok yang selama ini telah merawat dan membimbing Gilang dengan baik. Sebelum ke rumah Abah, Gilang pamit untuk kembali ke asrama sebentar untuk berganti pakaian terlebih dahulu.

Setelah mendapat izin, Gilang segera menuju asrama. Tidak mau membuat orang tuanya menunggu lama. Gilang pun berusaha untuk segera menyelesaikan urusannya.

Kini, Gilang sudah berkumpul lagi dengan mama dan papanya. Gilang menunjukkan di mana letak rumah Abah. Kebetulan sekali, saat mereka datang Abah sedang berada di teras rumah. Abah yang melihat ada orang yang bertamu ke rumahnya segera menghampiri dan menyapa.

"Assalamualaikum....." sapa Abah.

"Wa'alaikum salam..." jawab mereka bertiga bersamaan.

"Mari... silahkan masuk ke dalam," ucap Abah dan mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.

Mereka segera mengikuti Abah masuk ke dalam. Sampai di dalam, Abah segera mempersilahkan tamu-tamunya untuk duduk.

"Bagaimana kabar nya?" tanya abah mengawali percakapan.

"Alhamdulillah baik," jawab papa dengan senyum.

"Gilang, selamat atas kelulusan mu dan maafkan Abah yang tidak bisa menghadiri wisuda mu," ucap Abah.

"Iya bah, gak papa toh keluarga ku sudah menemani ku," jawab Gilang.

"Lalu apa rencana mu setelah ini?" tanya Abah.

"Saya berencana untuk membantu Abah di sini untuk beberapa saat ke depan," jawab Gilang.

"Tidakkah kamu ingin pulang? Keluarga mu membutuhkan mu dan mamamu sudah menyiapkan pekerjaan yang bagus untuk mu," ucap Abah.

"Untuk sekarang tidak bah, saya mas...."

"Gilang, kamu tadi bilangnya menyelesaikan tugas bukannya seperti ini. Abah juga menyuruhmu pulang, lalu mengapa kamu tidak mau pulang bersama kami?" sela mama yang merasa senang dengan ucapan Abah. Namun, karena jawaban Gilang yang tetap sama maka ia segera menyela ucapan Gilang.

"Tepi aku masih ingin di sini. Abah sudah mendidik ku dengan baik selama aku di sini. Setidaknya biarkan aku membantunya walau hanya sebentar," ucap Gilang.

"Ikuti perintah mamamu nak. Abah tak apa, selama ini Abah mendidikmu ikhlas. Lagian di sini juga masih banyak yang bantu Abah," perintah Abah.

"Izinkan Gilang di sini. Saya dan istri saya tadi sudah memutuskan untuk memunuhi keputusan Gilang dan Gilang juga sudah memutuskan untuk memenuhi permintaan kami," bela papa yang tidak ingin ada perdebatan lagi. Mengingat bahwa mereka yang baru bertemu dengan Abah dan merasa tak enak dengan sikap sang istri.

"Istri anda membutuhkan Gilang. Saya takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya," jawab Abah yang mempunyai firasat buruk jika Gilang tak memenuhi permintaan mamanya.

"Izinkan saya untuk membantu Abah," pinta Gilang lagi dengan wajah memohon.

"Baiklah mama mengalah untuk kali ini. Tapi, kamu harus ingat janjimu tadi," ucap mama.

"Tidak, jika kamu di sini akan ada yang tersakiti," jawab Abah.

"Biarkan dia di sini, Bah. Mungkin Gilang juga butuh waktu untuk menikmati suasana di pondok ini. Mengingat bahwa selama di sini ia harus membagi waktu antara kuliah dan pondok," ucap mama meyakinkan Abah untuk menerima permintaan Gilang.

"Baiklah jika ibu tidak keberatan. Dan semoga prasangka saya tidak akan terjadi nantinya,"

Perbincangan itu terus berlanjut hingga waktu solat tiba. Setelah mereka solat berjamaah di rumah abah. Mereka segera pamit.

************************************

Gilang

Sepulangnya dari rumah Abah, mama dan papa besoknya langsung pulang ke Indonesia. Aku tidak bisa menahan mereka terlalu di sini. Mengingat banyak pekerjaan yang mereka harus selesaikan.

Aku sangat menikmati setiap momen. Aku merasa nyaman berada di sini dan enggan untuk kembali secepatnya. Setiap hari ku mengajar dan membadali Abah untuk mengisi pengajian.

.............

Hayo temen-temen kira-kira apa yang akan terjadi nanti. Kalian tau kan, kali ini Gilang melanggar perintah mamanya. Penasaran dengan itu, ikuti terus cerita ini

Jangan lupa like, komentar, dan vote😊

1
Dahlia Anwar
bukan gitu Thor nulis nya tolong di revisi
Wiji Bajay
mampir 😘
Micke Rouli Tua Sitompul
perempuan gila
Priskha
lama2 jd bosan bacanya
Anwar Sinurat
wahhh tikohnya buanyak jg iya thor
Desi Susanti
pakai gue aja thor.kalau sama teman.kecuali sm org tua apa yg d tuakan.
Desi Susanti
kayaknya bgs ni novel.semoga y thor.
Umi Machmudah
ceritanya sangat bagus
Nina Puji Handayani
kayaknya menarik, apalagi berhubungan sama pondok,aq suka
silvia🙋‍♀️
lanjut thor...kyknya seru nich
♡👿 [V]aM|P!R} 👿♡
lebih suka pengenalan visual nya dr pada ciri2 nx 😁
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi tambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi nambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
sri mamaBima
awal cerita nikmati dulu bacax
Key
Bukan amin tp Aamiin..Krna slh huruf dh beda lg artinya
Wahda Mursalina
suka...
Andriyah Nurhidayati
iya ki meski masih muda dan baru lulus SMA paling gak tahu kewajiban istri thdp suami sebagai muslim, lha ini si Nabila kaya jebolan sekolah biasa aja nggak ada adabnya sama suami, yang realistis thor meski cuma di dunia novel, bsok lagi klo buat cerita jgn kayak gini
Wahda Mursalina
tegang
Andriyah Nurhidayati
Kok bosen ya bacanya ra ndang ketemu agak gak masuk akal cari jodoh berdasarkan mimpi dan feeling, walau cma crita novel logika dan realistis, ini th berapa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!