Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 Keputusan Ara
Masih dengan keadaan yang menyedihkan aku usap wajahku yang di penuhi dengan air mata, aku kuatkan diriku sendiri,agar bisa menjalani kehidupan, harus kuat demi bapak ibu, ku tarik nafas dalam-dalam dan ku hembuskan nafasku dengan kasar, berharap hatiku sedikit tenang, aku mulai fokus dengan perjlanan kereta api ini, aku buang semua fikiran negatif ku tentang suamiku,
beberapa jam kemudian aku sampai di stasiun kereta api Surabaya, aku pun mengambil antrian keluar paling akhir agar tidak berdesakan dengan penumpang lainnya,
saat aku keluar dari kereta ada seorang yang datang menjemputku,
"hallo...Ara istri Arion kan?"sapanya,
siapa pria ini, kenapa dia menganaliku?
"iya...anda siapa ya?"tanyaku dengan heran
"owh, aku disuruh om untuk menjemput kamu, kebetulan om juga mengirimkan ku fotomu jadi... tidak repot untuk menemukanmu disini"ucapnya dengan senyuman,
"owh, baiklah, mari kita langsung kerumah sakit kan?"tanyaku
"pasti, Tante sudah menunggumu dari tadi"
"ngomong-ngomong bagaimana,bagaiamna keadaan mama, apakah dia baik-baik saja, aku tanya papa,dia tidak menjawab?"
"dia baik, hanya sedikit drop saja, makanya om tadi nelfon aku, suruh jemput kamu, kebetulan aku ada di Surabaya karena bisnis, lusa sudah harus balik"ucapnya dengan nada akrab,
ya dia sepupu Arion yang ada di Jakarta, tampangnya sih, masih lebih tampan dari Arion,mungkin karena aku mencintainya,jadi setiap laki-laki hanya Arion yang terlihat tampan di mataku, tapi dia ramah, aku ingat saat pesta pernikahan ku dulu, dia begitu humoris membuat suasan selalu ceria,
"Ara... semuanya baik-baik saja kan?"
sejenak aku kaget dengan pertanyaan sederhana itu,
"hah..maksudmu...?"
"ya hubungan mu dengan Arion..kalian masih baik-baik saja kan, mustahil jika kau tidak tau gosip yang beredar di sosmed kan?" tanya nya dengan nada yang di tahan namun masih di katakan, ya, siapa yang tidak akan tau dengan gosip itu, atau mungkin mama drop karena mengetahui hal itu, jika benar, aku tidak akan pernah memaafkan Arion, tapi, bagaimana dengan orang tuaku, bagaimana jika mereka tau, apa yang akan terjadi pada mereka, oh tuhan... semoga ibu bapak ku tidak termakan dengan gosip di sosmed sebelum perceraian ku selesai,
"hei Ra... kok ngelamun?"
"apa yang harus aku jawab, pertanyaan mu itu harusnya kau pertanyakan kepada saudaramu sendiri,bukan aku,"ucapku dengan diiringi senyuman tegar, sesat ia mengusap lembut kepala ku tepatnya di ubun-ubun ku,
"kau gadis yang terbaik yang pernah aku kenal Ara, semangat jangan menyerah, masih panjang perjalanan hidupmu" kata-katanya sungguh membuatku tersentuh, dia seakan-akan mengerti masalh yang aku hadapi,
"terimaksih ucapku"
kami pun berjalan memasuki area parkiran, kulihat mobilnya yang beda dengan mobil yang terparkir, ya, dia orang kaya sama seperti Arion, tapi Arion beda, dia tidak suka barang mewah sedangkan saudara nya ini yang aku kenal dengan sebutan Daniel begitu suka dengan barang mewah, seperti mobil sport dan barang mewah lainnya,
"ayo..masuklah .."ucapnya membuayrkan lamunanku, akupun masuk kedalam mobil mewah itu, ia memakai kaca matanya dan segera melajukan mobilnya dengan sangat cepat menurutku, tiba-tiba saat di tengah perjalanan dering ponselnya mengalihkan kefokusannya dalam mengemudi, iapun mengaktifkan bluetooth yang ada di telinganya,
"hallo sayang ada apa?"tanyanya mungkin dari kekasihnya atau istrinya
"ini lagi di jalan bersama tante Ara, nanti kalian aku kenalkan ya" ucapnya lagi, hanya itu yang aku dengar sedangkan suara di balik ponsel aku tidak mendengarnya,
"oke baiklah, mmuuacch papa sangat menyayangimu nak"
what... papa, berarti yang tadi nelfon adalah anaknya, hah... berarti dia papa muda donk, setidaknya umurnya lebih muda dari Arion beberapa bulan,
hatiku terkejut tapi ku tunjukkan expresi yang biasa
"dia anakku, dia ingin sekali bertemu dengan bibik Ara katanya"
"hemm... kau sudah punya anak, berarti yang pertama bicara adalah istrimu" tanyaku
"tidak, istriku... dia sudah pergi saat melahirkan, jadi aku papa sekaligus mama untuknya, heheh tapi aku bahagia, setidaknya aku bisa menyaksikan pertumbuhan putraku dengan secara langsung"ucapnya dengan nada sedih, aku tidak menyangka kalau pria di sampingku ini adalah seorang pria malaikat, jika lainnya mungkin mereka akan menikah lagi, tapi Daniel, dia tidak begitu, dia ingin fokus membesarkan anaknya ketimbang menikah lagi, sakit saat aku lihat padanya, di zamannnya seperti ini, masih ada laki-laki seperti dia, andaikan Arion juga berhati hangat seperti Daniel, mungkin aku sudah hamil sekarang,
ku tatap sekilas wajah Daniel, ada kebahagiaan sendiri di wajahnya,
"anakmu sudah berumur berapa?"
"sudah umur 4 tahun, dia sangat cantik dan pintar, dia anak yang penurut, makanya aku tidak bisa lama-lama jauh darinya, ya paling lama 2 hari sampai 3 hari kalau keluar kota, kenapa, apakah kau tudak ingin punya anak, atau kau takut melahirkan..?" pertanyaan yang sama sekali tidak bisa ku jawab, aku wanita Yang sudah menikah, memiliki anak adalah harapanku, memiliki keluarga kecil adalah mimpiku, tapi.. bagaiamana bisa aku punya anak,jikalau suamiku tidak pernah menyentuhku,
aku hanya bisa bergumam dalam hati tidak bisa menjawab pertanyaan Daniel, hatiku mulai skait lagi saat mengingat semuanya, semua yang Arion lakukan, melamun membuatku tidak merasakan lamanya dalam perjalanan, akhirnya kami sampai di depan rumah sakit, kini jam sudah menunjukkan jam 4 sore, sungguh melelahkan, aku hanya makan roti tadi saat di kereta,
"Ara,aku sudah tau, jadi kau bisa menceritakan semua masalah mu kepadaku agar bebanmu bisa berkurang, jangan sungkan,kita masih saudara ok"
sebelum aku menjawab, Daniel sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk ku, aku tersenyum padanya seraya berkata,
"pasti... aku akan berbagi denganmu"
kami pun memasuki kawanan rumah skait Surabaya, banyak perawat dan pasien yang berlalu lalang, hingga sampailah kami di depan sebuah ruangan, kuliaht Daniel membukakan pintu tu untukku, dan membiarkan ku masuk terlebih dahulu, kuliahat mamaku yang terbaring lemas di ranjang, tangannya di infus dan dengan alat bantuan pernafasan,
"mama...." kuberlari menghambur ketubuhnya, memeluk tubuhnya yang lemas di atas ranjang, air mataku tumpah, wanita tua itu juga ikut menangis mungkin terharu dengan ku atau ada hal lain yang membuat hatinya sakit, kulepaskan pelukanku, ku hapus air mataku dan air mata mama,
"mengapa jadi begini ma, apa mama tellat minum obatnya?"
"ti..tidak ..sayang ..mama hanya kecapean saja kok nak!"jawabnya dengan suara serak,
sesaat kami terdiam aku menatap mata mama mertuaku dan dia juga menatap mataku, seakan-akan mencari kebenaran di mataku, ada apa, apa mama mertuaku tau tentang hubungan ku dengan Arion yang tak baik?? ....
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅