Suatu hari hidup seorang pangeran bernama Afnan Azkiya yang mendapatkan julukan pangeran tertampan di dunia dan dia bertunangan dengan putri kerajaan paling cantik di benua manusia.
namun konflik antara kerajaan mereka terjadi karena ada Kerajaan yang telah menipu kerajaan tunangannya dengan surat palsu agar mereka berperang yang membuat kerajaan sang pangeran hancur lebur dan dia dijadikan selir pertama laki-laki di dunia dengan penuh hinaan dan ejekan namun suatu hari ternyata kebenaran terungkap yang membuat sang pangeran mencari kerajaan mana yang bersengkongkol untuk membuat kedua kerajaan berperang.
Inilah kisah seorang pangeran yang mencari kerajaan yang membuat kedua kerajaan berperang namun siapa sangka ternyata sang pangeran memiliki takdir yang lebih sulit daripada itu yang membuat dia harus melawan seluruh dunia,takdir apakah itu? ikuti kisah sang pangeran yang menantang seluruh dunia demi membalas dendam keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEZA KUSUMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CERITA PALSU
TEMPAT MAKANAN BANGSAWAN
Afnan Azkiya yang sadar selalu diikuti kemanapun dia pergi akhirnya membuat dia bingung dan bertanya-tanya siapa yang mengikutinya.
Afnan Azkiya masuk ke tempat makanan Bangsawan untuk bertemu putri Delisa dan saat sampai disana Afnan Azkiya terkejut karena banyak pangeran dan putri kerajaan dari kerajaan lain meskipun begitu Afnan Azkiya tidak gugup karena dia sudah terbiasa dengan keramaian apalagi dengan para pangeran dan putri kerajaan.
Putri Delisa berteriak dengan keras "Bahir Azkiya disini tempat duduknya."
Afnan Azkiya yang mendengar teriakannya langsung menghampiri putri Delisa dan terkejutnya dia bahwa dia harus duduk berdampingan dengan putri Delisa karena kursi tidak ada dan hanya ada satu kursi di samping.
Afnan Azkiya bertanya dengan lembut "apa memang aku harus duduk berdampingan dengan mu."
"tentu saja."putri Delisa yang menunggu Afnan Azkiya duduk akhirnya sedikit kesal dan sedikit memaksa nya untuk duduk berdampingan.
Afnan Azkiya..sial bila ada istriku nanti apa aku akan di pecut atau di marahi saja.
Putri Delisa duduk kembali bertanya dengan lembut "Bahir aku penasaran perjalanan kamu dan adikmu untuk bertahan hidup dari para penjahat dan aku mendengar kamu diperjual belikan sebagai budak untuk menjadi mainan wanita apa benar?."
Afnan Azkiya menjawab dengan sedih "benar aku dan adikku di jual belikan sebagai budak meskipun aku tampan hidup ku tidak seenak idolaku dia memiliki istri seperti peri surga ataupun Dewi namun meskipun aku tampan aku dari keluarga miskin jadi keluarga kecil kami di bunuh dan hanya menyisakan aku dan adikku untuk diperjual belikan namun aku berpikir aku menjadi budak hanya kerja paksa kebenarannya tidak setelah aku kerja paksa aku harus melayani para wanita jalang demi adikku hidup karena mereka mengancam ku bila tidak patuh adikku akan di bunuh aku melakukan nya bahkan sampai aku kelelahan mereka tetap memaksaku sungguh kejam."
Putri Delisa yang mendengar cerita Afnan Azkiya akhirnya tahu kenapa dia begitu kuat saat menebas pedang dan memancarkan aura dendam yang sangat besar seperti iblis pembalas dendam bahkan saat melihat tatapan kosong semua orang pasti tahu dia memiliki dendam dan juga kebencian paling terdalam.
Putri Delisa bertanya dengan tenang "bagaimana kamu bisa melarikan diri dari para penjahat itu?."
Afnan Azkiya menjawab dengan lembut "saat aku selesai memuaskan nafsu wanita jalang yang sudah tertidur lelap aku berhati-hati dan akhirnya berhasil keluar dari ruangan itu,aku mencari penjara adikku dan akhirnya aku menemukannya adikku sangat kelaparan bahkan adikku tidak bisa tidur karena perutnya yang kelaparan aku mencari kunci untuk membuka penjara namun setelah aku mencari berjam-jam tidak menemukannya tanpa di sangka kunci itu terletak di pakaian wanita jalang dan juga tuan ku sewaktu dahulu."
Putri Delisa bertanya dengan lembut "kenapa ada 5 kunci yang berbeda untuk mengurung adikmu ."
Afnan Azkiya menjawab dengan lembut "karena supaya kami sebagai budak satu-satunya sulit untuk melarikan diri karena mereka bisa mengancam ku menggunakan adikku bila aku melarikan sendiri adikku akan dibunuh bila aku ketahuan melarikan diri salah satu kaki ku akan di potong dan membiarkan aku lumpuh."
Putri Delisa mengangkat kedua alisnya karena kehidupan Afnan Azkiya seperti itu namun sebenarnya hanya karangan Afnan Azkiya supaya dia di perlakukan khusus.
Putri Delisa berkata dengan lembut "setelah kamu mengetahui kunci itu ada lima bagaimana kamu keluar dari tempat itu."
Afnan Azkiya menjawab dengan lembut "aku harus bekerja paksa dan memuaskan nafsu wanita jalang selama sehari saat aku bermain dengan para wanita itu aku mengambil kunci yang mengurung adikku tanpa sadar mereka dan kunci terakhirlah paling sulit karena tuanku menyimpannya di bagian leher seperti kalung jadi aku harus memperagakan gerakan yang sangat memalukan bagi diriku demi kunci kurungan adikku bahkan aku masih mengingat nya sampai sekarang dan akhirnya aku berhasil mendapatkan semua kuncinya dan saat malam hari aku membuka semua kunci kurungan yang mengurung adikku dan melarikan diri meskipun begitu kami masih di hutan yang penuh dengan mahluk buas namun demi adikku aku belajar teknik pedang dan akhirnya berhasil selama beberapa hari aku menelusuri hutan akhirnya sampai di daerah kerajaan mu jadi seperti itu kisahku untuk melarikan diri."
Putri Delisa berkata dengan sedih "kisahmu benar-benar membuat ku sedih bahkan demi adikmu hidup kamu merelakan harga dirimu hilang oleh wanita jalang itu."
Afnan Azkiya mengangguk setelah bercerita Afnan Azkiya makan bersama putri Delisa dengan bersemangat namun Afnan Azkiya selalu memperhatikan sekitar waspada bila ada Bella Caily ataupun penjahat yang mengikutinya.
Afnan Azkiya selesai makan sampai habis bahkan putri Delisa tidak terkejut sama sekali setelah mendengar kisahnya yang menyedihkan Putri Delisa bergumam dengan sedih "dia harus bertahan hidup dan di permalukan demi adiknya supaya bisa makan dan hidup dengan nyaman namun siapa sangka dia tertipu dengan tuannya itu setelah bekerja keras dan di permalukan oleh wanita jalang mendapatkan hasil yang paling menyedihkan."
Afnan Azkiya yang melihat muka putri Delisa yang sudah terkena tipu oleh dirinya merasa bahagia dalam hatinya karena berhasil mendekati salah satu kunci untuk bertemu putri kerajaan penguasa benua manusia untuk membalas dendam.
Karena informasi yang dia dapatkan dia salah satu teman putri kerajaan penguasa benua namun Afnan Azkiya belum tahu nama kerajaan nya dan juga namanya meskipun begitu Afnan Azkiya terus berusaha untuk mendapatkan nya.
Afnan Azkiya bertanya dengan lembut "putri Delisa apa kamu punya teman dari kerajaan penguasa benua manusia?."
Putri Delisa mengangguk berkata dengan lembut"benar aku berteman dengan dia namun aku tidak boleh memberitahu namanya ataupun nama kerajanya itu perjanjian ku bila ingin bertanya langsung saja kepada orangnya aku bisa memanggil dia."
Afnan Azkiya menggelengkan kepalanya berkata dengan tenang "tidak perlu aku hanya penasaran putri kerajaan mana yang begitu menakutkan bahkan saat aku berjalan di daerah kerajaan dirimu aku selalu mendengar tentang dia."
Putri Delisa mengangkat kedua alisnya karena mulai sedikit curiga terhadap Afnan Azkiya, Afnan Azkiya yang melihatnya langsung merubah topik berkata dengan lembut " lupakan saja aku hanya bertanya dalam pikiranku."
Putri Delisa menurunkan kedua alisnya dan berpegang tangan dengan Afnan Azkiya yang membuat Afnan Azkiya panik dan langsung menarik tangannya dengan cepat.
Putri Delisa berkata dengan lembut "kamu sudah bisa masuk untuk menjadi prajurit rendah namun aku ingin melihat seberapa kuat kamu saat bertarung dengan orang lain."
Afnan Azkiya berkata dengan lembut"tidak apa kamu juga pasti belum yakin dengan kemampuanku."
Putri Delisa mengangguk setuju dan berkata dengan lembut "dan nanti juga teman yang kamu cari itu akan datang kesini untuk melihat kemampuan prajurit baru bisa saja kamu di rekrut untuk menjadi pasukan kerajaan benua manusia."
Afnan Azkiya yang selesai makan saat ingin pergi tiba-tiba pasukan kerajaan Glimmer Wood berdatangan berkata dengan tegas "kamu harus kencan dengan tuan kami di daerah kerajaan."
Para pangeran dan putri kerajaan yang hadir semuanya terkejut karena demi seorang pria miskin dan juga pernah menjadi budak dia melakukan pemaksaan terhadap pria itu.
Afnan Azkiya "..."
Putri Delisa berkata dengan santai "tidak perlu terburu-buru aku ingin kita berkencan di kerajaan ku."
Afnan Azkiya berkata dengan kesal "apa kamu memaksaku agar menjadi pacarmu mungkin juga sampai menjadi suamimu."
Putri Delisa mengangguk setuju dan tersenyum menawan kepada Afnan Azkiya berkata dengan lembut "kalau kamu tidak mau tenang saja adikmu itu sudah berada di tanganku."
Afnan Azkiya... seperti yang kuduga akan menjadi seperti ini aku harus berpura-pura pasrah dengan keadaan ini supaya aku lebih mudah mendekati wanita itu.
Afnan Azkiya berkata dengan lembut "baik kita akan berkencan tapi hanya satu malam saja aku harus bekerja untuk besok."
Putri Delisa mengaguk setuju dan memegang tangan Afnan Azkiya dengan lembut dan membawanya menuju kerajaan Glimmer Wood.
Kerajaan Glimmer Wood
Afnan Azkiya yang sudah sampai gerbang kerajaan Glimmer Wood selalu diberikan senyuman ejekan dan juga menghina drinya namun saat putri Delisa melirik mereka mereka langsung menundukkan kepalanya.
Halaman depan kerajaan Afnan Azkiya melihat wanita berpakaian ungu rambutnya bagikan malam menjulang hingga ke punggung matanya yang berwarna ungu seperti permata yang bersinar dan tubuhnya yang ramping dan putih membuat dia sangat cantik memiliki 9 ekor yang bergerak secara berirama Afnan Azkiya terkejut bertanya kepada putri Delisa dengan lembut "siapa orang itu?."
Putri Delisa menjawab dengan lembut "dia temanku yang kamu cari bukan."
Afnan Azkiya mengaguk namun saat melihat dia Afnan Azkiya merasa hatinya selalu gelisah dan ketakutan.
Wanita berpakaian ungu bertanya dengan lembut "temanku apa ini orang yang akan menjadi pasangan mu bila sudah menjadi jenderal perang?."
putri Delisa mengaguk setuju berkata dengan lembut" benar temanku namun kamu juga pasti ingin bersama dia namun maafkan aku dia sudah menjadi pasangan ku untuk sekarang."
Afnan Azkiya "..."
Wanita berpakaian ungu berkata dengan menggoda"tidak apa bila dia ingin memiliki 2 istri atau lebih aku bisa masuk ke haremnya bukan."
Wanita berpakaian ungu mendekati Afnan Azkiya memeriksa Afnan Azkiya dengan seksama karena dia mungkin saja orang lain yang sedang menyamar namun karena ramuan yang diberikan Dara fira tidak ada kekurangan jadi dia berhasil menipu putri Delisa dan wanita berpakaian ungu.
Wanita berpakaian ungu melilit tubuh Afnan Azkiya menggunakan ekornya yang membuat Afnan Azkiya panik dan mencoba melepaskan diri dari ikatan ekornya namun bukannya semakin melepas malah semakin mengetat.
Wanita berpakaian ungu tertawa menawan berkata dengan menggoda " benar saja pria ini dua langkah dibelakang dari pria yang aku incar sekarang dari segi penampilannya dan ketampanannya seperti tidak pernah ada dalam ribuan tahun."
Afnan Azkiya terkejut berkata dengan keras "iblis rubah berekor sembilan."
Wanita berpakaian ungu menyipitkan matanya karena kesal mendengar perkataan Afnan Azkiya yang terkejut karena wanita yang ingin di bunuhnya adalah ras iblis rubah berekor sembilan.
Wanita berpakaian ungu berkata dengan dingin "Bahir Azkiya betapa lancangnya kamu menyebut ku iblis rubah berekor sembilan meskipun aku memang iblis tapi aku sudah melupakannya."
Afnan Azkiya berlutut berkata dengan menyesal "maafkan aku aku tidak tahu kamu sudah melupakannya dan aku harus memanggil mu apa?."
Wanita berpakaian ungu berkata dengan acuh tak acuh "panggil saja aku peri rubah namun bila kamu menanyakan namaku mohon maaf kamu belum di izinkan karena yang boleh tau namaku hanya Afnan Azkiya bila." melanjutkan dengan tegas "bila aku mendapatkan nya aku akan membuat keturunan dengannya dan langsung membunuhnya ataupun aku akan membiarkan dia di penjara seumur hidupnya."
Afnan Azkiya "..."
Afnan Azkiya gemetar ketakutan setelah mendengar motif dari wanita yang ingin dia bunuh meskipun begitu Afnan Azkiya berusaha mencoba tenang agar tidak ketahuan.