NovelToon NovelToon
Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Office Romance / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.

Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!

Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15 : Menantu, Bukan Pembantu

“Pokoknya Mama enggak mau tahu. Hari ini juga, saat kamu pulang. Kamu harus bawa Alina pulang juga!”

“Rita beneran enggak cocok buat beres-beres apalagi kalau urusan masak, Suf! Takutnya bukannya kenyang lebih-lebih enak, yang ada malah keracunan!”

“Sudah, Alina enggak usah kerja-kerja di luar. Kalau dia nekat tetap kerja, pastikan pekerjaan di rumah sudah beres. Baru dia boleh pergi.”

“Lagian lumayan juga kalau Alina kerja. Rumah rapi, ada penghasilan tambahan buat keluarga kita juga!”

Dari seberang, ibu Mimi teriak-teriak. Ibu Mimi yang menelepon Yusuf di jam kerja, mendesak Yusuf untuk segera membawa Alina pulang. Hanya saja, alasan itu terjadi bukan karena ibu Mimi menyesal telah zalim kepada Alina. Melainkan, ibu Mimi sadar, Rita tidak bisa diandalkan.

Ibu Mimi tidak membutuhkan Alina sebagai menantu. Karena ibu Mimi dengan sadar, membutuhkan Alina sebagai pembantu. Apa pun alasannya, Alina harus tunduk dan kembali beres-beres, mengerjakan semua pekerjaan di rumah Yusuf. Termasuk juga, hasil kerja Alina yang wajib disetorkan kepada ibu Mimi layaknya gaji Yusuf selama ini.

Kini, di tempat duduk kerjanya, Yusuf jadi gelisah. Bukan karena perkara permintaan sang mama yang akan sulit ia kabulkan. Terlebih membawa Alina pulang, tak semudah membawa wanita normal pada kebanyakan.

Ini mengenai Yusuf yang masih di jam kerja. Sementara kini, di depan ruang kerjanya yang juga diisi banyak karyawan, ada Dharen. Dharen masih ditemani Alina dan kakek Restu.

Karenanya, Yusuf buru-buru mengakhiri sambungan telepon mamanya. Ia menyimpan asal ponselnya ke saku sisi kanan celana bahan warna hitam, yang kali ini menyempurnakan penampilannya.

Alina tetap terlihat cantik meski hari ini, tak sampai merias wajah. Namun kedua mata Alina tampak bengkak parah. Bahkan meski Alina memakai kacamata. Diam-diam, Yusuf justru fokus mengawasi Alina. Padahal, Dharen yang kembali arogan bin bengis, tengah mengajak Yusuf berbicara.

“Eh, kamu siapa namanya!” kesal Dharen sambil menunjuk-nunjuk wajah Yusuf. Kemudian, ia sengaja menanyakannya kepada Alina.

“Yusuf,” bisik Alina tak sedikit pun iba kepada Yusuf. Hatinya telanjur bu.suk karena hubungan mereka. Sementara sesuatu yang bu.suk, apalagi hati, pasti sudah tidak bisa bekerja dengan semestinya lagi.

“PAK YUSUF!” Dharen sampai berteriak.

Namun, alasan Yusuf terusik, bukan karena bentakan Dharen. Melainkan usaha rekan kerjanya. Karyawan yang berdiri di sebelah kanan Yusuf, sengaja menendang kaki kanan Yusuf.

“Tolong jangan bikin saya marah-marah karena lebaran kurban masih lama. Belum saatnya bagi saya untuk mengorbankan karyawan seperti Anda. Yang sekadar ditanya saja tidak merespons!” bengis Dharen masih marah-marah.

Bukan hanya Alina yang diam-diam menahan tawa sambil menunduk, akibat kemarahan Dharen. Karena kakek Restu yang terkenal pendiam, juga sampai melakukan hal yang sama. Malahan, kakek Restu jadi jauh lebih bahagia ketika memergoki Alina juga menahan tawanya.

Namun dalam hatinya Dharen berdalih, tadi Yusuf justru sibuk mengawasi Alina. Layaknya pagi ini, ketika mereka bertemu di depan perusahaan hingga lift. Yusuf seolah menaruh perhatian lebih kepada Alina. Khas orang yang cemburu, sekaligus posesif.

“Si Yusuf ada apa ya, ke Suster Janc.ukku?” pikir Dharen. Ia meninggalkan ruang kerja Yusuf dengan jengkel.

“Untuk rapat nanti siang, bagaimana?” tanya kakek Restu, sementara Alina segera mundur, mengikuti di belakang keduanya.

“Nanti, kita bahas dengan papa Devano juga!” sergah Dharen masih jengkel. Terlebih marah-marah memang sudah menjadi lagu wajibnya dalam menjalani kehidupan ini.

Efek tidak punya orang tua sejak kecil, kepada pak Devano yang merupakan kakak dari mamanya, Dharen memang memanggilnya papa. Sejauh mengawasi, Alina juga merasa, kakek Restu tidak pernah marah kepada Dharen. Kakek Restu begitu sabar bahkan cenderung kasihan, dalam menghadapi Dharen.

“Pokoknya aku enggak mau bekerja sama dengan klien, yang porsi galaknya lebih badas dari aku. Masa iya, harus aku yang mengikuti kemauannya? Kalau mereka tetap enggak mau, lebih baik enggak bekerja sama saja. Nanti aku yang tegaskan ke perwakilan mereka. Bahwa jika mereka tetap tidak mau mendengarkan masukan dari kita, lebih baik enggak usah kerja sama saja!” tegas Dharen ketika akhirnya, mereka sudah adai di ruang kerja kakek Restu.

Di perusahaan besar mereka, posisi Dharen menempati generasi ke dua, setelah menjadikan kakek Restu sebagai pimpinan tertinggi. Sementara generasi pertama, tentu dipegang oleh pak Devano, kemudian baru Dharen. Dharen sendiri menerima posisi itu karena menggantikan alm. mamanya.

“Kompeni dilawan. Ya sudah, gencata.n senj.ata sekalian. Aku siap bawa bambu runcing yang pernah populer di zamannya,” batin Alina masih berdiri di belakang sofa tunggal, Dharen duduk.

Alina mendekap beberapa map di sebelah pinggang kanannya. Namun baru saja, dan sampai terus diulang, perut Alina bunyi. Bunyi keroncongan khas orang kelaparan.

Kelima pasang mata di sana, langsung menjadikan Alina sebagai pusat perhatian. Sekretaris pak Devano maupun sekretaris kakek Restu, merasa kasihan tapi juga ingin tertawa gara-gara keadaan Alina.

“Aduh ...,” batin Alina. Tangan kirinya yang tidak memegangi map, refleks memegangi perutnya yang dicubit saja susah, saking ratanya.

Dharen yang tidak tahan dengan bunyi di perut Alina, berangsur balik badan. Ia sampai menengadah hanya untuk menatap kedua mata Alina.

“Sus, perut kamu kena gempa. Atau memang ada dinosaurus ngam.uk kelaparan di sana?” tanya Dharen dengan nada yang benar-benar sinis.

Tentu saja alasan perut Alina sibuk keroncongan karena terakhir Alina makan itu, kemarin pagi. Nasi goreng buatannya saat di rumah Yusuf, itu saja dengan jumlah tak seberapa. Sementara pagi tadi, Alina menolak sarapan pemberian Binar. Sebab terlalu stre.s, membuat Alina tak napsu makan.

Meski malu setengah mati gara-gara pertanyaan Dharen, Alina tetap tersenyum. Lain dengan pak Devano dan kakek Restu yang malah Alina pergoki sibuk menahan senyum.

Ketika jam istirahat tiba, Alina diperbolehkan meninggalkan ruang kerja kakek Restu. Termasuk kedua sekretaris yang tadi sempat di dalam. Jadi, kini di dalam ruang kerja kakek Restu hanya tinggal pak Devano, Dharen, dan juga kakek Restu.

“Ya Allah, ... semenjak menikah dengan mas Yusuf, aku memang enggak ada simpanan blas. Bensin motor dari perusahaan pun, memang sudah ada jatahnya dari perusahaan. Mau enggak mau, daripada pingsan apalagi penyakitan gara-gara kelaparan, nanti aku mau pinjam uang ke mbak Binar,” pikir Alina yang hendak masuk ke ruang kerjanya.

Karena meski memang sangat lapar, Alina tidak uang untuk membeli makanan bahkan sekadar minuman. “Ini yang dinamakan titik nadir. Ya enggak apa-apa, sih. Semangat!” lirih Alina mendadak dikejutkan oleh sebelah tangannya yang ditarik pak.sa dari belakang.

Alina pikir, itu Dharen yang kembali menguji kesabarannya. Namun ternyata, itu justru Yusuf.

1
Tati Suarti
kata2nya kasar banget...kayak orang yg g berpendidikkan☹️
Tati Suarti
masa hamil 5bln g kelihatan...nego aj KLO s Yusuf bener mau mau sama s Rita
Tati Suarti
ibu mertua minum akhlak
Ellya Rini
Bagus aq suka 👍👍
Saya Sayekti
gugurlah itu sibunting, rasakan mantu idaman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙝𝙞𝙩 𝙡𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙬𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙪𝙛 𝙨𝙪𝙛 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖.. 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙮𝙪𝙖𝙪𝙛 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙜𝙚𝙡𝙞... 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙣, 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙎𝙪𝙛, 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙩𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖.. 😆😆
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙞𝙢... 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙗 𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙨𝙪𝙛 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚2 (𝙡𝙚𝙢𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙝𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖2 𝙗𝙖𝙚 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙡𝙤𝙜𝙞𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙤)🤭
Netty Netty
aku suka semua novel mu thorr, wanita tangguh, ketimbang sdh disiksa tp masih balik lagi sm pasangan nya, emang gk ada pasangan laen apa🤣🤣🤣
Netty Netty
semangat thorr💪💪💪
Netty Netty
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Netty Netty
semangat berkarya thorr💪💪💪💪💪
Nik momRiz&Ga
bener2 wonder women mb alina ini,,,
mboll
terbaik
mimief
nice ending
beautiful story'

mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan

ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi

ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
mimief
lagi bingung masalah Akina
jadi outo ngakak...dasar Darren
mimief
semangat berkarya Thor
tenang aja masih banyak yg menanti
mimief
wkwkwkwk
othor paling keren lah..pokoke
mimief
lah..kok masih pada komplain ya
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!