NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:273.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

"Mas Arya." Ilona kaget Arya tiba-tiba datang tanpa memberi tahu dulu. Sekarang sudah hampir jam 9 malam, tak biasanya Arya datang jam segini. Dan yang tak kalah bikin kaget, wajah kekasihnya itu terlihat memar di beberapa bagian. "Kamu kenapa?"

"Gak papa." Arya tampak gugup.

"Masuk, masuk, Mas." Gara-gara salfok dengan lebam di wajah Arya, Ilona hampir lupa mempersilakan masuk. Ia yang menggunakan tongkat, membuka pintu lebar-lebar.

"Eliana, disini?" tanya Arya sebelum duduk. Ia hafal dengan mobil suami Eliana yang biasa mengantar jemput. Ia melihat mobil itu terparkir di halaman.

"Iya. Sore tadi datang."

Arya tersenyum kaku. Ilona terlihat biasa, mungkin Eliana belum cerita apapun.

"Aku buatin minum dulu ya."

"Gak usah!" potong Arya cepat. "Duduk saja, ada yang ingin aku bicarakan."

Perasaan Ilona seketika tidak enak, wajah Arya terlihat lebih serius dari biasanya. Ada apa ini?

Arya menunduk, tangannya sibuk meremat celana, menyusun kata-kata yang tepat untuk ia ucapkan pada Ilona.

Hening, lama.

Ilona gelisah, apa yang sebenarnya ingin Arya katakan, kenapa laki-laki itu justru hanya diam. "Mas, kamu mau ngomong apa?"

Setelah menarik nafas dalam, akhirnya Arya mengangkat wajah, menatap Ilona.

"Lon... aku minta maaf." Suaranya bergetar.

Ilona mengernyit, bingung. Tidak mungkin jika tidak melakukan kesalahan, seseorang tiba-tiba minta maaf.

"Aku... aku...." Arya mende sah pelan, tenggorokannya tercekat. Ada rasa bersalah telah menyakiti Ilona yang sudah tulus mencintainya.

"Ada apa, Mas? Ngomong aja." Ilona yakin ada sesuatu, dan ia telah mempersiapkan hati untuk kemungkinan terburuk.

"Aku mau kita putus."

Ilona terdiam dengan mulut sedikit terbuka. Lagi, hal seperti ini terulang dalam kisah cintanya. Ini tidak tiba-tiba, Arya memang jauh akhir-akhir ini.

"Dia tunangan dengan perempuan lain, Kak." Seru Eliana yang tiba-tiba muncul dari dalam. Ternyata diam-diam, wanita itu menguping di balik dinding. "Minggu kemarin yang katanya pulang kampung, ternyata dia tunangan."

Tubuh Ilona gemetar, tangannya mencengkeram pinggiran sofa. Pertanyaannya sore tadi terjawab, soal Eliana yang tiba-tiba datang, terlihat sedih, matanya bengkak. Ternyata ini alasannya.

"Ngomong lo, jangan diem aja bangsat!" bentak Eliana.

Kenan yang melihat istrinya mengamuk, langsung menarik lengannya. "Udah Honey, udah. Gak usah ikut campur. Biar mereka yang menyelesaikan masalah mereka."

"Aku gak rela Mas, kalau bangsat ini cuma bilang ngajak putus. Aku gak mau nantinya Kak Lona mikir diputusin karena kekurangan dia, atau karena dia punya salah. Bajingan ini saja yang tidak tahu diri, tukang selingkuh." Eliana menunjuk muka Arya. "Disini penjahatnya itu dia. Dia bajingan. Dia yang salah. Aku sumpahin masuk neraka!"

Ilona hanya dism. Matanya menatap ke sudut ruangan, dimana ia letakkan ember berisi bunga potongnya. Rasa ini, sudah pernah ia rasakan sebelumnya. Sakit memang, tapi rasanya sekarang lebih siap.

"Maafin aku, Lon. Aku tau aku udah nyakitin kamu. Hampir dua tahun aku buat kamu nunggu. Aku janji mau menikahi kamu, tapi..." Arya tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Ia menutup wajah dengan kedua telapak tangan. "Aku bener-bener minta maaf."

"Lo fikir kata maaf bisa nyembuhin hati Kakak gue hah?" bentak Eliana.

"Masuk, ayo masuk!" Kenan yang kesal Eliana bebal, tak mau ditarik, akhirnya menggendongnya.

"Mas, Mas, apaan sih. Turunin aku. Aku pengen menghajar dia."

Kenan mengangkat Eliana seperti karung beras, memasukkan istrinya itu ke dalam kamar, menguncinya.

Ilona menarik napas panjang. Lama. Terus dia senyum. Senyum kecil. Senyum yang sangat dipaksakan. Senyum untuk menutupi hatinya yang sakit.

"Maafin aku Ilona."

Ilona mengangguk, tak ada air mata di pipinya, tak ada juga kalimat makian. "Aku ngerti kok." Ia faham kondisinya.

"Kamu... kamu nggak marah?"

"Buat apa marah?" Ilona begitu tenang. "Marah juga nggak bikin kamu batal tunangankan dan kembali padaku kan?" Suaranya datar. Terlalu datar untuk ukuran wanita yang ditinggal kekasihnya tunangan dengan perempuan lain.

"Kalau kamu mau marah, mau memakiku, aku terima." Arya sadar akan kesalahannya.

Ilona menggeleng. "Aku udah lama ngerasa kita jauh. Dan akhir seperti ini, sedikit banyak sudah ada dalam bayanganku. Hanya saja, ternyata lebih tragis. Kamu gak hanya selingkuh, tapi malah sudah tunangan. Harusnya selesaikan dulu urusan kita, gak seperti ini caranya. Aku gak marah kisah kita kandas, aku hanya kecewa dengan cara kamu."

Arya hanya menunduk, tak bisa membela diri.

Ilona menatap Arya. "Semoga kamu bahagia dengannya. Jaga dia baik-baik. Jangan bikin dia keseringan nunggu kamu. Dan jangan buat alasan ketiduran saat membohonginya, itu terlalu klise."

Kata terakhir itu, menusuk tepat di jantung Arya. Sebuah kalimat sarkas yang dikemas sangat apik.

"Aku udah maafin kamu. Pulanglah!" Ilona mengambil tongkat yang ia sandarkan di dinding sebelah sofa, lalu bediri, berjalan meninggalkan ruang tamu.

"Ilona." Arya berdiri. "Semoga kamu mendapatkan laki-laki yang tulus mencintai kamu."

Ilona berhenti melangkah, namun tidak menoleh. "Terimakasih."

Arya masih disana, menatap punggung Ilona hingga hilang ditelan tembok. Awal dikenalkan Eliana, ia kagum dengan Ilona, dengan semangat hidupnya. Lama-lama jatuh cinta. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai ragu. Ada rasa tak siap memiliki istri cacat.

"Kak." Panggil Eliana yang ada di tangga. Kenan baru saja membukakan pintu saat ia berjanji tidak akan tantrum. Ia menuruni anak tangga, menghampiri Kakaknya. Melihat mata Kakaknya yang tidak sembab, pipinya yang tidak basah, ia justru khawatir. "Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atau kondisi Kakak. Arya saja yang bajingan, tak bisa melihat keistimewaan Kakak." Matanya berkaca-kaca. "Nangis kak, gak papa kok kalau mau nangis. Aku malah seneng kalau lihat Kakak nangis, daripada hanya diam seperti ini."

"Kakak ke kamar dulu, El." Ilona melanjutkan langkah menuju kamarnya.

"Kak, aku mohon, jangan salahin diri kamu sendiri. Aku yakin, Tuhan sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk kamu." Eliana menangis sesenggukan.

Ilona masuk ke dalam kamar, menguncinya.

Ia matikan satu-satunya penerangan disana. Dalam kegelapan, berjalan tertatih menuju ranjang. Ia naik, membiarkan tongkatnya jatuh ke lantai. Di atas ranjang, duduk memeluk lututnya yang hanya tinggal satu. Tangisnya pecah.

Ilona mengambil guling, menggigitnya untuk meredam suara tangis. Ia tak ingin ada yang mendengar tangisannya.

Lagi, kisah cintanya kandas. Ia fikir Arya bisa menerima kondisinya, tapi rupanya ia hanya terlalu berharap. Lagian siapa yang mau dengan perempuan yang merepotkan sepertinya, yang untuk berjalan saja, butuh alat, butuh bantuan. Ia hanya akan jadi beban nantinya.

1
Azda Syafril
buktikan klo cinta dg illona.. dn buktikan klo qm TDK takut msuk penjara... jgn menyesali keputusanmu msuk pnjra Lang... LBH baik berpikir logis dg jalur damai illona mau memaafkan mu tp qm hrus menjauh itu LBH baik Lang...💪
Indra Reza Zulkifli
sedikit cerita dulu saudara saya juga ada yg ketabrak motor kakinya cedera,,dengan gentle tuh yg nabrak buat tanggung jawab biaya berobat dan mau nikahin saudara saya takut gak bisa jalan dngn normal,, saudara sayanya gak mau, Alhamdulillah kakinya gak cedera parah bisa normal... ternyata ada yg lebih gentel d dunia nyata daripada dunia pernovelan🤭😄
yutantia 10: kirain tawaran nikah, cuma ada di novel, ternyata di dunia nyata juga ada
total 1 replies
Rahmawati
skrg aja bilang mau nyerahin diri ke polisi, km mau bikin ilona merasa bersalah ya
BundaneAyaFitri
akankah Ilona bakalan luluh, setelah melihat elang semalaman berada diluar, ditemani derasnya hujan serta petir yg menggelegar hehe kayak di pilm India jadul deh 😁😁😁sok teu aku Thor..... hadeeehh kasian kamu Lang, nikahannya batal sayang duitnya,mana duit hasil jual mobil pula,... bakal beneran ngenes deh kamu kalo ditambah masuk bui pula😢😢😔😔😔 gimana endingnya ya Thor? masih panjangkah? terserah Thor dah gimana kelanjutannya 🙏🙏🙏
memei
mati saja kamu elang biar yg membencimu puas 🤣🤣🤣🤣🤣
Sari Kumala
maafin aja lah yg namanya manusia pasti punya kesalahan
Ummah Intan
semua org berhak mendapatkan kesempatan kedua dan jg semua org bs berubah lebih baik lg meski pernah berbuat kesalahan yg besar,Tuhan sj maha pengampun
enungdedy
gk bisa komen apa2lah...krn elang memang salah🥹
klo pun elang hrus dipenjara semoga hub elang dan ilona bisa membaik
Hani Ekawati
Mau kasian sama Elang tapi lebih kasihan lagi ke Ilona, kejadian yang menimpanya benar benar menghancurkan hidupnya dan disaat mulai menerima takdir tapi kenapa harus bertemu dengan pelaku tabrak lari itu bahkan Ilona jatuh cinta pada laki laki itu. 😭
Hani Ekawati
Sekarang aja kamu ngomong kaya gitu setelah tau keadaan Ilona. Lah dulu mana ada rasa itu 🙄
Hani Ekawati
Tapi sekarang Ilona sudah jatuh cinta sama kamu, mana mungkin tega melihat orang yang di cintainya mendekam dipenjara🙄
Pinter kamu Lang, ngedeketin Ilona biar dia jatuh cinta sama kamu padahal kamu sendiri entah mencintai Ilona secara tulus atau karena rasa iba, entahlah.🙄
Hani Ekawati
Jangankan Ilona, akupun sebagai reader sangsi akan pengakuanmu yang selalu bilang mencintai Ilona
Retno Wulan
nangis aku sedihhhh
Kustri
mirip karya sblh, awal'a anak" kecil yg main ditaman, tanpa sengaja anak laki" jatuh, menimpa anak perempuan, lalu jatuh br2...malah berlalu 15 th yg menyababkan kelumpuhan kaki 2-2nya pd siwanita✌
yutantia 10: Sekarang ada event lomba dengan tema orang disabilitas, jadi kemungkinan beberapa karya ngambil tema yang sama
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak
Sugiharti Rusli
semoga apapun nanti keputusan Ilona, dia bisa berpikir jernih dan melihat dari sisi lain seorang Elang, dia salah besar iya tapi dia mau bertanggung jawab penuh pada dirinya kelak, entah apa akan sepadan😔😔😔
Oma Gavin
itu keputusan yg benar meskipun terlambat menyerahkan diri ke polisi dan bertanggung jawab perkara illona memaafkan atau tidak itu urusan pribadi illona dan keluarganya tugas mu hanya satu pertanggung jawabkan perbuatanmu yg dulu itu saja
Sugiharti Rusli
bahkan Elang sudah meninggalkan semuanya demi mengejar Ilona, mungkin pengorbanannya dianggap belum cukup yah bagi Ilona,,,
Sugiharti Rusli
tapi bahkan sekarang Elang sudah menanggalkan kenyamanannya yang mungkin bagi orang lain tidak seberapa, itu berat bagi seorang yang hidupnya terbiasa serba ada,,,
Sugiharti Rusli
mungkin Elang sangat salah dulu dan juga dia tidak bertanggung jawab sama sekali pada Ilona korbannya saat itu😔😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!