NovelToon NovelToon
Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Single Mom / CEO / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.6
Nama Author: ririn dewi88

Menikah adalah impian semua orang termasuk aku, tapi semuanya hancur saat perempuan itu datang. Lalu calon ibu mertuaku yang ikut campur apakah aku bisa melalui semua itu ?

Perempuan itu begitu licik, dia melakukan berbagai cara untuk memisahkan aku dan Adnan. Sama seperti mamahnya Adnan mereka memang kerja sama.

Aku difitnah habis-habisan oleh mereka, sampai-sampai aku harus pergi dan membawa mereka dengan tujuan yang tak tentu.

Sedangkan ibu ku sendiri, dia mengusirku dan menyumpahi ku mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Akhh sialan kenapa bisa gagal kayak gini, padahal udah ditungguin dari tadi sialan sialan sialan sialan "orang itu memukul beberapa kali setirnya karena tidak berhasil untuk melukai Ayana.

Rencananya gagal total gara-gara satpam itu menarik tangan Ayana. Kalau saja tidak ditarik Ayana tidak akan pernah selamat dan mungkin sekarang Ayana sudah mati kan.

"Awas aja Ayana sekarang kamu lolos tapi nanti kamu tidak akan pernah lolos dari tanganku. Kamu akan mati, kamu telah membuat semua rencanaku gagal aku tak suka itu "

Mobil itu segera melaju lagi meninggalkan area kantor. Sudah tak ada kesempatan lagi untuk membunuh Ayana karena nanti sore pasti Ayana akan pulang dengan Adnan, kalau dirinya nekat yang ada Adnan akan tahu dan marah besar.

...----------------...

Ayana yang melihat Adnan datang langsung memeluknya "Kita pulang sekarang kan, kamu udah ga ada kerjaan lagi kan semuanya udah bereskan"

"Udah kok sayang, udah semuanya udah beres aku beres-beres dulu ya"

"Tapi aku mau dipeluk dulu sama kamu"

"Ya udah ini dipeluk" Adnan makin mempererat pelukannya.

Ayana hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya. Rasanya selama memeluk Adnan semua pikiran buruknya tadi menghilang dan sekarang digantikan dengan rasa yang begitu tenang.

"Ekhm maaf ganggu nih"

Mereka berdua segera melepaskan pelukannya ternyata itu Rio. Adnan segera menghampiri Rio "Ada apa Rio, apa ada yang ingin kamu bicarakan lagi "

"Ini kamu tinggalin ponsel kamu, tadi aku udah panggil-panggil kamu tapi ga denger. Ternyata mau ketemu sama pujian hati makanya buru-buru gitu ya"

"Makasih Rio, aku tadi ga sadar kalau ponsel aku ketinggalan"

"Iya ga masalah, ya udah aku pulang ya"

"Ya hati-hati Rio"

"Duluan Ayana "teriak Rio sambil melambaikan tangannya.

Sedangkan Ayana hanya tersenyum saja dan menganggukan kepalanya dengan sopan. Ayana mengambil tasnya dan juga membantu Adnan untuk membereskan berkas-berkas yang berserakan, setelah itu selesai mereka turun ke lantai bawah dan pulang.

Selama perjalanan tidak ada pembicaraan, dan Adnan fokus menyetir sambil menggenggam tangan Ayana. Memang itu kebiasaan Adnan tidak pernah mau melepaskan tangan kekasihnya, harus selalu saja di genggam seperti orang yang mau menyebrang.

"Makasih ya Adnan udah anterin aku"

"Sama-sama sayang kalau ada masalah apapun kamu harus cerita sama aku ya, jangan dipendam sendirian. Aku pasti akan bantu kamu "

"Iya pasti aku akan cerita apapun sama kamu, kamu hati-hati dijalannya "

Ayana keluar dari dalam mobil, masuk ke dalam gang untuk menuju rumahnya. Apakah Ayana harus bilang pada Adnan tentang Rio, tapi tidak tidak Ayana tidak mau sampai hubungan Adnan dan Rio kacau.

"Bagus ya jam segini baru pulang. Kenapa ga nginep aja sekalian di kantor. Kamu ga tahu kalau keluarga kamu ini kelaparan dari tadi tunggu kamu pulang buat masak. Kamu ini gimana sih Ayana. Kamu itu masih punya kerjaan "

Ayana lagi-lagi harus dihadapi dengan tingkah Ibunya ini, padahal Ibunya ada di rumah adik perempuan juga ada di rumah baru pulang sekolah. Kenapa tidak adiknya saja memasak. Ya intinya saling membantu saja.

"Bu Ayana ini baru pulang loh Bu, Ayana pengen istirahat dulu. Ayana ini cari uang bukan main Bu, kenapa sih Ibu ga pernah mengerti posisi Ayana "

"Iya aku tahu kamu kerja bukan main, tapi kamu juga harus tahu waktu. Ini itu udah jam 07.00 malam. Seharusnya kamu 05.30 itu sudah pulang ke rumah. Ini melebihi waktu jam pulang kamu, terus yang masak siapa seharusnya kamu ingat dengan tugas kamu itu "

"Bagi-bagi tugas dulu deh Bu, Ayana tuh banyak kerjaan kalau ga ada yang masak Ibu dulu atau Adik yang masak gitu. Ga usah tungguin Ayana. Bagi-bagi tugas aja Ayana juga capek Bu. Ayana juga di rumah pengen langsung makan, pengen langsung istirahat. Kalau Ayana ga kerja siapa yang kasih uang"

"Jawab aja jawab aja kalau orang tua lagi bicara, kamu ini dasar anak durhaka ga pernah berbakti sama orang tua, apa-apa yang dikatain sama orang tua itu jawab aja ga pernah tuh mulut diem "sambil memukul bibir Ayana dengan tangannya.

"Kamu tahu ga aku ini menyesal telah melahirkan kamu Ayana. Kamu ini jadi anak pembangkang di sekolah kan olehku tapi tingkahnya ini sangat memuakkan atau kamu mentang-mentang punya pacar orang kaya, jadi seperti ini semena-mena sama Ibu kamu sendiri hah "

"Kenapa sih Bu jadi merembet ke segala-galanya. Dari awal juga aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan sama Ibu, kalaupun aku boleh memilih aku lebih baik tidak dilahirkan oleh siapa-siapa Bu "Ayana sudah muak dengan kata-kata satu ini, Ibunya selalu saja membahas hal ini menyesal menyesal dan menyesal melahirkan Ayana.

"Bagus bagus jawab lagi jawab lagi " rambut Ayana ditarik sampai-sampai Ayana mendongakkan kepalanya.

"Kamu ini harusnya bersyukur ada yang mengurusmu dari kecil sampai dewasa, kalau bukan aku yang mengurusmu siapa lagi. Kamu ini kurang bersyukur jadi anak Ayana, kamu ini banyak sekali mengeluh"

Ayana melepaskan genggaman erat Ibunya dari rambutnya dan berlari ke arah kamarnya. Ayana mengunci pintunya agar Ibunya tidak bisa masuk. Ayana menangis sesenggukan. Yang selalu membuatnya menangis adalah kata-kata Ibunya, perlakuan Ibunya. Kenapa Ibunya sangat berbeda apakah Ayana ini bukan anaknya.

"Kenapa kalau dengan kakak tertuanya dan juga adik bungsunya ibunya sangat baik sekali, apapun yang mereka mau akan ibunya turuti bahkan Kakaknya sendiri tidak dipinta uang jatah bulanan.

Kakaknya bebas menghambur-hamburkan uang, sedangkan dirinya sendiri harus memberikan jatah bulanan pada Ibunya. Harus memasak, membereskan rumah mencuci pakaian semuanya Ayana kerjakan. Kenapa tidak adil kenapa keluarga ini tidak adil.

"Kenapa hidupku tak pernah adil ya Allah, kenapa aku selalu diperlakukan seperti ini oleh Ibuku sendiri. Kenapa Ibu sangat membenciku apa alasannya, apa salahku sebenarnya apakah aku salah dilahirkan di dunia ini"

Duk duk duk pintu Ayana digedor dengan sangat kencang dari luar "Ayana keluar kamu tuli atau bagaimana, aku bilang aku lapar adikmu lapar, kakakmu lapar dan Ayahmu juga sama laparnya. Cepat masak makanan bukannya mengurung diri di kamar. Cepat anak durhaka kerjakan semuanya, tak ada waktu untuk kamu berleha-leha "

Ayana yang mulai tidak peduli dengan tingkah Ibunya melangkah ke arah tempat tidurnya dan membaringkan kepalanya, lalu memasang handset di telinganya dan menyetel musik yang begitu kencang agar tidak mendengar teriakan Ibunya yang sangat menyakitkan.

Rasanya Ayana sudah tidak sanggup untuk menjalani semua hidup ini, Ayana ingin pergi tapi sulit harus bagaimana apa yang harus Ayana lakukan sekarang diam seperti ini malah tidak dihargai. Apapun yang Ayana katakan selalu saja salah di mata Ibunya tidak pernah benar.

Ayana akan mengungkap semuanya. Ayana akan cari tahu tentang keluarganya ini. Bahkan kakek dan neneknya tak pernah kemari lagi entah kenapa.

Ayana memang harus menemui mereka dan menanyakan kebenaran tentang siapa Ayana ini sebenarnya. Kenapa Ibunya begitu membenci Ayana apa kesalahan Ayana sampai dibenci begitu dalam oleh Ibunya.

Ayana sudah sangat lelah sekali diperlakukan seperti ini oleh Ibunya sendiri. Kalau oleh orang lain Ayana tak akan terlalu sakit hati tapi ini oleh Ibunya sendiri yang harusnya melindunginya.

1
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pelacuurrrrr busuuukkkkk🖕
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pelacurrr busuukkk sampai ke abunya🖕🖕
Nengsih Farihan
Luar biasa
Dyah Ernawati Asmuri
ceo ny agak kurng cerdas krn cinta
Rafanda 2018
hhhhhh,,,banyak orang masa ga ada yg denger fira teriak marah
Jumiati Mia: kan rumahnya gede jd gk dengar bisa aj denger tp cuek
total 1 replies
Zuba Sng
Luar biasa
ibeth wati
satu persatu yg nyakitin Ayana dah mulai otw menuju taubat tinggal keluarganya sendiri yg blom sadar
ibeth wati
semua orang punya kesempatan kedua ketiga bahkan keempat asal bisa bener" bertaubat ..semoga Fira segera sadar
ibeth wati
kasian Kamila sejak kecil SDH hidup sengsara dia harus mencari jatidirinya sendiri Adnan emang baik tp TDK mendidik hny memanjakan disaat Kamila kehilangan Adnan bnyak yg menghujat sekarang dah mulai baik dgn Rio datang Fira membuat bimbang semoga Kamila TDK terpengaruh dgn nenek lampir satu ini
ibeth wati
baguslah mama Linda SDH tobat semoga kebelakangya bener" tobat dan TDK ada drama" lg
ibeth wati
walau berubah takutnya akan terpengaruh dgn drama Fira seperti papinya Fira walau SDH kembali kjln yg benar tetap saja sempat terpengaruh kan dgn drama gilanya si fira
ibeth wati
waduh klo kerjasama dgn Kamila takutnya Adnan TDK bisa tegas secara Adnan kan sayang Kamila bisa jadi kejadian berulang nih cuma beda tokoh dulu Adnan gak bisa bela Ayana dr Fira apakah sekarang jg sama Adnan g bisa bela kembar dr Kamila ..haduhh lanjut baca g sih takut" sedap nih
ibeth wati
semoga saja Adnan jg bisa setegas Rio jika sudah tau keadaan fira
ibeth wati
sukurinbtuh mama Linda diusir kan sama mertua beruntung cuma diusir TDK di fitnah dikhianati dan dilecehkan
ibeth wati
kasian pembantunya
ibeth wati
klo emang Rio sangat cinta istrinya trus kenapa selingkuh ..mungkin istrinya bisa Nerima Kamila Krn Kamila lahir seblom nikah denganya tapi setelah msh ad perselingkuhan disitu pasti sulit bagi istri Rio buat nerima
ibeth wati
bilangnya menyesal si adnan tp masih sakit hati dgn ucapan Melisa harusnya Berbenah diri
ibeth wati
heh Adnan berani kali kau bilang anak kau nakal
trus sebutan apa yg pantas buat kau bapak berandal gitu
ibeth wati
disini yg bikin gagal fokus kok Adnan selalu menyebut klo twins itu adiknya Kamila bukane harusnya twins itu LBH tua dr Kamila ya kan Adnan menikah dgn Fira stelah cerai dgn Ayana dan itupun Ayana yg pasti SDH isi bukan?
ibeth wati
Adnan itu egois saat melihat ketusnya sikap Melisa bilang apa yang Ayana ajarkan shg anaknya membencinya g punya kaca pak?
Rio jg egois blg istrinya egois Krn BS menerima Kamila dmn hatimu saat selingkuh dgn si emanya Kamila
dasar sifat lelaki dasarnya egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!