Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.06. Rejeki Tidak Tertukar.
Hujan di Bogor malam itu deras. Sama derasnya dengan air mata yang Miracle tahan sejak turun dari taksi tiga jam lalu. Komariah setia mengikutinya. Tadinya ia berpikir untuk pulang ke orang tuanya, tiba-tiba ia ingin menunjukan kepada orang tuanya bahwa ia bisa hidup sendiri.
Miracle menggeret kopernya dengan susah payah, ini koper satu-satunya yang dia punya setelah menjadi istri Morgan. Uang di rekening: 2,3 juta. Status: Janda. Gagal.
"Kita sudah sampai di kontrakan, ini kamar yang paling murah disini." ucap Komariah membuka pintu kamar.
Bau apek menyeruak masuk, kontrakan 3x3 meter di belakang pasar jadi rumah barunya. Kasur kapuk, kipas angin bunyi, dan bau got dari luar. Cukup sudah penderitaannya.
Ini jauh dari penthouse 40 lantai milik orang tuanya. Malam pertama, Miracle tidak tidur.
Dia duduk di lantai, membuka HP. 200 pesan dari teman-teman Morgan.
"Sayang banget sih Mi..."
"Morgan kini pasti kembali dengan Arini. Mana dia bisa lepas dari wanita. Dulu waktu kamu di buang ke Jakarta, dia sering cari LC, akhirnya kecantol dengan pel*kor itu."
"Berarti Morgan selevel dengan wanita itu, aku sekarang tak peduli. Kami sudah cerai, jalan kami berbeda."
"Kamu terlalu fokus kerja, Mi, Morgan yang enak-enak dengan pelakornya. Aku yakin mereka akan segera nikah, aku pernah lihat mereka di boutique Nyonya Melinda, paling pesan baju pengantin."
Tangan Miracle gemetar. Bukan karena sedih, dia marah. Hatinya sakit.
"Arini pintar hadir saat dibutuhkan, padahal kamu yang bangun Morgan's Kitchen dari nol. Miracle, kenapa kamu menyiksa diri, minta harta gono gini. aku yang bantuin."
"Jangan khawatir semua sudah di urus pengacara." sahut Miracle.
Jam 4 pagi Miracle berdiri di depan kaca wastafel yang retak. Mencuci muka dan melihat dirinya sendiri. Mata bengkak, tapi tatapannya berubah.
Cukup nangis, tidak perlu terlalu lebay. Banyak wanita terpuruk gara-gara suaminya sel*ngkuh, tapi mereka tetap bertahan untuk menjadi yang terbaik. Semangat untuk diri ku sendiri!. ucap Miracle dalam hati.
Tiga Bulan Kemudian
Gerobak "Nasi Bakar M.W" mangkal di depan kampus. Menu: 3 macam. Modal: 500 ribu. Komariah berjualan, Miracle masak sendiri. Bungkus sendiri. Antar sendiri. Hari pertama: 8 bungkus laku. Komariah bersyukur.
Hari ke-30: 200 bungkus laku. Antrian sampai ke jalan. Komariah bersemangat, dia mencari teman untuk membantu.
"Miracle kamu hebat, Morgan salah membuangmu."
"Aku yang membuang dia. Anjing akan tetap mencari s*mpah walaupun sudah memakai kalung emas."
"Mengapa kamu bersusah payah dan menyiksa diri?" tanya Komariah hati-hati. Ia takut menyinggung Miracle.
"Apa maksudmu?" sahut Miracle menatap Komariah tajam.
"Aku bertemu pengawalmu dan dia menitipkanmu."
Deeggg
"Apa yang dia ucapkan.." ucap Miracle dengan mata berkaca-kaca.
"Orang tuamu berpesan supaya aku menjagamu, tapi kamu harus pulang untuk orang tuamu, Wijaya Group menunggumu. Kalau mau balas dendam bukan begini caranya.
"Aku pasti pulang setelah pengadilan memutuskan, berkas kami sudah diterima.
"Miracle aku menyayangimu, begitupun orang tuamu. Aku akan selalu mendukung."
"Komariah kamu teman yang paling setia, jika suatu hari aku pulang, usaha ini akan aku berikan padamu."
"Kamu tidak mabuk khan, jangan membuat aku berangan. Apa aku sedang bermimpi?"
"Aku tidak bercanda, orang tua ku adalah orang terkaya se-Asia. Kamu membutuhkan usaha ini, bekerja yang rajin, disiplin dan jaga etika. Kamu pasti sukses. Saat kamu sukses jangan memilih suami seperti Morgan."
"Amit-amit...jangan sampai aku dapat suami begitu. Semoga dijauhkan dari tipu muslihat."
Begitulah aksi dan reaksi dari kedua wanita itu. Mereka sangat cocok.
"Miracle, nanti setelah kamu pergi, apa boleh aku meminta resep mu?"
"Rasa yang dulu Morgan puji tiap malam. Rasa yang dulu jadi menu andalan Morgan's Kitchen. Ini tetap aku pakai."
"Bu, ini enak banget. Buka cabang dong!" kata salah satu mahasiswa.
Miracle tersenyum. Pertama kalinya dalam 3 bulan. wajah itu tetap cantik, elegan walaupun banyak ditempa masalah.
"Oke...apakah kamu bisa membantu mencari tempat strategis." katanya pelan.
"Tapi bukan cabang. Langsung pusat." bathinnya.
Satu tahun kemudian Miracle dibantu oleh Komariah sudah mempunyai cabang.
"Nasi Bakar M.W" punya 12 outlet.
Miracle sangat bersemangat, dia ingin memperlihatkan kepada orang tua dan mantan suaminya bahwa dia mampu. Walaupun orang tuanya memaksanya untuk bergabung menjadi wakil Direktur di Wijaya Group, tapi untuk sementara ia abaikan.
"Paa..Maa..bukan aku tidak mau menerima kebaikan kalian, tapi aku ingin belajar untuk diri ku." ucap Miracle suatu hari.
"Jika itu pilihanmu kami setuju asal kamu tidak memaksakan diri. Wijaya Group masih mampu memberi mu harta sampai tujuh turunan."
"Aku tahu paa...tolong mengertilah."
Akhirnya dengan berat hati orang tua Miracle memberi izin kepada putrinya hidup sesuai keinginannya. Miracle menggandeng Komariah, mereka mulai dari nol.
Dua tahun kemudian, Komariah sudah naik Lamborghini dan berpakaian branded kalau ke Restoran.
"M.W Group" punya hotel butik, catering bintang 5, dan kontrak dengan 3 maskapai.
Nama Miracle Wijaya sengaja dia kubur.
Sekarang dia hanya memakai inisial "M.W" agak misterius. Ditakuti. Dikejar investor.
Di kantor pusat M.W Group lantai 27, Miracle berdiri di depan kaca. Setelan blazer hitam. Jam tangan 300 juta. Dan di tangannya... laporan akuisisi.
Target: Morgan's Kitchen.
Sudah lama ia ingin merampas miliknya, apa yang pernah dirintis bersama Morgan kini akan di ambil lagi.
Semenjak bercerai dengan Miracle, Morgan's Kitchen yang dulu paling top di Indonesia, perlahan auranya memudar. Rasa andalannya berganti menjadi standard.
Kwalitas juga berubah, orang sekarang beralih ke Restoran M.W. semua pejabat berpindah ke Restoran ini.
"Komariah, aku mau membuat cabang di Bali, bagaimana menurut mu?"
"Bagus, aku yakin Restoran kita akan tambah terkenal. Kita juga menyesuaikan rasa karena di Bali banyak turis asing."
"Mungkin aku akan pindah ke Bali, menetap disana. Semasih disini bayangan Morgan dan perselingkuhannya sering membuat aku stres."
"Aku rasa Morgan tidak ingin membagi harta gono gininya, buktinya tidak ada khabar lagi."
"Yang penting sudah ada surat cerai, biarkan Morgan dengan selingkuhannya mengambil harta itu."
"Took.. Tookk..Tookk"
"Nyonya CEO, ada beberapa Restoran yang perlu di akuisisi, termasuk Morgan's Kitchen."
"Astaga..apa berita ini valid, jangan asal ngarang, aku takut bergembiraan ku sia-sia."
"Berita ini seratus persen benar. Saya sendiri di panggil kesana, dan langsung diajak bicara oleh CEO Morgan's Kitchen. Dia katanya sudah pailit. Restorannya sepi, karyawannya berhenti semua." ucap Cahyadi serius.
*****
CEO M.W
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....