DISARANKAN SUDAH CUKUP UMUR UNTUK MEMBACA CERITA INI. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!
"Jangan terluka, karena aku bukan orang yang pantas untuk membuatmu terluka"
~ Shakti Ing Djagat
Shakti, dokter muda yang berniat menolong seorang gadis yang hendak dilecehkan oleh pacarnya, justru berakhir dengan menjadi tersangka pelecehan. Dan harus bertanggung jawab menikahi Zia, si gadis manja yang berstatus pelajar SMA.
Awalnya, Shakti menolak pernikahan itu. Karena merasa tidak bersalah. Dan yang lebih utama, karena dia memiliki janji terhadap kekasihnya. Namun, demi menyenangkan mamanya disetujuinya juga pernikahan tanpa cinta itu.
Apakah Zia mampu membantu Shakti untuk jatuh cinta padanya dalam ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps.15 Andien part.1
Sepanjang perjalanan tadi, pikiran Zia dipenuhi dengan banyak pertanyaan tentang siapa sebenarnya Raja. Kenapa dia mengenal Shakti, bahkan tau tentang Andien. Yang Zia ketahui sebagai gadis yang dicintai suaminya itu.
Zia sendiri bahkan belum mengetahui cerita tentang Andien. Sejak mendengar pembicaraan Shakti dengan mama Kinan waktu itu, Zia tidak pernah bertanya apapun pada Shakti, ataupun meminta penjelasan tentang siapa Andien.
Zia terlalu takut mendengar tentang betapa besarnya perasaan suaminya untuk wanita bernama Andien. Karenanya, Zia sebenarnya lebih memilih menunggu sampai Shakti sendiri yang akan menceritakannya tanpa diminta.
Namun, sepertinya itu tidak akan pernah terjadi. Dan saat inilah, saat yang dipilih Zia untuk mengetahui masa lalu suaminya itu.
Zia melihat Shakti yang sedang duduk di kursi balkon apartemennya. Dia langsung mendekati suaminya itu, dan duduk di samping suaminya.
"Sedang apa?" tanya Zia membuka percakapan.
Shakti menoleh menatap Zia istrinya.
"Santai aja, kenapa belum tidur?" tanya Shakti balik.
Ini memang sudah jam 11 malam, tadinya Zia sudah naik ke ranjang. Tapi pikirannya membuatnya tak bisa memejamkan mata. Dilihatnya Shakti yang dari tadi berada di balkon tak kunjung masuk juga. Akhirnya Zia memutuskan untuk menyusul suaminya di balkon. Sekaligus mencari jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi otaknya.
"Nggak bisa tidur," jawabnya singkat.
Shakti tak melepaskan tatapannya dari Zia. Dia tau, istrinya ini pastilah ingin tau apa maksud ucapan Raja tadi.
"Shak, boleh aku tanya?"
Shakti diam tak memberi jawaban ataupun mengangguk sebagai persetujuan.
"Apa maksud ucapan Raja tadi, dan apa hubungan kalian?" lanjut Zia.
Shakti terdiam sejenak, berfikir apakah ini saatnya dia bercerita tentang dirinya dan masa lalunya.
"Dia menganggap ku musuhnya, dan dia yang menjadi penyebab Andien dirawat sampai sekarang."
.
.
.
.
.
Andien
Hari itu hari ulang tahun perusahaan BUMI ARTA Corp, perusahaan yang didirikan oleh papanya Shakti, yaitu Bapak Bumi Putra. Acara itu dirayakan dengan sangat mewah dan dihadiri oleh orang dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari kaum pengusaha saja, melaikan juga dari kalangan pejabat dan juga selebritis.
Shakti yang jarang sekali ikut acara seperti ini, karena memang tidak menyukainya, dipaksa ikut oleh Mama Kinan. Dengan alasan, suatu saat nanti dia akan menggantikan papanya juga. Akhirnya, terdamparlah dia di sini, di sebuah taman Hotel tempat berlangsungnya acara. Shakti memilih kabur dari acara, karena memang tidak tertarik dan tidak mengenal siapa orang-orang yang berada di dalam.
Dia berjalan menyusuri taman sampai dia melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di bangku taman itu. Tanpa pikir panjang dan tanpa tahu malu, Shakti ikut duduk di samping gadis itu. Mengambil sebatang rokok dari saku jasnya, meletakkannya di mulutnya dan menyulutnya.
Untuk beberapa saat gadis itu terdiam, membiarkan apapun yang dilakukan Shakti. Tapi lama-lama asap rokok itu mengganggunya juga. Dengan berani, dia mengambil batang rokok di jari Shakti dan langsung membuangnya.
Melihat rokoknya diambil dan dibuang begitu saja oleh orang yang tak di kenalnya, Shakti tak lantas marah. Dengan santainya dia menoleh dan menatap tajam gadis yang telah membuang rokok yang tengah dihisapnya tadi, dengan tatapan bertanya.
Mengerti akan tatapan orang di depannya, gadis itupun membuka suaranya.
"Rokok kamu ganggu!"
Shakti yang mendengar penjelasan itu masih terdiam menatap gadis cantik di depannya ini. Gadis ini begitu cantik, dengan gaun merahnya yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih pucat.
"Ngapain kamu masih duduk disini? kalau mau merokok pergi jauh dari aku, karena aku nggak suka dengan asap rokok!" lanjutnya.
"Gue nggak mau pergi, karena gue udah nggak mau ngerokok."
Gadis itu menatap Shakti tajam.
"Lo sendiri ngapain disini? apa lo juga bagian dari pesta yang diadakan di dalam?" tanya Shakti kemudian.
"Aku bukan bagian dari pesta itu, karena aku tidak mengenal siapapun di pesta itu," jawabnya ketus.
Bukan karena apa gadis cantik ini menjawab ketus, dia hanya menjaga diri untuk tidak terlalu dekat dengan orang asing. Dan cara yang dipilih adalah dengan bersikap ketus.
"Ketus amat jawabnya, padahal tadinya Gue mau ngajak kenalan," goda Shakti.
"Gue Shakti," lanjut Shakti sambil mengulurkan tangan mengajak berkenalan.
Tapi yang diajak kenalan hanya menatap uluran tangan Shakti, tanpa mau membalasnya.
"Gue cuma mau kenalan, nggak usah takut gitu. Karena gue nggak berniat nyulik lo!" cerocos Shakti yang diabaikan.
Melihat dari muka Shakti yang memang nampak tidak ada niat jahat, gadis itupun memberanikan diri menjawab.
"Aku Andien," jawabnya tanpa mau menjabat tangan Shakti.
Shakti langsung menarik tangannya kembali karena tidak mendapat sambutan. Gadis itu bernama Andien, dia adalah putri dari seorang pejabat, sekaligus pengusaha yang sedang diperbincangkan saat ini, karena karir usaha dan politiknya yang terus melejit.
Ini bukan kali pertama Andien ikut acara seperti ini. Karena memang papanya selalu mengajaknya untuk ikut menghadiri acara-acara yang di adakan oleh teman sesama pejabat ataupun pengusaha.
Ada maksud dan tujuan dari papanya Andien selalu mengajak Andien ke pesta para konglomerat. Semua lebih kepada keinginannya, agar putrinya yang pendiam memiliki teman dari kalangan-kalangan atas. Ataupun harapannya adalah, agar putrinya bisa menikah dengan salah satu pejabat atau pengusaha yang bisa lebih menaikkan pamornya.
Tapi Andien yang pendiam, tetap saja tidak bisa dan tidak mau mencoba akrab dengan orang-orang yang menurutnya hanya memakai topeng seperti papanya.
Andien merasa papanya telah berubah sejak dia sukses dalam karir politik dan juga usahanya. Papanya yang dulu selalu memberikan perhatian dan kasih sayang, sekarang berubah menjadi orang yang tak dia kenal.
Terlebih lagi saat mamanya sudah meninggal, dan papanya menikah lagi dengan ibu tirinya. Yang sama sekali tidak peduli dengan Andien. Ibu tirinya itu hanya peduli dengan harta papanya dan saudara tirinya.
"Apa lo sama kayak gue, yang nggak suka sama orang-orang di dalem yang makai topeng?"
Andien menatap Shakti tidak mengerti apa maksud ucapannya tentang 'orang orang di dalam yang makai topeng' . Didalam kan bukan sedang pesta topeng bagaimana bisa dia menyebut orang orang itu memakai topeng.
"Maksud gue orang-orang munafik yang hanya berpura-pura di depan orang lain."
Andien hanya ber oh ria tau apa yang di maksud Shakti.
"Apa lo mau pergi dari sini?"
Shakti yang melihat keterkejutan Andien dengan ajakannya langsung menambahi. "Gue bukan mau nyulik lo, bukan juga mau berbuat jahat sama lo. Gue cuma mau bantu lo buat ngabisin waktu biar nggak bosen nunggu di sini." jelas Shakti.
"Entar gue anter kesini lagi, kalau pestanya udah berakhir," lanjutnya.
"Aku nggak bisa pergi sama orang asing!"
"Kan tadi kita udah kenalan, jadi bukan orang asing lagi, kan."
Shakti yang menatap Andien masih terdiam dengan ajakannya, langsung menarik tangan Andien untuk mengikutinya.
"Kelamaan mikir, lo!" katanya sambil jalan membawa Andien mengikutinya.
Andien meronta meminta dilepaskan cengkeraman tangannya, tapi cengkeraman tangan Shakti lebih kuat dan ia tetap membawanya menuju parkiran mobil dan mendorong tubuh Andien masuk ke dalamnya.
Shakti mengajaknya berkeliling kota untuk menghabiskan waktunya.
.
.
.
.
.
tengkyu❤❤❤sayang hee
pasti ad sesuatunya tuh di susunya🙈
apalagi Zia
pass banget
keren Thor 👍👍
jadi mau ngakak....boleh doong Thor...?