Sekuel 'Harem Sang Penguasa'... sebaiknya baca itu dulu karena ini adalah kelanjutannya.
Dalam suatu organisasi yang dipanggil dengan sebutan Yakuza, Mafia jepang. Terlahirlah Yakuza paling termuda sepanjang sejarah yang bisa membuat gentar para musuhnya.
Evelyn yang bergender wanita setelah diculik saat kecil menyamar menjadi seorang laki-laki bernama Jepang Genkei Yamamoto. Dia menjadi pemuda paling ditakuti di organisasi tersebut. Hanya dengan mendengar namanya saja, para anggota Yakuza di pelosok Jepang akan bergetar ketakutan.
Dengan niat balas dendamnya kepada keluarga Lazarus, dia berganti nama lagi menjadi Kei Alejandro dan pergi dari Jepang untuk menuntut balas.
Akankah dendam yang diawali karena hasutan itu hilang atau dendam akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.15
Setelah perjamuan makan malam dari keluarga Lazarus, Kei hendak pulang tapi ditahan oleh Angela.
"Nak, jangan pulang dulu. Tante belum merasa lega untuk berterima kasih akan kebaikanmu. Menginaplah, biar tante menelepon orang tuamu. Berikan nomernya." Pinta Angela.
"Tap-" Kei ingin menolak.
"Tidak ada tapi, ok." Paksa Angela membuat Kei akhirnya mengangguk.
"Sean, bawa Kei ke kamarmu." titah Angela seraya melirik putranya Sean.
Sean melirik Kei, dibalas tatapan pasrah Kei.
"Ok, ikut aku." Sean yang sejak tadi duduk mengangkat tubuh jangkung nya, ia berjalan ke arah tangga menuju kamarnya.
"Kalau begitu saya permisi, tante... saya hanya perlu menelepon pengurus rumah karena orang tua saya tidak tinggal di kota ini."
"Baiklah, anggap rumah sendiri jangan sungkan jika butuh apapun," ucap Angela seraya mengelus sayang kepala Kei.
Wanita yang menyamar sebagai pria itu hanya tersenyum diperlakukan lembut oleh Angela. Kei mengikuti Sean naik ke atas dengan banyak pertanyaan baru di benaknya.
"Hm, aku merasakan sesuatu tentang anak itu," cetus Ella saat Kei sudah tak terlihat.
"Wah, kalau macan betinaku sudah berkata seperti ini harus waspada nih. Hehe..." canda Samuel menimpali ucapan Ella.
"Aku serius sayang, firasatku mengatakan ada sesuatu yang pemuda itu sembunyikan. Lagipula lihat wajahnya, terlihat sangat cantik untuk ukuran seorang laki-laki," Lalu Ella menatap sahabatnya Angela dengan tatapan serius.
"Xixixi, Ella. Kapan kau akan berubah dari hal-hal yang overthinking. Dia hanya pemuda biasa, iya kan suamiku?" ujar Angela, ia mengangkat sebelas alisnya agar Lazarus setuju dengan ucapannya.
Lazarus membuka mulutnya ingin menjawab ia memang merasakan hal yang sama dengan Ella tapi saat melihat kode wajah yang tak ingin dibantah dari istrinya akhirnya ia mengangguk setuju.
"Ya, kamu benar istriku. Dia hanya pemuda biasa," tapi ucapan yang terlontar dari bibirnya berlawanan dengan hembusan nafasnya yang berat. Semua orang tau, Lazarus hanya pasrah menerima ucapan istrinya.
"Xixixi, Daddy memang penakut. Saat Callista besar nanti, callista akan cari laki-laki yang berani adu argumen dengan Callista," cerocos putri bungsu Angela, membuat semua orang menertawakan Lazarus.
"Sayang, aku sudah ditertawakan karena menurut padamu. Jangan lupa membalasku nanti di kamar." Lazarus nyengir membuat Angela bergidik. Setiap hari Lazarus selalu meminta jatah di ranjang, membuatnya sedikit kewalahan karena faktor umur dirinya yang sudah bukan wanita muda lagi. Tapi mana mungkin suaminya itu akan mengerti keadaan fisiknya yang sudah tak bisa lagi mengimbangi kekuatan suaminya itu di atas ranjang?
Samuel menyenggol sikut Ella yang berada di sampingnya.
"Apa?" tanya Ella.
"Kita jangan kalah sama Lazarus dan Angela, sekarang biarkan anak - anak menginap disini dan kita bisa berduaan di rumah." bisik Samuel.
"Aku mendengarnya Sam! Kau berbisik tapi suaramu keras. Pulanglah, biarkan anak - anak disini," Angela menggeleng - gelengkan kepalanya melihat keromantisan Samuel dan Ella yang tak pernah luntur meski sudah dikarunia 2 orang anak, ia mengacungi kedua jempol akan stamina mereka berdua dalam hal urusan ranjang.
"Makasih Angela kesayanganku, emuaachh!" canda Samuel membuat Lazarus melempar buah berry ke wajah Samuel membuat Samuel terkekeh. "Hehe... Dasar pecemburu!" Ia melemparkan kembali buah berry ke wajah Lazarus.
Tingkah Ayah mereka membuat para anak -anak membubarkan diri karena sudah tak sanggup melihat kekonyolan orang tua mereka.
Hazel menarik lengan Samantha, ia berjalan ke arah kolam renang di belakang.
"Kak, seminggu lagi aku akan balapan. Kau akan ikut lagi kan? Tenang saja, nama aslimu di arena balapan belum ada yang tau." ujar Hazel.
"Nanti aku pikirkan dulu, sekarang Mom dan Dad lagi mikirin kak Sean. Aku hanya tidak ingin menambah beban mereka saat ini, takutnya ada hal yang tidak di inginkan," Samantha menggeleng lemah.
"Ok, nanti kabari aku. Aku akan membuat alasan seperti biasa, kalau kita akan melakukan perjalan ke Villa Ayahku."
"Oke," jawab Samantha.
Percakapan mereka terdengar oleh Kei dari atas balkon yang mengarah ke arah kolam renang, diam - diam ia mundur setelah mendengarnya.
Kei masuk ke dalam kamar Sean, yang empunya kamar sedang membereskan barang - barang pribadinya.
Akhirnya Sean berbalik menatap Kei, "Kau mau tidur bareng di ranjangku bersamaku atau kau mau tidur di sofa itu. Atau kau mau memilih kamar lain?" tanya Sean, telunjuk nya mengarah ke sofa di samping ranjang.
"Terserah, aku pernah tinggal di hutan hanya tidur di dalam tenda. Jadi dimana pun aku tidur tak masalah. Kau risih kalau aku tidur denganmu di ranjang?" tanya balik Kei.
"Tidak! Sekarang kalau kau mau mandi, ambil saja ganti baju untuk tidur di lemari. Pakailah bajuku sesukamu, aku akan berenang sebentar," Setelahnya Sean keluar kamar.
Setelah ditinggal sendiri di kamar, Kei berkeliling melihat seisi kamar yang di dominasi barang - barang Sean yang berwarna biru laut. Lalu Kei berjalan kembali ke arah balkon menatap ke bawah ke area kolam, melihat Samantha dan Hazel sudah tidak ada disana dan hanya ada Sean yang sudah bertelanjang dada bersiap meluncur ke air kolam. Kei tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari tubuh indah Sean.
.
.
.
LIKE, KOMEN, GIFT, VOTE, RATE 5.