NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka

Dinda tidak bisa menghindar lagi, mau tidak mau dia terpaksa memberikan rekaman CCTV untuk diperlihatkan kepada Edward.

Dengan tenang namun hati mendidih pria itu menyaksikan proses yang terjadi di dalam ruangan itu, terlihat dalam video dokter Martin yang ingin mengoperasi ayahnya, tapi entah apa yang diucapkan Senja, pria itu mundur dan digantikan oleh gadis itu.

Susan begitu histeris kala melihat peralatan yang digunakan Senja terjatuh dan berlumuran darah ayahnya, tampak seperti s

Senja yang sudah gagal melaksanakan operasi itu. Namun, kemudian alat itu diganti dengan yang baru oleh dokter yang turut membantunya. Untuk sesaat Senja terdiam menatap wajah Rudolf yang terpejam pucat dan terbujur kaku seperti mayat. Entah apa yang dibisikkan Senja di telinga Rudolf, tampak terlihat gadis itu menunduk seolah mengatakan sesuatu pada pria yang sedang tidak sadarkan diri itu, lalu diam lima menit, seolah berdoa dan kembali melanjutkan operasi itu.

Hampir 11 jam operasi itu dilaksanakan, tidak semua video ditonton oleh Edward dia mempercepat hingga berakhirnya operasi itu lalu dengan kesal dia melempar layar monitor dengan vas yang ada di atas meja karena kesal dan juga amarah yang meledak.

"Bagaimana mungkin kalian bisa membiarkan gadis itu mengoperasi ayahku? dia hanya seorang mahasiswa kedokteran! Di mana akal sehat dan pikiran kalian? atau jangan-jangan ini trik kalian supaya ayahku meninggal dan kalian bisa menguasai rumah sakit ini, iya?" bentak Edward. Suara pria itu menggelegar di ruangan Dinda, membuat nyali semua orang yang mendengar ketakutan.

Kalau hanya dikeluarkan dari rumah sakit ini tidak menjadi masalah bagi para dokter yang dia marahi Edward saat ini, mereka bisa mencari pekerjaan di rumah sakit lainnya, yang menjadi persoalan adalah pria pendendam itu tidak akan membiarkan mereka lepas dengan begitu mudah.

Kalau sampai ayahnya meninggal, dengan kekuasaan yang dia punya dia pasti menjamin bahwa mereka tidak akan bisa diterima bekerja di rumah sakit manapun, bahkan kalaupun punya modal untuk membuka klinik, izin usaha membuka klinik pun pasti tidak akan dapat dikeluarkan!

Sudah jadi konsumsi publik mengenai sifat keras Edward yang sombong dan pemarah juga penuh dendam. Jangan sampai berurusan dengannya, kalau tidak mau hidup menderita.

"Maafkan kami, Tuan. Kami tidak berdaya kami sudah mengatakan kepada Dinda agar jangan ikut campur dengan operasi itu tapi wanita itu memaksa dan mengancam. Mengatakan bahwa kami adalah dokter yang digaji rumah sakit, sementara dia adalah anak pemilik rumah sakit ini. Jadi kami tidak berhak menghentikan apa yang ingin dia lakukan dan dia juga melakukan hal itu karena ingin membuktikan kepada ayahnya bahwa dia adalah seorang dokter yang hebat," terang Husna.

Susan tidak mengatakan apapun dia hanya terus menangis meratapi keadaan ayahnya saat ini. Ayahnya sudah dipindahkan ke ruangan dan dijaga ketat oleh pengawal yang ditugaskan oleh Edward.

"Alasan seperti apa ini? Kalian ini dokter, bagaimana mungkin kalian bisa dikuasai oleh seorang anak ingusan yang tidak punya pengalaman dan kalian biarkan melakukan operasi sebesar ini? kalian gila atau apa?!" bentak Edward yang menatap tajam ke arah Husna. Kalau bukan seorang perempuan, mungkin Husna sudah ditamparnya sejak tadi.

"Maafkan kami tuan." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Martin. Pria pengecut itu benar-benar tidak mau mengakui bahwa dia tersulit emosi sehingga membiarkan Senja yang mengoperasi tuan Rudolf Stanfield karena merasa tersinggung dengan ucapan Senja.

Padahal dia tahu sendiri apa yang dikatakan Senja itu adalah benar. Sebagai dokter dia salah langkah, harusnya dia tidak menganggap sepele luka yang ada pada kepala tuan rudol. Dia pikir hanya operasi kecil sudah bisa membuat pria itu sadar.

"Mana gadis itu? panggil dan suruh dia menghadap ku sekarang juga!" perintah Edward yang tidak ingin dibantah.

Dinda kalang kabut, mencari seseorang yang bisa disuruhnya mencari keberadaan Senja dan menyeret gadis itu ke hadapan Edward.

Setengah jam berlalu orang yang disuruh memanggil senja kembali dengan tangan kosong nah ketakutan dia mengatakan tidak menemukan senja dan tidak tahu di mana senja berada

"Panggil temannya yang bernama Tina dan Rina, cepat bawa mereka kemari!" hardik Dinda.

Sejak tadi gadis itu berdebar-debar bersiap menerima apa yang akan dilakukan pria itu sebagai hukuman untuknya, tangannya bahkan hampir terluka karena diremasnya dengan begitu kuat.

Kedua garis itu datang dan menatap kebingungan orang-orang yang ada di ruangan Dinda. Mereka hanya mahasiswa koas yang tidak pernah dianggap bahkan mungkin tidak tahu keberadaan mereka ada di rumah sakit itu, lantas mengapa mereka berdua diminta datang ke sana.

"Mana Dinda?" tanya Dinda dengan ekspresi marah yang membuat keduanya semakin gugup dan kehilangan lidah untuk menjawab.

"Aku tanya mana Dinda? Kalian pasti tahu di mana keberadaan gadis gila itu!" ulang Dinda yang ingin menjadikan Rina dan Tina sebagai sasaran amarahnya karena sudah dibentak dan dipermalukan oleh Edward.

Seolah dia tidak punya harga diri lagi sebagai kepala rumah sakit ini. Padahal dia juga punya hak yang sama seperti Edward mereka sama-sama anak dari yang punya rumah sakit.

"Dinda... Dinda ada di mess, dia tadi beristirahat. Katanya dia lelah setelah melakukan operasi yang panjang," jawab Tina memberanikan diri sementara Rina sudah menangis karena ketakutan berdiri di belakang Tina dengan meremas jemarinya.

Dinda segera memerintahkan dua security yang turut hadir di ruangan itu untuk menyeret Senja ke hadapannya. "Jika dia menolak kalian boleh memukulnya bawa dia ke sini sekarang juga!" perintah Dinda

"Kalian ingat semua yang di ruangan ini, kalau sampai terjadi hal apa hal buruk apapun terhadap ayahku, maka di manapun kalian akan kucari. Aku akan membuat perhitungan pada kalian terlebih, kalian tim dokter yang tidak memiliki integritas sebagai dokter! bisa-bisanya kalian memberikan hak kepada seorang mahasiswa untuk melakukan operasi. Aku akan menghubungi pihak yang berkepentingan agar izin kalian dicabut dan kalian dikeluarkan dari IDI," ancam Edward.

20 menit menunggu, akhirnya Senja tiba di ruangan itu. Dia bahkan tidak sempat mengikat rambutnya yang acak-acakan sehabis bangun tidur. Istirahatnya belum cukup, dia masih ingin tidur hingga esok pagi, tapi kedua pria bertubuh besar itu memaksa untuk ikut dengan mereka.

Senja melihat satu persatu orang yang kini sedang menatapnya lalu berakhir pada tatapan pria yang duduk di sofa dengan mengangkat sebelah kakinya melumpuhkan pada kaki yang satunya lagi.

"Akhirnya kau muncul! Sekarang aku minta penjelasan darimu. Aku ingin mendengar apa saja yang sudah kau lakukan di ruang operasi itu dan apa motifnya mencelakai ayahku!"

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!