Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku hajar kalian!
"Oh ya, kalian ini bukan dari desa ini kan?" tanya pemilik toko perhiasan.
Arin menganggukkan kepalanya. "Iya, benar sekali Tuan. Aku dan mereka bukan dari desa ini." jawab Arin.
"Pantas saja.. wajah kalian begitu cantik, sangat berbeda dengan orang-orang yang ada di tempat ini." kata tuan pemilik toko perhiasan.
"Ah tuan bisa saja memuji kami seperti itu, tapi di tempat ini masih banyak gadis cantiknya kok." jawab nyonya katak sembari tersenyum genit.
Pemilih toko perhiasan itu menatap nyonya katak dan nyonya beruang tanpa berkedip sama sekali. Dia kemudian menatap An dan Nan, yang terakhir dia menatap Arin.
"Memangnya kalian dari desa mana?" tanya si pemilik toko perhiasan.
"Kami berasal dari desa seberang sana, tuan. kami adalah pendatang baru." jawab Arin.
"Oh begitu ya, pantas saja kalian benar-benar berbeda dengan orang-orang yang ada di desa ini." jawab Paman pemilik toko perhiasan.
Sesaat kemudian lima pria mendatangi Arin dan yang lain. "Halo cantik." sapa mereka.
Tak ada jawaban dari Arin dan yang lain, mereka masih asik dengan pekerjaan mereka yaitu memilih perhiasan yang membuat kedua mata mereka berbinar.
"Kenapa tidak ada yang menjawab, apa perkataanku kurang keras?" tanya salah satu pria.
"Mungkin saja mereka tidak dengar." jawab pria B.
"Bagaimana kalau kita dekati mereka." kata pria C.
Arin kemudian menoleh menatap beberapa pria yang sudah berada di dekatnya. "Kalian ini mau apa sih?" tanya Arin dengan nada bete.
"Hai cantik, apa bisa kita kenalan sama kalian?" tanya pria A.
Arin memutar kedua bola matanya jengah. "Wajahnya jelek-jelek gini mau kenalan sama kita, mereka belum tahu kalau yang diajak kenalan itu siapa?" gumam Arin dalam hati yang kemudian tidak menghiraukan kelima pria itu.
"Sombong banget sih.. mentang-mentang wajahmu cantik kamu tidak menghiraukan perkataanku." kata Pria D.
"Cantik, kau tidak sekalian ikut dengan kami. tanya pria E yang dari tadi memperhatikan Arin dan nyonya beruang.
"Siap sih kalian ini?" tanya Arin sewot.
"Sombong banget mereka." ucap pria yang nampak kesal dengan penolakan Arin dan yang lain.
"Sudah-sudah kalian jangan buat masalah di sini, kalau kalian buat masalah di sini lebih baik kalian pergi dari sini!" paman pemilik toko perhiasan mencoba untuk mengusir lima pria yang mencari masalah itu.
"Diamlah, jika kamu masih ikut campur akan ku hancurkan tokomu ini." ujar salah satu pria. kelima pria itu memang sangat terkenal karena suka sekali membuat masalah di tempat itu.
"Oh ya ini, namanya desa apa, paman?" tanya Arin.
"Ini namanya desa Won, desa yang sering sekali mendapatkan pasokan perhiasan yang sangat banyak." jawab si pemilik toko perhiasan.
"Sudah, jangan hiraukan mereka, ayo kita memilih gelang giok itu." kata An.
Mendengar perkataan itu seketika kelima pria itu sangat kesal, dua pria mencoba untuk mengganggu An dan Nan mereka menarik tangan An dan Nan.
"Berani sekali kalian berbuat jahat sekali pada kami." kata An yang kemudian menghempaskan tangan dua pria itu.
Brakk..
Tenaga An lumayan besar hingga membuat dua pria itu langsung terlempar.
"Haa?" tiga pria yang lain nampak terkejut.
"Dasar kalian tidak tahu diri beraninya kalian menyentuh kami bentak Nan yang terlihat marah. dia menatap tajam kepada dua pria yang melecehkannya dan An.
"Aggg..," erang kesakitan dua pria.
"Dasar kurang ajar!" bentak pria B.
"Ayo kita bawa mereka!" seru kelima pria.
"Berani sekali mereka, kalau begitu.. Ayo kita hajar mereka." ujar nyonya beruang.
"Hihihi... semangat banget mereka, padahal aku diam saja sekarang mereka sudah semangat seperti itu." ucap Arin pelan.
Akhirnya nyonya beruang, nyonya katak dan yang lain sudah bersiap-siap berkelahi, lima wanita melawan 5 pria.
"Sudah-sudah, kalian jangan hiraukan mereka, pasti kalian akan dihajar oleh mereka." kata pria pemilik toko.
"Tenang saja paman, aku pasti akan menghajar mereka, begitu pula dengan kedua saudariku dan kedua bibiku ini." jawab Arin. dia berada di posisi Tengah sudah bersiap untuk memberi perintah.
"Sudah lama banget aku ingin menghajar makhluk seperti mereka, sudah 1000 tahun aku sudah dipenjara, sekarang aku pasti akan membuat mereka babak belur." ujar An.
Begitu pula dengan Nan, dia sudah bersiap untuk memberikan perlawanan. "Sudah, tidak usah banyak bicara, ayo kita hajar mereka!" teriak nyonya katak dengan semangat menggebu.
"Ingat, kita ini manusia, jadi kita bertarung seperti manusia." kata Arin.
Nyonya beruang dan yang lain menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka mengambil kuda-kuda bersiap untuk melawan kelima pria itu.
"Kalian kira kalian bisa melawan kami? kalian itu cuma wanita lemah, tidak akan bisa melawan kami!" seru salah satu pria. dia nampak tertawa terbahak-bahak menghina Arin dan yang lain.
Arin memberikan senyum mencemooh kemudian mengacungkan jari tengahnya.
"Kami akan membawa kalian dan kalian akan menyenangkan kami malam ini!" teriak kelima pria.
"Jika kamu bisa mengalahkan ku, aku akan menjadi budakmu." ujar An. setelah itu dia mengepalkan tangannya.
"Maju, Serang Mereka!!" seru Arin.
Tentu saja hari ini akan menjadi peristiwa yang sangat langka ketika 5 pria melawan 5 wanita, Paman pemilik toko perhiasan mencoba untuk melerai namun sayangnya dia malah terjatuh akibat didorong oleh salah satu pria.
Arin menunjukkan kekuatannya, dia meninju wajah si pria berulang kali, kedua matanya sekarang sudah berubah menjadi hitam seperti panda. Setelah itu dia meninju mulutnya sekitar 4 kali hingga beberapa gigi depannya rontok.
"Kalian kira kami ini wanita murahan? lihat aja bagaimana kami menghajar kalian!" teriak Arin dengan suara yang begitu keras. tangannya mengepal dengan begitu erat, Dia kemudian meninju pipi si pria berulang kali, kanan dan kiri. Setelahnya Arin meninju perut si pria hingga pria itu terlempar membentur tiang salah satu toko pakaian.
"Kalian ini harus merasakan bagaimana kekuatan wanita sejati!" seru nyonya beruang. Dia kemudian menggunakan kekuatannya, bukan kekuatan siluman yang dia gunakan melainkan kekuatan kemarahan wanita. Dia menampar si pria berulang kali, tamparan yang diberikan oleh nyonya beruang benar-benar sungguh luar biasa.
Satu tamparan membuat wajah si pria bengkak luar biasa, 2 tamparan, 3 tamparan hingga 5 tamparan akhirnya pria itu wajahnya sedikit peot.
"Kalian ini benar-benar tidak bisa dikasih hati." kata nyonya beruang yang kemudian memukul kepala si pria, hingga pria itu pingsan dengan wajah lebam tidak karuan.
Berbeda dengan nyonya katak, dia dia melihat beberapa pria yang wajahnya tidak tampan itu membuatnya sangat kesal, niat hati mencari pria tampan di dunia malah bertemu dengan pria yang wajahnya standar.
"Dasar muka jelek!" teriak nyonya katak yang langsung meninju pria yang ada di depannya hingga pria itu langsung pingsan hanya dengan satu kali pukulan.
*bersambung*