NovelToon NovelToon
aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Patahhati / Tamat
Popularitas:233k
Nilai: 4.6
Nama Author: meidina

Penyesalan selalu ada di belakang, itulah yang di rasakan pria yang sekarang hidupnya berantakan.

Terlebih setelah dia melakukan kesalahan besar dalam hidupnya, “sudah ku katakan jangan pernah berani meninggikan suaramu padaku!” Bentak Nanang.

“Terus aku harus apa, selalu diam melihatmu menyakitiku, kamu tidak menafkahi ku aku diam, tapi berselingkuh kamu tak tau diri mas!” Jawab Sari marah.

Plak...

Sebuah tamparan di berikan pria itu, sedang sari merasa sudah tak bisa tahan lagi.
“Ceraikan aku mas, aku tak mau hidup dengan pria menyebalkan seperti mu!!” kata satinyang marah.


Apa yang di pilih Sari benar?
Atau keputusan ininakan di sesali keduanya?
Atau pilihan ini baik untuk mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menyesal

Nanang menunggui istrinya yang baru saja menerima tiga jahitan di kepalanya.

dan beruntung kondisinya tak parah, tapi bekas tangan di pipi Sari sedikit memancing perhatian dari dokter jaga di puskesmas itu.

"maaf kalau boleh tau anda siapanya ya mas?" tanya dokter itu.

"saya suaminya dokter, apa ada masalah?" tanya Nanang.

"mbaknya usianya berapa? maaf ini untuk memberikan obat yang tepat," bohong dokter itu.

"baru delapan belas tahun bulan lalu sepertinya, memang kenapa dokter," tanya Nanang tak suka pria lain menaruh perhatian pada istrinya.

"tidak kalau begitu saya akan berikan obat untuk mbaknya," kata dokter itu tersenyum kemudian pamit.

pria itu tak mengira jadi dokter selama dua tahun di puskesmas ini, dia akan sering melihat gadis yang harus menikah di usia muda mereka.

"ada apa dokter?" tanya seorang petugas puskesmas.

"apa disini masih banyak pernikahan yang mengakibatkan kekerasan, ya tuhan itu sangat merugikan pihak perempuan jika seperti ini," kata pria itu tak habis pikir.

"jangan terkejut seperti itu dokter, bahkan saya saja menikah setelah tiga bulan dapat menstruasi, dan sebulan kemudian hamil," jawab petugas wanita itu.

dokter pun makin terkejut mendengarnya, "tapi pasien tadi sepertinya mengalami penganiayaan, lihat di wajahnya ada bekas tangan yang cukup besar dan luka tadi,"

"kita tidak bisa melihat segalanya dari satu sisi saja, mungkin ada sesuatu yang membuat gadis itu mengalami hal seperti itu, terlebih pria itu adalah anak juragan terpandang di sini," jawab petugas puskesmas itu.

dokter itu pun tak bisa bicara lagi, dia pun meminta petugas itu memberikan resep obat yang harus di tebus oleh Nanang.

Sari pun sadar dan kepalanya masih pusing, terlebih rasa sakit yang berdenyut-denyut itu.

dia pun memejamkan matanya beberapa kali untuk memastikan dia berada di mana.

"mbak sudah sadar, mbak ada di rumah sakit,sebentar suaminya sedang berada di apotek untuk menebus obat," kata perawat itu.

Sari pun langsung menangis saat ingat apa yang terjadi, meski dia harus menangis dalam diamnya.

dia meraba saku bajunya dan menemukan ponselnya, dia pun buru-buru menelpon bapaknya.

tapi saat dia ingat kembali, dia pun mengurungkan niatnya, "sepertinya percuma jika aku harus pulang ke rumah, bapak pasti juga akan menghajar ku habis-habisan," batinnya.

dokter memeriksa Sari, "apa masih pusing mbak? atau apa yang anda rasakan?" tanya dokter itu.

tapi pria itu sedikit terkejut melihat dari yang buru-buru menghapus air matanya, "sedikit pusing dokter, tapi semuanya sudah baik," jawab Sari yang tak ingin melihat pria itu.

dokter merasa heran karena satu terus mengalihkan pandangannya dari dia, "ada apa ya dokter,"

mendengar suara itu, mata Sari melotot dan melihat sosok suaminya itu mendekat kearahnya.

"mas dari mana?" tanya Sari dengan suara serak.

"aku habis menebus obat, apa sekarang saya bisa membawa istri saya pulang?" tanya Nanang terdengar dingin.

"silahkan, jika ada keluhan apapun segera kembali ke sini untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata dokter itu.

"baik dokter," jawab Nanang yang langsung mengajak dari pulang.

dia sudah membayar semua biaya perawatan, Sari masih cukup lemah, akhirnya Nanang pun mengendong istrinya yang terasa begitu ringan itu.

mereka berdua pun meninggalkan puskemas, "semoga kamu baik-baik saja ya mbak," kata dokter itu.

selama perjalanan menuju rumah, Sari hanya diam sambil melihat ke arah persawahan.

Nanang beberapa kali melirik istrinya itu, tapi Sari tetap membisu dalam diamnya.

"apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Nanang yang merasa bersalah

"tidak ada, aku hanya ingin segera pulang karena kepala ku sangat pusing," jawab Sari.

setelah dua puluh menit akhirnya mereka pun sampai di rumah, terlebih jalan desa mereka sangat tidak karena berupa tanah.

sesampainya di rumah, Sari pun sebisa mungkin turun dari mobil dan berjalan.

tapi tanpa tak terduga Nanang mengendongnya, Sari bingung dengan suaminya itu yang kadang baik, kadang begitu keras dan suka main tangan.

Nanang pun menidurkan istrinya itu di ranjang mereka, setelah itu dia membereskan barang di mobil.

tapi tatapan Nanang melihat bekas darah di lantai dan dinding, dia pun segera mengambil kain basah dan pembersih kaca untuk membersihkan noda darah itu.

dia pun merasa bodoh hingga bisa memukul istrinya yang sudah menjelaskan jika semuanya hanya bercanda.

"pria bodoh, kenapa kamu gelap nata hanya karena melihat gadis yang kau sukai, lihat istrimu sekarang..." gumamnya merasa menyesal.

tanpa di sadari Nanang, Sari mendengar semuanya, "aku tau jika aku bukan istri pilihannya,tapi apa salah jika dia mencoba sedikit saja untuk mencoba melihatku," batin Sari.

keesokan harinya, Sari bangun dan merasakan kepalanya cukup sakit dan pusing.

tapi saat dia ingin bangun, dia merasakan seseorang memeluknya erat.

dia pun memindahkan tangan suaminya itu perlahan dan segera membawa obat itu untuk meminumnya.

dia mengambil roti dan air hangat untuk minum obat, setidaknya dia tak boleh minum obat dalam kondisi perut kosong.

Nanang yang merasakan sari tak ada langsung bangkit dari tidurnya, "Sari!!" panggil Nanang.

"di dapur mas," saut gadis itu.

ternyata Sari sedang memasak dan dan Nanang langsung mematikan kompor itu dan menarik istrinya itu untuk duduk.

"ada apa mas,biarkan aku membuat sarapan untuk mu,nanti kamu bisa kesiangan," kata Sari.

Nanang pun melihat jika senyum istrinya itu menghilang, senyum yang setiap pagi dia lihat.

"maafkan aku, kamu bisa menghukum ku jika kamu marah, tapi jangan seperti ini..." kata Nanang.

"mas ngomong apa sih, aku tak kenapa-kenapa sudah lupakan, karena aku tak mungkin marah pada suami sebaik mas," jawab Sari yang mengecup kening Nanang.

Nanang pun meletakkan kepalanya di paha istrinya yang sedang duduk itu.

sedang Sari hanya bisa meneteskan air matanya, pasalnya tadi dia baru saja menelpon orang tuanya.

Sari tak mengira akan mendengar perkataan kasar dari pria yang seharusnya melindunginya.

"ada apa, kamu masih pagi menelpon bapak?" tanya pak Wasis.

"bapak, Sari ingin pulang, sari tidak bisa lagi di sini, karena mas Nanang tak mencintai sari pak..." lirih Sari yang tak bisa membendung air matanya.

bahkan suaranya sudah sedang dan sesenggukan, "kamu bilang apa, bagaimana pun dia itu suamimu, jika bukan kamu yang melakukan kesalahan kamu tak akan di marahi,jangan manja Sari,kamu ingin bapak dan ibu di hina karena tak bisa mendidik putrinya, jika hanya di marahi kamu tak harus pulang ke rumah, lekas minta maaf, aku yakin suamimu itu akan memaafkan mu," jawab pak Wasis.

"tapi pak...." kata Sari yang tak bisa mengatakan semuanya.

"bapak mengajarimu dari kecil untuk kuat dan mandiri, kamu bukan gadis lemah, ingat apapun yang suamimu katakan, itu adalah perintah untuk mu, jadi kamu harus menurutinya!"

"iya pak Sari tau, jika bapak bisa tolong lihat aku sebentar saja, aku merindukan bapak dan ibu..." lirih Sari.

"ya nanti kalau bapak punya waktu,sekarang bapak tutup telponnya dan segera siapkan keperluan suamimu, jangan pernah membuat suamimu kecewa," kata pak Wasis

"inggeh pak," jawab Sari.

Nanang pun mencium pipi Sari dan kemudian pergi untuk bersiap bekerja.

"terima kasih sudah memaafkan aku ya dek," kata Nanang.

Sari pun menyiapkan semua keperluan suaminya, Nanang pun sudah bersikap biasa.

hari ini Sari memutuskan untuk libur tak berjualan, terlebih kondisinya yang belum memungkinkan.

tapi dia juga tak sepenuhnya istirahat, karena suaminya yang tak suka rumah kotor.

1
aira aira
Good very good
Mulya Nurhayati
bagus ceritax.mksih tgor
Khusnul Khotimah
wah author nya orang Jombang.....salam Thor aq jg dr Jombang
Meidina: hai kak, Jombang mana?🤭🤭🤭 siapa tau tetangga
total 1 replies
Xyylva Xyylva
kenapa novel nya gak ada terjemahannya thor...karena saya bukan orang jawa thor...jadi gak paham dengan ceritanya
tionauli tumanggor
jawab sari
Linzyuu Quen Pioh
mff ya thorr,,,🙏 klw pke bahasa jawa aku tidak mengerti itu ceritanx apa,,
Lely Su
yaelahh..cerita apa ini,,yg jhat mlh hidup bjgia dgn selingkuhanta, tp yg baik mlh sll mnderita,,disiksa,,stlh cerai mlh diperkosa mrtua sndri..cerita ga nrmutu
Nuriyah
alhamdulillah yeeyy dpt pls dari othor ku terimakasih 😍😍😍😍😍
zakiya moriuchi 🇯🇵
hadir thor
aira aira
bagus banget, gak rela da end ada bonus partnya ya.
Sumawita
Kasian Fendi,,,apa ga sebaiknya Fendi di jodohkan SM Yuni aja kak
🎎 Lestari Handayani 🌹
kenapa Fendi liar gitu jadinya
Sumawita
Sabar juragan Fendi LG dalam pengaruh guna guna dari ibunya sendiri
vira
👎👎👎
Sumawita
Ko Dewi jadi ganjen gitu
🎎 Lestari Handayani 🌹
kok Dewi jd kegatelan kaya gt ya🤔🤔
Maya Indah
lanjutttt thorrrrrrr
Maya Indah
keren thor cerita lo
Maya Indah
makin greget ,semua mulai terungkap jati dirinya haha
Yuni_titha
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!