Narendra Fatin Fahrezi. Seorang pemimpin perusahaan dan juga seorang ayah bagi putrinya. Memilih membuka lembaran baru bersama partner bisnisnya sendiri karena sebuah kesamaan.
Namun, setelah tujuh tahun menunggu, ternyata hati istrinya masih dengan penghuni yang sama.
Kecewa? Itu pasti. Karena selama ini yang selalu dia harapkan dari istrinya adalah cintanya. Tapi, selama itu juga, semua berakhir sama.
Lalu, apakah hubungan mereka akan putus atau terus? Akankah dia tega memutuskan suatu hubungan yang dibangun dengan susah payah? Lalu, apa dia tega memisahkan putrinya yang sudah menganggap istrinya sebagai ibu kandungnya?
Bagaimana kelanjutan ceritanya, ya?
Yuk kepoin sekarang.
Jangan lupa like, vote dan hadiah.
Beberapa info akan di share di Ig.
Jangan lupa follow ya.
@zulf_alina.
Jadwal UP juga ada disana. Makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zulfa Laeli Ahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reuni
Mobil kesayangan ayah Ael kini sudah terparkir di depan teras rumah. Mesin menyala guna memanaskan seperti biasa. Naren, Nara dan Yumna keluar rumah dengan disusul ayah Ael dibelakangnya.
Mereka berpamitan pada ayah Ael. Lalu masuk ke dalam mobil. Perlahan mobil mulai berjalan menuju jalan raya. Jalan yang tak terlalu ramai membuat perjalanan terasa cukup cepat. Tentunya dengan Nara yang membantu memberi arah menuju tempat tujuan, dan Naren Yang mengikuti arahan dengan baik.
Perjalanan selama empat jam setengah akhirnya usai. Mereka berhenti di sebuah hotel yang memang sudah dipesan oleh teman Nara. Naren mengajak Nara dan Yumna untuk turun dari mobil setelah terparkir sempurna.
Mereka masuk ke dalam hotel dan langsung menuju tempat dimana reuni diadakan. Tempatnya ramai, seperti pesta. Orang-orang berlalu lalang dengan membawa minuman atau makanan ditangan mereka.
"Nara!" mendengar namanya disebut, Nara menoleh. Matanya tertuju pada suara yang tak asing baginya.
Wanita berkulit putih bersih mendekatinya. Senyum merekah membuat siapapun mengira dia orang yang sangat ramah. Memang benar. Dia adalah Zeline. Wanita cantik asal negara Kazakhstan.
"Zeline!"
Mereka berdua saling berpelukan dengan erat. Namun melihat perut besar Zeline, keduanya agak melonggarkan pelukan. "Kamu tambah cantik aja!" puji Zeline saat pelukannya terlepas.
Nara membalas dengan senyuman. "Kamu juga tambah cantik."
Tak berapa lama, seorang pria datang dengan menggendong anak kecil. Pria berjas itu tersenyum dengan ramahnya, "Teman kamu ya?" tebaknya pada Zeline.
Zeline mengangguk pelan. "Iya. Yang dulu pernah datang ke pernikahan kita bawa kado spesial." jawab Zeline, membuat pria yang berdiri disampingnya mengangguk paham.
"Kamu pasti udah kenal sama suami aku, Ra. Jadi, aku ngga perlu ngenalin lagi. Karena yang perlu dikenalin itu, dia." Zeline memegang lengan berjas pria yang tak lain adalah suaminya. Lalu, menunjuk ke arah anak kecil yang berpakaian sama dengan suaminya.
"Dia anak pertamaku. Namanya Sarsen." anak laki-laki itu tersenyum.
"Hallo, Sarsen. Kenalin, ini aunty Nara, ini uncle Naren dan ini Yumna." Nara tak lupa memperkenalkan keluarga kecilnya pada Zeline.
Suami Zeline mengulurkan tangannya ke arah Naren. Dengan senang hati, Naren pun membalasnya. "Ayo kita duduk." ajak suami Zeline sembari menggenggam tangan Zeline dan berjalan menuju meja berkursi enam.
Naren pun melakukan hal yang sama. Menggenggam tangan Nara dan Yumna menyusul keluarga kecil Zeline. Beberapa pelayan datang setelah mereka duduk manis di kursi yang sudah disiapkan.
"Mommy, es krim." Yumna yang melihat es krim berukuran jumbo langsung merengek pada mommy-nya.
Nara melirik ke arah Naren, meminta persetujuan. Melihat lirikan dari Nara, Naren pun mengangguk setuju. "Aku juga." imbuh Naren membuat Nara langaung meliriknya dengan tajam.
Acara dimulai dengan sambutan kecil dari teman sekelas Nara. Lalu berlanjut menikmati hidangan yang sudah disediakan di meja. Setelah itu, semua teman-teman berfoto untuk mengabadikam kenangan.
Ketika fotografer akan mengambil kenangan berharga itu, suara seseorang membuat acara yang berlangsung terhenti. Semua mata tertuju pada sosok cantik berambut pendek dengan pria tampan berjas yang ada disampingnya.
Wanita itu tersenyum sembari berjalan di karpet merah menuju panggung. Tetapi, pria yang berjalan disampingnya terlihat tak tersenyum sedikitpun. Aneh.
"Kalian?" setelah sampai diatas panggung, Nara berucap tak percaya melihat siapa yang kini ada berdiri tak jauh darinya.
"Kenalin, dia suami aku."
Jleb!
*
*
*
* semua kesalahan pemeran utama wanita selalu dibenarkan dengan berbagai alasan bahkan tidak dianggap salah (wajar author nya wanita jadi dia diposisi pemeran utama wanita jadi dia merasa dirinya tidak pernah salah
*pemeran utama pria dibuat jadi karakter bodoh dan tidak punya harga diri yang terus2 mengejar cinta pemeran utama wanita kayak tidak ada perempuan lain saja
SEPERTI KOMENKU DI ATAS, NARA LBH MMILIH PRGI BRSAMA GIO DI KEABADIAN, APALAGI DIDALAM TUBUHNYA ADA, PARU2 CANGKOK DRI GIO.. APALAGI GIO LKI2 YG DITUNGGUNYA...
SEKALI LAGI KECEWA DGN ENDINGNYA..
BERHARAP NAREN BISA BRBAHAGIA SAMPE MENUA BRSAMA NARA,, DN NARA BISA SPENUHNYA MNERIMA NAREN SBAGAI SUAMINYA, TNPA BAYANG2 GIO...
DAN KNP NAREN SAMPE DOWN HIDUPNYA, STELAH KPRGIAN NARA, KRN NAREN SANGAT MNCINTAI NARA, NMUN NAREN KECEWA, KRN NARA LBH MMILIH PRGI BRSAMA GIO, DRIPADA BRJUANG UNTUK HIDUP, SEMBUH DN HIDUP BRSAMANYA MMBESARKN ANAK2 MREKA, ITULH YG MMBUAT NAREN DOWN SLAMA 7 TH.. SUNGGUH TRAGIS KISAH CINTA PRIA SHOLEH, BAIK, PERHATIAN, PENYABAR DN PENYAYANG.. SBENARNYA BSA OTHOR BUAT KISAH INI HEPI ENDING, TPI KYKNYA OTHOR GK RELA LIAT TOKOH NAREN BAHAGIA...