NovelToon NovelToon
Suamiku Ceo Arrogant

Suamiku Ceo Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak
Popularitas:192.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: najwatirta

namaku aurora. mungkin kalian akan terkejut mendengar nama lengkapku, ya aurora borealis.

aku tidak tau siapa yang memberikan nama ini, tapi yang ibu angkatku katakan, siapapun yang memberi nama ini adalah sebuah pengharapan agar hidup ku lebih berwarna seperti aurora yang menghasilkan cahaya menyala nyala dan menari nari..

aku hidup dalam kesederhanaan dan belum mempunyai pekerjaan tetap karena aku hanyalah tamatan SMA

bekerja serabutan untuk membantu keuangan keluarga. sampai suatu hari aku ikut temanku yang bekerja di make up artist lumayan selain uang yang aku dapat agak besar, aku bisa bertemu dengan beberapa artis yang biasa aku lihat di televisi.

berawal dari sini aku bertemu dan mengenal lelaki angkuh dan arrogant.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwatirta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hawatir

ting

tong

"apa dia kembali lagi?." aurora meletakkan sayur yang sedang dicucinya.

"apa ada yang ketinggalan?." aurora bertanya dan menatap seorang pria yang mengetuk pintu.

"siapa?." ucap mereka bersamaan.

*************************

sudah jam dua belas siang, tandanya waktu istirahat sudah tiba. bima berulang kali melihat jam mewah yang bertengger di pergelangan tangannya. kenapa aurora belum juga sampai. harusnya sepuluh menit yang lalu dia sudah datang.

bima mencoba menghubungi ponsel aurora namun tidak ada yang mengangkatnya.

"gam, cepat cek cctv apartemen. apa aurora masih disana?."

"baik tuan." agam segera menjalankan perintah tuannya.

sedangkan aurora sendiri sudah berada di lobi, dengan bekal makanan di tangannya.

"lo ngapain disini?." lady mengagetkan aurora

"saya diperintahkan tuan bima untuk mengantarkan bekal makan siang ini nona."

lady menatap aurora tak percaya, bisa bisanya perempuan miskin ini dengan tidak tau dirinya datang ke kantor calon suaminya dengan membawa bekal segala

"sini biar gue yang bawa." lady hendak mengambil bekal makanan dari tangan aurora, dengan cepat aurora menyembunyikan bekal makanan tadi kebelakang tubuhnya membuat lady semakin geram.

"ma'af nona, tapi tuan bima mengatakan harus saya sendiri yang mengantarnya. saya permisi nona."

"eh kalian, cegat dia!." perintah lady kepada satpam yang berjaga di pintu masuk. dua satpam botak yang berjaga dengan cepat menghadang aurora, aurora berusaha menghindar namun tidak bisa.

"ma'af pak, tapi saya diperintahkan oleh tuan bima sendiri untuk mengantarkan makanan ini langsung." jujur aurora membuat kedua satpam tadi bingung

"apa kalian percaya, apa kalian lebih mempercayainya dari pada aku? lihatlah penampilannya! apa dia terlihat pantas bahkan untuk disebut sebagai pembantu bima dia tidak pantas." ucap lady geram

"mari nona, saya tunjukkan jalan keluarnya." aurora menghela nafasnya dan memberikan bekal makanan tadi kepada lady.

"tolong berikan ini kepada tuan bima, jangan sampai dia tidak makan siang."

"gak usah banyak omong lo, pergi sana!." aurora pun langsung kembali ke apartemen bima.

tak

tak

tak

langkah kaki jenjang lady memasuki ruangan bima. bima berhenti membaca berkasnya dan mengalihkan pandangannya ke pintu, saat dia melihat siapa yang datang, seketika senyum di wajahnya menghilang.

kenapa aku merasa kecewa karena bukan aurora yang datang?

"sayang, ini makan siangmu." bima mengerutkan keningnya, bukankah harusnya aurora yang mengantarkannya.

"kenapa makan siangku ada padamu?."

"tadi aku bertemu perempuan miskin itu dibawah, jadi aku mengusirnya dan membawakannya kepadamu." raut wajah bima sudah tak dapat lagi menahan amarah, dia mendekati lady dan memelototinya.

"apa hak mu mengusirnya?." bima sedikit berbisik membuat lady ketakutan.

"sekali lagi aku tanya padamu, apa hakmu mengusirnya!!!." bima meninggikan suaranya. membuat lady memejamkan matanya karena kaget dan ketakutan. namun dengan cepat dia membuka matanya dan melihat kearah bima yang juga sedang menatapnya. lady belum pernah melihat bima membentaknya terlebih saat ini pandangan bima menunjukkan banyak kebencian di matanya.

"aku kekasihmu, dan aku calon istrimu." lady balik membentak bima

"aku bosan, aku jenuh dengan sikapmu lady. apa sebaiknya kita berpisah?." pertanyaan bima berhasil membuat lady gelapan, kata yang tak pernah bima ucapkan kepadanya. lady tidak menyangka baru saja bima mengucapkannya hanya karena gadis bodoh, miskin itu.

"bima, kau keterlaluan! kamu membentakku bahkan bertanya apa kita harus berpisah karena perempuan itu?." lady berteriak sambil menangis. bima yang biasanya tak bisa melihat lady menangis dan langsung luluh karena hal itu tapi saat ini bima bersikap biasa saja.

"pergilah!."

"bim, kamu gak bisa kayak gini." lady semakin menangis dan memegang tangan bima

"pergi, sebelum aku bertindak lebih jauh lagi." ucap bima tegas dan meninggalkan lady seorang diri di ruangannya.

lady meremas sedikit rambutnya, air mata yang sedari tadi mengalir saat bima masih bersamanya, segera ia usap.

aku harus menjauhkan perempuan miskin itu dari bima, bagaimanapun caranya! lady segera keluar dari ruangan bima.

"gam, kamu urus semua pekerjaan kantor. aku harus pulang." agam mengangguk dan tersenyum. apa mereka baru saja bertengkar, agam sengaja tidak mencegah aurora pulang, dia ingin melihat reaksi bima. benar saja, bima langsung berpamitan pulang tentu untuk mengejar aurora.

semoga anda cepat sadar tuan, lady bukan wanita baik baik. batin agam

bima mencoba berulang kali menghubungi aurora, tapi tetap saja tidak diangakat. bima menyunggar rambutnya frustasi.

"kamu diman ra? kenapa tidak mengangkat panggilanku?." bima bermonolog sendiri, sambil melihat ke jalan samping kanan dan kirinya, mungkin dia menemukan aurora disana.

bima meminta agam untuk mencari keberadaan aurora. agam yang mendengar ucapan bima yang seperti sedang frustasi kembali tersenyum.

apa anda menyukai aurora tuan? sayangnya agam hanya mampu bertanya dalam hatinya.

sepuluh menit kemudian agam menghungi bima.

"kenapa lama sekali gam?."

"astaga! baru sepuluh menit tuan.."

"kau berani menjawabku?." tanya bima dari seberang telepon

bukankah tadi anda bertanya tuan. agam berdecak kesal

"tidak tuan, tentu saja tidak."

"bagaimana, kau sudah menemukan keberadaan aurora?."

"iya tuan, nona aurora sedang berbelanja di supermarket."

"ya ampun! dia bahkan membuatku hampir gila, sedangkan dirinya sedang berbelanja?." bima mengusap kasar wajahnya, namun dia tidak memungkiri kelegaannya menemukan keberadaan aurora. bimapun mematikan ponselnya.

"anda hanya hampir gila tuan, sedangkan saya sudah gila karena perintah tuan yang aneh." ucap agam sambil memasukkan ponsel ke kantong celananya.

bima mengarahkan mobilnya ke supermarket yang agam sebutkan tadi. beberapa pengunjung melihat bima dengan tatapan kagum, pasalnya bima yang memiliki badan atletis dan wajah yang rupawan masuk ke dalam supermarket masih dengan menggunakan jas lengkapnya.

bima mencari dimana wanita yang sedari tadi membuatnya hawatir, pandangan bima fokus kepada sesosok wanita yang memakai celana jeans dengan kemeja kotak-kotak lengkap dengan maskernya.

apa karena kamu berpenampilan seperti ini, lady selalu mengataimu gadis miskin? hati bima terenyuh mengingat ucapan lady.

bima tersenyum dan melangkah cepat menghampiri aurora yang sedang memilih buah.

"kamu membeli buah?."

"eh copot!." aurora tidak sengaja menjatuhkan buah apel yang dipegangnya karena kaget bima tiba tiba berada di belakangnya.

"bima, ngagetin tau gak!."

"habisnya serius banget milih buahnya."

"kamu mau buah apa? apel? jeruk? anggur? leci?." tunjuk aurora ke beberapa deretan buah-buahan di depannya.

"aku mau apel sama kiwi aja." aurora dengan cepat mengambil buah yang bima tunjuk dan memasukkannya ke keranjang belanjaan. saat aurora akan mendorong trolinya, bima segera menggantikannya.

"biar aku saja bim."

"kamu pilih saja semua kebutuhan dapur, biar aku yang mendorongnya." aurora patuh dan memilih semua kebutuhan dapur apartemen bima. setelahnya mereka segera kembali ke apartemen.

"ra, apa tadi kamu bertemu lady?."

"em."

"apa yang dia katakan? dia tidak menyakitimu bukan?."

"satu satu nanyaknya." aurora tersenyum

"aku hawatir ra..."

1
Yunidawati Yuni
lanju ceritanya dong
Ani Ani
lanjut dong
Candra Pursita
ceritanya cukup bagus hanya saya mungkin pada umumnya pembaca menginginkan tokoh antagonisnya memdapat balasan yang setimpal jangan diberi kesempatan menang
saya juga ingin tokoh yang tersakiti memperoleh kesempatan, sehingga kariernya gemilang melebihi tokoh yang merendahkanya sehingga tidak ada kesempatan lagi untuk diremehkan......
Candra Pursita
ingin baca lanjutanya ...
itu lady jangan biarkan wanita jahat itu menang moga bintang selamat dg bantuan yang tidak terduga ....... Aamiin
Abi Winda
menarikk
Mendalen Sabat
gadis cantik tak semestinya peribadinya cantik oleh itu hati2lah wahai anak muda
Rahmayani Fitria
Kecewa
Boru Damanik Sipolha
lanjut dong ceritanya tor
Boru Damanik Sipolha
keren ceritanya
Marlina Mandaso
bagus bangat
Yustikarini Susanti
lanjut thor
Bintang Yafi
aku mampir thor
Siti Maynar
🙏salam kk authorrr,,,aku nunggu byk dulu ah🙏😊😍😍😍😍
Fitri Fitriah
kapan lgi ini KK ada sambungan ny...
Poni Puspasari
Lanjutttt Thorrrrr..
Novi Azza
hadir
Susi Herawati
kenapa cerita nover too my tidak tamat bikin orang penasaran,tlg klu bikin novel sampai tamatlah
Latifatun Nimah
semoga sukses
Nor Khartina
lanjut cerita nya. ermmpphhh
Siti Fatima
😞😞😞😞 bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!