Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 14
Malamnya dikediaman Pradipta, Kayla menemani Miya belajar sebelum tidur dalam kamar Miya.
"Mama angkuh."
Dua hari Kayla tidak mendengar panggilan Mama tanpa embel-embel angkuh, sombong dan lainnya di belakang kata Mama dan sekarang terdengar lagi dari mulut Miya.
Tidak masalah, selagi gadis kecil didepannya ini belajar dengan baik tanpa ulah.
"Ya Miya Cantik, apa kau mau Mama buatkan sesuatu?" Tawar Kayla.
Mungkin makan cemilan akan menghentikan ocehan Miya.
Makan sedikit dan sebelum waktunya tidur nanti Kayla akan mengajak Miya menyikat giginya supaya tidak berlobang.
"Benarkah Miya cantik?"
Kayla mengangguk, "Tentu saja."
"Kata Raka gadis-gadis cantik oleh makeup. Tapi Miya tidak mengenakannya Mama, kenapa Miya bisa cantik?"
"Itu karena cantiknya Miya, natural. Udah cantik gak perlu makeup."
Miya mengangguk dan mulai belajar lagi.
Selang lima menit kemudian kening gadis kecil itu mengerut. Tampaknya dalam kepala mungilnya ada kebingungan.
"Mama, Mama iihh Mamaaa.. "
Kayla mendengus pasrah, "Iya Amiya Pradipta."
"Tadi kata Aunty Anggie Mama bakal kasih Miya adik ya? Adiknya kapan datang, Miya udah gak sabar!"
"Aunty Anggie berbohong, mana mungkin Mama bisa kasih Miya adik. Miya kan belum gede." Jelas Kayla memberi pengertian.
Miya menggeleng tidak terima, gadis kecil itu tiba-tiba berdiri sambil memegang pinggangnya.
"Aunty Anggie bukan pembohong. Dasar Mama jahat, Mama angkuh.. Mama yang pembohong Huaaaaa...!!"
"PAPA.. HHUUUAAAAAA.. HIKSS HIKS!!" Miya teriak sambil menangis keluar dari kamarnya. Dia berlari mencari Adrian di ruang kerjanya diikuti Kayla yang berjalan dibelakangnya.
'Sial, bakal apes gua. Awas kau Anggie ini pasti ulahmu yang mempengaruhi otak Miya. Haduhh mana si Miya gak bisa di bilangin!' Batin Kayla.
Adrian yang sedang sibuk dengan pekerjaannya mengalihkan perhatian saat mendengar tangisan putrinya. Dia pun meminum kopi yang berada di atas meja sebelum menadahkan tangannya untuk membawa Miya kepangkuan dan pelukannya.
"HUUAAA..Mama jahat, Papa!" Adu Miya menujuk Kayla.
'Apalagi yang gadis manja ini perbuat hingga Miya jadi menangis. Huhh.. Apa dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun selain menambah masalah?' Batin Adrian seraya sorot mata galaknya mengintimidasi Kayla.
'Yang benar saja! Aku tidak bersalah. Itu cuma akal-akalan Miya.' Batin Kayla.
"Kau apakan Miya?" Tanya Adrian dengan nada meningkat.
Kayla mendengus. "Huhh, kenapa kau tanya padaku, memangnya kau akan percaya padaku?"
"HHUUAAAAA.. PAPA!" Miya kembali menangis.
Adrian mengeram, "Kayla!!" Bentaknya menyebabkan Kayla kaget beberapa saat sebelum dirinya berhasil menenangkan jantungnya yang berdebar akibat bentakan Adrian.
Sementara Miya yang ikut merasa kaget oleh bentakan Papanya, turun dari pangkuan Papanya tapi tidak pergi.
"Mama ingkar janji, dia bilang mau mengajak Miya beli makeup tapi tidak ditepati." Cicit Miya dalam nada rendah, melirik Kayla sekilas.
"Hari sabtu besok kita pergi, Papa yang akan menemani Miya beli makeup." Jawab Adrian yakin.
"Mama juga bohong katanya dia gak bisa masak, tapi kata Aunty Anggie masakan Mama itu enak sekali."
'Benarkah Mamamu yang manja ini bisa memasak?' Batin Adrian bertanya seraya menatap Kayla dengan tatapan tidak yakin.
"Besok Mamamu akan memasak.. Iya kan Maa?" Tanya Adrian menyebabkan jantung Kayla kembali berdebar, kali ini bukan karena kaget tapi karena panggilan Adrian padanya 'Maa.'
"Iya Paa, Mama janji kali ini tidak bohong." Jawab Kayla membuat Adrian tersenyum. Dia menyukai panggilan Kayla padanya, entah kenapa.
Miya menghapus air matanya sambil menatap Kayla dan Adrian bergantian.
"Tapi Mama juga jahatin Miya Paa.." Miya merengek.
Sontak seketika senyum Adrian lenyap dan kembali pada wajah datarnya serta tatapannya yang siap untuk memberi Kayla perhitungan.
Glekkk.. Dengan susah payah Kayla menelan air liurnya. Jujur saja dia takut dengan tatapan Adrian yang begini.
Sedangkan Adrian malah berpikir jawaban apa yang akan dia berikan pada Miya dan meminum kopinya.
"Mama gak mau bikin adik buat Miya."
Ukhuk.. Adrian tersedak kaget akan ucapan putrinya Amiya.
'Rasain kau tuan sok benar. Enak tidak kopinya? Makanya jangan melihatku dengan tajam. Haha.. ' Batin Kayla merutuki Adrian.
"Mmmm... Kalau itu Papa tidak tahu, tanya saja Mamamu." Jelas Adrian tidak tahu harus mengatakan apa.
"Mama!!" Miya berbalik menghadap Kayla meminta penjelasan.
'Yang benar saja, aku yang harus jawab..!' Batin Kayla tidak terima.
"Miya mau adik?" Tanya Kayla, langsung diangguki oleh Miya.
"Kalau begitu Miya jangan nangis lagi, supaya Miya cepat besar dan cepat dewasa." Bujuk Kayla.
Mata Miya berbinar lantas dia pun berlari pada Mamanya dan memeluknya.
"Mama janji ya! Kalau tidak, Miya bakal nangis lagi." Ancam Miya.
•••
**TO BE CONTINUED
23-02-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.. 😆
Mohon dukungan vote-nya ya**..