NovelToon NovelToon
Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Gotcha ! Hati Boss Mafia / Cinta Seiring Waktu / Mata-mata/Agen / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:23.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Vivian Adison adalah seorang agen yang diutus ke Amerika untuk mencari seorang penjahat paling berbahaya dari Amerika. Selama penyelidikan, targetnya tertuju pada seorang Mafia yang ada di Amerika dan tanpa sengaja, dia bertemu dengan orang yang dia curigai.
Pertemuan pertama mereka begitu tak terduga apalagi pertemuan kedua mereka, semakin membuat Matthew tergoda tapi Vivian tidak tertarik dengannya karena Vivian memiliki masa lalu yang kelam.

Demi membuktikan diri jika dia bukan target yang dicari Vivian, Matthew membantu Vivian dalam misinya dan tanpa mereka sadari mereka punya musuh yang sama.

Seorang penghianat yang ada di organisasi selalu menggagalkan misinya dan pil pahit harus Vivian telan saat mengetahui siapa sebenarnya target yang sedang dia cari. Cinta yang dia pertahankan, hancur berantakan.

Akankah Matthew memenangkan hati Vivian? Bagaimana kisahnya? Jangan lupa dengan Michael, dia selalu membantu kakaknya dari belakang. Apa dia juga akan mengalami kesulitan dalam percintaan seperti kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi-lagi mendapat surat tantangan.

Setelah memesan beberapa potong kue dan segelas kopi serta membayarnya, Vivian duduk didepan Cafe dimana terdapat sebuah pagar yang membatasi antara Cafe dan trotoar.

Tidak hanya dia saja yang duduk disana, beberapa pengunjung Cafe juga duduk disana. Seseorang mengawasinya dari jauh dan seseorang sedang mencari kesempatan untuk mendekatinya untuk memberikan sebuah surat kepadanya.

Pada saat dia sedang menikmati kuenya, seorang pria berjaket kulit dan memakai helm berjalan mendekat dan dengan sengaja, pria itu pura-pura menabrak meja hingga membuat kopi Vivian tumpah.

Vivian sangat kaget dan melihat pria yang entah siapa dan tampak begitu mencurigakan.

"Sory Ms, sory!" ucap pria itu pura-pura bersalah.

"No problem," jawab Vivian sambil bangkit berdiri Karena tumpahan kopi mulai mengalir dari atas meja.

"Akan aku bersihkan!" ucap pria itu sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.

"Tidak perlu, pergilah!"

"Aku sungguh minta maaf," ucap pria itu dan pada saat Vivian sibuk menarik tisu untuk mengelap tumpahan kopi, diam-diam pria itu meletakkan sebuah amplop di atas meja dan setelah itu tanpa berkata apa-apa pria itu segera pergi.

Pria itu juga memberi laporan kepada orang yang memberinya perintah untuk memberikan surat itu, "Bos, sudah aku berikan!" lapornya.

"Bagus!" jawab seseorang dari seberang sana.

Setelah selesai membersihkan meja, Vivian hendak duduk kembali tapi perhatiannya teralihkan oleh amplop yang ada di atas meja.

Vivian meraih amplop itu dan melihat sekelilingnya, entah kenapa dia merasa amplop itu memang ditujukan untuknya.

Setelah duduk, Vivian membuka amplop, mengeluarkan isinya dan membacanya.

..."Selamat datang di California, aku sungguh tidak menduga jika kau benar-benar datang untuk menangkapku dan ini adalah sebuah kehormatan untukku! Dua hari lagi akan ada pesta, aku mengundangmu secara exclusive untuk datang kesana. Kau boleh memilih untuk tidak datang tapi kau harus tahu, nyawa puluhan tamu undangan ada ditanganku dan kali ini, aku ingin melihat kemampuanmu menjinakkan bom yang akan aku pasang disana nantinya. Saat waktunya telah tiba, aku akan memberikan alamatnya untukmu, aku menunggumu, M!"...

Setelah membacanya, Vivian bangkit berdiri, lagi-lagi orang berinisial M! Kenapa orang ini bisa tahu jika dia sudah datang untuk menangkapnya dan kenapa dia juga tahu jika dia ada disana?

Vivian mengedarkan pandangannya untuk melihat apakah ada yang mencurigakan tapi sayang, orang yang menantangnya tidak ada disana tapi mata Vivian menangkap sosok orang yang meninggalkan surat itu untuknya. Orang itu berada di atas motor dan masih berbicara dengan bosnya melalui telephone.

Tanpa membuang waktu Vivian melompati pagar yang ada disampingnya dan berlari kearah pria iti. Saat pria itu menyadari jika Vivian berlari kearahnya, dia segera menyalakan motornya.

Ketika Vivian sudah hampir tiba, pria itu langsung pergi. Vivian segera naik keatas motornya dan mulai mengejar pria itu, dia harus menangkapnya karena pria itu adalah petunjuk yang akan membawanya pada pria berinisial M yang telah menantangnya.

Kejar-kejaran mulai terjadi, dijalanan yang lumayan padat, motor mereka mulai meliuk melewati setiap mobil yang lewat.

Vivian membawa motornya hingga maksimal dan pada saat motornya dengan motor pria itu sudah sejajar, Vivian membuka penutup helmnya karena dia ingin bertanya.

"Hei kau, berhenti!" teriaknya tapi pria itu tidak bergeming.

"Katakan padaku siapa yang memerintahkan kau memberikan surat itu?!" teriak Vivian lagi.

Pria itu membawa motornya semakin cepat sedangkan Vivian tetap mengejarnya. Kejar-kejaran terus terjadi dan pria itu mulai gusar, dia segera menarik sepucuk senjata api dari balik jaketnya dan mengarahkan benda itu kearah Vivian.

"Oh damn!" umpat Vivian dan dia segera membawa motornya kesamping sebuah mobil truk supaya pria itu tidak menembaknya.

Dia bukannya takut tapi dijalanan itu sedang ramai dan jangan sampai ada warga sipil yang jadi korban.

Sesuai dengan perkiraannya, pria itu tidak jadi menembaknya dan menyimpan pistolnya kembali. Ini kesempatan untuknya jadi Vivian membawa motornya melaju dengan cepat dan memotong dari depan truk hingga motornya dan motor pria itu kembali sejajar.

Pria itu sangat kaget tapi Vivian sudah menyenggol motornya bahkan menendangnya. Motor pria itu mulai hilang keseimbangan dan dia mengumpat marah.

"Sialan!" umpat pria itu marah.

Sebaiknya dia segera pergi kepelabuhan karena memang dia mendapat perintah untuk mengecek barang di atas kapal yang sudah siap berangkat jadi pria itu segera membawa motornya menuju pelabuhan dan menghubungi seseorang.

"Sebentar lagi aku sampai, jalankan kapalnya sekarang!" perintahnya.

Vivian terus mengejar dan dia tidak perduli akan dibawa kemana karena pria itu adalah petunjuk paling penting.

Mereka terus adu kecepatan layaknya pembalap, Vivian mengeluarkan pistolnya karena dia hendak menembak kaki pria itu tapi dia ragu karena warga sipil sedang dipertaruhkan. Tiba-tiba pria itu memutar stir motornya dan masuk kedalam sebuah jalan karena dia hendak memotong jalan supaya cepat sampai kepelabuhan.

"Oh my God!" umpat Vivian kesal dan dia juga memutar stir motornya.

Jalanan itu terhubung dengan beberapa tempat dan pria itu melewati sebuah arena untuk warga bermain skateboard.

Medan semakin sulit karena sebuah tangga menjulang sedangkan pria itu sudah berada dibawah dan melesat pergi.

Vivian menghentikan motornya dan melihat puluhan anak tanga yang harus dia lewati, oke baiklah, dia harus cepet jangan sampai targetnya hilang.

Dia segera membawa motornya agar sedikit menjauh dan memutar gas motornya dalam-dalam, Vivian membawa motornya dengan kecepatan tinggi dan pada saat mencapai tangga dia mengangkat kepala motornya hingga benda itu seperti terbang keudara dan meluncur kebawah.

Vivian juga mengangkat tubuhnya agar saat motor mendarat tubuhnya tidak terhempas dan tidak lama kemudian, motor yang dia bawa mendarat dan ban motornya berdecit di atas aspal jalan.

Dia sedikit kehilangan keseimbangan tapi dengan cepat Vivian dapat menguasai motornya kembali. Tidak ingin membuang waktu Vivian kembali mengejar pria tadi tapi sayang, dia kehilangan jejak karena didepannya ada dua jalan. Yang mana harus dia ambil?

Vivian mengumpat kesal karena targetnya hilang, seharusnya dia tembak saja pria itu tanpa ragu. Jika tidak memikirkan warga sipil yang akan jadi korban mungkin sudah dia lakukan.

Karena pengejarannya sia-sia, Vivian segera pulang. Dia ingin melihat pencarian yang dia tinggalkan dan dia harap data orang yang dia cari sudah ditemukan tapi pada saat dia kembali, layar komputernya gelap.

Vivian sangat heran dan segera mengecek kabel yang terhubung kekomputernya. Apa benda itu rusak atau ada kabel yang terlepas?

Setelah dia memeriksa semua kabel tampak utuh dan tidak ada yang terlepas. Mungkin dia terlalu lama meninggalkan benda itu hingga layarnya mati secara otomatis.

Vivian segera menekan tombol power untuk menyalakan benda itu tapi beberapa detik kemudian tidak ada reaksi.

Dia kembali menekan tombol power dan pada saat itu, sebuah lingkaran cahaya muncul dari layar komputer. Vivian mengernyitkan dahinya dan begitu fokus pada cahaya yang ada dikomputer dan tidak lama kemudian, muncul wajah seseorang dengan rupa mengerikan sambil berteriak dengan menyeramkan.

Vivian kaget setengah mati dan mundur kebelakang, karena begitu kaget tubuhnya sampai terduduk di atas lantai.

"Si..sialan!" umpatnya kesal dan dia makin kesal saat dilayar komputer muncul sebuah tengkorak yang menertawakannya.

"Matthew Smith, awas kau! Jangan-jangan kaulah buronan yang aku cari. Saat kita bertemu maka bersiaplah, aku akan menendang bokongmu sampai puas!" umpatnya marah tanpa tahu jika mereka sudah pernah bertemu.

1
zoeyy
❤️❤️
Ros_10
baca ulang 2025😍
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Terjebak Pernikahan Kontrak Dengan Dosen Pembimbingku'

terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Rita Wati
Jawabannya: Ga ada sapi betina, krn sapi betina sedang istirahat di kandang sehabis melahirkan
Rita Wati
Selama bersama kel Smith, pasti ada kesempatan u/ beraksi. Minimal beraksi saat menyambut calon menantu.
Rita Wati
Pepatah bilang, tahi mata sendiri ga keliatan, tapi tahi mata orang lain kelihatan jelas skl🤣😄
Rita Wati
Bukan hanya untuk sesaat, tapi you are the king of looser
Rita Wati
As fast as
As far as
Rita Wati
Gary jadi penjahat yg super pengecut.
Pecundang
Rita Wati
Lebih enak kl Matt langsung menyebutkan nama Mich drpd menyebutkan adikku, kesannya Lebih akrab. Krn Vivi & Mich sudah saling kenal.
Rita Wati
Horeee.... buaya akan berpesta lagi🤣
Rita Wati
Mengapa saat pertama kali bertemu dgn Vivi, Gary tdk menggunakan nama aslinya?
Rita Wati
debt collector
Rita Wati
Tradisi kenalan dgn calon menantu gaya baru, ga pa ke drama lagi😄🤣
Rita Wati
Dan ruang atasan & ruang rapat seharusnya kenapa suara
Rita Wati
Mengapa pria Smith semuanya numpang tinggal di rumah targetnya???😄😄
Rita Wati
Kl tdk peduli dgn nyawa org lain pasti bukan Mat.
Nicaaaaa♥
luar biasaa
Milani Eman
jadi nga suka dgn vivian dia nga peka
Milani Eman
carli kyknya
Milani Eman
sharusnya vivian harus cutiga dgn Clark, krn selain Clark dan Keluarganya tak ada yg tau namana aslinya juga nma panggilan ya, dan knp Clark tau semua tentang dia, jdi agen hrusl punya insting kuat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!