NovelToon NovelToon
Aku Wanita Terhormat

Aku Wanita Terhormat

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:330.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan yang berdasarkan untuk menghindari kesalahpahaman, hingga membuatku terpaksa harus menerima pernikahan yang sama sekali tidak kuinginkan.

Pernikahan yang ku fikir akan menyelamatkan ku dari fitnah ternyata justru membuatku hidup dalam kesengsaraan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14. Aditya Sadar

Bimo yang enggan berdebat karena ia sangat tahu sifat istrinya memilih terus semakin melajukan mobilnya. Beberapa waktu berlalu kini mereka pun tiba di rumah. Bimo segera turun dari mobil dan masuk ke rumah.

"Harusnya jadi hari tenang justru aku malah mendapat amukan lagi-lagi karena cemburunya yang berlebihan. Bisa-bisa aku gila jika seperti ini terus ya Tuhan." gumam Bimo merebahkan tubuhnya.

Tak lama Diana pun menyusul masuk ke kamar tanpa bicara. Wanita itu merasa kesal dengan suaminya.

Segera ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

"Ah nikmatnya." ucap Diana sembari menggosok lembut tubuhnya dengan busa sabun yang melimpah di dalam bathtub.

Sekitar hampir satu jam lamanya wanita itu merendam tubuhnya hingga tanpa terasa Bimo yang berbaring di tempat tidur kini sudah terlelap.

Tiba-tiba suara ponsel Diana sudah berdering menandakan ada yang menelponnya.

"Halo." ucap Diana.

"Bagaimana ada waktu nggak? kita lagi kumpulan loh di cafe biasa." Suara teman Diana yang bernama Tiara terdengar begitu hebohnya.

Wajah kesal Diana seketika hilang, saat mendengar ajakan teman-temannya.

"Memangnya siapa aja di situ?" tanya Diana.

"Ada Lina sama Mega. Ayo mau datang tidak?" tanyanya menggoda temannya itu.

Mata Diana melirik suaminya yang tengah terlelap. "Oke deh, tunggu yah. Aku siap-siap dulu." ucapnya segera mengakhiri panggilan itu dan bergegas memilih dress terbarunya.

Diana tampak semangat berdandan setelah memakai dress dan segera pergi meninggalkan suaminya.

Kesabaran Bimo selama ini membuat Diana semakin menginjak harga diri sang suami. Tidak menghormati layaknya seorang istri, pergi sesuka hati tanpa ijin dari suami sungguh Diana hidup seperti tanpa ada didikan.

Mobil ia lajukan dengan perasaan senang akan bertemu para sahabatnya.

***

Di sisi lain, Meisa yang sudah turun dari mobil dengan wajah segarnya bersama Aldi kini menuju ke ruang rawat Aditya.

Pintu terbuka, Bu Nirmala melihat anaknya dan menantunya telah tiba.

"Kalian sudah pulang ternyata." tutur Bu Nirmala.

"Ibu, apa Naina tidak menangis?" tanya Meisa yang cemas melihat Naina telah terlelap dengan memeluk tubuh ayahnya.

Bu Nirmala tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. "Sejak kalian pergi Naina hanya diam dan memeluk tubuh ayahnya.

"Syukurlah, Bu." ucap Meisa.

"Yasudah Mei, Mas bawa Ibu pulang dulu yah. jangan lupa kabari Mas kalau ada apa-apa." ucap Aldi mencium kening istrinya.

Bu Nirmala ikut tenang melihat keharmonisan rumah tangga anaknya.

"Syukurlah, Ayahmu pasti tenang di sana melihat kalian berdua sudah berbaikan lagi." terang Bu Nirmala.

"Ayo Bu, kita pulang." ajak Aldi.

"Mas," panggil Meisa menahan lengan suaminya yang akan pergi.

"Ada apa Mei?" tanya Aldi.

"Bagaimana dengan keluarga Mas?" tanya Meisa ragu.

"Sudah jangan pikirkan mereka, ini urusan rumah tangga kita. Yang terpenting sekarang kamu cepat pulang temani Ibu dan Mas di rumah yah." pintah Aldi.

Meisa tersenyum dan mengangguk kemudian ia mengantar kepergian suami dan ibunya. Kini Meisa kembali masuk ke ruangan setelah menutup pintu dan mendaratkan tubuhnya di sofa. Matanya menatap kearah Naina.

"Semoga Tuan Aditya dan Naina segera sembuh agar aku bisa kembali melayani suamiku dan bersama Ibu." tutur Meisa.

Setelah hari pertemuan Meisa dan Aldi hari itu hubungan mereka semakin baik. Naina sering kali melakukan komunikasi melalui panggilan video dengan Aldi di waktu-waktu tertentu.

Sampai ketika menginjak minggu ketiga, kini Meisa melihat keajaiban yang sungguh tak terduga.

"Tuan Aditya." panggil Meisa kaget.

Mata pria itu yang sudah lama tertutup kini terbuka namun masih tak mengeluarkan suara apa pun.

"Daddy, Daddy bangun Tante Mei." ucap Naina begitu girangnya. Ia memeluk tubuh Aditya dan menghujani pria itu dengan ciuman.

"A-nak Daddy." ucap Aditya lirih.

Tubuhnya masih terasa sangat lemah, ia menggerakkan tangannya untuk meraih wajah putrinya yang tersenyum bahagia itu.

"Daddy sembuh ye akhirnya Naina bisa pulang bersama Daddy." tutur Naina sangat kegirangan.

Mata Aditya terarah pada Meisa yang berdiri di samping anaknya.

"Perkenalkan saya Meisa, Tuan. Saya baby siter Naina." ucap Meisa.

Aditya terdiam sejenak mengingat kejadian terakhir yang terlintas di benaknya. Ia sangat ingat jelas dengan kecelakaan yang menimpanya dan juga istrinya.

"Dimana Mommy, Nak?" tanya Aditya yang mencari keberadaan istrinya yang ia tahu jelas jika mereka berdua mengalami kecelakaan saat itu.

"Istri anda sudah tidak ada, Tuan. Bu Rosa menjelaskan pada saya." tutur Meisa dengan wajah penuh hati-hati takut jika Aditya akan mengalami syok.

Naina hanya diam tanpa kata dan terus memandangi wajah Aditya. Ia masih sangat senang melihat kesadaran Aditya hingga tak menghiraukan lagi ucapan yang terlontar untuknya.

Air mata itu jatuh dari wajah pucat pria tampan beranak satu itu. Ia merasa sangat kehilangan istri yang begitu ia cintai. Bagaimana bisa nasib baik berpihak padanya untuk kembali sadar namun Tuhan sudah mengambil separuh nyawa yang ikut pergi bersama dengan Isyana.

Meisa melihat Aditya yang sudah menangis tanpa bisa menahan dirinya lagi. Sekian lama ia koma ternyata telah melewati masa yang begitu memilukan.

Meisa tak berani bertindak jauh untuk menenangkan Aditya, "Sebaiknya aku menghubungi Bu Rosa saja." ucapnya dalam hati.

"Ada apa, Mei?" tanya Bu Rosa yang baru selesai meeting.

"Bu, Tuan Aditya sudah sadar." ucap Meisa.

"Apa? kamu tidak bercanda kan? anakku. Meisa apa benar yang kamu katakan? Aditya sadar?" Bu Rosa begitu tidak menyangka jika waktu yang sempat membuat dirinya hampir menyerah ternyata hadir saat ini.

"Baik, saya segera kesana." Bu Rosa tanpa mengakhiri panggilan itu langsung memasukkan ponselnya ke tas dan wanita itu segera masuk ke mobil.

Supir segera melajukan mobil itu menuju rumah sakit tempat Aditya di rawat.

Sepanjang jalan wanita itu terus mengucap syukur. "Akhirnya anakku sadar juga."

Di rumah sakit Naina sudah berbincang-bincang dengan Aditya. Meisa juga ikut menceritakan tentang keadaan Naina yang sungguh membuatnya bingung. Namun seiring berjalannya waktu Meisa mulai bisa mengambil hati Naina.

"Terimakasih yah, Mei kau merawat anakku dengan sabar."

"Tidak Tuan, jangan bicara seperti itu. Sudah tanggung jawab saya dalam bekerja."

Aditya tertawa mendengar panggilan Meisa padanya. "Panggil Aditya saja." ucapnya.

Meisa menundukkan kepalanya enggan menurut pada ucapan Aditya. Tentu Meisa sadar apa kedudukannya saat ini.

"Ayo panggil namaku." pintah Aditya.

"Iya, baik A-ditya." ucap Meisa begitu tampak ragu.

Aditya merasa berat untuk menyemangati dirinya setelah mendengar cerita Meisya tentang Naina selama ini Aditya tidak sanggup untuk membuat putrinya kembali bersedih.

"Naina merindukan Daddy?" tanya Aditya.

Bocah itu menganggukkan kepalanya. "Sangat merindukan Daddy, Daddy berjanji pada Naina jangan tidur lama lagi. Naina sangat sedih dan kesepian untung ada Tante Mei." ucapnya pelan dan menunjukkan wajah sedihnya.

"Hey anak Daddy jangan sedih. Nanti cantiknya luntur." ucap Aditya memeluk tubuh putrinya.

Meisa tersenyum ikut merasakan kehangatan yang Naina rasakan saat ini. Sungguh kebahagiaan tiada tara yang Naina dapat hari ini. Separuh jiwanya sudah kembali lagi.

"Alhamdulillah doaku terkabul. Semoga setelah ini aku juga bisa hidup bahagia sama seperti Naina." gumamnya memandang dalam pada anak dan ayah yang saling berpelukan di atas tempat tidur pasien itu.

1
falea sezi
kn bukan anak. aldi ngapain tanggung jawab
falea sezi
karma di byar kontan akirnya si pelacur mati
falea sezi
kapok karma pelakor wanita gatel itu perebut suami orang
falea sezi
g jijik apa ya Mei ma aldi tukang celup
falea sezi
bukannya uda di talak ya males kalo mau. balikan aldi bekasss jalang
falea sezi
mencintai Mei tp enak enak. ma jalang munafik
Erni Nofiyanti
rumit jga tuh hubungan,Rere mulai ada rasa Ama dion,sedangkan kail suka Ama dion.pusing jadinya
siti rohimnah
hemmm mengapa harus berjanji dan kembali dengan Aldi yang kasar hanya karena selaput darah, cowok sok suci 😡
Jue
Jaga-jaga Aldi esok Aldiva benci padamu dan berimbas pada Meisha , Menjadi seorang bapak yang tidak Aldi , Dan Aldi tu bukannya cemburu tapi tiga suku , Lebih baik pasang gerigi besi kurung saja terus si Meisha buat selamanya
Jue
Wah tambah zuriat ni lagi Aldinya subur sungguh , Hai senangnya dalam hati bila beristeri dua fikir Aldi
tata 💕
kata'a tokoh disini pada ancur deh ya aldi & ortu'a, rere & ortu'a, meusya yg g tegas, diana & bimo. yg bener cm ibu nirmala, bu risa dan aditya
tata 💕
ni mah keluarga hancur nama'a
tata 💕
ish..... 😡
tata 💕
thor ko aku jd males y 😕
tata 💕
dah lah Na tinggalin tuh aldi, laki2 egois, g jujur dan g berprinsip, mau'a enak sendiri
tata 💕
kenapa y novel ni kumpulan orang2 bodoh y, maaf y thor
tata 💕
dah lah mending pisah aja nana, tinggalin aldi, lelaki egois 😐
tata 💕
ko menyebalkan y
tata 💕
masih abu2 nih thor
lanjut baca lagi lah
semangat thor 💪
Marlina Lina
kena azab nya tu tooorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!