Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: Pengaktifan Pagar Iblis Tingkat Satu
Kabut tebal di pelataran Makam Kuno Lembah Hitam terasa makin pekat, berputar liar seolah-olah diputar oleh pusaran angin ghaib yang tak kasat mata.
Hawa dingin yang menusuk tulang belikat menyelimuti sekeliling area makam batu tua tersebut. Di tengah pelataran, berdiri dua tiang batu kuno yang dipenuhi ukiran garis-garis mantra Kuno yang berkilat-kilat memancarkan cahaya merah kehitaman redup.
Lin Fan melangkah perlahan melintasi ambang gerbang batu yang telah lapuk. Di belakangnya, Chen Meng berjalan menggigil sambil terus memegangi ranselnya, matanya tak henti-hentinya menyapu kegelapan di sekeliling mereka.
"Lin Fan... tempat ini terasa sangat berbeda dari perbatasan tadi," bisik Chen Meng dengan suara bergetar di balik maskernya.
"Aura ghaib di sini puluhan kali lebih terkonsentrasi," sahut Lin Fan dingin.
Mata Iblis milik Lin Fan memancarkan kilatan merah terang. Di dalam penglihatannya, garis-garis energi gaib berwarna kehitaman tampak merayap di atas tanah cadas, bermuara tepat di bawah sebuah prasasti batu raksasa di tengah-tengah kompleks pemakaman.
Di atas prasasti batu tua tersebut, mengambang sebuah batu bundar berwarna hitam pekat berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Batu itu memancarkan denyut cahaya emas redup yang ritmis—seperti detak jantung yang bernapas lambat.
[Mendeteksi Material Kuno: Batu Inti Delapan Arah]
[Status: Terkunci Oleh Entitas Penjaga Makam Utama]
[Peringatan: Kehadiran Pengikat Kontrak Memicu Kebangkitan 'Roh Leluhur Kelam']
Sfx: Bzzzzt... CRRRRK!
Suara retakan keras bergema memecah keheningan malam. Tanah di sekitar prasasti batu mendadak terbelah tajam.
Asap hitam tebal yang berbau sangit dan harum dupa tua membubung tinggi dari dalam celah tanah. Dari dalam asap hitam tersebut, keluar sesosok bayangan raksasa setinggi tiga meter berwujud ksatria berbaju zirah batu tua dengan sebilah pedang besar terhunus di tangan kanannya!
Mata raksasa itu menyala hijau membara dari balik celah helm batunya.
[Nama: Roh Leluhur Kelam (Penjaga Makam Utama)]
[Tingkat Bahaya: Sangat Tinggi]
[Tingkat Niat Buruk: 100% (Membasmi Penyusup)]
[Keterangan: Entitas Roh Jiwa Kuno Yang Ditugaskan Menjaga Batu Inti Delapan Arah]
Sfx: GROAARRRRR!
Gema raungan dari Roh Leluhur Kelam menghantam udara malam, menimbulkan gelombang angin kencang yang hampir membuat Chen Meng terhempas ke belakang.
"Lin Fan! Awas!" jerit Chen Meng ketakutan saat melihat raksasa batu itu mengayunkan pedang besarnya melintas membelah udara lurus ke arah Lin Fan!
Sfx: Wuuuust... DUUUMMM!
Hantaman pedang batu raksasa itu menghantam tanah cadas di samping Lin Fan, menghancurkan batu-batu gunung menjadi pecahan halus yang beterbangan ke mana-mana.
Lin Fan telah melompat mundur sejauh tiga meter dengan gerakan yang sangat tangkas. Penguat energi vital dari sistem membuat refleks fisiknya berkali-kali lipat lebih cepat dibandingkan manusia biasa.
"Chen Meng, bersembunyi di balik tiang gerbang!" teriak Lin Fan seraya merogoh tas selempangnya.
Ia mengeluarkan gulungan lontar tua milik kakek buyutnya. Begitu lontar tua itu bersentuhan dengan hawa ghaib Lembah Hitam, ukiran di permukaannya menyala merah membara, memancarkan aura kegelapan yang menandingi keberadaan Roh Leluhur Kelam di depannya.
Sfx: Bzzzzzt!
"Atas nama Garis Darah Lin Zhen... Buka Kunci Pagar Iblis Tingkat Satu!" seru Lin Fan dengan suara mantap yang menggelegar.
[Pengikatan Kontrak Darah Diberdayakan]
[Membuka Akses: Pagar Iblis Tingkat Satu - Formasi Pasak Jiwa]
[Energi Vital Terpotong: 20%]
[Memancarkan Gelombang Tekanan Pengikat Kuno]
Sfx: Ssssssh...
Dua puluh persen energi vital Lin Fan tersedot seketika ke dalam lontar tua. Rasa lelah tipis menyengat dadanya, namun sebagai gantinya, dari telapak tangan kanan Lin Fan menyembur lima utas rantai cahaya keemasan bercampur merah kehitaman yang menjalar cepat di atas tanah!
Sfx: Srak! Srak! Srak!
Rantai-rantai cahaya ghaib itu meluncur bagaikan ular piton raksasa, langsung membelit kedua kaki, kedua tangan, dan leher dari Roh Leluhur Kelam tersebut!
Sfx: GROOOAAAR!
Raksasa ksatria batu itu meraung kesakitan dan murka. Ia berusaha mengayunkan pedang besarnya untuk memutuskan rantai-rantai tersebut, namun rantai [Pagar Iblis Tingkat Satu] itu justru makin mengencang, membakar zirah batu tua milik entitas tersebut hingga memancarkan asap hitam pekat!
"Ini... ini adalah rantai pengikat yang dibuat oleh Lin Zhen lima puluh tahun lalu!" gema suara ghaib Roh Leluhur Kelam membahana di dalam kepala Lin Fan, bersuara parau penuh rasa cemas.
Lin Fan melangkah mendekati raksasa yang terikat rantai itu dengan pandangan mata yang dingin dan tajam.
"Kakek buyutku mengikat tempat ini untuk melindungi desa dari kegelapan," ucap Lin Fan datar. "Dan sekarang, aku datang untuk mengambil kembali apa yang menjadi hak keluarga Lin demi memperkuat pertahanan rumah kami!"
Lin Fan menggerakkan tangan kanannya ke depan, mengepalkan jemarinya kuat-kuat.
"Pantulan Tekanan Iblis: Hancurkan!"
Sfx: DUUUUUMMM!
Rantai-rantai cahaya keemasan itu meledak secara serentak, memancarkan gelombang energi spiritual bertekanan tinggi yang menghancurkan wujud fisik zirah batu Roh Leluhur Kelam menjadi debu hitam yang berhamburan di udara malam!
Sfx: Ssssssh...
Sisa-sisa energi ghaib dari entitas tersebut tersedot masuk ke dalam lontar tua di tangan Lin Fan, menetralkan rasa lelah yang sempat menyengat tubuhnya.
[Penjaga Makam Utama Berhasil Dikalahkan]
[Memulihkan Energi Vital: +25% (Vitalitas Kembali Ke 100% - Prima)]
[Batu Inti Delapan Arah Siap Diambil]
Keheningan seketika kembali menyelimuti kompleks pemakaman kuno Lembah Hitam.
Chen Meng keluar perlahan dari balik tiang batu gerbang, matanya membelalak tak percaya menyaksikan betapa cepatnya Lin Fan melumpuhkan penampakan ghaib berukuran raksasa tersebut.
Lin Fan melangkah mendekati prasasti batu di tengah pelataran. Ia mengulurkan tangan kanannya dan menggenggam batu bundar kehitaman yang mengambang di atas prasasti.
Sfx: Wuuusss...
Begitu jari-jari Lin Fan menyentuh permukaan [Batu Inti Delapan Arah], sebuah gelombang hangat mengalir cepat dari batu tersebut menuju ke dalam luka bakar keemasan di telapak tangannya.
[Material Pertama Berhasil Diperoleh: Batu Inti Delapan Arah]
[Kemajuan Integrasi Pagar Utama Tahap 3: 33%]
[Pengaktifan Pagar Iblis Tingkat Satu Terverifikasi]
[Kunci Pasak Pertama Wilayah Utara Resmi Terbuka]
Batu Inti itu perlahan menyusut dan menyatu masuk ke dalam telapak tangan Lin Fan, menyisakan sebuah lambang lingkaran batu kecil yang terukir samar di kulitnya.
"Selesai..." gumam Lin Fan lega.
Ia membalikkan badan dan menatap Chen Meng yang masih berdiri mematung.
"Chen Meng, bahan pertama sudah kudapatkan. Kita harus segera kembali ke desa sekarang juga!" kata Lin Fan tegas.
Chen Meng mengangguk mantap, menyapu keringat dingin di dahinya. "Iya, ayo cepat kembali, Fan! Orang-orang dari konsorsium kota itu pasti masih mengintai rumahmu!"
Sementara itu, di pinggir jalan raya perbatasan Desa Sungai Hitam...
Suara sirene dan deru mesin mobil-mobil SUV hitam memecah keheningan malam desa.
Tuan Wang berdiri di samping mobilnya sambil memegangi dadanya yang masih terasa agak sesak akibat hantaman [Pagar Perlindungan Rumah] beberapa jam lalu.
Di depannya, lima orang pria berseragam hitam dengan jubah abu-abu bertuliskan simbol gaib modern turun dari dua unit mobil Van mewah. Mereka adalah tim khusus penggusuran ghaib yang disewa langsung oleh Direktur Utama konsorsium investor kota dengan bayaran fantastis.
Pimpinan tim tersebut, seorang pria kurus berambut perak bernama Master Mo, memegang sebuah tongkat tembaga berujung tengkorak besi.
"Tuan Wang... jadi ini rumah lapuk yang kamu katakan memiliki benteng gaib tingkat tinggi itu?" tanya Master Mo dengan suara dingin seraya menunjuk ke arah rumah tua keluarga Lin di kejauhan.
"Benar, Master Mo!" jawab Tuan Wang penuh dendam. "Bocah pemilik rumah ini memakai semacam ilmu hitam tua yang bisa memantulkan serangan fisik! Dua anak buahku sampai memuntahkan darah!"
Master Mo menyunggingkan senyuman sinis yang penuh kesombongan.
"Hanya trik pelindung tingkat rendah dari dukun desa yang usang," ejek Master Mo.
Ia mengangkat tongkat tembaganya dan menghentakkannya ke atas tanah.
Sfx: Tuk!
"Buka kotak meriam garam hitam dan jimat pemecah segel!" perintah Master Mo kepada empat anak buahnya. "Kita hancurkan fondasi benteng rumah ini sebelum pemiliknya kembali!"
Di dalam rumah, ibu Lin Fan dan Lin Mei mengintip dari balik celah tirai jendela yang retak dengan rasa takut yang luar biasa. Mereka melihat puluhan pria bersenjata dan berilmu hitam dari kota mulai mengepung halaman rumah mereka.
Namun, di perbatasan jalan desa... sesosok pemuda berjalan tenang keluar dari balik rimbunnya semak-semak malam.
Lin Fan telah kembali dari Lembah Hitam.
Mata Iblis milik Lin Fan menyala membara di dalam kegelapan.
Integrasi [Pagar Iblis Tingkat Satu] dan kekuatan dari [Batu Inti Delapan Arah] kini bergetar dahsyat di dalam seluruh pembuluh darahnya.
Lin Fan menatap gerombolan orang-orang kota itu dengan pandangan mata seorang pemburu yang siap menerkam mangsanya.
"Kalian benar-benar tidak sabar untuk merasakan neraka sejati," bisik Lin Fan dingin.