NovelToon NovelToon
The Chosen Soul

The Chosen Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Time Travel
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: kyc_ibell

Tiga siswa SMA biasa tidak pernah membayangkan hidup mereka akan berubah hanya karena sebuah buku fiksi misterius di perpustakaan sekolah.

Buku itu terbang ke atas air dan membentuk sebuah portal bercahaya tiba-tiba muncul dan menyeret mereka ke masa lalu, tepatnya ke sebuah dinasti Jepang kuno yang sedang berada di ambang kehancuran.

Negeri itu tidak hanya diguncang oleh perebutan kekuasaan di istana, tetapi juga diteror oleh Makhluk Kutukan, entitas mengerikan yang lahir dari kebencian, dendam, dan ambisi manusia. Kehadiran mereka membuat rakyat hidup dalam ketakutan, sementara para bangsawan sibuk saling menjatuhkan demi takhta.

Namun semakin dalam mereka terlibat, semakin mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah para monster yang berkeliaran di luar tembok istana, melainkan kegelapan yang bersemayam di hati manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyc_ibell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Beberapa menit kemudian Kaisar datang ke kediaman Nona Yua untuk melihat keadaannya. Dengan raut wajah bahagia Kaisar menanyakan keadaan Nona Yua.

Kaisar berkata "Nona Yua, aku sangat bersyukur akan kesembuhanmu, aku telah menunggu 3 hari ini berdoa agar kau segera siuman."

"Apa?? 3 hari..? bukankah baru terjadi beberapa menit yang lalu ya.." ucap didalam hatinya.

Dayang berkata "Nona Yua mohon ucapkan salam terimakasih kepada Kaisar."

Dengan keadaan bingung bagaimana cara memberikan ucapan terimakasih kepada orang-orang zaman dahulu. Yua pun membungkukkan badan sembari mengucapkan terimakasih atas kemurahan hati Kaisar.

Setelah kaisar pergi, Yua didandani dan dipakaikan pakaian kerajaan yang anggun. Yua terlihat begitu cantik dan menawan. Sambil menatap cermin Yua berkata "Siapa ya nama orang ini?"

Dengan senyum tipis dayang itu menjawab "Nona Yua Geisyuku yang tangguh."

Yua berbicara di dalam hatinya "Oh.. Jadi itu namanya, ehh tunggu.. namanya sama denganku??"

Kemudian Yua diantar ke suatu ruangan berarsitektur classic yang dipenuhi benda-benda kuno dan hal-hal berbau sihir. Dia hanya bisa terdiam melihat semua itu. Dia melihat di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah meja yang sangat luas. Disitu dia melihat ada Kaisar, 2 orang pemuda yang tampak mirip seperti Haru dan Ryujin dan 1 pria paruh baya serta para tetua lainnya.

Yua menatap kedua pemuda yang tampak mirip dengan Haru dan Ryujin sambil menebak di dalam hatinya "Apakah mereka Haru dan Ryujin? tatapan mereka seolah sudah mengenalku, tetapi mengapa mereka diam saja?"

Pria paruh baya tersebut tiba-tiba berkata" Selamat datang kembali para pemburu makhluk kutukan tingkat elite, kami sangat bersyukur kalian dapat kembali lagi setelah 3 hari tidak sadarkan diri atas kejadian tenggelamnya kalian di Danau Kutukan setelah mengalahkan iblis keputusasaan, dengan mempertaruhkan kekuatan dan nyawa kalian. Dimohon kalian untuk berkumpul pada titik ini."

Yua berkata di dalam hatinya "Hah.. mengalahkan iblis keputusasaan? apa orang ini baru saja bertarung sampai tidak sadarkan diri 3 hari?"

Yua pun menuju titik tersebut bersama 2 orang pemuda yang mirip Haru dan Ryujin itu. Yua seolah mengerti bahwa itu adalah Haru dan Ryujin, dia berbisik lirih sambil berkata "Hei.. apa kalian Haru dan Ryujin?"

Mereka kemudian menganggukan kepala. Yua sangat lega mereka memang benar Haru dan Ryujin.

Ryujin berkata, "Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada kita, apa itu maksud pemburu pilihan? dan apa itu iblis keputusasaan?"

Haru menjawab "Aku rasa kita telah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu karena portal ajaib saat itu."

Ritual dimulai, pria paruh baya itu menyuruh mereka untuk meminum air berwana biru dan mereka disuruh memejamkan mata. Terdengar suara para tetua membacakan sebuah mantra-mantra kuno, kemudian muncul silauan cahaya biru yang menutupi tubuh mereka layaknya segel dengan kekuatan hebat.

Pria paruh baya itu berkata, "Bukalah mata kalian." Mereka membuka mata dan melihat bahwa mereka telah pakaikan sebuah gelang istimewa dengan kekuatan hebat didalamnya.

Apa kalian tau siapa pria paruh baya itu?

Dia adalah Master Seijun yang berasal dari Dinasti Joseon. Dia adalah Master Katana Cahaya tingkat dewa sekaligus ketua perguruan pemburu makhluk kutukan ini.

Kaisar berkata, "Ritual ini diperuntukkan untuk lebih melindungi kalian dalam tugas-tugas berbahaya selanjutnya."

Mereka memberikan hormat kepada Kaisar. Kaisar dan Master Seijun pergi meninggalkan ruangan itu. Melihat adanya kesempatan, Yua mengajak Haru dan Ryujin pergi meninggalkan ruangan itu untuk membicarakan suatu hal.

"Teman-teman ayo ikut ke kediamanku untuk membicarakan semua hal yang terjadi ini."

Ryujin dan Haru menjawab "Baik.. ayo.."

Setelah sampai, Yua menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan dirinya mulai dari awal sampai detik ini.

"Kejadian yang kau alami sama sepertiku, namun mereka mengatakan bahwa aku adalah Tuan muda dengan kekuatan Katana Naga Api tingkat Elite, mereka juga mengatakan bahwa aku adalah pemburu tingkat elite" ucap Ryujin.

"Jadi.. apa yang kita harus tetap seperti ini? menjadi pemburu makhluk kutukan? Bukankah itu sangat mengerikan... apa tidak ada cara kita kembali kembali? " sahut Yua.

"Tidak " jawab Haru dengan serius.

Mendengar perkataan Haru seketika mereka terdiam.

"Jangan bercanda! pasti ada caranya, aku yakin." sahut Ryujin.

"Mengapa aku harus bercanda?, semua ini pasti ada kaitannya dengan buku itu. Pasti buku itu yang menempatkan kita berada disini" jawab Haru dengan tenang.

Dengan nada bicara yang tinggi Ryujin berkata, "Ini semua pasti karena kecerobohan mu Haru! jika saja kau tidak membaca buku itu pasti kita tidak akan terjebak disini!"

"Bukankah kau yang merebut buku itu lalu melemparkannya ke dalam kolam!" tegas Haru.

"Diam! setiap masalah pasti ada solusinya, bertengkar saja tidak akan membuat semua terselesaikan, lebih baik sekarang kita memikirkan cara bagaimana kita bisa kembali ke dunia kita!"  jawab Yua.

"Dari yang aku baca pada buku itu, kita akan ditakdirkan sebagai pahlawan yang menyelamatkan rakyat dari belenggu kesengsaraan akibat makhluk-makhluk kutukan" ucap Haru.

"Jadi apa kita harus mati-matian menghabisi semua makhluk-makhluk aneh itu?" sahut Ryujin.

"Kau benar Ryujin.. mungkin ini adalah takdir kita.."

"Tetapi, bagaimana akhir cerita buku itu Haru? apa akhirnya kita akan menang dan bisa kembali pulang?", tanya Yua.

"Maaf.. aku tidak memiliki jawabannya, karena aku belum selesai membaca akhir cerita buku itu."

Dengan gelisah Yua berkata "Bagaimana ini.."

Dengan raut wajah kecewa, Yua menangis teringat sahabatnya Narumi yang mungkin kini dia sedang kebingungan mencari mereka.

Yua berkata, "Narumi.. aku merindukanmu.. maaf aku tidak bisa menemuimu.. maaf juga aku tidak bisa membantumu membayar uang sewa kost.."

"Hufff sempat-sempatnya kepikiran bayar kost" ucap keheranan Ryujin.

Tak lama, mereka melihat 3 cahaya kecil yang terbang menuju ke arah mereka. Tiba-tiba cahaya itu masuk kedalam pikiran mereka dan menampilkan ingatan masing-masing.

Yua melihat dirinya berdiri di atas permukaan air yang tenang bagaikan cermin langit. Di sekelilingnya, hamparan bunga lotus bermekaran, menari perlahan diterpa angin yang membawa aroma suci menenangkan jiwa. Gaun dan rambutnya berayun lembut mengikuti gerakan tubuhnya, sementara katana bercorak emas dengan bilah putih susu tergenggam anggun di tangannya.

Dalam setiap ayunan pedangnya, tercipta riak air yang menjelma menjadi kekuatan mematikan, seolah seluruh danau tunduk pada kehendaknya. Gerakannya begitu indah namun mematikan bak tarian suci seorang dewi perang yang sedang membantai monster-monster kegelapan tanpa belas kasihan.

Di dalam ingatannya, Yua bukanlah gadis biasa. Dia adalah seorang wanita pemilik Katana Air tingkat Elite yang diwarisi kekuatan legendaris. Kemampuan bela dirinya melampaui para pemburu lainnya, menjadikannya sosok yang ditakuti sekaligus dihormati.

Namanya terukir dalam sejarah sebagai pemburu pilihan terkuat yang pernah ada. Pahlawan yang mampu menenggelamkan kutukan dan membawa dunia kembali pada cahaya.

Haru melihat dirinya berdiri di tengah reruntuhan yang dipenuhi darah dan aura kutukan. Langit gelap bergemuruh di atas kepalanya, sementara di hadapannya seekor ular raksasa berkepala empat mengamuk dengan raungan mengerikan. Setiap kepalanya memiliki mata merah menyala dan taring panjang yang mampu menghisap energi kehidupan manusia hingga tak bersisa.

Makhluk itu bergerak liar, menghancurkan apa pun yang dilewatinya. Namun Haru tetap berdiri tegak tanpa sedikit pun rasa takut di matanya. Tatapannya dingin, penuh tekad, seolah dirinya telah terbiasa menari di ambang kematian.

Dengan katana di tangannya, Haru melesat bak kilat. Tebasannya begitu cepat dan brutal hingga udara seakan terbelah. Satu per satu kepala monster itu terputus dengan cara yang kejam tanpa memberi kesempatan untuk melawan. Darah hitam berceceran memenuhi tanah, sementara jeritan makhluk kutukan itu menggema sebelum akhirnya tubuh besarnya runtuh tak bernyawa.

Keheningan sesaat menyelimuti medan pertempuran.. hingga terdengar sorakan rakyat dari segala arah.

“Pahlawan…!” “Dia telah menyelamatkan kita!”

Suara-suara itu menggema memenuhi langit. Rakyat menatapnya dengan penuh harapan dan kekaguman, seolah sosok yang berdiri di hadapan mereka bukan lagi manusia biasa, melainkan penyelamat yang diutus untuk membebaskan dunia dari teror makhluk-makhluk kutukan.

Ryujin, seorang pemburu yang namanya diselimuti legenda. Di dalam katananya bersemayam seekor naga suci, makhluk agung yang tertidur dalam bara kekuatan kuno. Setiap kali pedangnya terhunus, aura naga itu membelah kegelapan seperti petir yang mengoyak langit malam.

Bagi banyak orang, Ryujin adalah harapan terakhir di tengah teror makhluk-makhluk kutukan. Namun bagi dirinya sendiri, dia bukan sekadar pemburu biasa. Dia adalah sosok pilihan takdir. Seseorang yang dilahirkan untuk menumpas kutukan dan menyelamatkan nyawa yang tak mampu melindungi diri mereka sendiri.

Tatapan matanya setajam bilah katana yang dia genggam, sementara langkahnya selalu membawa bayang-bayang kematian bagi para makhluk terkutuk. Ke mana pun Ryujin pergi, raungan naga sucinya seolah menjadi pertanda bahwa cahaya masih belum padam di dunia yang hampir tenggelam dalam kegelapan.

Mereka tersadar bahwa tubuh yang mereka tempati memang adalah seorang para pemburu makhluk kutukan Tingkat Elite.

Setelah merenungi semuanya, Yua berkata "Baiklah aku mengerti, jika memang ini adalah takdir. Maka kita bukanlah orang sembarangan, kita diberi tanggung jawab besar atas semua ini."

"Benar.. melihat tangisan dan rintihan suara rakyat membuat hatiku terasa teriris, aku akan menjadi pahlawan dan membunuh semua makhluk kutukan yang membuat rakyatku sengsara" ucap Haru.

"Tidak kusangka semua ini terjadi kepadaku, mungkin karena aku adalah orang yang kuat, aku akan menyelesaikan semua ini" tegas Ryujin.

Rasa semangat dan percaya diri tumbuh di dalam hati mereka. Keinginan mereka untuk menang semakin besar.

Ryujin berkata "Tapi dimana katana kita? apa katananya disimpan selama kita koma?, aku tidak sabar ingin melihatnya."

"Mungkin saja, agar tidak ada orang yang menyalahgunakan", jawab Haru.

"Secara itukan bukan katana sembarangan, pasti disimpan. Tapi siapa yang menyimpannya, dan apa boleh kita ambil sekarang, hehe.." ucap Yua.

Haru berkata  "Hmm mungkin sebentar lagi.."

"Bagaimana kau tau?"  tanya Ryujin sambil menaikkan alis.

"Ya aku hanya menebak, kan kita juga sudah siuman."

Para dayang datang ke kediaman Yua dengan membawa sesuatu di dalam kotak mewah. Dan apa bisa kalian tebak apa isi kotak itu?

Dayang berkata "Mohon maaf Nona Yua, kami diutus Kaisar untuk memberikan kembali katana milik nona."

Yua terkejut mendengar perkataan dayang sambil menatap Haru dan Ryujin, seolah mereka sudah tau kalau mereka ingin katananya diberikan.

Setelah mengembalikan katana, para dayang pergi meninggalkan kediaman Yua.

Yua berkata "Lihatlah.. Katana itu justru datang sendiri kepadaku, hehehe."

"Tunggu apa lagi bukalah kotak itu, aku sudah penasaran" ucap Ryujin.

Dia membuka kotak mewah itu dengan sangat hati-hati. Mereka terkejut akan keindahan Katana Yua, corak emas berwarna putih susu seperti apa yang telah Yua lihat dalam ingatannya tadi.

"Indah sekali.." puji Haru.

"Coba kau hunuskan katanamu, aku ingin melihat kekuatannya" ucap Ryujin.

Dengan hati-hati perlahan Yua menghunuskan katananya. Terlihat terdapat kekuatan air memcancar pada katananya. Yua moncoba katana itu dengan mengayunkannya secara perlahan. Namun anehnya saat mencoba pertama kali, dia seolah sudah lama bisa menggunakan katana, padahal dulu dia tidak pernah memegang katana sekalipun.

"Katana ini sungguh luar biasa, aku merasakan kekuatan besar didalamnya, lihatlah teman-teman aku sudah mahir menggunakannya" ucap Yua.

"Lalu kapan katana ku dikembalikan ya..ezzz" ucap Ryujin.

"Sebaiknya kita kembali ke kediaman kita masing-masing, siapa tau mereka mengirimkannya sekarang" jawab Haru.

Ryujin berkata, "Benar, oke aku kembali dulu ya, Yua selamat atas katanamu, namun kau juga harus berhati-hati ya saat menggunakannya agar kau tidak terluka."

"Terimakasih atas perhatianmu."

Haru berkata, "Kalau begitu aku juga akan kembali, selamat tinggal".

"Aku yakin katana kalian juga tidak kalah hebatnya dengan milikku." ucap Yua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!