Kisah dari seorang dokter wanita yang jenius, cantik, baik hati, ahli meracik obat atau racun dan multi talenta yang menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya, kalau dia adalah anak angkat dari salah satu ketua anggota mafia kejam di dunia.
Callysta Angelina mengalami kehidupan yang penuh lika liku dan menguras segala emosinya yang terkadang bertentangan dengan hati nuraninya sendiri.
Callysta di hadapkan pada dua pilihan yang paling berat dalam hidupnya, hidup yang terus di tentukan oleh orang lain membuatnya semakin muak, Callysta tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.
Callysta berpikir hanya kematiannnya saja yang bisa membuatnya lepas dari semua rasa sakit, tetapi bukannya mati malah dia berada pada dunia lain.
Mampukah seorang Callysta Angelina menemukan pilihan hidup yang di inginkanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TDT angreni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Kunjungan Antoni.
***Apartemen mewah Callysta***
…Callysta Angelina…
Aku duduk merenung di atas kasurku yang empuk setelah lelah menangis dan berteriak untuk mengurangi beban dalam hatiku, begitu banyak masalah yang selama ini aku pendam seorang diri, semua yang selama ini aku lakukan tidak ada atas dasar keinginan ku sendiri, semua sudah di atur oleh papa sejak aku masih kecil hingga dewasa pun papa masih mengatur hidup ku.
berkali-kali aku berusaha untuk melawan dan menolak semua keinginan papa yang sangat bertentangan dengan hati nuraniku sendiri, tetapi lagi-lagi aku kalah akan rasa terima kasih dan sayangku pada papa, papa sangat tahu apa kelemahan ku yang tidak akan bisa dan tega melawan padanya.
Untuk menghindar pun tidak akan ada gunanya, papa akan selalu dapat menemukan ku dimana pun aku berada? terkadang aku berpikir hanya kematian ku saja yang mungkin akan melepaskan ku pada belenggu papa padaku.
Saat ini aku benar-benar rindu akan sosok mama kandung yang sudah lama meninggal dunia sejak aku berumur 9 tahun, aku benar-benar merindukan mama.
"mama… Callysta rindu pada mama…" gumam Callysta yang meraba lembut photo sang mama yang bersama dengannya saat kecil.
"mama… kenapa mama tinggalkan Callysta sendiri dan ngak ajak Callysta ikut pergi sama mama…" gumamku dan tangisku pun pecah kembali.
Hati dan perasaanku sakit dan berat atas semua beban yang selama ini aku tahan seorang diri, aku sungguh ingin lepas dari beban ini dan hidup seperti yang aku inginkan.
"mama…apa yang harus Callysta lakukan …?" ucapku dengan suara serak akan tangisanku memandang wajah mama pada photonya.
"Callysta tidak ingin menikah dengan Mr.X yang aku tidak kenal, mama…Callysta tidak ingin menyakiti Antoni yang tulus mencintai ku dan Callysta juga mulai mencintainya." gumamku masih menangis sendu.
Aku lelah akan hidup ku yang selalu di atur, aku menyembunyikan wajah ku di balik lutut ku yang ku tekuk, aku pun berpikir untuk melakukan sesuatu agar semua berjalan dengan baik dan aman, bagaimana caranya agar tidak menyakiti perasaan Antoni dan tidak memberikannya masalah? bagaimana mengatasi semua keinginan Mr. X yang ingin menikahi ku?
Saat sedang berpikir aku pun teringat pada Antoni yang berencana akan datang ke apartemen ku siang ini, karena beberapa hari ini kami sulit untuk bertemu karena kesibukkan kami masing-masing.
Aku mengangkat kepalaku dan menghapus air mataku, segera aku beranjak dari kasur dan berlari kecil ke arah meja riasku untuk melihat keadaan wajahku yang baru selesai menangis, aku benar-benar lupa akan ucapan Antoni yang ingin datang ke apartemen.
Aku terkejut melihat keadaan wajahku yang membengkak pada bagian mataku, segera aku berlari ke dapur untuk mengambil es batu dan air dalam mangkok kecil untuk mengompres mataku agar bengkaknya berkurang.
"aduh gawat…aku tidak ingin mendengar banyak pertanyaan dari Antoni kalau melihat bengkak mataku, dia pasti tahu aku baru saja menangis." gumamku pelan seraya mengompres kedua mataku dengan kapas yang aku rendam dengan air es.
"semoga saja bengkaknya bisa sedikit berkurang." ucapku tetap diam duduk di meja makan seraya masih mengopres kedua mataku.
Mataku yang tadinya terasa panas akibat lelah menangis terasa dingin setelah aku menempelkan kapas dingin pada kedua mataku, aku berharap Antoni masih lama untuk datang ke apartemen agar aku bisa mandi untuk menyegarkan tubuh ku.
Setelah kurasa mataku mulai normal kembali, aku segera mandi untuk menyegarkan tubuh ku sebelum Antoni datang.
...----------------...
Antoni sudah berada dalam perjalanan ke apartemen mewah Callysta, saat dalam perjalanan dia berhenti sejenak di toko bunga dan kue untuk membeli aneka kue manis dan bunga mawar putih yang akan di berikannya pada Callysta.
Callysta sangat menyukai aneka kue manis dan bunga mawar putih, Antoni tersenyum melihat bunga dan kue yang dia beli untuk Callysta, Antoni tersenyum membayangkan senyum bahagia Callysta bila melihat kue manis dan bunga mawar putih kesukaannya.
Asisten Leo yang melihat tuannya dari pantulan kaca spion depan mobil, hanya geleng-geleng kepala melihat tuannya yang sudah menjadi seorang bucin, pesona Callysta memang sangat kuat pada tuannya sehingga bisa meluluhkan hati tuannya yang sekeras batu karang dan sedingin gunung es kutub Utara dan Selatan.
Banyak perubahan pada tuan Antoni selama bersama Callysta sejak mereka menjalin hubungan asmara, tuan muda Antoni Yuandara mudah tersenyum walaupun hanya membayangkan wajah Callysta, Antoni sudah sedikit hangat pada semua orang yang dekat dengannya, tuan Antoni mulai bisa ramah pada semua rekan bisnisnya, dan mimik wajah datar serta dingin yang selama ini yang selalu setia menghiasi wajah tampannya berangsur-angsur menghilang secara perlahan.
Semua yang terbaik akan selalu di lakukan Antoni untuk membuat hati Callysta senang, semua yang Callysta suka akan di berikan bahkan dia akan rela menukar kesenangannya untuk di berikan pada Callysta secara suka rela walaupun Callysta tidak memintanya, Antoni benar-benar bucin nya Callysta.
"Leo nanti ingat pesankan makan malam kami di restoran kesukaan Callysta." ucap Antoni memberi perintah pada asisten pribadinya.
"baik tuan…saya akan pesankan menu kesukaan nona Callysta yang biasa anda pesan." balas Leo seraya melihat pantulan wajah tuannya dari kaca spion depan mobil.
"bagus dan setelah itu kau bisa istirahat sampai waktumu menjemput ku kembali."
"baik tuan saya mengerti."
"aku tidak ingin gagal untuk melamar Callysta hari ini."
"siap tuan." balas Leo mengerti.
Mereka kembali pada kesibukkan masing-masing, asisten Leo sibuk mengemudikan setir mobil yang ia kendarai, sedangkan Antoni sibuk meraba dan melihat cincin emas putih berlian yang khusus dia pesan untuk melamar Callysta hari ini.
Mereka pun sampai di parkiran basement apartemen mewah Callysta yang kebetulan adalah salah satu usaha bisnis yang di miliki oleh perusahaan Yuandara Group, dan Callysta belum mengetahui hal tersebut karena Antoni masih tidak memberitahukannya pada Callysta.
Saat ini Antoni sudah menggunakan pakaian santai dan memakai topi serta masker wajah untuk menyamar agar tidak ada yang mengenalinya, supaya orang yang berpapasan dengannya nanti tidak akan membuat rumor tentang hubungannya dengan Callysta seperti yang di inginkan oleh Callysta.
Antoni melangkah mantap menuju ke kamar apartemen Callysta dengan membawa bunga mawar putih dan sekotak aneka kue manis kesukaan Callysta di kedua tangannya, dia sudah tidak sabar dan sangat merindukan Callysta sang pujaan hati dan pemilik hatinya.
Dengan segera Antoni menekan bel apartemen Callysta saat sudah berdiri di depan pintu, tidak menunggu lama pintu apartemen pun di buka oleh Callysta dengan senyum manis menghiasi wajahnya.
"hai sayang...!" sapa Antoni dengan senyum di balik masker wajahnya dengan mata yang berbinar penuh akan kerinduan pada wanita yang ada di hadapannya.
"hai……" balas Callysta masih tersenyum untuk menyamarkan lelah di wajahnya.
"cepat masuk." perintah Callysta yang tidak ingin berlama-lama di depan pintu.
Merekapun dengan segera masuk ke dalam dan Callysta menutup pintunya, takut ada yang melihat mereka terlebih lagi takut akan mata-mata papa atau Mr.X yang mungkin sudah mulai mengawasinya.
Callysta sangat tahu kalau papa atau Mr.X akan mengawasinya agar Callysta tidak kabur atau mencoba membuat masalah, dia tahu walaupun tidak pernah melihat mata-mata utusan mereka, Callysta tahu karena dia adalah salah satu seorang bagian dari anggota mafia.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
semangat menulis kk😊😊