NovelToon NovelToon
(Sedang Revisi)Rosalinda

(Sedang Revisi)Rosalinda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Hanan Arsman, Laki-laki baik yang telah menikahiku, membuatku nyaman dan aman, namun hatiku masih mencintai yang lain.

Seorang pria bernama Izqian Abraham.
Ia cinta pertamaku yang telah membuat sejuta kenangan dalam hidupku.

Butuh waktu bertahun-tahun aku melepaskan semua perasaanku padanya, namun gagal. Padahal aku telah terikat dengan sebuah tali pernikahan.

Aku mencintainya dan nyaman bersamamu. Maaf, aku tak bisa menahan hati dari rasa.

Apakah ini yang disebut Karma? Setelah aku berikrar sumpah janji cinta, ujian pernikahanku pun datang...

Bertahun-tahun, Kami berusaha agar memiliki buah hati. Apakah kami akan memilikinya? Ataukah kekandasan pernikahan yang ku dapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyambutan Marapulai

“Ampun, Ros. Sakit!” pekik Boy mengelus kepalanya. Ia merapikan rambutnya yang sudah kusut ku pukul dan jambak.

“Ros!! Rosa!!!” panggil Boy memukul pundak ku.

Aku tersadar kembali dari lamunanku. Ya, baru saja aku mengenang saat jalan-jalan bersama Boy. Dan sekarang, Aku kembali di kehidupan kenyataan, bahwa aku sedang menjadi mempelai wanita, duduk di kursi pelaminan.

“Lamunin apa sih? Segitunya ya, pengen kawin?” ucap Boy tersenyum kecil.

Aku memelotot, ingin ku jitak kepalanya. Namun dia meloncat jauh dari pelaminan ku, menjulurkan lidahnya mengejek ku. “Blek! Blek!”

“Kenapa kau tak datang, tadi malam?” sewot ku padanya.

“Datang kok, tapi aku lagi bantu-bantu di Balerong.” jawabnya.

“Ros, aku kesana dulu ya, aku lapar.” ucap Boy lembut dan tersenyum, lalu berjalan pergi.

Sifatnya terasa aneh dan berubah dari biasanya. Atau aku yang merasa letih karena bersanding di pelaminan ini, sehingga aku cepat sensitif.

Aku masih duduk sendiri di pelaminan ini, memasang wajah dengan bertopeng palsu yang terpaksa tersenyum. Padahal hatiku lelah, harus sok ramah, ayu dan anggun seperti ini. Apalagi, Uda Qian yang ku harapkan datang, tidak datang. Patah sudah hatiku.

Semakin siang, tamu semakin banyak, bahkan semakin sore, semakin ramai tamu berdatangan. Aku sudah merasa gerah, ingin mandi.

“Bunda...” panggilku, pada Tante ku yang baru lewat.

“Apa Sayang?” balasnya.

“Bunda, aku mau mandi, aku sudah gerah.”

“Hust! Mandi apaan? Gak boleh mandi loh.” ucapnya.

“Gak boleh mandi kenapa? Aku gerah loh Bunda...” rengek ku.

“Ada apa Sayang?” tanya Nenek menghampiri ku yang mulai menarik-narik baju Bunda.

“Nek, aku mau mandi. Aku gerah. Kepalaku juga udah capek, aku lelah.” protes ku pada nenek, mengadukan penderitaan ku.

“Ndak boleh mandi! Pantang!” sahut Uncu yang datang tiba-tiba.

“Pantang apanya, mandi kok pantang? Mandi itu diharuskan, biar badan sehat, bersih dan segar,” kata ku.

“Pokoknya gak boleh, pantang! Nanti bisa turun hujan lebat. Pestanya bisa berantakan karena hujan lebat.”

“Tahayul darimana itu?? Hujan itu berkah, bukan musibah.” protes ku.

“Terserah, pokoknya tidak boleh mandi!”

Akhirnya, setelah bersitegang dengan semua orang. Aku di izinkan mengganti baju, dan mencuci wajah ku, aku makan dengan lahap. Tapi cuma sebentar, dan itu semua aku lakukan di kamar, termasuk makan.

Kurang lebih hanya 1 jam aku diberi kebebasan di kamar. Kemudian aku dipakaikan baju selayar berwarna putih. Mending lah, dari pada baju merah menyala tadi.

Aku kembali duduk menjadi ratu dengan baju selayarku. Rok nya yang panjang membuatku susah berjalan. “Ini baju atau tikar? Panjangnya bisa mengepel lantai.” ucapku mengangkat sebagian rok itu, dan dibantu beberapa orang adik-adik ku.

Waktu terus berlalu, hingga malam pun datang.

Di depan sana, di atas pentas, beberapa kelompok pria duduk bersila, dan sepasang manusia berdiri dengan mik ditangan mereka masing-masing. Diantara pria yang bersila, ada yang memegang alat musik seperti talempong, biola, seruling, dan gendang.

Mereka berdendang melakukan Rabab, basaluang, dan saluang dangdut. Saling berbalas pantun dalam dendangan nyanyinya, ada beberapa orang yang menyawer mereka.

Orang-orang tampak tertawa bahagia disana, gelak tawa bahkan menggelegar sampai di tempat ku duduk sekarang, saat para jomblo alias bujang dan gadis yang belum menikah di sindir dengan nyanyian pantun dalam dendang.

Mereka sawer menyawer hanya agar si pendendang melagukan pantun untuk orang yang mereka inginkan, untuk di sindir.

“Hoam...” Aku menguap beberapa kali, karena sangat mengantuk.

Bagaimana tidak, sekarang sudah jam 11 malam. Jangankan tamu berkurang, malah tamu semakin banyak. Makin malam malahan makin banyak tamu.

Aku menghentakkan tumit sepatu yang ku pakai ke bantal yang mengalas pijakan di kaki ku itu. Menurut ku, ini sangat lebay, bantal harus dijadikan alas kaki.

“Seperti ini kah dulu, seorang ratu hidup?” Aku cengengesan mempertanyakan bantal yang ku pijak ini dalam hati.

Sampai aku membayangkan akan memijak kepala suami ku. Pikiran yang aneh emang.

Jam 1 malam, mataku sangat lelah. Aku senang, saat melihat para ibu-ibu dan wanita serta adik-adik dibawah umur telah pulang dibawah jam 12 malam tadi. Aku berharap acara ini akan berakhir karena tamu berkurang. Bukannya berkurang, malahan semakin bertambah dengan para pemuda.

Semakin malam semakin ramai. Ada hal yang membuatku juga jengkel. Pemuda-pemuda yang tak tau anak siapa, dimana rumahnya itu. Mereka membawa botol dan minum-minum disana. Aroma minuman yang khas seperti aroma ketek, yang disebut dengan tuak.

Gumpalan asap-asap rokok bertebaran, ribut dan pasti nya tempat ini sekarang menjadi aroma jantan.

“Cepat-cepat, ganti baju!!” Mama tiba-tiba membawaku ke kamar.

“Ada apa, Ma?” tanya ku pada Tante, adik Ibu ku yang dipanggil Mama.

“Marapulainya mau berangkat, sudah putus musyawarah nya. Mau kemari.” jelas Mama.

Aku berganti pakaian dengan baju merah menyala dan suntiang emas itu kembali, dengan tambahan make up serta lipstik yang tadinya pink, ditempel jadi warna merah menyala.

Setelah selesai, aku kembali di bimbing duduk di kursi kebesaran ku. Jantung ku berdebar, darah ku berdesir. Aku cemas, takut, mungkin lebih tepatnya nervous.

Aku di jodohkan oleh keluargaku dengannya. Kemarin, Aku syah menjadi Istrinya. Dia dan Ayahku telah melakukan ijab qobul, yang di saksikan para banyak orang.

Tadi malam, aku masih merasa santai, dan tadi aku juga masih merasa santai. Namun sekarang, saat aku mendengar dia akan datang, aku mendadak menjadi tidak tenang.

Tiba-tiba, semua berlari ke arah depan. Musik pun berhenti, dan semua mulai berkerumun, berbaris seperti jalan. Beberapa Paman, Sumando (Ipar laki-laki) dan Mamak menghadang di depan mereka.

Tibalah acara Penyambutan Marapulai.

“Hekta, hepti.” suara mereka beberapa kali terdengar.

Mereka saling bertukar jurus silat. Entah ritual bodoh macam apa ini, cari lama saja. Apa salahnya langsung diterima dan duduk saja. Itu menurutku.

Setelah itu, pesilat dari wanita pura-pura menyerah. Disambut dengan berpelukan. Dan mempelai pria di sambut dengan payung berwarna emas. Kemudian seserahan aneh diberikan kepada Nenek dan Paman ku.

Satu ikat kayu bakar, Dama (lampu minyak tanah) 2 butir kelapa masak yang diikat menyatu, sepasang ayam kampung, beberapa biji cabe, sedikit beras dan lainnya.

Aku terkekeh. “Sejak kapan aku akan beternak ayam? Kenapa gak bawa buah tangan yang lain saja sih?”

“Eh, itu Adat kita loh. Wajib dibawa itu, Ros.” ucap Elvina disamping kursi ku berdiri. Entah sejak kapan dia datang, Aku tak sadar.

“Kapan kau datang? Bukankah tadi janji padaku akan datang dan menemaniku bersama Juliana. Dasar pembohong!” ketus ku.

“Hei, aku memang sudah datang. Kemudian, aku dibawa bersama Juliana menjemput suamimu.” jawab Elvina.

**

NB:

Balerong adalah balai atau tempat untuk musyawarah atau mufakat. Biasanya di setiap Alek (Pesta pernikahan) Minang kabau, selalu di buat pondok kecil untuk musyawarah, disana biasanya akan ada kasur serta tikar, untuk tempat duduk Datuak (Kepala suku) dan lainnya yang di anggap penting, atau di tinggikan.

Terimakasih telah membaca cerita amatir saya🌹

1
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
rancak bana 👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
mande pun kini tiado... 😭😭😭
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
umur segitu belum tua Ros. ponakan ku aja ada yang nikah umur 32tahun dan istrinya 23tahun.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
😭😭😭😭😭
pada saat aku menikah, sudah tidak ada Abak disampingku, sanak..., hiks hiks 😰😰😰
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
jiahahaa, ngakak akuh 😂🤣🤣🤣🤣🤭🤭
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
mantap pakpeng 👍👍👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
mingkem Ros, mingkem... 😁
mingkem ngomong Minang nyo apo yo sanak, hehehe 🤭🤭
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
kamu sudah ketemu Ros, sama orangnya. rancak bana. oke lho orang nya. kalo kau enggak mau, buat ku sajalah, wkwkwk 🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
ngeliat uni Ros dah mulai nulis lagi, lari deh ambo ka siko👍👍👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
panggilan iyak di tempat aku, untuk level nenek lho uni. beda ya.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
tu khan, emang enak disindir, wkwkwk 😂😂🤣🤣🤣
Rozh: ahahh. sip, mokasih do'anyo...😚
total 3 replies
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
kayaknya orang yang ros kerjain tadi, adalah orang yang akan dijodohkan dengan ros. dan sekarang pun malah tidak sengaja bertabrakan.
ondee mande... dunia saleba telapak tangan, he-he-he 😆
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
jangan-jangan itu jodohmu ros 🤣🤣🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
duhh 🤦🏻🤦🏻🤦🏻🙈... keluar pula kata keramat mah
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
uni Ros, salam kenal dari rang rantau yo 🙏

singgah di sini kitah ❤️
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: iyo uni, salasai kan lah, biar nggak bikin penasaran. nanti kito lanjut baco☺️
semangat yo uni 👏👏💪👍
total 2 replies
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
Amak... Abak... 😭😭😭😭😭
Al-fatihah untuk Amak dan Abak
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
ondee mande...
kampuang nan jauah di mato
salken author 👍🙏
Rozh: Ondeh, salah kenal😍😚😚
total 1 replies
yulia nisma
uniiiii...author sayangku..knp...knp..knp...mendadak jd critanya lain..gak jelas judulnya...pdhal msh penasaran knp Ros pisah dgn uda Qian dan gmn Boy tmn masa kecil Ros..trus gmn uda Hanan dgn Ros??????dddduuuuhhh uni teganyaaaaa......syeeeddddiiih aku tuuuuh😢😢😢😭😭😭
Rozh: hihihihi. iya, itu 15 bab di bawahnya cerita lain. itu nanti akan di rubah dan di revisi ulang... sabar ya, tekan tombol favorit aja dulu, biar nanti dpt notif kelanjutannya💓😚😚😚
total 1 replies
yulia nisma
thor..ini beneran critanya gak sampe tamat?cm sampai setengah jln?jaanlah baitu thor..sadiah raso dihati..baru iko nan lokasi diranah minang..paubek taragak kami dirantau...terusin sampai finish yoooo....plis..plis...mmmmuuuaàacch💕💕💕
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: lanjut kk Ros, semangat ☺️✊💪
total 2 replies
yulia nisma
onde mande...banyaknyo lai dunsanak Rosalina..ndak usah maundang urang kampuang lai..lah panuah alek dek dunsanak surang😄😄😍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: 🤣🤣🤣 iyo nak ni, indak dima ka dilatak an lai 😅😅😅
bukak bangku VIP kali yo😁🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!