NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJALANAN

Tangan kanan Lucian bergerak ke atas, lalu dengan gerakan cepat, dia menampar pipi Michelle dengan sangat keras hingga gadis itu tersungkur ke sisi ranjang dengan sudut bibir yang pecah dan mengeluarkan darah segar.

Plak

"Itu untuk kebohonganmu," ucap Lucian datar, sambil menyeka tangan kanannya menggunakan sapu tangan nya seolah-olah dia baru saja menyentuh kotoran yang menjijikkan.

Michelle menangis histeris, memegangi pipinya yang langsung membengkak.

Dia tidak pernah menyangka jika Lucian yang biasanya dingin dan acuh tak acuh bisa bertindak sekejam ini pada seorang wanita bangsawan.

Lucian kemudian berbalik, menatap dingin ke arah Earl Kendrick yang sudah menangis ketakutan di lantai.

"Dengar baik-baik, Earl Kendrick, mulai hari ini, seluruh jalur bisnis kain dan rempah-rempah milik keluargamu di wilayah utara dan selatan resmi aku cabut! Aku akan memastikan keluarga Kendrick bangkrut dalam waktu tiga hari!" ucap Lucian tegas.

"T-Tuan Duke! Tolong jangan lakukan itu! Itu adalah sumber mata pencaharian keluarga kami! Tolong ampuni kesalahan Michelle!" ucap Earl Kendrick, bersujud berkali-kali di atas lantai hingga dahinya memar.

"Dan untukmu, wanita ular, jika dalam waktu tiga hari aku masih melihat wajahmu atau mendengar namamu di ibu kota Harper, aku sendiri yang akan memotong lidahmu dan membuang tubuhmu ke hutan terlarang agar dimakan oleh para serigala liar," lanjut Lucian, melirik Michelle dingin.

"Patrik, kita pergi. Biarkan mereka menikmati sisa-sisa kemewahan mereka untuk beberapa hari ke depan," perintah Lucian, lalu berbalik dan melangkah lebar.

"Baik, Tuan Muda," jawab Patrik, mengikuti langkah kaki tuannya dengan cepat.

Setelah melangkah keluar dari kediaman Earl Kendrick yang kini dipenuhi suara tangisan histeris Michelle, Lucian langsung melompat ke atas kudanya dengan gerakan cepat, aura membunuhnya belum sepenuhnya padam, namun fokusnya kini beralih pada kondisi ibunya.

"Patrik, kita kembali ke kediaman Alistair sekarang," perintah Lucian sembari menarik tali kekang kudanya kuat-kuat.

"Baik, Tuan Muda!" jawab Patrik, segera memacu kudanya di samping Lucian.

Kedua kuda hitam itu melesat membelah jalanan ibu kota Harper dengan kecepatan penuh.

Sementara itu, kembali ke gubuk sederhana di perbatasan Kerajaan Costa.

Waktu sepuluh menit yang diminta Ara sudah hampir habis.

Di dalam kamarnya yang kecil, Ara tidak benar-benar mengemas baju, melainkan sibuk menulis sesuatu di atas secarik kertas usang menggunakan arang dapur, tangannya bergerak agak gemetar karena terburu-buru.

"Ian, aku harus pulang karena ayahku sakit keras. Maaf tidak bisa menunggumu kembali. Jaga dirimu baik-baik, jangan merusak barang orang lain lagi. Kalung ini akan kusimpan."

Ara melipat kertas itu menjadi dua bagian, lalu meletakkannya di atas meja, tepat di samping stoples benih bunga matahari yang tadi malam mereka pilah bersama.

Ara menatap kertas itu dengan pandangan nanar dan dada yang tiba-tiba terasa sedikit sesak.

"Kenapa kita berdua mendadak punya urusan keluarga di saat yang sama sih?" gumam Ara pelan, menghela napas panjang untuk mengusir rasa berat di hatinya.

"Bella! Waktumu sudah habis! Cepat keluar atau kami yang akan masuk dan menyeret mu!" teriakan Pangeran Xavier dari arah luar teras membuyarkan lamunan Ara.

"Iya, iya! Sabar sedikit kenapa sih! Dasar tidak sabaran!" jawab Ara sengit, buru-buru menyampirkan tas kain kecilnya ke bahu.

Ara melangkah keluar gubuk, menutup pintu kayunya dengan pelan, lalu menatap kedua kakak laki-lakinya yang sudah bersiap di atas kuda masing-masing.

Puluhan ksatria berbaju zirah langsung merapat, membentuk barisan ketat untuk mengawal sang putri bungsu.

"Ayo naik bersama Kakak, Bella, kita harus mengejar waktu sebelum gerbang perbatasan ditutup," ucap Pangeran Raymond mengulurkan tangannya ke arah Ara dari atas kuda.

Ara mendengus, namun tetap menyambut uluran tangan Raymond dan melompat naik ke atas kuda kakaknya dengan gerakan lincah.

"Awas ya, kalau sampai di istana ternyata kalian berdua cuma membohongiku, aku akan meracuni semua makanan kalian pakai tanaman herbal buatanku!" ancam Ara, melotot kan matanya pada kedua kakak nya.

Pangeran Xavier yang mendengar ancaman itu hanya bisa memutar bola matanya malas, lalu mengibaskan tangan memberi komando.

"Jalan! Kembali ke ibu kota Costa sekarang juga!" perintah Pangeran Xavier, memimpin perjalanan.

Rombongan besar ksatria itu pun bergerak pergi, memacu kuda mereka dengan sangat cepat meninggalkan kawasan perbatasan.

Halaman gubuk yang biasanya rapi kini tampak berantakan dengan pagar kayu yang hancur.

Ara yang duduk di depan Raymond hanya bisa terdiam, memeluk tas kain kecilnya erat-erat sambil sesekali meraba liontin batu amber di lehernya.

"Bella, singkirkan wajah cemberut mu itu. Kami menjemputmu bukan untuk membawamu ke tempat pembantaian," celetuk Xavier dari atas kudanya yang berjalan berdampingan dengan kuda Raymond.

"Diam kau, Kak! Aku masih kesal karena kalian menghancurkan pagar kebun kubisku!" jawab Ara tanpa menoleh, ketus sekali.

Raymond yang memegang tali kekang di belakang Ara hanya bisa menghela napas pendek, mencoba menengahi perdebatan dua saudaranya itu.

"Sudahlah, Kak Xavier, jangan memancing amarahnya lagi, yang penting sekarang Bella sudah bersama kita," ucap Raymond, suaranya terdengar bariton dan berwibawa.

"Tapi tetap saja, Kak Raymond! Cara kalian datang itu seperti gerombolan Bandit yang mau menjarah desa!" omel Ara lagi, tidak mau kalah.

Xavier terkekeh sinis, membenarkan posisi jubah kebangsawanannya yang sedikit berkibar ditiup angin sore.

"Gerombolan Bandit katamu? Kami ini pangeran, Arabella. Kalau bukan karena perintah Ayahanda yang sedang sakit karena merindukan Putri nakal nya, aku juga malas menjemput adik perempuan yang hobinya menanam kubis di tengah hutan," sindir Xavier dengan senyum miringnya.

Ara memutar bola matanya malas, memilih untuk mengabaikan ocehan Xavier dan kembali menatap lurus ke depan.

Di dalam hatinya, rasa cemas mulai bercampur aduk, dia mencemaskan kondisi ayahnya di istana, tapi di sisi lain, bayangan wajah Lucian yang menyebalkan dan posesif tiba-tiba melintas di pikirannya.

"Pria menyebalkan itu, apa dia sudah sampai di rumah ibunya ya?" batin Ara, menggigit bibir bawahnya pelan.

Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda, di ibu kota Kerajaan Harper, Lucian akhirnya tiba di kediaman mewah Alistair.

"SELAMAT DATANG KEMBALI TUAN MUDA!"

Ucap para pelayan membungkuk hormat.

Tanpa memedulikan para pelayan yang membungkuk hormat, Lucian langsung melangkah lebar menuju lantai dua, tempat kamar orang tuanya berada.

Ceklekk

Lucian membuka pintu kamar dengan tidak sabaran, di dalam ruangan, dia mendapati Duke Lucas yang sedang duduk di kursi samping ranjang dengan wajah yang tampak sangat lelah, sementara ibunya, Jasmine, masih terbaring lemah dengan mata terpejam rapat.

"Ayahanda," panggil Lucian dengan suara berat yang tertahan.

1
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
kaylla salsabella
wuhaaaaaa..... cari penyakit cari gara " lo Michelle🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭 bentar lagi bakal hancur dirimu🤣🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: takut banget si wanita licik itu berulah😣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah nanti bakal gak ketemu Ian dan ara
IG : hofi03_skrniii: kangen-kangenan dulu, biar mereka sadar kalau udah saling sukaaa😆
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo bawa ara Ian biar obati mine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!