NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 ~ Menyiapkan Pengganti

Suasana seketika hening, hanya terdengar suara napas keduanya yang terengah-engah saling bersahutan.

Garra perlahan menoleh kembali, pandangannya tak lepas dari wajah Hezlin. Jemarinya menyentuh bekas tamparan yang masih terasa perih dan panas di pipinya, lalu menatap wanita itu dengan sorot mata yang makin gelap dan tak terbaca. Tidak ada amarah yang meledak balik, tidak ada makian yang keluar dari mulutnya, hanya kebisuan yang terasa lebih menakutkan daripada bentakan apa pun.

"Dengar, Garra... Kita sudah selesai. Jangan buat aku semakin membencimu! Pergi dari sini!" desak Hezlin dengan suara gemetar karena menahan amarah.

Belum sempat Garra menyahut, tiba-tiba suara dering ponsel terdengar nyaring memecah keheningan. Keduanya otomatis menoleh ke arah meja di sudut ruangan.

Drrrt...

Drrrt...

Hezlin segera melangkah menjauh, meraih benda itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Begitu melihat nama yang tertera di layar, ia menatap sekilas ke arah Garra, lalu mengangkat panggilan itu.

"Halo?"

Dari seberang sambungan, terdengar suara berat dan tegas milik ayahnya, Tuan Arthur. Nada bicaranya langsung terdengar marah dan tak mau dibantah.

["Hezlin! Dengarkan ayah baik-baik. Garra sudah menyetujui proyek kerja sama yang selama ini kita inginkan, jadi ayah minta sekarang juga kamu pulang. Anggap saja masalah pembicaraan perceraian kemarin hanya salah paham. Jadilah istri yang baik. Mengerti?!"]

Wajah Hezlin terlihat datar, tanpa ekspresi. Ia menjawab langsung tanpa basa-basi.

"Ayah, kamu sudah tahu bagaimana hubungan aku dengan Mas Garra. Kami akan tetap bercerai."

Mendengar kalimat itu, Garra menoleh cepat. Tatapannya berubah menjadi dingin dan tajam, namun ia tetap diam, tidak menghentikan apa pun yang dikatakan Hezlin.

Dari ujung telepon, suara Tuan Arthur makin meninggi.

["Jangan main-main, Hezlin! Ini bukan soal keinginanmu semata."]

"Aku tidak main-main. Aku serius," jawab Hezlin tegas.

["Kontraknya sudah diselesaikan, saham perusahaan sudah tetap di tangan kita. Apa lagi yang kurang? Pernikahan ini menguntungkan kedua pihak!"] bentak ayahnya kesal.

"Pernikahan ini tidak pernah menguntungkanku," balas Hezlin tajam. "Aku bukan aset perusahaan yang bisa dipertukarkan seenaknya."

["Jaga bicaramu!"]

Hezlin tersenyum pendek, getir dan hampa.

"Ayah selalu bilang keluarga Kingston adalah mitra terbaik yang paling tepat. Seolah-olah tidak ada keluarga lain di kota ini yang bisa diandalkan."

Garra mengerutkan kening, matanya memicing mendengar nada bicara Hezlin yang makin berani.

["Jangan keras kepala, Hezlin. Keluarga Kingston adalah pilihan paling strategis,"] tegas ayahnya lagi.

"Kalau hanya soal strategi dan aliansi bisnis, kenapa kita tidak mencoba menawarkan pernikahan bisnis dengan keluarga Xabiru," potong Hezlin dengan nada dingin. "Perusahaan mereka tidak kalah besar, bahkan perkembangannya dua tahun terakhir jauh lebih pesat."

["Hezlin! Kau— dasar anak kurang ajar!"]

Tanpa mau mendengarkan lebih jauh, Hezlin langsung mematikan ponselnya dan memegangnya kuat.

Tut-

Garra masih berdiri di tempatnya, jemarinya terus mengepal erat hingga urat-urat di lengannya terlihat menonjol. Tatapannya terkunci pada wajah Hezlin, penuh amarah yang mendidih bercampur rasa sakit yang baru saja menusuk hatinya. Baginya, setiap kata yang keluar dari mulut wanita itu barusan terdengar sangat nyata seolah Hezlin sudah benar-benar membuang dirinya dan menyiapkan pengganti yang lebih baik.

"Jadi begini?" suaranya terdengar rendah, parau, dan penuh tekanan, seolah baru saja menahan luapan emosi yang ingin meledak. "Baru saja menyebut kata cerai, dan kau sudah siap menukarkanku dengan keluarga lain? Bahkan sudah menentukan siapa yang akan menggantikanku?"

Ia melangkah mendekat lagi, langkahnya berat tapi penuh ancaman. Setiap gerakannya membuat Hezlin tanpa sadar mundur sedikit, meski ia segera menegakkan punggungnya lagi agar tidak terlihat lemah.

Hezlin menelan ludah, jantungnya berdebar kencang. Ia tahu ucapannya tadi akan memicu reaksi seperti ini, tapi ia tetap mempertahankan ekspresi datar dan dingin. Ia tidak boleh menunjukkan kalau semua itu hanya akal-akalan semata.

"Memang begitulah kenyataannya, bukan?" jawabnya pelan namun tegas. "Kau sendiri yang sejak awal mengajarkan padaku bahwa pernikahan ini hanyalah urusan bisnis dan kontrak. Kalau begitu, tidak ada salahnya mencari kontrak lain yang menurutku lebih menguntungkan, bukan?"

Kalimat itu seperti minyak yang disiramkan ke atas api yang sudah menyala. Wajah Garra makin memerah, rahangnya mengeras hingga terasa nyeri. Ia tidak tahan lagi mendengar Hezlin merendahkan dirinya dan hubungan mereka sedemikian rupa.

Garra terdiam sesaat, tatapannya makin tajam dan menusuk, seolah ingin membakar habis keyakinan Hezlin di hadapannya. Nafasnya memburu, dadanya naik turun menahan amarah yang meluap karena harga dirinya terasa terinjak-injak.

"Baiklah..." ucapnya pelan, tapi nadanya terdengar dingin dan mengerikan, seolah janji yang tak akan dibatalkan. "Kalau itu yang kau inginkan. Jangan pernah menyesal..."

Tanpa menunggu jawaban lagi, ia berbalik badan dengan kasar. Langkahnya lebar dan penuh amarah saat melangkah menuju pintu, lalu membukanya dan membantingnya hingga berbunyi keras, mengguncang seluruh dinding apartemen itu.

BRAKK!

Suasana kembali sunyi senyap, hanya tersisa gema bunyi pintu yang masih terasa bergema di telinga.

Hezlin berdiri mematung di tempatnya beberapa saat, seluruh ketegangan yang ia bangun seketika luruh. Ia merasakan jantungnya berdebar kencang, dada terasa sesak, dan kepalanya terasa pening menahan segala perasaan yang campur aduk. Perlahan ia melangkah mundur hingga punggungnya menyentuh tepi ranjang, lalu menjatuhkan tubuhnya duduk di atas kasur.

Ia memejamkan matanya rapat-rapat, menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan berulang kali. Tidak ada air mata yang menetes, hanya rasa hampa yang menyelimuti hatinya, ditambah rasa lelah yang luar biasa karena harus berpura-pura dingin dan kejam demi tujuan yang ia inginkan.

"Maafkan aku, Kael... Aku terpaksa melakukan ini... membawamu dalam masalahku." bisiknya lirih.

••

••

Beberapa saat kemudian...

Kini Hezlin telah duduk bersama Rachel di sebuah restoran out door. Ia menceritakan secara rinci semua kejadian yang baru saja terjadi di apartemennya.

Rachel mendengarkan dengan saksama, lalu segera menumpukan tangannya di atas punggung tangan Hezlin, menatap sahabatnya dengan tatapan penuh dukungan sekaligus kekesalan.

"Ini bukan salahmu sepenuhnya, Hezlin... Garra memang pria tidak tahu diri!" serunya dengan nada geram. "Sudah jelas-jelas dia yang menganggap pernikahan ini cuma urusan bisnis, mengabaikanmu selama bertahun-tahun, dan baru sadar saat kau sudah berani melangkah pergi. Dia pikir kau ini barang yang bisa dia simpan dan ambil sesuka hati kapan saja? Dasar pria sombong, tidak punya rasa malu dan tidak tahu menghargai apa yang ada di depan matanya!"

Ia masih terus menggerutu, matanya bergerak melihat sekeliling tanpa sadar saat pandangannya terangkat ke lantai atas restoran itu. Suaranya tiba-tiba terhenti, rahangnya mengeras dan tatapannya berubah menjadi tajam.

"Hezlin..." panggilnya pelan sedikit menggoyangkan tangan sahabatnya, matanya tetap terarah ke atas. "Lihat ke sana... bukankah itu....."

❤️

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!