NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Lautan Abadi

Langit biru terbentang luas tanpa batas, hanya sesekali disapu oleh gumpalan awan putih yang melayang lembut di kejauhan. Di tengah hamparan langit yang sunyi itu, dua sosok melesat dengan kecepatan tinggi, meninggalkan jejak energi berkilau di belakang mereka.

Jiang Yuan dan Ruan Mei terbang berdampingan di atas pedang terbang masing-masing. Angin kencang menerpa wajah mereka, membuat jubah dan rambut beterbangan liar.

Namun kedua kultivator itu tetap stabil di atas pedang mereka, mengendalikan aliran Dou Qi dengan presisi yang terlatih.

Jarak di antara mereka tidak terlalu jauh, cukup untuk saling mendengar suara tanpa harus berteriak. Jiang Yuan sesekali melirik ke samping, memperhatikan Ruan Mei yang terbang dengan ekspresi serius di wajahnya.

Wanita itu tetap setia pada jubah putihnya yang bersih, rambut hitamnya yang panjang terurai bebas tertiup angin, menciptakan kesan anggun meski ekspresi juteknya tidak pernah berubah.

Mereka telah terbang selama berjam-jam, melewati hutan-hutan lebat yang menghijau, kota-kota kecil yang sibuk, serta deretan pegunungan menjulang yang diselimuti kabut tipis.

Pemandangan di bawah mereka berganti-ganti dengan cepat, namun tujuan mereka tetap sama, mengikuti arah yang sudah diberitahukan Wang Ning menuju lokasi pelelangan besar.

"Hei," panggil Ruan Mei tiba-tiba, suaranya terdengar jelas di antara desiran angin. "Kalau lewat sini, kita akan melewati Lautan Abadi."

Jiang Yuan menoleh, alisnya berkerut sedikit. "Ada apa dengan tempat itu?"

Ruan Mei meliriknya dengan tatapan yang menunjukkan sedikit kekhawatiran, meski ia berusaha menyembunyikannya di balik sikap juteknya.

"Kau tidak tahu?" tanyanya, nada suaranya sedikit meninggi karena tidak percaya. "Tempat itu dipenuhi monster buas. Makhluk-makhluk laut yang ganas dan tidak pernah kenyang akan daging manusia. Kekuatan mereka semuanya setara dengan Ranah Dou Shi."

Matanya yang biru jernih menatap Jiang Yuan dengan tajam.

"Aku mungkin bisa selamat jika melewatinya dengan hati-hati. Tapi kau?" Ia melengkungkan bibirnya. "Dengan Ranah Dou Shi-mu yang baru saja kau capai? Jangan bermimpi."

Jiang Yuan memperhatikan Dou Qi yang memancar dari tubuh Ruan Mei.

Aura energi wanita itu terasa tebal dan padat, menunjukkan bahwa ia berada di Ranah Da Dou Shi. Tingkat yang memang jauh di atas dirinya.

Namun, Jiang Yuan tidak terintimidasi. Ia memiliki Bing Bi di dalam dirinya. Dan ia juga telah mempelajari teknik-teknik yang diberikan oleh Kaisar Peri Es selama sebulan terakhir.

"Tenanglah," ucapnya dengan nada datar namun penuh keyakinan. "Aku punya cara tersendiri."

Ruan Mei menghela napas panjang, menggelengkan kepalanya pelan.

"Kalau kau mati, aku tidak akan bertanggung jawab!" serunya setengah kesal.

Namun meski kata-katanya terdengar keras, Jiang Yuan bisa merasakan sedikit kekhawatiran yang tersembunyi di balik nada suaranya.

Wanita jutek ini ternyata tidak sepenuhnya cuek padanya.

Mereka melanjutkan perjalanan, pedang terbang mereka melesat semakin cepat menuju Lautan Abadi di kejauhan.

Sementara itu, di tengah Lautan Abadi, sebuah kapal berukuran cukup besar berlayar perlahan di atas permukaan air yang bergelombang.

Kapal itu terbuat dari kayu keras berkualitas tinggi, dihiasi ukiran-ukiran naga yang indah di bagian lambungnya. Namun, suasana di atas kapal sama sekali tidak tenang.

Di atas geladak kapal, dua orang berdiri saling berhadapan.

Yang pertama adalah seorang pemuda berambut hitam panjang yang diikat ke belakang dengan simpul sederhana. Sebilah pedang panjang tergantung di punggungnya, sarungnya berkilauan dengan ukiran emas.

Wajahnya tampan namun ekspresinya tampak cemas dan gelisah. Kekuatan Dou Qi yang terpancar dari tubuhnya menunjukkan bahwa ia berada di Ranah Da Dou Shi tahap menengah.

Namanya Dai Tong.

Di depannya, seorang wanita cantik dengan rambut ungu yang panjang dan berkilau menatapnya dengan tatapan tajam. Matanya yang berwarna hitam pekat seperti lautan malam berkilauan dengan amarah yang tertahan.

Kulitnya seputih susu dan mulus, tanpa cacat sedikit pun. Kedua tangannya terlipat di bawah puncak kembar miliknya yang cukup besar, sebuah gerakan yang menekankan lekuk tubuhnya yang memikat namun juga menunjukkan sikapnya yang tegas.

Wanita itu bernama Feng Yun. Aura Dou Qi yang terpancar dari tubuhnya jauh lebih kuat daripada Dai Tong, Ranah Da Dou Shi tahap akhir, satu langkah lagi menuju Ranah Dou Ling.

"Ini salahmu!" ucap Feng Yun, suaranya yang merdu namun dingin menusuk telinga Dai Tong.

Dai Tong mengangkat kedua tangannya, mencoba menenangkan wanita di hadapannya.

"Adik Seperguruan, kupikir lewat sini lebih aman! Jalur laut ini biasanya tidak seberbahaya ini. Siapa yang tahu malah..."

"Jangan banyak alasan!" seru Feng Yun, memotong perkataan Dai Tong dengan tegas. Matanya yang hitam berkilauan karena kemarahan. "Kau tahu sendiri bahwa Lautan Abadi adalah tempat yang berbahaya. Tapi kau tetap saja memilih jalur ini karena kau ingin menghemat waktu!"

Dai Tong membuka mulutnya untuk membela diri, namun sebelum kata-kata keluar, geraman dahsyat mengguncang udara.

"Houmhhhh!"

Auman monster itu bergema di atas permukaan laut, menciptakan riak-riak besar yang menggoyang kapal mereka.

Dari kedalaman air, sebuah tentakel raksasa menjulang keluar, berwarna hijau kehitaman dengan permukaan berlendir dan dipenuhi duri-duri tajam. Di ujung tentakel itu, mata merah menyala menatap kapal mereka dengan nafsu makan yang membara.

Feng Yun menggeram pelan. Tangan kanannya yang lentik terangkat, menunjuk lurus ke arah monster yang mulai muncul dari dalam air.

Dou Qi keunguan berkumpul di telapak tangannya, memadat dengan cepat menjadi bola energi yang berkilauan terang. Wajahnya yang cantik kini tampak serius dan fokus, semua amarahnya pada Dai Tong untuk sementara dilupakan.

"Teknik Naga Langit!"

Dengan satu sentakan, bola energi keunguan melesat ke udara, berubah bentuk dalam sekejap menjadi seekor naga Dou Qi yang panjang dan megah.

Naga itu meliuk-liuk di udara dengan anggun, mulutnya terbuka lebar menunjukkan deretan taring energi yang tajam. Dengan kecepatan yang luar biasa, naga itu meluncur turun dan menerjang tentakel monster tepat di bagian tengahnya.

Ledakan!

Ledakan Dou Qi yang begitu kuat mengguncang seluruh permukaan Lautan Abadi.

Gelombang besar menyebar ke segala arah, membuat kapal mereka terombang-ambing hebat. Air laut menyembur tinggi ke udara, membentuk pancuran-pancuran putih yang berkilauan di bawah sinar matahari.

Saat asap dan debu mulai menghilang, tentakel monster itu terlihat telah hancur berkeping-keping. Darah hitam pekat bercampur dengan air laut, mencemari permukaan dengan bau anyir yang menyengat.

Di kedalaman, suara geraman kesakitan menggema sebelum akhirnya perlahan menghilang.

Dai Tong, yang sejak tadi hanya bisa menonton, bertepuk tangan dengan antusias.

"Teknik harta Adik Seperguruan hebat seperti biasa! Monster itu bahkan tidak sempat—"

"Sudahlah," potong Feng Yun dingin, menurunkan tangannya. Wajah juteknya kembali muncul, menggantikan ekspresi serius dari pertarungan tadi. "Kita belum aman. Monster ini hanya salah satu dari banyak makhluk yang tinggal di sini."

Ia berbalik, rambut ungunya yang panjang berayun indah mengikuti gerakan tubuhnya.

"Kita harus segera meninggalkan Lautan Abadi. Dan setelah ini, kau yang akan memilih jalur selanjutnya. Jangan sekali-kali kau membuat keputusan bodoh seperti ini lagi."

Dai Tong hanya bisa mengangguk dengan ekspresi bersalah. "Baik, Adik Seperguruan."

Kapal mereka kembali bergerak, meninggalkan sisa-sisa pertarungan di belakang.

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!