- Lanjutan dari Novel My Possesive Husband
Awalnya rumah tangga Sean dan Dara berjalan dengan baik. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka setelah insiden penyerangan Mansion waktu itu. Namun seketika, semuanya berubah ketika datanglah sosok wanita dari masa lalu Sean dan Garvin. Dia datang dan menjalin hubungan tersembunyi dengan Sean Crishtian yang merupakan Ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus suami sah dari Andara Claire Crishtian.
Dara di hadapkan dengan dua pilihan terberat dalam hidupnya, yaitu bertahan dengan rasa sakit atau pergi menjemput kebahagiaan terbaru dengan sahabat Sean.
"Aku memang mencintai mu Sean. Bahkan sangat mencintai mu. Tapi maaf, aku tidak sekuat itu untuk bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan untuk ku. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan laki-laki yang mencintai ku." - Andara Claire Crishtian.
"Bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Dara. Jika kamu melakukan itu, maka bersiaplah, orang disekeliling mu yang akan menerima akibat atas apa yang kamu perbuat. Katakan saja aku gila. Tapi inilah cara ku mempertahankan wanita yang aku cinta." - Sean Crishtian
Jangan lupa klik tombol Love ❤️ agar tidak ketinggalan info Update terbarunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. STRENGTHEN POWERS
Happy Reading 🥳
Satu tahun telah berlalu. Bulan telah berganti bulan. Hari telah berganti hari. Pagi telah menjelang. Hari ini Sean akan di sibukkan dengan kegiatannya untuk datang ke tempat pelatihan markas.
Sean yang sekarang bukanlah Sean yang dulu. Tubuhnya semakin tegap dengan otot-otot yang menghiasi tubuhnya. Kenzo putranya telah berusia 16 bulan. Tidak terasa kini putranya telah bisa berjalan dan bisa memanggilnya dengan sebutan Daddy.
Kekuasaan Geng Mafia Crowned Eagle semakin meluas. Kekuatan dari Geng Mafia Crowned Eagle juga tidak bisa lagi diremehkan. Sean, Damian, Nick dan Darren telah berhasil mencapai apa yang mereka rencanakan.
"Sayang, apa kamu mau ikut?" Tanya Sean ke Dara dengan memakai pakaiannya yang berwarna putih.
Dara yang sedang duduk menemani Kenzo bermain lantas langsung menolehkan kepalanya. "Tentu saja aku ikut." Jawab Dara.
Di usianya yang masih terbilang masih muda, Dara sekarang sudah bisa memakai pistol dengan sangat baik. Baik menggunakan tembakan jarak jauh maupun jarak dekat, Dara sudah bisa melakukannya.
Selama satu tahun ini, Dara juga menghabiskan waktunya untuk melatih fisiknya dengan ilmu bela diri dan tembak-menembak. Sebagai istri Ketua Mafia Crowned Eagle, Dara ingin menjadi seorang istri Mafia yang mandiri dan bisa diandalkan. Jika Dara pikir-pikir lagi, tidak menutup kemungkinan jika bahaya akan menyerang kapan saja. Apalagi lawan utama dari suaminya sekarang adalah Geng Mafia The King Of Blood. Dara yang waktu itu bertemu secara langsung sudah tau betapa kuatnya mereka.
"Kamu siap-siap dulu, biarkan Kenzo aku yang mengurusnya." Ujar Sean yang telah selesai menggunakan pakaiannya.
Mendengar hal itu, Dara dengan semangat empat lima langsung berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Kenzo yang melihat Mommy-nya berjalan pergi hanya bisa menatap punggung Mommy-nya. Kenzo ingin menangis sekarang.
Sean tersenyum melihat ekspresi wajah anaknya. Entah kenapa, putranya ini mudah menangis hanya karena sesuatu hal yang kecil. Seperti sekarang, di tinggal mandi Dara saja Kenzo sudah menangis histeris.
Sebelum tangis anaknya semakin pecah, Sean dengan sigap langsung duduk didepan Kenzo. "Anak laki-laki tidak boleh cengeng." Ucap Sean lalu menggendong Kenzo untuk ia dudukkan di atas pahanya. Di usapnya dengan sayang puncak kepala Kenzo.
Merasa kepalanya di usap, tangis Kenzo langsung pecah begitu saja. Mendengar jeritan anaknya, Sean langsung panik.
"Hubby, anak kamu jangan kamu godain terus." Teriak Dara dari dalam kamar mandi.
"Tidak sayang. Aku tidak menggodanya." Jawab Sean sambil berdiri dan menggendong Kenzo. Padahal Sean mengusap puncak kepala Kenzo agar Kenzo tidak menangis. Eh ternyata tangis putranya semakin pecah.
Diusapnya dengan lembut punggung putranya. "Hsstt.. diam lah baby boy. Jangan menangis. Nanti Daddy yang di omelin." Ucap Sean dengan nada bicara yang terdengar lembut.
Kenzo yang mengerti kegelisahan Daddy-nya langsung berhenti menangis. Di tatapnya dengan lembut wajah Daddy-nya. Berhubung Kenzo merasa gemas dengan wajah Daddy-nya, Kenzo langsung menarik rambut-rambut halus yang ada di dagu Daddy-nya. Spontan Sean menjerit karena tarikan Kenzo yang kuat. "Jangan lakukan itu Kenzo. Itu tidak boleh." Ujar Sean menasehati Kenzo dengan tegas.
Namun sayang, bukannya menurut atau merasa takut, Kenzo malah tertawa. Terlihat menggemaskan di mata Sean. "Apakah aku dulu setampan ini?" Tiba-tiba pertanyaan itu terlintas di benaknya.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kamar di ketuk. "Masuk saja Mom." Ucap Sean ketika tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
Sekarang Mansion Sean dikelilingi oleh CCTV. Bahkan di depan pintu kamarnya juga di pasang CCTV. Hal ini Sean lakukan karena untuk berjaga-jaga. Sean tidak ingin mengulangi kejadian yang sama seperti waktu itu. Disaat asik-asik melakukan proyek tunggal putra, ternyata di depan pintu kamarnya ada Xelyn yang sedang ragu-ragu untuk mengetuk pintu kamar. Alhasil, istrinya merasa malu dengan hal itu.
Jika orang lain meletakkan ruang CCTV di tempat yang berbeda, maka berbeda dengan Sean. Sean meletakkan ruang CCTV di dalam kamarnya dan juga di ruangan khusus. Sean sendiri juga ikut turun tangan untuk mengawasi kamera CCTV yang terpasang.
Lexa berjalan masuk. "Daddy sudah menunggu mu di bawah Sean. Apakah masih lama?" Tanya Lexa dengan lembut.
Dengan menggendong Kenzo, Sean menjawab pertanyaan Lexa. "Iya Mom. Sebentar lagi selesai. Tinggal menunggu Dara."
Lexa mengangguk mengerti. "Jangan lama-lama. Mood Daddy kamu sedang tidak baik."
"Yes Mommy."
Setelah itu Lexa berjalan mendekati Sean. "Ah, cucu Mommy sudah bangun." Ujar Lexa dengan mengulurkan ke dua tangan nya untuk menggendong Kenzo.
Kenzo yang melihat uluran tangan dari Grandma-nya lantas langsung menerima. Sekarang gendongannya beralih ke Lexa. "Biar Mommy yang menggendongnya." Ucap Lexa yang disetujui oleh Sean. "Mommy bawa Kenzo ke bawah dulu."
Sean tersenyum menatap wajah Kenzo yang terlihat ceria. "Iya Mom." Jawab Sean sambil melambaikan tangannya.
Kenzo yang masih polos mengikuti gerakan tangan Daddy-nya. Hal itu membuat Lexa merasa gemas. Diciumnya pipi cucunya itu. "Cucu Grandma sangat pintar." Ucap Lexa memuji Kenzo. Setelah itu Lexa berjalan keluar kamar dengan menggendong cucu kesayangannya.
"Kenzo dengan Mommy?" Tanya Dara yang baru saja selesai mandi.
Sean membalikkan tubuhnya. "Iya sayang. Kenzo lagi sama Mommy. Katanya mood Daddy sedang tidak baik sekarang." Jawab Sean dengan detail. Untungnya sekarang istrinya telah memakai pakaiannya.
"Aku akan menyisir rambut ku dulu." Ucap Dara dengan mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk.
Sementara Sean memasukkan beberapa barang penting yang akan ia bawa ke markas. Seperti handphone, pistol dan peluru. Semuanya Sean masukkan ke dalam tas miliknya.
Dirasa telah rapi, Dara menyemprotkan beberapa kali parfum di bajunya. "Ayo Hubby." Ajak Dara setelah memakai parfum.
"Iya sayang." Sahut Sean lalu menggandeng jemari Dara.
Mereka berjalan bersama-sama menuju ruang makan. Tempat dimana keluarganya akan berkumpul untuk sarapan pagi bersama.
***
- UP setiap hari jam 7 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
😭😭😭😭