Vina Aulia mengalami nasib buruk yang menimpanya selama satu hari penuh, bertekad pindah keluar negeri demi kehidupan baru. Bertemunya dengan wanita bernama Gladi membuatnya tahu apa arti saudara, saudara tidak perlu harus memiliki hubungan darah namun dia yang baik pada kita pantas menjadi saudara.
Siapa yang tahu dirinya hamil hanya karena di tiduri satu malam oleh Rengga Cafanza. Rengga yang ingin meyakinkan bahwa wanita yang di tidurinya hamil anaknya atau tidak terus melakukan pencarian tanpa henti, hingga saat menemukan Vina dirinya menggunakan seribu cara untuk kembali mengambil anaknya.
" Jodoh Tuan Kejam "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Bram yang baru bertemu Vina memutuskan pulang ke rumah, Bram berteriak memanggil Lidia yang berada di kamarnya dengan sangat keras.
"Lid, keluar lid" panggil Bram yang langsung duduk menunggu Lidia menghampirinya.
"Ada apa sih, kenapa harus berteriak" sahut Lidia.
"Kamu harus tahu aku tadi bertemu siapa" ucap Bram.
"Kalau hanya bertemu mantan mu, lebih baik tidak perlu bercerita aku bosan setiap keluar kamu selalu bertemu mantan mu" sahut Lidia ketus.
"Ini berbeda, aku bertemu Vina" ucap Bram.
"Vina, yang benar" sahut Lidia.
"Iya aku bertemu Vina, dia sudah memiliki anak" ucap Bram.
"Akhirnya dia kembali juga" sahut Lidia yang langsung tersenyum penuh arti.
Lidia yang sebelumnya membuat perjanjian dengan Aldo merasa sangat bahagia, informasi kembalinya Vina pasti membuatnya mendapatkan uang banyak.
"Lid kamu kenapa?" tanya Bram yang melihat Lidia tiba-tiba terdiam.
"Aku tidak apa-apa, aku harus pergi sekarang" sahut Lidia sambil berjalan pergi meninggalkan Bram.
Dia ternyata masih memikirkan persahabatannya dengan Vina, pasti dia pergi ke taman untuk mencari Vina" dalam hati Bram.
"Haaaaah, semoga persahabatan mereka bisa kembali seperti dulu" ucap Bram yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
Sampai di Bar Lidia bergegas mencari Aldo, hampir setiap ruangan di masukinya namun tidak juga menemukan Aldo yang di carinya.
"Penyusup" ucap salah satu pengawal Aldo yang langsung memegangi kedua tangan Lidia.
"Aku bukan penyusup, aku ingin mencari pemilik Bar ini" sahut Lidia mencoba melepaskan tangannya.
"Ada apa ini" ucap Aldo yang keluar dari dalam ruangan khusus bersama dua wanita di sampingnya.
"Aku punya informasi penting, kamu tidak akan menyesal jika mendengarnya" sahut Lidia yang masih berusaha melepaskan tangannya.
"Lepaskan dia, kalian berdua pergilah layani tamu yang lain" ucap Aldo.
"Kamu ikut dengan ku" sambung Aldo yang kembali masuk ke dalam ruangan di ikuti Lidia dari belakang.
Aldo duduk dengan serius sambil menatap Lidia yang berdiri di depannya, tatapan tajamnya seakan menyiratkan ke Lidia bahwa jangan bermain-main dengannya.
"Informasi apa, cepat katakan" ucap Aldo.
"Sebelum aku memberikan informasinya, bagaimana dengan bayarannya" sahut Lidia memberanikan diri.
"Selagi informasi mu memuaskan aku akan memberikan bayaran" ucap Aldo sambil tersenyum licik.
"Vina telah kembali, pacar ku bertemu dengannya tadi" sahut Lidia.
"Apa!" Aldo tersentak kaget mendengar perkataan Lidia.
"Benar, pacarku juga bilang Vina sudah memiliki anak" sahut Lidia.
"Hahahahaha, bagus bagus, akhirnya masalah ku selama ini akan terselesaikan" ucap Aldo sambil tertawa sangat keras.
"Ambillah ini, jika kamu mengetahui di mana dia tinggal aku akan memberikan uang yang lebih banyak dari ini" sambung Aldo yang langsung melemparkan uang ke Lidia.
"Baik, tenang saja" sahut Lidia.
Aldo yang melihat Lidia berjalan pergi bergegas mengambil ponselnya, kabar bahagia seperti itu harus secepatnya di beritahukannya ke Rengga.
Rengga yang dalam beberapa hari terakhir terus-terusan merasa kesal di ikuti Naina memutuskan untuk tetap di rumah, Rengga membaringkan tubuhnya yang baru saja selesai mandi sambil menatap langit rumahnya.
Kriiiiiing, kriiiiiiiing, kriiiiiiiiing...
Suara ponselnya yang tiba-tiba berbunyi membuatnya semakin kesal, Rengga yang mengira Naina yang menelponnya sengaja membiarkan ponselnya terus berbunyi.
"Dasar pengganggu" ucap Rengga kesal.
Ponselnya yang masih terus berbunyi membuat Rengga ingin membanting ponselnya itu, saat di lihat nama Aldo yang memanggilnya Rengga langsung mengangkat teleponnya.
"Hallo" ucap Rengga.
"Hallo bos, susah sekali menghubungi mu" sahut Aldo.
"Diam, jangan membuatku semakin kesal. Ada apa kamu menghubungi ku" ucap Rengga.
"Kabar baik, wanita yang kamu tiduri seseorang melihatnya di taman" sahut Aldo.
"Benarkah" ucap Rengga yang masih kurang percaya.
"Di jamin benar, orang itu juga bilang wanita itu menggendong anak. Siapa tahu anak yang di bawa wanita itu anak mu" sahut Aldo.
"Haaaah, akhirnya. Karena sudah ada yang melihatnya akan lebih muda mencarinya, bantu aku mencari di mana wanita itu tinggal" ucap Rengga.
"Tenang saja" sahut Aldo yang langsung mematikan panggilannya.
Wanita murahan, jangan harap bisa membawa lari anak ku" dalam hati Rengga sambil tersenyum.
Di tempat berbeda Vina sibuk mengurusi putra kecilnya, sedangkan Gladi sudah dua hari tidak pulang ke rumah.
Sebelum Gladi pergi Vina meminta izin agar Gladi memperbolehkannya membuka usaha menjahit kecil-kecilan namun permintaannya tentu saja di tolak oleh Gladi, Gladi berpikir Raka masih sangat kecil dan Raka masih membutuhkan perhatian lebih dari mamanya, lagipula dirinya masih sanggup membiayai kebutuhan mereka pikir Gladi.
"Mama tua kemana ya, kenapa masih belum pulang" ucap Vina sambil menemani putranya bermain di depan televisi.
"Mama mama" celoteh Raka menyahuti perkataan Vina.
"Iya, mama tua" ucap Vina lagi sambil tersenyum memperhatikan putra kecilnya yang menggemaskan.
Tok tok, tok tok...
Suara ketukan pintu mengejutkan Vina, di rumah barunya memang tidak memakai bell seperti di rumah lama Gladi.
Vina yang mengira Gladi yang mengetuk pintu bergegas membukakan pintu sambil menggendong putranya.
"Kamu" Vina merasa sangat terkejut melihat seorang pria yang tidak asing berdiri di depannya.
"Setelah mencarimu selama setahun lebih akhirnya aku menemukan mu" sahut Rengga sambil menatap Vina.
"Untuk apa mencari ku, ku rasa sepertinya aku tidak mengenalmu" ucap Vina.
"Cih, lalu anak siapa yang kamu gendong itu" sahut Rengga yang langsung tersenyum licik.
"Tentu saja anak ku, apa urusannya dengan mu" ucap Vina memiringkan anaknya menjauh dari Rengga.
"Lalu siapa ayahnya" sahut Rengga.
Brrruuuuuuuuaaaaak...
"Ku bilang itu bukan urusanmu" teriak Vina yang langsung membanting pintu rumahnya.
Rengga yang melihat Vina sangat marah saat mengungkit siapa ayah anaknya membuatnya senang, benar kata Aldo ternyata Vina tidak menyadari jika yang menidurinya waktu itu adalah dirinya.
opo aq kurang seksi mas