NovelToon NovelToon
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Memasuki bangku kuliah dengan penampilan cupunya, membuat Ananda Ayunindia menjadi target empuk perundungan oleh Tristan Bratadikara dan komplotannya. Tak sekadar dibully, Ananda bahkan dijadikan bahan taruhan hingga berujung kehamilan. Hancur dan trauma, ia terpaksa melepas beasiswanya dan pergi menghilang.

Enam tahun berlalu. Ananda yang kini telah lulus kuliah dan menetap di Bandung, berhasil diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan raksasa di Jakarta. Demi masa depan putra kecilnya dan sang ibu yang sudah renta, Ananda terpaksa kembali ke kota penuh memori kelam tersebut.

Siapa sangka, pimpinan tertinggi di perusahaan baru tempatnya bekerja adalah Tristan Bratadikara, pria yang dahulu menghancurkan hidupnya. Namun, Ananda yang sekarang bukan lagi gadis cupu yang bisa ditindas, ia telah bermetamorfosis menjadi wanita yang cantik, energik, dan pemberani. Akankah Tristan mengenali korbannya di masa lalu, atau justru bertekuk lutut pada sosok Ananda yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Namun, Tristan tidak tinggal diam. Mendengar wanita asing mengatai belahan jiwanya dengan kalimat serendah itu, langkah kakinya terhenti. Tristan membalikkan tubuhnya perlahan, lalu melemparkan tatapan mata yang teramat tajam, dingin, dan mengintimidasi, tatapan yang seolah siap membunuh siapa saja yang berani mengusik ketenangannya.

Menerima tatapan mengerikan dari pria berbadan tegap itu, nyali Surti dan Odah seketika menciut drastis. Wajah mereka pucat pasi, dan tanpa ini itu lagi, kedua wanita tukang gosip itu langsung lari terbirit-birit masuk ke dalam rumah masing-masing.

Ceklek!

Tepat di saat itu, pintu kontrakan terbuka. Bu Mila yang baru saja kembali dari warung sayur membukakan pintu setelah mendengar suara cempreng Elvano di halaman.

"Eh, cucunya Nenek yang ganteng sudah pulang!" sapa Bu Mila dengan senyum sumringah. Namun, senyuman itu seketika memudar saat pandangannya beralih ke arah belakang putranya. Ia melihat Ananda dan Tristan sedang berjalan beriringan sambil saling berpegangan tangan dengan erat.

Bu Mila mengerutkan keningnya bingung, menatap putrinya dengan pandangan menuntut penjelasan. "Nanda... kamu dan Tuan tampan atasanmu ini... ada apa?"

Tristan maju selangkah, lalu membungkuk hormat di hadapan wanita paruh baya itu. "Bu, perkenalkan sekali lagi, nama saya adalah Tristan Bratadikara. Dan saya... saya adalah papah kandung dari Elvano, Bu."

Deg!

Seketika Bu Mila langsung terdiam terpaku. Pasokan udara di sekitarnya seolah tersedot habis. Otaknya mendadak mengingat cerita kelam masa lalu putrinya tentang pria yang telah menodai dan menghancurkan masa depan Ananda hingga mereka terpaksa melarikan diri ke Palembang.

Ia tak menyangka jika pria tampan yang berdiri di hadapannya saat ini adalah monster yang selama ini ia benci. Namun yang membuatnya paling heran dan syok, mengapa Ananda justru tampak pasrah dan sudi berpegangan tangan dengan pria yang telah menghancurkannya?

Bu Mila merasakan dadanya mendadak sesak yang teramat sangat. Kepalanya pusing hingga pandangannya buram. Ia mengusap dadanya dan tubuhnya yang terhuyung, hampir saja terjatuh ke lantai marmer teras.

"Ibu!" teriak Ananda panik.

Beruntungnya, dengan gerakan refleks yang sangat sigap, Tristan berhasil menangkap dan meraih tubuh paruh baya Bu Mila sebelum menyentuh tanah, menahannya dalam rangkulan lengannya yang kekar.

"Lepaskan! Jangan sentuh saya!" bentak Bu Mila dengan sisa tenaganya, meronta dan mendorong dada Tristan dengan derai air mata yang tiba-tiba tumpah. "Kau... kau adalah pria bajingan yang telah menghancurkan masa depan putriku! Berani sekali kau menemui putriku lagi setelah apa yang sudah kau lakukan bersama dengan teman-temanmu yang biadab itu!"

Bu Mila menoleh ke arah putrinya dengan tatapan kecewa yang mendalam.

"Nanda... kenapa? Kenapa kau bisa-bisanya bersikap manis dan berpegangan tangan dengan pria bajingan yang sudah merusak hidupmu ini, Nak?!"

"Bu, sabar dulu ya... Ibu tenang dulu. Kita bicarakan semuanya di dalam rumah, dan Nanda janji akan menceritakan kronologi yang sebenarnya sama Ibu. Tolong dengarkan Nanda dulu, Bu," jawab Ananda dengan suaranya yang parau, berusaha meredam emosi ibunya yang sedang meledak-ledak.

Setelah Tristan membantu memapah Bu Mila masuk ke dalam ruang tamu yang sempit dan memberikan segelas air hangat, suasana perlahan-lahan mulai sedikit lebih tenang. Elvano sendiri diminta bermain di dalam kamar agar tidak terganggu oleh pembicaraan orang dewasa.

Di dalam ruangan itulah, Ananda akhirnya menceritakan secara runtut dan jelas tentang kebenaran yang baru saja terungkap dari mulut Andre dan Indra di kafe tadi. Ia menjelaskan bahwa selama enam tahun ini telah terjadi kesalahpahaman yang teramat besar, dan Tristan sebenarnya adalah korban yang sama-sama dijebak dan dicekoki obat oleh Bella dan teman-temannya malam itu.

Mendengar penjelasan sang putri, gurat kemarahan di wajah Bu Mila perlahan mengendur, digantikan oleh rasa keterkejutan yang teramat sangat.

Melihat ada celah, Tristan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pria egois dan berkuasa yang biasanya tidak pernah tunduk pada siapa pun itu, tiba-tiba menggeser tubuhnya ke lantai. Dengan ketulusan yang murni, Tristan bersimpuh di atas kedua lututnya tepat di hadapan Bu Mila.

Ananda yang melihat hal itu seketika membekap mulutnya sendiri, tak menyangka jika seorang CEO Bratadikara Group rela merendahkan harga dirinya sedalam ini demi bisa mendapatkan maaf dari ibunya.

"Bu... Tristan tahu, Tristan memang banyak, bahkan terlalu banyak melakukan kesalahan kepada anak Ibu selama di kampus dulu. Sifat buruk ku dulu pasti sangat menyakiti hati Nanda," ucap Tristan dengan suara yang bergetar menahan haru, menengadah menatap wajah Bu Mila yang mulai melunak. "Tapi... Tristan benar-benar telah mencintai Nanda sejak enam tahun yang lalu, Bu."

Tristan menarik napas dalam, menatap Ananda sekilas sebelum kembali menatap Bu Mila. "Hanya saja dulu aku terlalu egois, gengsi, dan bodoh untuk mengakuinya. Padahal jelas-jelas aku menyukai Nanda apa adanya, di saat Nanda juga sangat tulus mencintaiku. Kumohon dengan sangat, tolong maafkan kesalahan masa laluku, Bu. Aku berjanji... setelah hari ini, aku akan membahagiakan putrimu seumur hidupku, dan aku bersumpah tidak akan pernah membiarkan dia menangis karena sedih lagi."

Keheningan sempat merayap selama beberapa saat di ruang tamu itu. Bu Mila menatap lekat-lekat wajah tulus Tristan yang masih bersimpuh di kakinya, lalu beralih menatap Ananda yang mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca, seolah memberikan isyarat agar sang ibu merestui mereka.

Perlahan, terbitlah seulas senyum tipis yang hangat di bibir keriput Bu Mila. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh bahu Tristan dengan lembut.

"Anak muda, bangunlah... Berdirilah," ucap Bu Mila dengan suara yang melembut.

Tristan pun perlahan bangkit dan duduk kembali di kursi dengan patuh.

"Ibu tidak akan bisa menentang hubungan kalian berdua lagi setelah mendengar kebenarannya," tutur Bu Mila sambil menghapus sisa air mata di sudut matanya. "Ibu melakukan semua ini demi kebahagiaan Ananda, dan juga demi masa depan Elvano. Anak itu... dia sangat membutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua kandungnya. Selama ini, Elvano belum pernah merasakan apa itu arti kebahagiaan sebuah keluarga yang lengkap. Jika Nanda sudah memaafkan mu, maka Ibu pun tidak memiliki alasan lagi untuk membencimu. Jagalah putri dan cucuku dengan baik, Tristan."

Tristan pun menggenggam erat tangan Bu Mila, ia menatap lekat wajah wanita paruh baya itu yang sudah keriput. "terimakasih Bu, atas maaf yang sudah ibu berikan untuk ku, dan secepatnya aku akan menikahi Nanda, dan El akan mendapatkan kebahagiaan yang sempurna." janji Tristan sungguh-sungguh dan tak bisa terbantahkan lagi.

Ananda pun tersenyum bahagia karena pada akhirnya ia bisa bersatu dengan pria yang selalu mengisi hatinya selama ini, meskipun sempat tertutup oleh rasa benci akibat kesalahpahaman.

Bersambung...

1
JR Rhna
kenapa aib kawan dicerita
JR Rhna
kalau aku punya bos begitu,sudah lama angkat kaki
Inooy
iih Tristan bikin aq meleleh aj niih,,dulu waktu masih jaman nya kuliah..kamu terkenal dengan kejam nya mem-bully,,skarang malah perlakuan romantis pake bangeeet..bikin siapa pun langsung menghalu dapet cowo modelan kamuuu 😊
Inooy: dn haluan ka El tuh Masya Allah bagus2, sering2 lah menghalu kaa biar para pembaca terhibur dengan kehaluan ka El 🤭
total 4 replies
Inooy
akhiir nyaaaa,,emosi ku bisa mereda hanya dengan meliat nyonya Mutia yg menyayangi Elvano...
emg sih yaaaa,,segarang garang nya nenek dn kakek ketika mempunyai cucu yg menggemaskan..akan luruh jg keangkuhan dn keegoisan nya,,dn ini fakta!!!
Inooy: liat nya adem ka El...
total 2 replies
Inooy
👏👏👏👏 hebat kamu Tris, kamu benar2 seorang pria gentleman..kamu berani mengesampingkan ego mu demi restu orangtua utk menikahi Ananda...👍👍
Inooy
ka Eeell, maafin aq klo aq bisa typo jg..itu Bianca siapa ituuu 🤣🤣🤣
aq malu ihh ma ka El, bisa2 nya aq nyebutin Bianca bukan nya Bella..ini niih gara2 nyonya Mutia yg bikin aq emosi, jd aj tangan ku kepeleset,,mana jauh lg kepeleset nya 🙈🙏🙏😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good//Kiss//Kiss/
total 3 replies
Inooy
duuuhh,,ka El bikin situasi tegang makin tegang ini mah..d saat Tristan dn Ananda lg membahas masalah yg cukup pelik, tiba2 s nyonya besar muncul d waktu yg g tepat..apalagi s nyonya Mutia masih memandang sinis k Ananda, bikin aq pengen nyeleding nih nyonya sok berkuasa dn sok kaya ini...
padahal klo bukan Ananda siapa lg coba yg mo melahirkan keturunan Bratadikara?? Bianca yg suka gonta ganti laki?
ckckck..klo iya, makin tercoreng nama baik Bratadikara karena kelakuan Bianca..nyonya Mutia aj yg belum tau kebenaran nya, coba klo tau..aq yakin bakalan d depak jg tuh Bianca...

sabaaaarr,,sabaar..gara2 nyonya Mutia aq bawaan nya pengen ngomel mulu jd nyaaa /Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kadang aku juga suka salah menuliskan nama pemeran karyaku sendiri, karena aku nulis lebih dari satu buku🤭
total 3 replies
Teh Yen
cie yg lagi jatuh cinta udh ganti aj panggilannya jd sayang cie cie engg berbunga bunga gmn tuh c ananda hihii
Teh Yen
smoga kamu berhasil meyakinkan kedua orang tua mu d bisa menerima ananda d elvano sebagai menantu d cucu mereka yah
Teh Yen
apakah orang tua Tristan dapat menerima ananda d elvano?
Teh Yen
ih mulutnya tetanggamu Nanda pedes banget ky bubuk.cabe level tertinggi
Teh Yen
engg nyangka ananda akan secepat itu memaafkan Tristan tp.kalau d hati nya masih ada cinta yah mau blng apa yah hehe 😁 selamat kembali merajut kasih untuk kalian berdua siap siap lah menghadapi keluarga mu Tristan mereka pasti akan Dnegan keras menolak Nanda karena perbedaan kasta
Teh Yen
wah jd Bella otak dari semua kejadian ini yah pantas kau d sebut wanita ular Bella Karenna kau licik
Teh Yen
apakah nanda akan memberikan maaf dan menerima Tristan ?
Teh Yen
siapa siapa.lagi yg terlibat Andre ?
Teh Yen
minta maaf dulu Tristan d ceritkan kejadian sebenarnya pada ananda yah smoga ananda memberikan maaf padamu
Teh Yen
perlihatkan fotonya indra ,,dan perasaan kamu juga pernah ketemu sekali kan saat nganterin hp Nanda yg tertinggal kala itu ank kecil yg panggil kamu om tampan itu adalah ank kandung mu Tristan
Teh Yen
bagaimana yah tanggapan Tristan saat tau punya ank dari ananda
Inooy
untung ada Indra s intelejen,,ayooo Ndraaa bantu Tristan dn Ananda jangan sampe lampir2 bersekongkol memisahkan Tristan dn Ananda..apalagi masa lalu Tristan ada campur tangan kamu jg, Ndraa...
Teh Yen
nah loh udh main nyosor aj awalnya nolak ananda eeh terbuai jg bergelora lah itu cinta kalian Kemabli bersemi d masa lalu melupakan benci berubah jd kerinduan yg mendalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!