NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MERASA DIBOHONGI

Abraham selalu saja tidak berkutik dari kakaknya.

Meskipun ia bisa melawan Charles, namun ia tidak bisa mengimbangi Abram.

Abraham hanya menghela nafas panjang atas ketidaksadarannya jika Abram begitu memiliki kuasa untuk mengawasinya selalu.

"Terus kakak maunya apa sekarang? Sudah tau hidupku tapi tetap memilih diam" ucapnya.

Abram tersenyum.

"Pulanglah dan bawa istrimu untuk tinggal di sini. Selesaikan dramamu di California" ujarnya.

"Hmmm...pasti akan menambah masalahku dengan daddy mommy" sahut Abraham.

"Ya awal saja. Jika kamu dan istrimu berusaha untuk mendapatkan restu, pasti tidak ada masalah kedepannya. Keluarga istrimu memang bermasalah tapi bukan berarti istrimu bermasalah kan? Sebagai laki laki kamu harus gentle" balas Abram.

"Pasti Haile ini yang menjadi mata mata kakak" batin Abraham menebak dalam hati.

"Beri waku waktu 3 bulan. Aku akan membawa Gina kesini" ucapnya.

Abram tersenyum.

"Ya lebih cepat lebih baik" ujar direktur Golden Alexander Group saat ini.

Abraham hanya bisa memberikan ekspresi datarnya.

Tok..tok..tok...

Pintu kamar Abram diketuk seseorang.

"Hei kalian ayo ke ruang makan, mommy udah bikinkan makan malam favorit" seru Lily.

"Iya mom" sahut Abram.

Lalu kedua anak laki laki keluarga Alexander tersebut memenuhi panggilan makan malam di kediaman keluarga.

Sedangkan, kondisi yang menyakitkan saat ini dirasakan oleh Gina. Operasi sang ibu tidak berjalan baik karena pendarahan internal selama proses transplantasi ginjal sehingga menyebabkan Veronica tidak terselamatkan.

Ben, asisten tersembunyi Abraham di California yang bertugas mengawasi dan menjaga Gina selama Abraham tidak ada disana, berusaha menghubungi sang bos tapi tidak terhubung.

"Ck....dimanaa bos Abraham sekarang?" gumamnya agak panik karena istri bosnya ini sedang meratapi nasib sendiri mengurus jenazah ibunya.

Mungkin ada 50 panggilan Ben ke Abraham namun tidak kunjung terhubung.

Gina menahan perih hatinya. Ia tidak bisa menangis untuk waktu yang lama karena hanya dirinya yang bisa mengurus kepergian Veronica dengan meminta bantuan rumah sakit.

Tadi ia sempat menelepon sang suami namun tidak terhubung sehingga tidak ada harapan lagi untuk menanti Abraham datang menemaninya.

"Gina, aku turut berduka cita" ucap seorang pria yang tiba tiba datang menghampirinya.

"George" panggil Gina.

"Terima kasih" lanjutnya.

"Apakah kamu sendirian mengurus semua ini? Suamimu kemana?" tanya George.

"Ya. Aku anak ibuku jadi sudah tugasku untuk mengantarkannya pergi" jawab Gina.

George bisa merasa ada yang tidak beres dengan suami temannya yang dulu pernah ia sukai.

"Aku sudah selesai praktek untuk sore ini, biar aku temani kamu" ucapnya.

Gina tidak bisa menolak karena ia sangat membutuhkan dukungan dari seseorang.

Hingga pada akhirnya pukul 8 malam, Veronica bisa dimakamkan di makam masal yayasan rumah sakit agar tidak terlalu menunggu lama jika mau dimakamkan di makam lingkungan tempat tinggal.

Selama proses ini, George menemani Gina hingga selesai.

"Biar aku antar kamu pulang" tawar dokter kandungan itu namun Gina menggelengkan kepala.

"Hmm..tidak perlu George. Aku akan pulang sendiri. Terima kasih sudah menemaniku" sahutnya.

"Ayolah..anggap saja ini sebagai support untuk kamu agar bisa lebih cepat istirahatnya daripada harus menunggu taxi online" bujuk George.

Tiba tiba, seorang wanita muncul diantara mereka.

"Halo sayang..." sapa wanita itu sambil menggandeng lengan George.

George cukup terkejut dengan kedatangan tunangannya, sedangkan Gina mereka tidak enak dengan keduanya.

"Hai, Dokter Loren. Sudah selesai operasinya?" ucap George menutupi rasa canggungnya.

"Sudah, buktinya aku ada disini? Barusan aku ke ruanganmu tapi kosong dan kata salah satu perawat yang melihatmu disini" jelas Loren, dokter bedah di rumah sakit yang sama dengan George.

"Ini siapa? Kenalkan dong" lanjutnya.

"Oh...i..iya" gugup George tapi ia memang harus memperkenalkan 2 wanita ini agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Gina, ini Loren, tunanganku. Dia dokter bedah"

"Dan ini Gina, teman sekolahku dulu di bangku SMA"

Ucap George bergantian mengenalkan mereka.

Loren dan Gina pun berjabat tangan.

"Aku turut berduka cita atas kehilanganmu, Gina" ucap Loren.

"Terima kasih" balas Gina.

Suasana menjadi canggung.

"Tapi apakah kamu sendiri? Melihat cincin di jari manismu seharusnya kamu sudah bersuami kan?" tanya Loren.

"Sayang.." panggil George sebagai protes agar tunangannya itu tidak terlalu bertanya yang aneh aneh.

"Aku hanya ingin bertanya saja, sayang. Bagaimana bisa istrinya ditinggal sendiri dirumah sakit mengurus kepergian anggota keluarga? Tidak bertanggung jawab sekali" ucap Loren yang terdengar seperti sarkasme.

"Sudah sudah, ayo kita pulang ya..Gina juga akan segera pulang" sahut George.

Gina hanya bisa diam dan tidak ingin menghabiskan sisa tenaganya untuk merespon kecemburuan seorang wanita.

"Baiklah sayang, kita juga belum makam malam. Aku ingin makam malam di restauran favorit kita" ucap Loren.

"Oke" balas George singkat.

"Maaf ya Gina, aku sama Loren pulang dulu. Sekali lagi aku turut berduka cita atas kehilanganmu" lanjutnya.

Gina tersenyum tipis.

"Semoga kamu ditabahkan dan suamimu segera menemani mu melalui ini semua" ucapan yang terdengar tidak tulus dan seperti sindiran dari Loren.

George yang merasa tidak enak dengan Gina langsung pergi bersama Loren menjauh.

"Kamu ini, dia sangat dalam keadaan terpuruk, sempat sempatnya kamu cemburu" protes George kepada Loren saat mereka sudah berada di parkiran mobil.

"Aku tidak suka kamu deket deket sama wanita lain yang sudah bersuami. Ingat George, aku tidak suka diselingkuhi atau dikhianati" balas Loren.

"Tapi kamu juga tidak perlu mengucapkan kalimat sarkasme yang menyakitinya" ucap George.

"Kamu tidak tau apa yang dikatakan gosip perawat tadi tentang mu dan seorang wanita?" tanya Loren.

"Mereka mengatakan bahwa Dokter George menggoda pasiennya yang ternyata teman sekolah. Terus menemani teman sekolah tersebut, berduaan selama berjam jam" jawab Loren.

George mengusap mukanya kasar karena tidak habis pikir dengan gosip gosip perawat tentangnya.

"Astaga! Kamu mempercayai gosip gak jelas itu hah? Aku capek. Ayo kita pulang" kesalnya.

"Gosip adalah fakta yang tertunda" sahut Loren.

George hanya menatap jengah tunangannya itu.

Lalu ia masuk mobil terlebih dahulu di bagian pengemudi dan disusul oleh Loren disampingnya.

Mereka pergi meninggalkan kawasan rumah sakit.

Gina menunggu taxi onlinenya datang dan melihat seseorang yang ia kenal masuk kerumah sakit.

"Tuan Luke Jackson? Dia tidak pergi ke London?" batinnya terkejut.

Lalu tak lama kemudian melihat Haile, atasannya berdiri di samping pemilik firma tempat dia bekerja.

"Ada Haile juga" gumamnya.

Ia menyadari sesuatu. Suaminya telah berbohong padanya.

Gina mengepalkan tangan marah. Merasa terbohongi dan ditipu dalam keadaan yang sangat membuatnya menjerit dalam diam.

"Abraham...kamu..kamu menipuku" gumamnya dengan mata sudah memerah menahan tangis.

Taxi online yang dipesannya sudah datang. Denga perasaan campur aduk kesedihan yang mendalam, Gina hanya ingin segera pulang.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!