NovelToon NovelToon
Sang Raja Mafia -the King Of Mafia

Sang Raja Mafia -the King Of Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Komara

Dunia tidak pernah tahu nama negeri ini. Tapi semua orang di dalamnya tahu satu aturan: jangan pernah percaya siapa pun.
Kenzo Adriel berumur tujuh tahun saat ia bersembunyi di balik semak dan menyaksikan keluarganya dibantai habis — sementara negerinya sendiri berpura-pura hal itu tidak pernah terjadi.
Sepuluh tahun kemudian, ia bukan lagi anak itu.
Ia adalah bayangan yang disewa untuk membunuh orang-orang yang terlalu berbahaya untuk disentuh hukum. Tidak ada yang tahu wajahnya. Tidak ada yang tahu namanya yang sebenarnya. Dan tidak ada yang tahu bahwa setiap kontrak yang ia ambil hanyalah alasan untuk mendekati satu nama — dalang dari malam yang menghancurkan hidupnya.
Pencarian itu membawanya ke dalam rumah Alexander Gunawan, salah satu orang paling berkuasa — dan paling berbahaya — di negeri ini.
Sebagai tamu, bukan pembunuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Komara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: DUA BAYANGAN, SATU RUMAH (bagian 2)

Malam keenam, hujan turun, hujan tipis yang membuat suara jatuh di atas genting terdengar seperti bisik panjang. Victor berjaga di lorong lantai dua dengan kursi rotan dan tongkat di tangan, sementara Budiawan tidur gelisah di kamarnya di ujung koridor. Penjaga baru yang ia bawa dari Kota Tua, dua lelaki tua yang pernah satu pasukan dengannya, berjaga di bawah dan di halaman.

Pukul dua lewat dua belas, lampu di halaman padam satu per satu.

Victor mengangkat kepala. Tidak ada suara, tidak ada teriakan, hanya gelap yang merambat pelan dari luar ke dalam, seperti air yang naik melewati ambang pintu. Ia berdiri tanpa suara, melepas tongkat, dan dari balik jaketnya menarik sebuah pistol kecil dengan peredam yang tidak pernah ia bawa ke rumah itu sebelumnya, karena tidak ingin Budiawan tahu.

Ia mengambil sesuatu dari saku jaket yang lain: sebuah topeng kain hitam, polos, tanpa mulut, dengan dua lubang mata. Kalau ada yang masuk malam ini, ia tidak ingin Budiawan melihat wajah yang ia pakai untuk menghadapinya. Ia menariknya ke wajah, dan menghilang ke dalam bayangan di ujung koridor.

Di halaman bawah, dua orang tua yang berjaga sudah terkapar tanpa bunyi, napas mereka teratur, hanya pingsan. Tidak ada darah. Tidak ada jejak. Seseorang telah menjatuhkan mereka dengan benar, seperti diajarkan bertahun-tahun lalu: *kalau harus menjatuhkan orang, jatuhkan dengan benar.*

Victor menahan napas. Tangannya, yang tidak pernah gemetar saat menarik pelatuk, mulai bergetar di sekitar pistol. Ia mengenal cara itu. Ia mengenal setiap detailnya, bahkan sebelum ia mengakui pada dirinya sendiri bahwa ia mengenalnya.

Dari balkon yang menghadap pohon mangga, sebuah siluet turun tanpa suara, mendarat dengan lutut menekuk redam, cara yang tidak pernah salah dilakukan murid mana pun yang pernah diajar lelaki pincang di bawah jembatan. Topeng porselen putih tanpa mulut, retakan emas di pelipis kiri, jaket gelap yang basah oleh hujan. Ia berdiri di sana selama dua detik, kepala sedikit miring, mendengarkan.

Victor melangkah keluar dari bayangan, pistol terangkat, topeng kain di wajahnya.

Dua topeng. Satu lorong. Jarak lima meter.

"Berhenti di situ," kata Victor dengan suara yang ia paksa jadi dalam dan asing.

Siluet itu tidak bergerak. Hujan menetes dari ujung jaketnya. Perlahan, kepalanya berputar ke arah suara itu, dan Victor melihat dua lubang mata sempit di balik porselen, gelap, tidak berkedip, seperti dua sumur kering.

Dari balik topeng itu terdengar suara rendah dan sangat lambat, suara yang sengaja diperdalam sampai tidak mirip siapa pun.

"Minggir, Pak Tua. Ini bukan urusanmu."

Dan Victor, yang hanya butuh tiga kata untuk mengenali suara itu, tiga kata yang diucapkan dengan jeda yang sama persis dengan yang ia ajarkan sendiri, merasakan lututnya menyerah.

Ia tidak jatuh. Tapi tangannya yang memegang pistol turun, satu sentimeter, dua sentimeter, dan dari balik topeng kain itu keluar bisikan yang nyaris tak bersuara, bisikan yang tidak seharusnya terdengar oleh siapa pun:

"...Kenzo?"

Siluet putih itu membeku. Hanya sepersekian detik. Lalu tangan kanannya bergerak ke pinggang, lambat, tenang, dan sebuah pistol keluar dari sarungnya dengan bunyi logam yang halus.

Dari pintu kamar di ujung koridor, suara seorang lelaki tua yang baru terbangun terdengar goyah memanggil: "Vic? Vic, ada apa? Siapa di situ?"

Dan moncong pistol itu, tanpa ragu sedikit pun, berpindah dari Victor ke pintu itu.

 

*Bersambung ke Bab 14*

1
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
🙈🙈🙈🤭🤭🤭🤭
EVandri Beloved❤❤: 😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
duh jadi inget seseorang deh kak... 🙈🙈🤭🤭
EVandri Beloved❤❤: inget apa
total 1 replies
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
tetap semangat kak lanjutin ceritanya... readers setia selalu menanti lanjutan cerita² nya... ☺️☺️☺️
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
beneran rumit nih kisah.... bener aja kata kak authornya, Kenzo juga rumit.. lah kenapa dibikin rumit atuh kak... nanti pusing sendiri.... 🤭🤭 tapi memang seru banget ceritanya.. teka teki nya dapet.. bikin agak pusing juga sih harus benar² fokus.. sedangkan aku fokus nya ke kamu.. 🤭🤭
EVandri Beloved❤❤: makasih
total 1 replies
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
iih jadi inget.. 🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️: yang baca ini.. 🤭🤭
total 4 replies
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
kamu harunya ingat saat pas kalian masih bersama, melewatkan segala susah senang bersama, bahkan saat tersulit pun kalian bisa menghadapinya.. jangan hanya kesalahan yang bahkan membuat Kenzo menyesal seumur hidupnya pun kamu meninggalkan dia, dan juga karena seorang cewek yang sudah memberikan hati ya padanya.. padahal Kenzo sendiri cuek sama dia kan.. dia tidak membalas perasaan Silva...
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waaahh cinta segitiga gak tuh nantinya... terus Silva gimana dong Ken... kamu jangan memberi harapan palsu ke Silva.. kasihan kan dia.. mana si Axel juga jadi ninggalin kamu kan karena Silva suka sama kamu.. eh kamunya malah suka sama anak musuh mu sendiri.. emang enak ditinggalin sama orang yang pernah kita sayangi dan kita percayai dalam hidup kita....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waaah Kenzo dong... super hero datang juga akhirnya... kak authornya pinter banget sih, lagi tegangan tinggi langsung datengin hero nya...
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waahh siapa tuh yang pakee motor🤔🤔🤔
tania Weh
kalau kekasih lama. suka gak😍?
tania Weh
dangdut ya 🤭🤭, yang dak dik duk gitu deh, kayak hatiku padamu loh 🤣
tania Weh
mungkin author nya pernah deh
tania Weh
iiiiihhhn jadi flashback deh saat aku di suapin seseorang 😍😍😍😍
tania Weh
peran jahat lagi ini
tania Weh
romantis bangeeeeett 😍😍, jadi pengen deh di peluk kak author nya 🤭
tania Weh
diskusi apa sih, 😍😍😍😍😍 , apaa jangan jangan aku ya 😄😄
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waah kak authornya mau berdiskusi dulu ternyata.. silahkan kak.. nyantai aja...
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
aaaahh Axel kenapa kamu begitu... ahh tidaaakk.. 😥😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wah apa maksudnya si lord ini.. dia mau memecah Axel sama Kenzo... dan siapa 2 orang yang bertopeng dengan tongkat itu.. apakah dia yang tadinya duduk di kursi roda itu kah? 😱😱😱
EVandri Beloved❤❤: yang jelas bukan penjahat waspadalah... waspadalah.. waspadalah
total 1 replies
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
aaahh Axel hubungan kamu sama kenzo jangan jadi rusak gara² hal ini dong... hati tidak bisa berpindah begitu saja kan.. hati yang memilih.. kamu juga pasti tahu hati tidak bisa ditebak kita akan menyukai siapa didunia ini.. karena kalau jati sudah memilih maka kita tidak bisa menolak... pliisssss jangan jadi renggang sama Kenzo...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!