NovelToon NovelToon
Anak Jenius Yang Melumpuhkan Raja Mafia

Anak Jenius Yang Melumpuhkan Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mafia
Popularitas:363
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Luo Chen tidak punya air mata untuk ditangisi saat ibunya meninggal; ia hanya punya ingatan sempurna yang merekam setiap detail wajah pembunuhnya. Berbekal satu foto tua, ia menyusup ke sarang Shen Mo, penguasa mafia paling ditakuti di Yucheng. Alih-alih dibunuh sebagai penyusup, kecerdasan brilian Chen justru memukau sang raja mafia. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi maut melawan sindikat pengkhianat yang haus darah. Tanpa kekuatan fisik, Chen menjadi otak di balik setiap langkah balas dendam, membuktikan bahwa musuh paling berbahaya di dunia bukan lah orang yang memegang senjata, melainkan anak kecil yang tahu seluruh rahasia gelapmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: GUDANG PELABUHAN UTARA

Bau amis air laut yang bercampur dengan debu batu bara menyengat tajam di indra penciuman, menandakan bahwa lokasi penyekapan ini berada jauh dari keramaian pusat Kota Yucheng.

Di dalam gudang pelabuhan utara yang sunyi dan terbengkalai itu, hanya ada pendar cahaya lampu gantung bertegangan rendah yang berayun pelan ditiup angin malam, memantulkan bayangan jeruji besi yang panjang di atas lantai semen. Luo Chen duduk terikat di atas sebuah kursi kayu tua di tengah ruangan; kedua pergelangan tangan kecilnya melilit erat oleh tali tambang kasar yang meninggalkan bekas kemerahan.

Bocah tujuh tahun itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan ataupun ketakutan; sebaliknya, manik mata jernihnya menyapu setiap sudut ruangan dengan kecepatan analisis fotografis, merekam posisi tiga orang penjaga bayaran bersenjata yang berdiri di sekitar pintu keluar.

Di luar dinding gudang, deru mesin beberapa mobil SUV hitam mendadak memecah keheningan malam, berhenti mendadak dengan decitan ban yang nyaring di atas kerikil pelabuhan. Pintu kendaraan terbanting keras secara beruntun, disusul oleh derap langkah kaki berat yang terorganisir mantap dan penuh ancaman.

Vane, pengkhianat internal The Crown Tower yang mengendalikan penculikan tersebut, berdiri di ambang pintu dengan senyuman sinis yang terukir jelas di wajahnya yang penuh bekas luka. Pria keji itu melangkah masuk sambil merapikan jas mahalnya, menatap bocah di hadapannya bagaikan seekor mangsa yang tidak bisa melarikan diri dari cengkeraman maut.

Bagi Vane, keberadaan Luo Chen adalah duri dalam daging yang harus segera disingkirkan sebelum anak itu membongkar seluruh jaringan penggelapan dana sindikat yang telah ia bangun bertahun-tahun lamanya di balik punggung sang raja mafia.

"Kau benar-benar anak yang sangat menarik, Luo Chen," suara serak Vane memecah kesunyian gudang; langkah kakinya berderap mendekati kursi tempat bocah itu disekap. "Di usiamu yang masih sangat belia, kau berhasil membuat seluruh petinggi organisasi panik dan berantakan hanya dalam hitungan menit."

Chen mengangkat dagunya perlahan, menatap lurus ke dalam mata Vane tanpa secercah gentar pun di balik sorot matanya yang dingin.

"Dan kau benar-benar pengkhianat yang bodoh, Vane," balas Chen dengan suara jernih dan tenang yang langsung menghapus senyuman sinis di wajah pria dewasa tersebut. "Kau mengira dengan menculikku, rahasia penggelapan dana senilai jutaan dolar itu akan lenyap begitu saja? Salinan datanya sudah terkirim otomatis ke peladen luar negeri. Begitu jantungku berhenti berdetak, seluruh kebusukanmu akan disiarkan ke hadapan penegak hukum dan seluruh dunia hitam Yucheng."

Mendengar ancaman telak tersebut, amarah Vane langsung tersulut membara. Pria itu mencengkeram kerah baju Chen dengan kasar hingga tubuh kecil anak itu terangkat ke depan, sementara urat-urat di leher Vane menegang hebat menahan emosi.

"Jangan berani mengancamku, bocah sialan!" bentak Vane tepat di depan wajah Chen dengan napas menderu panas.

Namun, sebelum Vane sempat mendaratkan pukulan, sebuah suara dentuman keras membahana dari arah luar gudang—pintu besi utama hancur berkeping-keping akibat hantaman kendaraan lapis baja yang merangsek masuk tanpa ampun. Asap putih dan debu tebal mengepul seketika di udara, diiringi oleh kemunculan sosok tinggi tegap yang berjalan keluar dari balik kabut asap dengan aura pembunuh yang sangat pekat.

Shen Mo datang membawa badai pembalasan; kedua tangan pria itu memegang senjata laras panjang dengan mata hitam yang menyala penuh darah, siap meratakan siapa saja yang berani menyentuh anak didiknya.

Suara tembakan pertama langsung meledak memecah kekacauan gudang, menumbangkan salah satu penjaga bayaran Vane dalam sepersekian detik dengan akurasi mematikan. Vane yang terkejut bukan kepalang langsung melepaskan cengkeramannya pada tubuh Chen, bergegas menarik senjata api dari balik mantelnya sambil meneriakkan perintah kepada sisa anak buahnya untuk membalas serangan.

Pertarungan jarak dekat yang brutal dan penuh darah seketika meledak di dalam gudang pelabuhan utara. Shen Mo bergerak lincah di tengah hujan peluru, melompati tumpukan kotak kargo untuk menghindari tembakan membabi buta dari para musuh, sebelum akhirnya melayangkan tendangan telak yang meremukkan tulang rusuk salah satu penyerang.

Di tengah bisingnya suara letusan senjata dan serpihan kayu yang berhamburan, fokus sang raja mafia tidak pernah sedikit pun beralih dari posisi Luo Chen yang masih terikat di tengah ruangan.

"Tetap di belakangku, Chen!" teriak Shen Mo di sela-sela desingan peluru, melangkah maju dengan beringas untuk melindungi bocah tersebut dari tembakan liar.

Vane, yang menyadari bahwa dirinya berada di ambang kekalahan total, dengan licik berlari mendekati kursi Chen, lalu menodongkan laras pistol tepat ke arah pelipis bocah tujuh tahun itu sebagai perisai hidup.

"Jangan bergerak, Shen Mo!" geram Vane dengan suara bergetar panik; keringat dingin membasahi pelipisnya. "Letakkan senjatamu sekarang juga, atau kepala anak ini akan berkeping-keping di hadapanmu!"

Shen Mo menghentikan langkahnya seketika. Napas pria itu menderu berat; manik matanya menatap tajam ke arah Vane dengan kilatan kemarahan maut yang belum pernah terlihat sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia hitam Yucheng, sang raja mafia yang tak terkalahkan tampak ragu-ragu karena nyawa seorang anak dipertaruhkan di ujung pistol musuh.

Suasana di dalam gudang mendadak menjadi sangat hening, menyisakan deru napas berat dan tetesan darah yang mengalir dari luka di pelipis Vane. Shen Mo perlahan menurunkan senjatanya, menjatuhkan benda mematikan itu ke atas lantai semen dengan bunyi dentuman logam yang nyaring.

"Lepaskan anak itu, Vane," ucap Shen Mo dengan nada rendah yang dingin dan mengancam; suaranya mengandung otoritas mutlak seorang penguasa bayangan. "Urusanmu adalah denganku, bukan dengan seorang anak kecil."

Vane tertawa sinis, merasa di atas angin saat melihat sang raja mafia bertekuk lutut di hadapannya. Namun, di balik tali tambang yang mengikat pergelangan tangannya, Luo Chen justru menyunggingkan senyuman tipis yang luput dari pengamatan Vane. Jemari kecil Chen secara diam-diam berhasil mengaktifkan sakelar pemicu elektromagnetik mini yang tersembunyi di dalam gelang bajunya—sebuah perangkat canggih yang terhubung langsung dengan sistem keamanan pusat gudang pelabuhan.

"Kau benar-benar bodoh karena percaya aku tidak punya rencana cadangan, Vane," bisik Chen tenang, membuat sang pengkhianat terkejut dan mengalihkan pandangannya ke bawah.

Seketika itu juga, seluruh lampu sorot gudang meledak padam, dan arus pendek listrik bertegangan tinggi menyambar melalui rantai besi di dekat Vane, memberikan kejutan listrik dahsyat yang melumpuhkan tangan pria itu dalam sepersekian detik.

Memanfaatkan momen kelengahan tersebut, Shen Mo menerjang maju bagaikan kilat, menghantam Vane dengan pukulan telak yang membuat pengkhianat itu terpental jauh dan jatuh pingsan di atas lantai semen.

Sesaat setelah Vane tak sadarkan diri di atas lantai semen yang dingin, Shen Mo berlutut cepat untuk memotong tali tambang yang melilit pergelangan tangan Luo Chen dengan menggunakan pisau taktis miliknya. Gerakan pria itu sangat cekatan, namun terselip getar kelegaan yang luar biasa mendalam di balik tarikan napasnya yang masih memburu.

Begitu ikatan tersebut terlepas sepenuhnya, Chen langsung merenggangkan tangannya yang kemerahan, lalu mengangkat wajah kecilnya untuk menatap lurus ke dalam manik mata hitam sang raja mafia yang masih diliputi sisa-sisa amarah pertempuran. Tidak ada isak tangis ataupun ucapan ketakutan yang keluar dari bibir bocah itu; sebaliknya, Chen menepuk pelan lengan Shen Mo yang terluka seolah ingin memastikan bahwa pelindungnya itu baik-baik saja di tengah kekacauan maut ini.

"Kau terluka lagi, Tuan Shen," ucap Chen lirih; suaranya tenang namun mengandung perhatian tulus yang mampu meruntuhkan benteng pertahanan dingin sang penguasa dunia hitam.

Shen Mo menggeleng pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang penuh kehangatan protektif, lalu merengkuh tubuh kecil anak itu ke dalam dekapannya yang kokoh. Di luar gudang, sirene kendaraan bala bantuan The Crown Tower mulai terdengar mendekat, menandakan bahwa ancaman malam ini telah berhasil dipadamkan dengan gemilang.

Namun, di saat mereka mengira krisis telah berakhir, layar tablet portabel yang tergeletak di samping reruntuhan tiba-tiba menyala sendiri, memunculkan pesan teks misterius berenkripsi tinggi yang dikirim langsung dari peladen rahasia milik sosok berinisial "X".

Pesan pendek itu membuat darah Shen Mo mendesir dingin seketika; isinya menyatakan bahwa penangkapan Vane hanyalah awal dari perang pemusnahan massal yang sesungguhnya. Dan identitas asli sang dalang utama siap terkuak, serta-merta mengguncang takhta seluruh dunia hitam tanpa ampun di malam jahanam ini menuju akhir peliknya selamanya.

1
T🥀007
lanjuttt minn.. semangattt
Aisyah Suyuti
good
Aksara Handini: makasih kak 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!