NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:430
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02

Hari ini tepat dimana upacara peringatan kematian David di adakan, semua anggota keluarga serempak memakai busana hitam demi menghormati mendiang sosok kepala keluarga tersebut, mereka pergi ke pemakaman David dan melangsungkan doa bersama, menabur bunga dan wewangian di atas pusara sang pemimpin keluarga.

Tepat di sisi kiri, Sagara memandang lurus kedepan dengan memakai kacamata hitam nya, melihat neneknya yang sedang terisak kembali mengingat mendiang putra satu-satunya. Bohong jika Sagara tidak merasakan kepedihan yang sama meski ia tutupi dengan wajahnya yang ia buat sekokoh mungkin namun jauh di lubuk hatinya kerinduan itu ada.

Raganya memang disini namun jiwanya seolah melanglang buana, menarik paksa kesadarannya untuk mengingat kembali hari dimana ia kehilangan sang ayah.

Malam itu, seperti biasa Sagara kecil akan selalu ke ruang kerja ayahnya untuk mengerjakan pr bersama karena biasanya Sagara akan sangat fokus jika ia di samping ayahnya, kondisi mansion sangat sunyi namun kehebohan tiba-tiba terdengar dari dalam ruang kerja sang ayah yang belum ia buka.

Dan ketika ia membuka nya, Sagara sudah melihat ayahnya yang terbujur kaku di atas marmer yang dingin, memegangi dadanya yang bersimbah darah. Lalu mata kecilnya bersibobrok dengan sang ibu yang tak jauh dari jasad ayahnya dengan sebelah tangan megang pistol.

Semenjak hari itu dunianya tak pernah lagi sama, terlebih Mayang yang selalu menceritakan kejadian yang berulang dan memberi tahu bahwa ibunya pergi ketika ayahnya akan dimakamkan.

“Ibumu itu kabur bersama laki-laki lain, bibi memang sudah mencurigai bahwa dia bermain api di belakang ayahmu, dan sekarang terbukti, dia bahkan tidak datang ke pemakaman ayah mu. Atau jangan-jangan memang ini rencana nya untuk membunuh ayahmu bersama selingkuhannya , hiks. Ooh Sagara… betapa malangnya dirimu, nak.”

Kata- kata itu masih terngiang seperti kaset rusak, tak akan pernah musnah dan aku selalu menjadi pengingat dirinya bahwa ibunya membunuh sang ayah demi bisa kabur dengan lelaki lain.

Tepukan hangat di punggung menbuat Sagara tersadar dari lamunannya, di sampingnya tampak pria paruh berjenggot tipis menatap prihatin ke arahnya.

Dialah Zergan, sahabat David sekaligus kakak angkat Citra, dia datang bersama flora istrinya dan kedua anak mereka.

”Memikirkan sesuatu?”

Sagara menggeleng. “Tidak ada. Hanya sepintas teringat kejadian masa lalu saja.”

Zergan menghela napas pelan, dia menjadi saksi atas kesalahpahaman yang terjadi antara Sagara dan ibunya sendiri.

“Paman harap kebencian mu kepada ibumu menghilang.”

Sagara tersenyum sinis. “Menghilang? justru semakin bertambah setiap hari ini datang, hari dimana ayahku meninggal karena dirinya.”

Wajah Zergan mengelam, ia tak bisa berkata apa-apa lagi, sebagai orang luar ia tak bisa terlalu ikut campur dalam masalah internal keluarga Fernandez, mau membela citra pun tapi sampai sekarang adiknya itu sama sekali tak di temukan keberadaannya, meninggalkan misteri yang masih belum terpecahkan sampai saat ini.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Dua hari setelah upacara peringatan kematian David…

“Pokoknya keputusan nenek sudah bulat, kau harus segera menikah, dan sebagai pewaris tunggal keluarga Fernandez ini adalah tanggung jawab yang harus kau emban dan kau harus menjalankannya!”

Ultimatum dari Gracia setelah penolakan halus yang Sagara lontarkan sebelumnya membuat pria itu mengembuskan napasnya kasar, netranya menatap sang nenek dengan gamang namun sedetik kemudian mulutnya terbuka tanpa banyak pertimbangan.

“Terserah nenek saja.”

Gracia seketika tersenyum cerah, wajah keriput nya terangkat sumringah. “Baiklah, nenek sudah menyiapkan calon istri untuk mu, dia adalah gadis yang baik dan penurut, kalian pasti akan sangat cocok bila bersanding bersama.”

Di sisi lain, di sebuah ruangan gelap di belakang mansion, Mayang menyeringai setelah mendengar laporan dari mata- matanya yang merupakan maid pribadi Gracia.

“Wanita baik katanya, cih.” Mayang mendengus, lalu berbalik menatap sosok wanita berpakaian seksi dengan senyum yang penuh percaya diri.

“Kau memang sangat baik dan penurut, Xavia.”

Wanita yang dipanggil Xavia itu mendengus culas. “Baik apanya? Justru aku akan menjadi badai untuk si pewaris gila itu.”

Sebutan “pewaris gila” tak lain dan tak bukan adalah julukan untuk Sagara. Entah bagaimana olokan itu pertama kali di sebarkan namun yang pasti sebutan itu sudah sangat melekat pada sosok Sagara yang memiliki riwayat penyakit PTSD yang bisa kapan saja kambuh bahkan di saat perjamuan atau pertemuan penting hingga lahirlah julukan tersebut.

Xavia sendiri merupakan putri tunggal Tuan Pratap, yang memiliki hubungan bisnis erat dengan Fernandez tech, dirinya memang sudah tahu jika akan di jodohkan dengan Sagara bahkan sebelum pria itu tahu, dan itu sebabnya Xavia sangat membenci ide gila ayahnya dan nyonya Gracia ini karena harga dirinya merasa sangat jatuh apalagi di depan teman- teman sosialita nya karena harus dijodohkan dengan pria pengidap ODGJ itu.

Meskipun bisa dikatakan Sagara memang tipe idaman setiap wanita dari segi penampilan, status apalagi harta nya namun siapa yang mau menikah dengan orang tidak waras seperti dirinya yang sedikit- sedikit kambuh mengamuk jika ada yang mengungkit soal kematian ayahnya atau soal ibunya.

“Oh, kau tak boleh begitu Xavia. Bagaimanapun dia mendapatkan julukan itu karena sakit jiwanya sebab peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya dan ibunya yang entah kabur kemana,ck, ck.” Mayang menggeleng, berakting seolah iba pada kondisi keponakannya padahal senyum nya tak pernah luntur.

“Peduli setan.” Seru Xavia, “kau sendiri mengapa mengajak ku untuk menghancurkan keponakan mu sendiri dengan rencana licik yang sedang kau susun itu?”

Mayang tertegun sejenak mendengar cerocosan wanita muda itu, lalu tawanya mengudara yang disertai kekehan sumbang.

“Untuk apa? Tentu saja untuk merenggut kursi kekuasaan keluarga ini yang seharusnya lebih berhak di pegang oleh putraku.”

Dahi Xavia mengerut.

“Jadi …. selama ini kau berpura-pura menyayangi nya?” ucap Xavia digelitik rasa penasaran. Pasalnya orang-orang tahu bagaimana hubungan erat antara Sagara dan Mayang yang sudah seperti ibu kandung bagi pria itu, mereka kerap menunjukkan keharmonisan di depan umum, menunjukkan bagaimana Mayang sangat menyayangi Sagara dan Sagara yang sangat menghormatinya.

Mayang berbalik. “Membenci? ah, sebenarnya tidak bisa dikatakan begitu juga.Dunia memang mengenal ku sebagai bibi yang baik karena aku yang merawat Sagara sejak kecil semenjak peristiwa kelam itu, bahkan aku lebih mengistimewakan nya melebihi putraku sendiri.”

Mayang yang semula berpaling lantas berbalik lagi. “Tapi yang tak mereka tahu aku justru lebih menyayangi putraku dan ingin dia yang duduk di kursi kekuasaan yang seharusnya menjadi miliknya bukan malah diberikan pada seseorang yang jelas- jelas memiliki kelainan jiwa hanya karena garis keturunan.”

Xavia tak mengerti, terlalu rumit untuk nya mencerna semua ini namun yang pasti dia tidak ingin menikah dengan Sagara itu sebabnya dia langsung setuju ketika diajak kerja sama dengan Mayang dengan menjanjikan kebebasannya.

Dia juga ia ingin membalas dendam pada pria itu karena sebelum dia tahu kondisi Sagara, Xavia pernah menaksirnya dan mereka sempat bertemu beberapa kali di sebuah pesta yang mungkin tak pernah pria itu ingat, namun sikap Sagara yang tak acuh dan sinis membuat ia merasa sakit hati terlebih teman-teman nya yang selalu mengolok nya sampai saat ini.

“Terserah padamu saja, yang penting sekarang bagaimana kelanjutan rencananya?”

Mayang menyeringai matanya mengisyaratkan kelicikan. “Tak perlu terburu-buru, kau jadi saja wanita baik dan penurut seperti kata bibiku, lalu tepat di saat pernikahan nanti kau harus menghilang meninggalkan Sagara sendirian di pelaminan, hingga keluarga Fernandez tidak punya muka lagi di depan para tamu.”

…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!