NovelToon NovelToon
Pilihan Hati

Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Inisial EY

"Aku milih kamu."

"Tapi kita berbeda, Tuan."

"Berbeda?" Arnold mengernyitkan dahinya heran, pasalnya gadis di depannya ini dari kasta yang setara dengannya. "Apanya yang berbeda?"

"Agama." lirih Arini dengan menggelengkan kepalanya, "agama kita berbeda, Tuan."

"Gampang! Aku bisa mengikuti agamamu kalau kamu mempersoalkan itu."

Ikuti perjalanan kisah beda agama antara Arini dan Arnold ya readers, apakah mereka akhirnya bisa menikah? atau itu hanya angan-angan seorang Arnold saja? Dan apa sebenarnya motif Arnold memilih Arini untuk menjadi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inisial EY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Sulit

Panggilan tersambung..

Arini : Ve, Sorry banget gue enggak bisa meliput ke lapangan langsung.

Eve : It's okay, Rin. Lo kan bosnya, Lo berhak kok gak meliput semau Lo.

Arini : Tapi gue enggak enak sama anak-anak sebenarnya, Ve.

Eve : Lo lagi ada masalah internal, gue dan anak-anak ngertiin Lo kok.

Arini : Thanks ya.

Eve : Yoi. Eh Rin, tadi Pak Raka pemilik Diamond Grup ke sini.

Arini : Kapan Ve?

Eve : Tadi pagi sih Rin, tapi sampai sore di sini.

Arini : Ngapain Pak Raka sampai sore di kantor? Maksudnya ada hal penting apa? Apa dia mengundang kantor redaksi kita untuk meliput perusahaannya?

Eve : Enggak tau, orangnya diem aja kok Rin, tapi beliau sempat tanya Lo.

Arini : Tanya gue, soal apa?

Eve : Udah datang ke kantor belum? Gitu.

Arini : Terus Lo jawab apa Ve?

Eve : Gue jawab kalau Lo baru abis nikah, masih cuti. Tapi kayaknya gue dikira bohong soalnya dia nungguin Lo sampai sore, sampai kantor redaksi kita tutup.

Arini : Besok kalau dia ke kantor lagi, bilang aja kayak gitu lagi, Ve.

Eve : Oke, Rin.

Arini : Oke deh, thanks ya. Gue tutup dulu telponnya.

Panggilan terputus..

Arini menaruh hapenya di atas nakas, lalu merebahkan dirinya ke ranjang sembari menyisir rambutnya ke belakang.

Hijabnya sudah ia taruh di gantungan hijab karena ia sudah bersiap akan tidur, namun Eve menelponnya hanya untuk memberitahu jika Pak Raka menunggunya di kantor.

Huft!

Arini mengembuskan napasnya kasar, kekhawatiran bundanya jika Pak Raka akan mendekatinya ternyata benar juga terbukti dengan datangnya ayah biologisnya itu ke kantor redaksinya.

Pantas saja Bundanya terus mengurungnya di rumah semenjak pernikahannya dengan Arnold terjadi, kecuali tadi siang akhirnya ia bisa keluar rumah dengan bantuan Devano dan para pengawal Uncle Chandra yang diminta Devano untuk memberinya informasi posisi Bunda Jennifer dan Ayah Darius berada.

Tapi kini Arini sudah dewasa, ia juga tidak akan segampang itu mau dekat dengan ayah yang bahkan belum ia kenal semenjak ia lahir sampai menikah.

Kring~~~

Baru saja Arini hendak memejamkan matanya, ada lagi yang menelponnya dan saat melihat jika Arnold yang tengah menghubunginya, Arini pun akan menggeser ikon berwarna hijau namun berganti ikon berwarna merah saat mendengar pintu kamarnya dibuka dari luar.

"Arini! Udah tidur, Nak?" Bunda Jennifer yang ternyata masuk ke dalam kamarnya.

Untung saja panggilan dari Arnold ia reject.

"Belum, Bun. Ada apa Bunda?" Arini menatap Bunda Jennifer yang menatapnya sendu.

"Maafin Bunda kalau Bunda mungkin egois di mata kamu." Bunda Jennifer meneteskan air mata sembari menaruh tangan Arini yang ia genggam ke pipinya. "Bunda hanya ingin yang terbaik untuk kamu, Nak."

"Iya, Bunda. Arini paham kok maksud Bunda." Arini mengusap air mata Bundanya, "Arini tau kalau Bunda sakit hati, Bunda tidak bisa begitu saja memaafkan laki-laki yang sudah merusak Bunda. Tapi hidup harus terus berjalan, Bun. Apa dengan kita menghindar ke Jerman bisa menyelesaikan masalahnya?" tanyanya.

"Bunda.. Arini tau Arini masih kecil dan selamanya akan jadi putri kecil di mata Bunda, tapi Bunda juga harus mengerti kalau Arini sekarang udah besar bahkan punya tanggung jawab besar di kantor redaksi yang Arini dirikan." Arini menarik napasnya lembut, "Bun, Arini tidak bisa egois dengan kabur ke Jerman sedangkan puluhan karyawan Arini menggantungkan hidupnya pada kantor redaksi Arini. Dan Bunda juga harus mengerti itu." jelas Arini saat Bundanya terdiam belum bisa menjawab pertanyaannya.

"Tapi Arini! Jika di Indonesia besar kemungkinan kamu akan ketemu laki-laki itu." kekeh Bunda Jennifer tetap pada keyakinannya.

"Dan jika di Jerman, tidak menutup kemungkinan juga kan kalau Arini bakal tetap ketemu sama Pak Raka, Bun? Bun, Pak Raka itu pemilik Diamond Grup, perusahaan terbesar di Asia Tenggara, sangat mudah sekali untuk mencari Arini walaupun kita pergi ke Jerman." jelas Arini pelan-pelan agar Bundanya mau mengerti.

"Tapi Arini! Bunda dan Ayah tidak bisa lama-lama di Indonesia karena adik-adik kamu membutuhkan Ayah dan Bunda, dan terutama JA Corps. Dan Bunda juga tidak tega meninggalkan kamu di sini walaupun sama Uncle, Aunty dan para sepupumu." jelas Bunda Jennifer seraya menatap sendu putrinya. "Kalau kemarin Bunda bisa tega saat kamu memilih jalan hidupmu, itu karena kamu dan dia belum saling tau, tapi kali ini kalian sudah saling tau dan Bunda tidak mau kamu masuk ke lingkaran keluarga laki-laki itu. Bunda enggak akan sanggup membayangkannya, Arini. Tolong pahami keinginan Bunda, Sayang." pinta Bunda Jennifer seraya kembali meneteskan air mata.

Arini memejamkan matanya sejenak seraya menarik Bunda Jennifer ke dalam pelukannya, karena jika sudah bersangkutan dengan hati Bundanya, ia pun seperti dihadapkan dalam dua pilihan yang sulit.

Pilihannya tidak berkaitan dengan Arnold,

Pilihannya itu antara kantor redaksi atau Bundanya. Keduanya punya resiko yang berbeda.

Jika ia memilih kantor redaksi dan kekeh di Indonesia, Bundanya akan terus kepikiran dengan dirinya dan tidak menutup kemungkinan kalau Bundanya akan kembali menetap di Indonesia demi dirinya, namun ia juga tidak setega itu dengan JA CORPS, di mana perusahaan itu adalah perusahaan keluarganya dan adik-adiknya baru saja akan belajar caranya mengelola perusahaan.

Dan jika ia memilih ikut Bunda ke Jerman, Kantor redaksi Arini yang dipertaruhkan karena kantor redaksi itu baru saja akan berkembang.

Huft!

Arini menahan diri untuk tidak mengembuskan napas kasar, namun ia tetap berusaha tersenyum saat Bundanya melepas pelukannya lalu mencium dahinya lembut, "tidur ya, Nak. Besok pagi kita berangkat ke Jerman sama-sama." Dan Arini tidak bisa untuk tidak menganggukkan kepalanya agar Bundanya itu bisa tenang.

***

Mentari sudah menampakkan sinarnya, dan Arini pun sudah bersiap dengan koper kecilnya di Bandara Soekarno-Hatta untuk bertolak ke Jerman bersama keluarga besarnya.

Istri Arnold yang masih gadis itu sejenak mengedarkan pandangannya saat Arnold mengiriminya pesan jika suaminya itu sudah berada di Bandara.

"Apa yang kamu cari, Nak?" Bunda Jennifer menatap Arini yang seperti mencari sesuatu.

"Toilet. Arini mau buang air kecil, Bunda. Tapi Arini lupa, di mana arahnya?" tanya Arini sembari meringis, karena baru pertama kali ia berbohong dengan Bundanya.

Arini ingin menemui Arnold, namun belum tau laki-laki itu berada di mana. Karena mau bagaimanapun pernikahannya dengan Arnold, laki-laki itu tetap suaminya dan Arini membutuhkan ridho dan izinnya sebelum bertolak ke Jerman.

"Oh. Kirain nyari apa, Sayang. Perlu Bunda antar?" Bunda Jennifer menawarkan diri yang dijawab gelengan kepala oleh Arini, "Enggak usah, Bun. Bunda di sini aja, lagian Ayah kan lagi beli kopi, nanti Ayah nyariin kita lagi kalau Bunda enggak di sini."

"Iya, bener juga kamu. Ya sudah, hati-hati ke toiletnya sayang." titah Bunda yang dijawab anggukan oleh Arini.

Arini menghela napasnya kasar saat menatap Bundanya yang ternyata terus menatap ke arahnya dan akhirnya ia pun benar-benar menuju toilet dan saat mencapai pintunya, tiba-tiba mulut Arini dibekap dari belakang dengan sapu tangan.

Arini sempat memberontak, namun tiba-tiba tenaganya hilang dan ia pun tidak sadarkan diri.

Bersambung...

1
Inisial EY
Hai-hai readers, ini kisah tentang Arini anak jennifer ya, kalau kalian pengen tau siapa Arini, kalian boleh baca novel aku sebelumnya yang judulnya "JANDA ITU ISTRIKU" oke.. makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!