NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Lemitless

Reincarnation Of The Lemitless

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Kael seharusnya tidak mati, tetapi kesalahan seorang dewa mengubah takdirnya selamanya. Diberi tubuh baru yang sempurna dan tiga kemampuan luar biasa—Adaptation, Infinite Growth, dan Absolute Regeneration—ia direinkarnasikan ke dunia Elyndra. Namun, alih-alih terlahir di tempat aman, Kael justru terlempar ke Death Forest, wilayah terlarang yang dipenuhi monster mematikan. Sambil mencari jalan keluar, ia mulai memahami kultivasi, sihir, dungeon, kerajaan, dan ras-ras kuat yang menghuni dunia tersebut. Pertemuannya dengan seorang Ancient Vampire bernama Seraphina menjadi awal perjalanan panjangnya. Di tengah konflik sekte, peperangan, rahasia kuno, dan cinta, Kael perlahan menyadari bahwa kedatangannya mungkin bukan sekadar kesalahan yang belum pernah diketahui manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 - perjalanan pertama

Penginapan yang mereka temukan bernama Kupu-Kupu Berkarat, sebuah bangunan kayu dua lantai di dekat alun-alun pasar, dengan papan nama yang benar-benar berkarat dan berbentuk kupu-kupu—entah disengaja atau tidak.

"Satu kamar," Seraphina berkata pada pemilik penginapan, seorang wanita gempal dengan senyum ramah, sambil meletakkan beberapa keping perak di meja.

"Satu kamar?" Kael mengulang setelah mereka naik ke lantai atas.

"Menghemat uang," Seraphina menjawab singkat, membuka pintu kamar sederhana dengan dua ranjang kayu dan jendela kecil menghadap jalan. "Lagipula aku tidak butuh tidur banyak, dan kau bisa tidur sepuasnya, aku akan berjaga."

"Kau tidak percaya kota ini?"

"Aku tidak percaya siapa pun yang belum kukenal," jawabnya. "Termasuk pria berjubah gelap yang mengikuti kita sejak gerbang."

Kael terdiam. "Jadi bukan cuma perasaanku."

"Bukan. Tapi jangan khawatir dulu. Untuk sekarang, ada hal yang lebih penting: kau harus belajar tentang dunia ini secepat mungkin, sebelum ketidaktahuanmu membuat kita dalam masalah."

Malam itu, mereka duduk di tepi ranjang dengan lilin kecil menyala di antara mereka, dan Seraphina mulai menjelaskan apa yang dia ingat—meski dunia telah berubah seribu tahun sejak dia terakhir mengenalnya.

"Uang," dia memulai, mengeluarkan beberapa keping logam dari kantong yang tersisa.

"Tembaga untuk hal-hal kecil, seratus tembaga sama dengan satu perak. Seratus perak sama dengan satu emas. Kultivator tingkat tinggi bahkan menggunakan Spirit Coin, tapi kita belum perlu memikirkan itu."

"Dicatat," Kael mengangguk, mencoba menghafal.

"Dunia ini punya dua jalur kekuatan utama: kultivasi dan sihir." Seraphina melanjutkan.

"Kultivasi menggunakan Qi, energi tubuh dan jiwa—itu yang sedang kau jalani sekarang. Sihir menggunakan Mana dan elemen. Keduanya berbeda, tapi ada yang mempelajari keduanya sekaligus, meski jarang yang benar-benar unggul di kedua bidang."

"Bagaimana dengan tingkatan kultivasi? Kau bilang aku Body Tempering."

"Tujuh tingkat yang diketahui dunia," Seraphina mengangkat tujuh jari.

"Body Tempering, Qi Gathering, Spirit Core, Soul Formation, Domain, Saint, dan Divine. Masing-masing punya lima bintang sebelum naik ke tingkat berikutnya."

"Kau sendiri di Domain Realm."

"Seharusnya lebih tinggi sebelum aku disegel," Seraphina berkata pelan, ada nada pahit dalam suaranya.

"Seribu tahun tidur tanpa kultivasi membuatku turun jauh. Aku perlu waktu untuk kembali ke kekuatan penuhku."

Kael memperhatikan wajahnya sejenak, tetapi memutuskan untuk tidak mendesak lebih jauh soal masa lalunya malam ini.

"Bagaimana dengan kerajaan?" tanyanya, mengalihkan topik.

"Kita berada di wilayah Valtherion Kingdom, kerajaan manusia terkuat di Benua Asteria. Ada kerajaan lain—Elandor, Dravencourt, Arkhaven—tapi Valtherion yang paling berpengaruh, terutama karena sekte-sekte besar mereka."

"Sekte?"

"Organisasi kultivator. Yang terbesar di ibu kota Grandis adalah Heavenly Sword Sect. Ada juga Azure Cloud Sect yang fokus pedang, Moonlight Sect untuk sihir dan ilusi, Titan Sect untuk tubuh fisik, dan beberapa lainnya." Seraphina menghitung dengan jarinya.

"Bergabung dengan sekte biasanya cara tercepat untuk mendapatkan sumber daya kultivasi dan bimbingan yang layak."

Kael mengangguk-angguk. "Bagaimana dengan ras lain? Aku pernah dengar tentang Elf, Beastman ..."

"Ada banyak. Elf tinggal di Sylvaria, Benua Barat, dipimpin Sylvariel Kingdom. Beastman menguasai Frostgard di utara, di bawah Fenrir Kingdom. Dragonkin di Ignis, selatan, dengan Drakoria Empire. Demon menguasai Netherys, benua bawah, di bawah Abyssal Empire."

Seraphina berhenti sejenak. "Dan tentu saja, vampir sepertiku, meski kami tidak punya wilayah khusus. Kami hidup tersembunyi di antara ras lain."

"Banyak sekali informasi dalam semalam."

"Kau akan butuh lebih banyak lagi jika ingin bertahan di dunia ini tanpa terlihat aneh," Seraphina menegaskan. "Terutama karena kau tidak tahu bahasa dunia ini sebelumnya, tapi entah bagaimana bisa membaca dan berbicara dengan lancar."

Kael berkedip. "Itu benar juga. Aku bahkan tidak sadar."

"Mungkin bagian dari 'hadiah' dewamu," Seraphina menduga. "Atau bagian dari misteri darah Primordial-mu. Entahlah."

Mereka terdiam sejenak, membiarkan lilin berkedip pelan di antara mereka.

"Besok," Kael akhirnya berkata, "aku ingin membeli pakaian baru, dan mungkin senjata yang lebih baik daripada pedang berkarat ini."

"Setuju. Dan aku perlu memperbarui penampilanku juga," Seraphina menyentuh gaunnya yang lusuh. "Tidak baik terlihat seperti baru bangkit dari kubur, meski secara teknis itu benar."

Kael tertawa kecil, dan untuk pertama kalinya sejak bertemu, Seraphina ikut tertawa—tawa kecil yang ringan, hampir seperti seseorang yang baru belajar cara tertawa kembali setelah seribu tahun.

Keesokan paginya, mereka pergi ke distrik pasar Eldermere yang jauh lebih ramai di siang hari. Kael membeli sepasang pakaian sederhana namun kokoh—kemeja katun tebal dan celana kulit yang cukup fleksibel untuk bertarung—sementara Seraphina memilih gaun berwarna gelap dengan potongan yang lebih praktis, meski tetap mempertahankan sentuhan keanggunan yang sulit dia lepaskan.

Di kios senjata, Kael menemukan sebilah pedang baja sederhana namun kokoh, jauh lebih baik dari pedang berkarat yang selama ini dia gunakan.

[Black Iron Sword — Common/Refined Grade.]

"Ini sudah cukup untuk sekarang," katanya sambil mengayunkannya beberapa kali, merasakan keseimbangannya. "Aku akan menggantinya begitu aku cukup kuat."

"Kau bicara seolah kau tahu akan sering mengganti senjata," Seraphina berkomentar.

"Firasat," Kael tersenyum. "Aku merasa perjalanan ini baru saja dimulai."

Sementara mereka berjalan menyusuri pasar, seorang pedagang tua di sudut jalan memanggil mereka.

"Pengembara muda!" serunya, melambaikan selebaran kertas. "Tertarik dengan turnamen tahunan di Grandis? Para jenius muda dari seluruh kerajaan akan berkumpul untuk unjuk kekuatan! Hadiahnya termasuk kesempatan bergabung dengan sekte-sekte besar!"

Kael mengambil selebaran itu, membacanya sekilas.Tournament kerajaan, diadakan tiga bulan lagi di ibu kota Valtherion.

Dia melirik Seraphina. "Kau bilang Grandis adalah ibu kota, tempat Heavenly Sword Sect berada?"

"Benar."

"Sepertinya aku tahu tujuan kita selanjutnya."

Seraphina menatap selebaran itu, lalu menatap Kael dengan tatapan yang mencampurkan kekhawatiran dan rasa ingin tahu. "Kau yakin? Turnamen semacam itu akan menarik perhatian banyak orang penting. Termasuk mungkin, orang yang tidak seharusnya tahu tentang keberadaanmu."

"Aku harus mulai di suatu tempat," Kael menjawab tegas. "Dan lebih baik aku yang memilih kapan dunia mengetahuiku, daripada dunia menemukanku secara tidak terduga."

Seraphina menatapnya lama, lalu akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah. Grandis, kalau begitu."

Mereka melipat selebaran itu dan menyimpannya, melanjutkan langkah menyusuri pasar Eldermere yang ramai, tidak menyadari bahwa keputusan itu akan membawa mereka jauh lebih dalam ke dunia yang penuh konflik daripada yang bisa mereka bayangkan.

---

Malam ketiga di Eldermere, Kael memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian.

Seraphina sedang beristirahat di penginapan—atau lebih tepatnya, berjaga sambil berpura-pura tidur, kebiasaan yang belum bisa dia hilangkan meski sudah tidak ada bahaya langsung.

Kael sendiri merasa gelisah, tubuhnya yang terus berkembang membuatnya sulit diam terlalu lama.

Dia menyusuri jalanan kota yang mulai sepi, hanya diterangi lentera minyak di sudut-sudut jalan.

Toko-toko sudah tutup, dan hanya beberapa kedai minum yang masih ramai dengan suara tawa dan dentingan gelas.

Kael berhenti di sebuah gang sempit ketika merasakan sesuatu—bukan suara, bukan bau, tetapi semacam tekanan halus di udara, seperti seseorang sedang memperhatikannya dari kegelapan.

"Aku tahu kau di sana," katanya tanpa menoleh. "Sudah tiga hari kau mengikuti kami."

Hening sejenak. Lalu, dari balik tumpukan peti kayu, sesosok pria berjubah gelap melangkah keluar. Wajahnya tersembunyi di balik tudung, tetapi Kael bisa merasakan sepasang mata yang menilai dirinya dengan tajam.

[Bayangan tidak terdeteksi sepenuhnya — Level kekuatan tersembunyi.]

Sistem yang biasanya bisa membaca kekuatan lawan justru gagal memberikan angka pasti, dan itu membuat Kael waspada.

"Kau punya indra yang tajam untuk seseorang di tingkat Body Tempering," pria itu berkata, suaranya datar dan dingin.

"Aku Ren, dari Shadow Sect. Kami tertarik dengan ... perkembanganmu yang tidak wajar."

"Shadow Sect?" Kael mengangkat alis. "Kudengar itu sekte yang fokus pembunuhan dan penyamaran."

"Di antara hal lain," Ren menjawab tanpa membantah.

"Kami juga bekerja untuk mengumpulkan informasi. Dan seorang pemuda yang keluar hidup-hidup dari Death Forest bersama seorang wanita yang auranya sangat aneh—itu informasi yang berharga."

Kael menegang sedikit, tangannya perlahan bergerak mendekati gagang pedang barunya. "Apa maumu?"

"Belum apa-apa," Ren mengangkat kedua tangannya, gesturnya damai meski nadanya tetap dingin.

"Aku hanya mengamati untuk sekarang. Tapi aku ingin memberimu peringatan, karena entah kenapa aku merasa kau pantas mendapatkannya."

"Peringatan apa?"

"Berhati-hatilah dengan siapa yang kau percaya di Grandis," Ren berkata pelan.

"Turnamen Kerajaan bukan sekadar ajang pamer kekuatan. Ini adalah panggung bagi sekte-sekte dan kerajaan untuk saling menilai, saling merekrut, dan kadang ... saling menyingkirkan bibit yang mereka anggap terlalu berbahaya untuk dibiarkan tumbuh."

Kael menyipitkan mata. "Kenapa kau memberitahuku ini?"

Ren terdiam sejenak, seolah mempertimbangkan jawabannya sendiri.

"Karena Shadow Sect punya aturan: kami tidak membunuh mereka yang belum menjadi ancaman nyata, dan kami menghargai potensi ketika kami melihatnya. Kau, Kael, adalah salah satu potensi paling menarik yang pernah kutemui dalam bertahun-tahun bertugas."

"Itu terdengar seperti pujian yang mencurigakan."

"Anggap saja begitu." Sudut bibir Ren yang samar terlihat dari balik tudungnya melengkung tipis, hampir seperti senyum.

"Sampai jumpa lagi, Kael. Aku yakin jalan kita akan bersilangan lagi di masa depan."

Sebelum Kael sempat menjawab, sosok itu menghilang ke dalam bayangan gang, secepat dan sesenyap kedatangannya. Kael berdiri diam beberapa saat, mencerna apa yang baru saja terjadi.

[Adaptation terhadap teknik penyamaran: 2%.]

Angka kecil itu muncul, meski Kael tidak yakin apa sebenarnya yang baru saja dia "pelajari" dari pertemuan singkat itu—mungkin hanya sekadar merasakan jenis tekanan aura yang berbeda dari apa pun yang pernah dia temui.

Dia kembali ke penginapan dengan pikiran penuh, dan begitu masuk kamar, Seraphina langsung duduk tegak dari posisi berbaringnya.

"Kau bertemu seseorang," katanya, bukan pertanyaan.

"Bagaimana kau tahu?"

"Auramu berubah. Sedikit lebih waspada dari biasanya." Seraphina menatapnya serius. "Siapa?"

Kael menceritakan pertemuannya dengan Ren, kata demi kata, sementara Seraphina mendengarkan dengan ekspresi yang semakin serius.

"Shadow Sect," gumamnya setelah Kael selesai bercerita.

"Aku ingat sedikit tentang mereka dari seribu tahun lalu. Mereka bukan sekte biasa—mereka punya jaringan mata-mata di hampir setiap kerajaan dan sekte besar. Jika mereka sudah memperhatikanmu, itu berarti berita tentang kita sudah mulai menyebar lebih cepat dari yang kukira."

"Dia bilang dia hanya mengamati. Dan memberiku peringatan tentang turnamen."

"Peringatan dari Shadow Sect bukan hal yang bisa diabaikan begitu saja," Seraphina berkata pelan.

"Tapi juga bukan hal yang bisa sepenuhnya dipercaya. Mereka punya agenda sendiri untuk segala sesuatu yang mereka lakukan."

Kael duduk di tepi ranjangnya, memikirkan kata-kata Ren. *Sekte-sekte dan kerajaan untuk saling menilai, saling merekrut, dan kadang saling menyingkirkan.*

"Kalau begitu," katanya akhirnya, "aku harus semakin kuat sebelum turnamen itu dimulai. Cukup kuat sehingga menyingkirkanku bukan lagi pilihan yang mudah bagi siapa pun."

Seraphina menatapnya lama, lalu mengangguk pelan. "Kalau begitu, kita tidak akan langsung menuju Grandis. Kita akan mengambil jalan memutar, mencari lebih banyak dungeon dan monster untuk melatihmu sepanjang perjalanan. Tiga bulan cukup waktu untuk membuatmu jauh lebih kuat dari sekarang."

"Kau yakin bisa menemukan tempat-tempat semacam itu?"

"Aku hidup lebih dari seribu tahun, Kael," Seraphina tersenyum tipis, matanya berkilat dengan sesuatu yang mirip semangat. "Aku tahu di mana rahasia-rahasia dunia ini terkubur."

Malam itu, untuk pertama kalinya, Kael tidur nyenyak tanpa mimpi, sementara Seraphina duduk di jendela, menatap ke arah bulan yang mulai muncul di balik awan, memikirkan jalan panjang yang akan mereka tempuh bersama—dan bertanya-tanya, dengan perasaan yang mulai sulit dia definisikan, apa yang sebenarnya membuat pemuda aneh ini begitu berbeda dari siapa pun yang pernah dia temui sepanjang seribu tahun hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!